Bajak Laut Hitam

Bajak Laut Hitam
CH. 59 – Bab Masa Lalu : Petang Menanti Malam


__ADS_3

Suasana kebersamaan antara mereka terjalin hangat, mereka berdua berseteru, saling melontarkan ucapan, sedangkan Akma Jaya menjadi penengah dalam perseteruan mereka.


Peputaran waktu kian berlalu, sekarang matahari menunjukkan cahaya jingga.


Petang sudah datang, ia sedang menanti malam, matahari contong ke arah barat hendak terbenam.


Seperti yang terlihat matahari itu menunjukkan cahaya yang mendamaikan suasana. Beberapa saat Akma Jaya melamun, menatap ke sekeliling lautan, cahaya itu menyorot ke laut, dia teringat akan sosok Haima–sang ibu.


"Kapten?" Tabra menepuk bahu Akma Jaya.


"Tabra, kau mengejutkanku, ada apa?" Akma Jaya bertanya, dia baru sadar dari lamunannya.


"Tak apa, Kapten."


Tabra memulas senyum, bibir itu melebar sedikit lebih luas dari biasanya.


"Kalian semua, aku punya cerita yang menakutkan, apa kalian mau mendengarnya?" Tabra berucap memandang ke sekeliling mereka.


Akma Jaya dan anak buah terlihat mengangguk, kecuali Aisha, dia menggeleng.


"Aisha, apakah kau tak setuju?" tanya Tabra menatap ke arah Aisha.


Aisha menyilangkan kedua tangan.


"Berceritalah, sangat menyakinkan bagiku bahwa cerita yang kau sebutkan, tidak menakutkan seperti yang kau katakan!" Aisha berucap, jelas dia tidak percaya.


Dilain hal, menurut Aisha apa yang dia ketahui tentangnya, Tabra tidak begitu jago dalam bercerita. Namun, itu kebiasaannya dari dulu, bercerita adalah keseharian yang rutin dia lakukan, mungkin saja dia sudah jago dalam bercerita.


Bahkan bagi Aisha ceritanya terasa tidak nyambung, tetapi tergantung suasana, Tabra begitu susah untuk ditebak dan entah bagaimana Akma Jaya tak menghiraukan itu, dia tetap menyimak, tak berkata sepatah kata pun.


Mendengar ucapan Aisha, terlihat Tabra hanya mengerutkan dahi.


"Baiklah, aku akan menceritakannya!"


Tabra berujar, tak menghiraukan ucapan Aisha, dia menyuruh mereka untuk duduk mendengarkan cerita.


Mereka semua berduduk, bersiap untuk mendengarkan apa yang diceritakan oleh Tabra.


"Pernahkah kalian mendengar rumor tentang makhluk yang bernama Yeti? Makhluk ghaib yang berbentuk manusia kera, berbulu dan berukuran besar, dengan kaki yang sama besarnya dan gigi setajam pedang, bulunya berwarna abu-abu dan ada juga yang berwarna putih."


Tabra memulai cerita dengan bertanya perihal nama dan ciri-ciri makhluk yang akan dia ceritakan. Aisha mulai menyimak.


"Ah, iya. Saya pernah mendengar rumor tentang makhluk itu." Salah satu anak buah mengacungkan tangan, sepertinya dia pernah mendengar rumor tentang makhluk tersebut.


"Ya, kau perlu waspada! Jangan sebut namanya tiga kali, nanti dia akan hadir dalam mimpi burukmu."


Tabra menyahut cepat dengan nada yang seram, cukup menakutkan.

__ADS_1


"Cerita ini terjadi pada awal tahun ke–1640, aku membaca di salah satu buku, cerita seorang bajak laut bernama Hagaba yang mengarungi lautan, dia bertemu Yeti di pegunungan Anantha."


Tabra berwajah seram, dia mendalaminya, menghadirkan suasana yang terasa nyata.


"Bagaimana dia bisa berada di gunung, bukankah dia seorang bajak laut?" Aisha bertanya seperti tidak percaya.


"Dia sedang mencari harta karun!" jawab Tabra dengan lugas.


"Harta karun?" Aisha tercengang. Dahi itu melebar, dia mengeluarkan suara lebih cepat dari biasanya.


"Benar, harta karun peninggalan bajak laut terdahului, ketika seorang bajak laut merampok, mereka menyimpan harta itu di dalam peti kemudian menguburnya—" Tabra menjelaskan.


"Tabra, kau tidak usah menjelaskannya, lanjutkan saja ceritamu perihal Yeti!"


Aisha berucap dan memotong cepat apa yang dijelaskan oleh Tabra, sedangkan Akma Jaya hanya menjadi penyimak, lain dengan anak buah, mereka berwajah penasaran, Aisha memotong ketika penjelasan mendekati inti, akibatnya memicu orang jadi penasaran.


Tabra mengangguk, dia melanjutkan ceritanya.


"Baiklah, ini cerita tentang seorang bajak laut yang bernama Hagaba, dia menelusuri gunung Anantha, mencari peti harta karun serta benda pusaka jati, berupa pedang kekaisaran romawa aditya purnama."


