
Shaka masih bergelut dengan tumpukan berkas pekerjaannya setelah tadi selesai meeting dengan beberapa client. bahkan Shaka pun memilih makan siang di kantor dan memilih Rega untuk memesankan delivery food karena ia ingin secepatnya menyelesaikan pekerjaannya dan bisa pulang tepat waktu agar bisa berjumpa dengan Baby Queen dan Bunda nya meskipun baru beberapa jam mereka tidak bersama bahkan Shaka sudah 2x melakukan panggilan video call untuk memantau mereka.
Baru saja Rega keluar dari ruangan boss nya karena mereka tadi makan siang bersama di ruangan Shaka dan setelah selesai kini mereka pun kembali bergelut dengan pekerjaannya masing - masing.
tap..tap
terdengar bunyi suara langkah kaki lebih tepatnya suara dari sepatu yang beradu dengan lantai ruangan tersebut. Shaka yang masih fokus dengan berkas yang sedang ia kerjakan sama sekali tidak memperhatikan kehadiran seseorang di dalam ruangannya itu.
Tiba - tiba sepasang tangan berjemari lentik dengan kuku kuku yang cantik terawat menyentuh kedua pundak Shaka yang memang terasa pegal dan kaku, tanpa aba - aba tangan itu pun memijat dengan gerakan gemulai dan terasa seksi jika diresapi dengan hati. sepersekian menit Shaka pun tersadar dan terkejut menyadari ada seseorang yang memberikan pijatan pada bahunya, seketika iapun menepis dengan kasar tangan tersebut hingga sang pemiliknya terjerembab dan bokongnya mendarat ke lantai.
" auhh... sakit "
perempuan itupun mengaduh
" kamu!! "
Shaka sangat terkejut dengan kehadiran seseorang itu bahkan sepasang netranya melotot terheran
" Sayang... kenapa kamu kasar begini ?"
ucapnya sambil bangkit dan berdiri dengan sempurna
" siapa yang izinkan kamu masuk dan menginjakkan kaki di ruanganku, lancang sekali "
" maaf sayang bukankah ini sudah biasa aku datang ke kantor mu, bahkan tidak ada yang melarang "
Shaka menatap dengan tatapan bengisnya pada seorang wanita cantik berambut pirang yang tampak seksi dengan pakaian yang kurang bahan, Dress letak melekat mengikuti lekuk tubuh tinggi semampai perempuan yang bertype BUPATI ( buka paha tinggi - tinggi ) itu.
" Diam !! Sekarang juga saya minta Anda keluar dari ruangan saya, dan jan sekali - kali Anda mengotori lantai kantor saya dengan kaki kotor Anda itu "
" Sayang aku minta maaf, tolong Maafkan aku, aku masih mencintaimu Shaka, dan aku ingin kita memperbaiki hubungan kita ini, aku yakin saat ini kamu sangat mbutuhkanku, aku tahu kamu butuh pijatan lembutku seperti tadi, kamu pasti capek menghadapi pekerjaanmu yang tak ada habisnya Ini "
perempuan itu seakan terus merancau seperti orang yang sedang mabuk, bahkan tangan dan tubuhnya tampak bergitu menggoda mencoba menggerayang nakal ke tubuh Shaka, tanganya terus menggelayuti manja menelisik tubuh Shaka hingga membuat Shaka merasa jijik dan risih
__ADS_1
" Stop.. Chamila hentikan ! jangan kamu sentuh aku dengan Tangan kotormu karena aku sangat jijik, apa kamu pikir aku bodoh sehingga mau denganmu j***** berhenti berbuat gila asal kamu tahu semenjak aku mengetahui penghianatanmu dengan Bule sialan itu namamu benar - benar sudah aku hapus dari memory kehidupan ku, dan bahkan aku langsung move on aku sudah menikah dan sekarang aku sudah menjadi seorang Ayah aku sangat bahagia memiliki istri yang jauh lebih sempurna dan terbaik. "
Shaka pun tersulut emosi tak tahu dengan cara apalagi menghadapi tingkah memalukan perempuan itu. Shaka pun memencet gagang telphon dan memanggil Rega untuk ke ruangannya dan menyuruh beberapa petugas keamanan untuk membawa wanita bernama Chamila itu.
