
"udah yuk Sya tinggalin dulu kerjaan kamu nanti habis makan siang dilanjut lagi, kasian tuh si baby pasti udah laper"
Suara mbak Silvi sambil menghampiri meja kerja Syaqina yang masih asyik berkutat dengan layar komputernya
"Iya mbak, ini juga udah selesai kok, tunggu sebentar ya mbak "
mbak Silvi dan juga Syaqina pun berjalan keluar ruangan menyusul rekan - rekanya yang sudah lebih dulu pergi ke kantin untuk makan siang, merekapun masih menunggu lift yang masih dipergunakan karyawan lainnya, disaat jam makan siang.begini mobilitas dalam kantor ini cukup sibuk meskipun jam istirahat sudah dibagi dua namun tetap saja lumayan ramai.
" Sya...jadi bulan depan kamu sudah mulai cuti dong ? kalau sekarang saja sudah masuk usia 6 bulan kehamilan kamu "
"entahlah mbak mungkin aku nggak ambil cuti di depan biar saja nanti mendekati HPL baru cuti biar nanti setelah lahiran bisa banyak waktu sampai nunggu anakku lumayan bisa ditinggal kerja mbak?"
" lagian kamu emang nggak ada niatan untuk kembali dengan suami kamu?, melahirkan dan mengurus bayi itu nggak mudah lo Sya apalagi kalau sendirian dan ini pengalaman pertama kamu "
sebenernya rekan kerja Syaqina sudah tahu kebenaran tentang masalah rumahtangga Syaqina dengan suaminya, Syaqina sudah menceritakan dengan yang sebenarnya apa yang membuatnya pergi meninggalkan suaminya saat ini, Syaqina tidak ingin ada salah paham dan timbul prasangka buruk dari teman - teman kerjanya . Mengingat mereka semua sangat baik dan well come terhadap keberadaannya di kantor ini.
" entahlah mbak, untuk saat ini aku hanya ingin fokus dengan kehamilanku aku nggak mau memikirkan hal - hal bodoh seperti itu"
" aku ngerti Sya tapi setidaknya berpikirlah secara logis, aku maklum kalau kamu merasa sakit hati karena dia yang nggak berani jujur, tapi setidaknya kamu harus memikirkan itu semua musibah bukan disengaja kalaupun dia tak berani jujur itu karena iya merasa belum siap menghadapi kamu "
"buktinya dia nggak berusaha mencari keberadaanku mbak, kalau benar dia menyesali perbuatannya"
" gimana dia mau mencarimu kalau semua akses tentangnya dia tak pernah tahu "
kali ini Silvi bicara sangat benar bagaimana Shaka bisa menemukannya sedangkan dia tidak pernah tahu tentang kehidupan Syaqina sebelumnya.
percakapan mereka pun terhenti karena lift terbuka setelah mengantri cukup lama, keduanya pun segera masuk dan saat pintu lift hampir tertutup tiba-tiba seseorang masuk ke dalam lift dan menyelinap diantara Silvi ,Syaqina dan dua orang karyawan dari devisi yang berbeda dan orang itu ternyata....
" Riyan !"
Syaqina memanggil seseorang yang ikut masuk dalam lift tersebut Silvi dan kedua karyawan lainnya tampak terkaget seketika mereka bertiga tampak diam mematung setelah sebelumnya membungkukan badanya sebagai penghormatan, hanya Syaqina yang menyapa dengan hanya memanggil nama saja hal itu membuat mereka terheran
"Eh.. Syaqina mau makan siang ke kantin ya ?"
"Iya Yan , kamu sendiri ?"
" sama aku juga mau ke kantin "
"Hah Nggak salah nih masak iya pak Boss wakil CEO makan di kantin kantor sih ?"
Silvi membatin tak percaya, pasalnya selama ini iya yang sudah bekerja selama 5 tahun di perusahaan ini belum pernah melihat para atasan perusahaan ini makan di kantin kantor bersama para karyawan biasa
" oh ya,.. ntar pulang bareng aku saja ya Sya ada hal penting yang mau aku sampein"
__ADS_1
" hah.. soal apa ?"