"Betapa saat itu malam hari, suasana gelap, hutan belantara, riuh-riuh suara hewan malam bersuara, dia beserta anak buahnya yang berjumlah sekitar 30 orang menelusuri, pada malam hari, dimana keadaan gelap gulita, hanya obor sebagai penerang bagi mereka."


"Di kedalaman hutan, terdengar suara yang mengerikan, dia penasaran dan melakukan penjelajahan, menelusuri celah-celah hutan tersebut."


/Mode cerita on/


"Kapten, Anda mau kemana?" Anak buahnya bertanya, Kapten Hagaba sudah memelesat jauh meninggalkan mereka.


"Ada apa dengan Kapten? Apa perlu kita menyusulnya?" tanya salah satu yang lain.


"Tidak, terlalu bahaya. Mungkin Kapten sedang ada keperluaan, kita tunggu di sini!" jawab yang lainnya.


Anak buah itu terus menunggu dan menunggu. Sementara itu, Kapten Hagaba terus menelusi hutan.


Suasana malam hari yang gelap, penglihatannya memburam, tidak jelas apa yang dia lihat, sesosok monster berbadan besar seperti yang telah kusebutkan terlihat di depannya.


/Mode cerita off/


"Bagaimana? Aku sudah lupa cirinya!" ucap Aisha memotong cerita Tabra. Dia bertanya dengan raut wajah bingung.


Tabra mengangguk.


"Aisha, akan kuceritakan kembali kepadamu, sesosok makhluk ghaib yang berbentuk manusia kera, berbulu dan berukuran besar, dengan kaki yang sama besarnya dan gigi setajam pedang, bulunya berwarna abu-abu atau putih." Tabra menjelaskan kembali.


"Jadi, apa yang terjadi setelah itu?"


Akma Jaya berucap, Aisha kembali terdiam, sepertinya dia tidak berani menyahut karena didahului oleh Akma Jaya.

__ADS_1


"Baiklah, Kapten."


"Setelah itu, dia berteriak keras, berwajah pucat, ketakutan, gemetar tubuh, dia berlari terus berlari."


/Mode cerita on/


AAAAHHH!


"Itu, itu suara Kapten!" Salah satu anak buah mendengar.


"Iya, itu suara Kapten."


Mereka semua bergegas untuk menghampiri Kapten Hagaba. Mereka saling berpapasan, sedangkan Yeti di belakang mereka. Gigi Yeti itu siap untuk menerkam, anak buahnya masing-masing menghunus pedang, bersegera menghujani dengan tebasan pedang.


Akan tetapi, hasilnya nol besar, badan Yeti tidak tergores sedikit pun.


"Kapten? Bagaimana ini?" salah satu anak buah berteriak sambil melancarkan serangan.


"Lari, Lari." Kapten Hagaba berlari, anak buahnya mendengar dan ikut berlari bersama Kapten Hagaba.


Semakin mereka berlari, satu persatu anak buah dimakan oleh makhluk bernama Yeti tersebut. Kapten Hagaba tidak melihat arah belakang, dia terus berlari, tergopoh bernapas terengah-engah.


"Aku harus selamat!" Dia berucap dengan napas yang berembus di ubun-ubun.


Tibalah dia pada jalan yang buntu, dia memutar arah pandangan ke belakang, terlihat sesosok makhluk itu datang dengan gigi yang tajam, ia menerkam.


AAAHHH


/Mode cerita off/


"Dia terbangun dari tidurnya dan ternyata itu hanyalah mimpi karena saat mereka mendapatkan harta karun, mereka bersorak dan menyebut nama Yeti tiga kali berturut-turut."


Aisha menghela napas, begitu pun dengan yang lainnya, mereka seperti merasa kecewa dengan Tabra.


"Ayolah, itu hanya cerita!" Tabra berucap setelah melihat ekspresi mereka yang kecewa.


"Itu bukan cerita Tabra, itu mimpi!" Aisha menyahut cepat.


"Kau berbohong!" Aisha mulai geram kembali. Lagi-lagi Akma Jaya menjadi penengah dari perseteruan meraka.


"Kalian berdua, tenanglah!"


"Lihatlah, matahari itu hampir terbenam, hari akan segera mendekati waktu malam, berhentilah berseteru, siapkan diri kalian untuk besok hari."


"Besok, kita akan menjelajah desa ini."


Akma Jaya masuk ke dalam kamar kapal, meninggalkan mereka berdua. Terlihat mereka berdua mengangguk serta memberi hormat.

__ADS_1


Perlahan cahaya mulai meredup, bahkan cahaya jingga itu perlahan lenyap. Hari itu terlewat dengan kebersamaan mereka, berbagi cerita tentang sesosok makhluk yang entah itu nyata atau tidak? Tidak tahu.


Tabra hanya membaca dari beberapa judul buku tua di perpustakaan saat dia masih kecil, saat berada di Desa Muara Ujung Alsa. Dulu saat dia membaca cerita itu, dia tidak bisa tidur, terpaksa dia meminjamnya dan berulang kali dia membaca hingga dia hafal keseluruhan cerita tersebut.


__ADS_2