
Syaqina tampak berjalan dengan langkah tergesa - gesa meski kini kondisinya dengan perut yang udah mulai terlihat membuncit, hari ini kebetulan mbak Anggi sedang cuti untuk satu minggu kedepan karena mbak Anggi sedang melakukan program ke hamilan ke Singapura terpaksa Syaqina harus berangkat menggunakan taxi on line namun saat di perjalanan taxi yang dia tumpangi mengalami kempes ban jadi terpaksa harus melanjutkan perjalanan menggunakan ojek untuk sampai di kantor. meskipun Syaqina telat hampir 10 menit namun ia tetap berusaha sampai di tempat kerjanya, sampai - sampai ia sedikit mengabaikan keadaanya yang sedang berbadan dua dan kini sudah memasuki usia kandungan enam bulan.
Saat tengah fokus berjalan dengan cepat tiba - tiba Syaqina menabrak seseorang yang kebetulan melintas keluar dari sebuah ruangan yang ada di gedung perkantoran ini.
BRUGGGGG
"Astagfirullah.."
pekik Syaqina yang tampak terhuyung karena tubuhnya terbentur sesosok yang begitu kokoh
"maaf... maaf nona "
beruntung pemilik tubuh kokoh tersebut dengan sigap menangkap tubuh Syaqina yang masih terhuyung sehingga tak sampai terjatuh, sesaat setelah situasi teratasi Syaqina yang menyadari tubuhnya kini di pegang oleh orang yang bukan muhrimnya pun segera berusaha melepaskan diri.
"maaf... maaf nona , apa anda baik - baik saja ?"
Syaqina pun menegakkan pandangannya setelah mendengar sosok pria yang tanpa sengaja bertabrakan dengannya
" tii... tidak apa saya baik - baik saja Tuan "
" lho.... kamu "
pria itu merasa seperti tidak asing dengan wajah ayu itu
" Ri....yan? iya Riyan kan ?"
"Syaqina Azzahra ? "
" Riyan Permana ?"
keduanya rupanya saling mengenal, tak berselang lama keduanya pun saling bertanya kabar
"iya aku Syaqina "
" wah... tidak disangka ya setelah kurang lebih 4 tahun kita nggak ketemu, ternyata kamu masih tetap cantik Sya "
"kamu bisa aja tetep saja raja gombal, by the way gimana kabarnya kok setelah kenaikan kelas XII kamu menghilang begitu saja sih?"
" kabar ku baik kok, dan masih single, kamu sendiri gimana kabarnya ? eh.. maaf kamu udah nikah ?"
"Alhamdulillah aku baik, Iya aku udah nikah Yan "
"yah... patah hati lagi deh gue, dulu parasit sekolah aku ngejar cinta kamu mati -matian kamu nggak merespon sama sekali, sekarang jumpa lagi udah jadi bini orang pula "
"kamu tu ya,.. tetep saja Jayus kayak dulu, "
balas Syaqina lagi sambil membetulkan jilbabnya yang sedikit berabtakan karena insiden tadi
"kok kamu bisa di sini ? kamu kerja disini ?"
"iya Yan aku kerja disini "
"terus ngomong -ngomong kamu menikah dengan siapa ? terus kenapa kamu cepet banget nikahnya ?"
"oh iya Yan maaf Yan aku buru- buru tadi soalnya aku hampir Telat, dan sekarang sepertinya aku beneran telat deh"
"Ok.. kamu tenang saja nanti jam istirahat makan siang kita ketemu lagi disini, sekarang kamu boleh ke departemen kamu, tapi ingat nanti temui aku disini lagi, kamu berhutang jawaban atas pertanyaanku tadi "
" baiklah... aku masuk kerja dulu ya"
"baiklah, santai saja jangan grasa grusu gitu,"
__ADS_1
" iya Assalamualaikum "
"waalaikumsalam "
lelaki bernama Riyan itu masih terus memandangi sosok Syaqina yang kini telah menghilang di balik lift, senyumnya tipis mengembang diiringi dengan gelengan kepalanya.
Riyan Permana merupakan Karyawan di kantor MH propertisindo Corporation menduduki jabatan sebagai General wakil CEO jika ditelisik Ryan Permana memang masih berstatus mahasiswa semester akhir di sebuah universitas ternama dikota ini, Riyan memang pria yang cerdas secara akademis dan juga prestasinya di dunia kerja sangat bagus meskipun usianya baru menginjak 23 tahun prestasinya tidak diragukan lagi.
Perusahaan ini memang lebih banyak memperkerjakan orang - orang yang cukup berkompeten mungkin istilah kerennya saat ini kaum milenial, hal itulah yang menjadikan anak perusahaan ini berkembang cukup pesat meski dulunya hanyalah anak perusahaan dari DM corporation, dengan kata lain Syakina saat ini bekerja pada perusahaan keluarga Darmawan Mahantara. DM corporation memang memiliki berbagai anak cabang perusahaan yang bergerak dalam berbagai Jenis Usaha antara lain, usaha dalam bidang property, perkebunan, Hotel, resort, dan juga Restaurant. bagaimana tidak jika keluarga Darmawan Mahantara merupakan kolomerat ternama di Negeri ini.