" dengarkan aku dulu Shaka, aku bisa jelaskan Martin itu hanya temanku dia yang mensponsori acara fashion show ku dan aku sudah di kontrak exlusive menjadi brand ambasador produk skin care dari perusahaanya "
" itu bukan urusanku, dan aku tidak peduli bagiku kamu sudah berkhianat dan penghianat tak pantas dimaafkan "
" tapi aku masih mencintaimu, bahkan selama 9 bulan ini aku tinggal di luar negeri untuk menyelesaikan pekerjaanku, dan aku masih mencintaimu aku bahkan sudah tidak lagi berhubungan dengan laki - laki itu, dan kamu malah memutus semua akses untuk bisa berkomunikasi denganmu, bahkan kamu memblokir nomer telphonku. Selama ini aku berusaha untuk menghubungimu sayang "
" cukup ! kamu sudah terlalu banyak bicara sebaiknya kamu segera keluar dari sini, kamu tahu kan pintu keluarnya, sebelum Security menyeretmu keluar dengan paksa "
Dan akhirnya Rega pun masuk ke ruangan Shaka bersama dua orang petugas keamanan
" kalian urus perempuan gila ini "
perintah Shaka dengan dingin dan ketus
" perintahkan pada bagian keamanan jangan sampai membiarkan dia masuk lagi ke area kantor ini "
" sebaiknya Anda mengikuti perintah Boss kami Nona dari pada kami yang bertindak "
ucap Rega tak kalah tegasnya, Rega memang mengenal baik dengan wanita itu karena dulu sempat menjadi kekasih Shaka Boss sekaligus sahabatnya itu, awalnya Chamila gadis yang cukup baik meski sedikit sombong dan angkuh, Awalnya Shaka mengenal Chamila dari perjamuan bisnis antara keluarga Chamila memang tipikal wanita yang Manja dan keras kepala, Chamila yang sudah menyukai Shaka semenjak pertama bertemu akhirnya semakin dekat dan akhirnya mereka menjalin hubungan dan berpacaran. meskipun pada akhirnya kedua orang tua Shaka kurang menyukainya. karena sosok seperti Chamila itu sangat tidak masuk kriteria menantu dann istri yang baik, terlebih profesinya sebagai model dan yang berpenampilan glamour sehingga Mama Vina kurang menyukainya.
Hingga pada akhirnya Shaka bisa menemukan bukti bahwa kekasih ya bukanlah wanita uang baik, dibelakang Shaka ia sering berkencan dengan beberapa pria yang ia rasa bisa membantu menaikan popularitasnya sebagai public figure. Shaka pun akhirnya menyaksikan sendiri penghianatan Chamila sedang chek in bersama pria bule dan saat itu juga Shaka memutuskan mengakhiri hubungannya dengan Chamila.
" aku nggak akan menyerah Shaka aku pastikan akan bisa memilikimu kembali , ingat itu Shaka "
lalu Perempuan itu berlalu meninggalkan ruangan Shaka setelah kedua security tadi bermaksud membawanya paksa pergi dari ruangan itu
" Gila, kok bisa dia muncul lagi Boss ?"
Rega mencoba mencari tahu
__ADS_1
" entahlah, sebenarnya waktu pesta pernikahan Kak Mahesa kemaren dia datang dan kami sempat bertemu tanpa sengaja karena Syaqina terlibat insiden dengan dia bahkan Syaqina membantu Tante Susan saat tiba - tiba tante Susan sakit di acara malam itu"
" kalau begini caranya, kamu harus lebih hati - hati Boss bukan tidak mungkin dia akan berbuat nekat, apalagi tadi kedengarannya dia mengancam serius "
" aku tidak peduli asal dia tidak menyentuh keluargaku "
" tapi tetap harus waspada Bos, sepwrtinya Chamila sudah banyak berubah sekarang dari yang dulu pernah aku kenal, ya walaupun jujur saja dari awal kamu berhubungan denga dia aku udah nggak suka, aku menaruh curiga kalau dia bukan perempuan baik - baik, tapi saat itu kamu kan sedang mabuk cinta dilanda virus Bucin jadi aku ngikut saja asal kamu happy, Friends happy i' m happy "
Rega pun terkekeh mengejek Sahabat sekalian Bossnya itu
" Si**** loh, dasar sahabat luknut "
Shaka pun melepas bolpoint yang tadi Shaka gunakan untuk menandatangani berkas kerjaan.
" Ga, lo handle kantor gue mau pulang ketemu mood booster gue, perempuan ja *** itu udah merusak mood kerjaku, nanti kalau ada yang mendesak hubungi Gue "
" lo gimana sih Bos masak kerjaan bertumpuk gini malah pulang nggak profesional banget mentang- mentang habis diapeli mantan terus hilang mood gini "
" bukan gitu , tapi gue kangen sama anak bini. percuma aku paksakan kerjain kalau pikiran nggak fokus malah berantakan nanti, mendingan gue pulang biar besok semangat gue balik dan tinggal selesaikan itu "
" ok lah Bos, terserah kau saja mentang - udah ada mainan baru sekarang "
" hey... kamu mengejek Boss mu, makanya buruan kasih adik buat Bintang biar kamu tahu rasanya jadi seorang Ayah"
" enak saja, nggak kita mau nikmati masa pengantin baru kita dulu, dan kami juga sudah sepakat untuk menunda beberapa bulan lagi karena bagaimanapun juga kita butuh penyesuaian terlebih Bintang gue pingin nikmati moment kebersamaan kami, karena gue tahu Bintang sangat membutuhkan figure Ayah dan Gue nggak mau kebahagiaan anak itu terbagi untuk waktu dekat ini"
" wuihhh... semakin bijak saja nih y lo Bro semenjak menjadi suami dan juga menjadi seorang Bapak, kayaknya gue harus banyak belajar dari Elo nih sekarang mengenai tingkat kedewasaan "
" huh.. dasar Bos labil udah buruan tadi katanya mau balik malah ngemeng aja loh Boss "
" habisnya aku terpesona dengan kata bijakmu "
Shaka pun segera bergegas meninggalkan ruangan dan kantornya untuk pulang menemui anak dan istrinya yang sudah sangat ia Rindu kan.
__ADS_1