Sekarang tibalah waktunya jam makan siang, Syaqina pun telah hampir 80% rampung, dan masih sisa 20% nya nanti bisa dia selesaikan setelah makan siang, teman - teman satu devisanya sudah bersiap untuk istirahat dan makan siang di kantin kantor
"Syaqina kamu nggak yakin nggak barengan dengan kita ke kantinya?"
tanya Mbak Silvi
"iya mbak aku masih mau nemui temen lama aku waktu SMA dulu rupanya dia kerja di kantor ini juga, nanti aku langsung nyusul ke kantin saja, mbak Silvi dan temen -temen yang lain duluan saja ke kantin"
"Ok deh kalau gitu kita duluan ya, sampai jumpa di kantin"
mbak Silvi, Sonya, Jody, Anres, dan Gita merekapun berbarengannpergi ke kantin untuk makan siang, sementara Syaqina menuju ke tempat dimana ia tadi bertemu dengan Riyan teman lamanya sewaktu SMA , dan benar saja Riyan sudah menunggunya di dekat pintu tak jauh dari pintu Lift.
"akhirnya nongol juga lo Sya "
"maaf udah lama nunggu ya ?"
"tenang saja, aku juga baru sampai kok "
"oh iya, kita makan siang di luar yuk, di cafe depan kantor itu saja yang deket jadi hemat waktu "
Riyan menawarkan ajakan makan siang
"kenapa nggak di Kantin saja, biar lebih efisien kan kita cuma punya waktu 1,5 jam untuk istirahat"
"emh... iya juga sih "
"Aku janji kita bakal balik tepat waktu lagipula cuma di seberang kantor kita ini kok nggak sampai 5 menit kita sudah sampai"
Syaqina pun menerima tawaran Riyan setelah lama iya berpikir bahwa ada benarnya yang dikatakan Riyan barusan, kalau mereka berbicara di kantin pasti riweh. meskipun ini hanya obrolan biasa mengingat dulu mereka adalah teman lama saat di sekolah, dan mereka sempat deket dan akrab pasti banyak hal yang akan mereka bicarakan. meskipun saat ini Riyan tahu jika Syaqina sudah bersuami.
Riyan benar kurang dari 5 menit mereka sudah sampai di cafe yang dimaksud, setelah Riyan memarkir mobilnya merekapun turun dari mobil dan menuju ke dalam cafe, setelah mendapatkan bangku yang kosong tak berapa Lama writers pun menyapa mereka dan memberikan daftar menu di cafe tersebut.
" Sya kamu belum jawab pertanyaanku tadi, kok kamu cepet banget nikahnya?"
"emmm.. ya gimana lagi jodohku udah datang Yan "
"terus kamu memangnya nggak kuliah ?"
"Aku masih kuliah kok semester 6 "
"terus kamu lagi hamil gini masih harus kerja dan kuliah juga?"
"ya gimana lagi Yan kan semua butuh biaya "
"iya sih, memangnya suami kamu kerja apa ?"
Syaqina terdiam sesaat dan membuang pandangannya ke arah luar cafe, terdengar iya membuang nafas sedikit kasar
" suamiku.. dia karyawan biasa juga"
"oh.."
__ADS_1
Riyan hanya ber o ria saja, namun batinya tetap menaruh penasaran ia tahu kalau saat ini Syaqina sedang tidak jujur dan ada yang ia sembunyikan.
"kamu sendiri udah lama kerja disini ?"
"lumayan udah 3 tahun kurang lebih "
" kamu tinggal dimana Sya "
" di.. Perumahan Rossella Garden "
"oh ya.. ? saja juga tinggal di situ di book apa ?"
" blok C "
" berarti aku melewati jalan sekitar tempatku dhonk ?"
"oh ya?"
"terus kamu ke kantor diantar suami kamu ?"
"maaf ya Yan makanan kita udah datang kita makan dulu, nanti kita lanjut lagi ceritanya"
" oh.. Ok maaf ya, kamu pasti udah laper secara kamu lagi hamil gitu ?"
"kamu bisa aja Yan, "
" bener kan kalau bumil itu butuh nutrisi extra kan kalian berdua "
"ya udah makan dulu yuk "
merekapun menikmati makan siang dengan diam hanya terdengar suara dentingan garpu dan sendok yang beradu dengan piring, setelah kurang lebih 10 menit mereka pun tampak menyudahi makan siangnya dan melanjutkan bercerita setelah sesaat menghabiskan minumnya dan merekapun beranjak dari cafe menuju parkiran mobil untuk kembali ke kantor.
" Ryan makasih ya untuk traktiran makan siangnya "
" ucap Syaqina saat mereka hendak berpisah di depan pintu lift karena mereka harus segera menuju departemen masing masing
" iya sama - sama aku yang seharusnya berterimakasih karena kamu udah mau menerima makan siang bareng aku, lain kali gantian aku di traktir ya "
jawab Riyan basa basi, tidak mungkin juga iya akan meminta traktir seorang wanita sedang dalam keadaan hamil pula, secara Riyan sudah lumayan stabil kalau untuk urusan isi dompet
"iya, next time kita gantian sebelum aku cuti"
" kalau begitu aku kembali ya "
" ok,.. "
"assalamualaikum "
"waalaikumsalam "
Merekapun berpisah dan memulai pekerjaan masing - masing sampai nanti pukul 16.00 jam kerja mereka berakhir.
visual Riyan permana
Terimakasih para READERS tercinta yang sudah setia mengikuti cerita dalam Novel ini, terimakasih untuk
like ❤
komentar
__ADS_1
dan mohon untuk keikhlasan memberikan vote agar Author semakin semangat lagi ya 🙏🏻🙏🏻
Happy reading, semoga pandemi cepat berlalu🤲🤲