" nanti juga kamu tahu"
Thinggg
pintu lift terbuka, Kedua karyawan tadi langsung keluar sambil menunduk hormat dan berkata pada Riyan dengan panggilan pak
"mari pak Riyan kami duluan "
ucap kedua karyawan itu seraya membungkukkan badan ya, Syaqina mengernyitkan dahinya melihat kedua karyawan tadi, kemudian matanya berpindah pada Silvi bermaksud mencari penjelasan namun Silvi malah tertunduk, dan Syaqina pun akhirnya menanyakan langsung pada yang bersangkutan
" Yan.. maksudnya apa ya kok mereka tadi panggil kamu pak ? emang jabatan kamu sebagai apa disini, padahal sepertinya umur mereka justru lebih tua dar kamu kok mereka panggil kamu Pak "
Riyan terkekeh mendengar pertanyaan teman lamanya itu
" udah kita makan saja dulu, nggak usah bahas yang nggak penting "
merekapun segera mengambil makanan sesuai selera mereka Riyan memilih menu Sayur lodeh dan rendang daging, sedangkan Syaqina memilih sop Daging dan nasi putih merekapun segera mengambil duduk di tempat yang masih kosong, sedangkan Silvi memilih bergabung dengan Jody, Arnes, Gita dan Sonya
"Sya aku duduk disana ya dengan anak - anak yang lain"
"loh.. kenapa kan kita sama an datangnya, mereka juga pasti dah mau selesai"
Syaqina mengernyitkan kembali dahinya melihat apa yang dilakukan Silvi terhadap Riyan, dan hal itu semakin membuatnya penasaran sebenarnya apa jabatan teman lamanya itu di perusahaan ini, apalagi jika diperhatikan sejak kedatangan mereka tadi beberapa karyawan tampak menatap heran, bahkan beberapa dari mereka saling berbisik dan melirik Syaqina dengan sinis.
"Riyan... kenapa sih kok mereka semua pada aneh banget pada ngeliatin kita gitu "
" udah.. cuek saja itu hanya perasaan kamu saja , udah buruan makan keburu dingin loh Nanti sup nya nggak nikmat lagi"
" jangan, jangan karena kamu lagi Yan ?"
" kok aku sih?, ohh... aku tahu pasti mereka terpesona dengan kegantenganku makanya jadi pada aneh menurutmu "
" issh.. si bapak tingkat percaya dirinya tinggi banget sih "
" ya makanya fokus sama makanan kamu dulu nggak usah urusin hal nggak penting, kasian tuh baby kamu pasti dah lapar banget "
Merekapun menikmati makannya sampai habis tak tersisa dan setelah itu merekapun beranjak meninggalkan kantin, karena Syaqina bermaksud melaksanakan sholat dzuhur di Mushola kantor. Merekapun berpisah di depan pintu lift karena Riyan harus secepatnya menyelesaikan pekerjaan yang belum diselesaikannya tadi.
Syaqina telah selesai mengerjakan ibadah sholat dzuhur dan kini sudah kembali ke ruang kerjanya, baru masuk dan berniat mendudukkan bohongnya di atas kursi kerjanya kelima temanya langsung bergerombol menghampirinya
" Syaqina jelasin deh sama kita kok kamu bisa kenal dan seakan itu dengan pak Riyan ?"
__ADS_1
" oh.. itu Riyan kan temen aku waktu SMA tapi kita lama nggak ketemu sekitar 4 tahunan eh.. sekali ketemu ternyata dia juga kerja disini , BTW... kenapa kalian semua panggil dia dengan sebutan Pak memang jabatan dia apa disini?"
Syaqina menjelaskan dan bertanya dengan polosnya, membuat mereka berlima menggeleng heran
" pak Riyan itu Boss kita meskipun bukan Big Boss tapi dia wakil CEO di perusahaan ini dan dia masih kerabat Big Boss perusahaan ini"
jawab Bang Jody
" ealah.. pantas saja tadi pas aku bareng dia makan di kantin jadi pada kasak kusuk gitu, rupanya Riyan itu Boss to"
" kok bisa kamu nggak tahu kalian kan teman lama"
" ya soalnya Riyan, sorry pak Riyan maksudnya itu orang low profil, dan dia nggak pernah bahas masalah jabatan ataupun kerjaan "
" wah... jadi makin kagum selain Ganteng, baik hati, dia juga low profile pasti nggak milih -milih deh soal jodoh"
suara Gita seolah menginterupsi semua yang ada di ruangan itu.
"hemm.. dasar BUCIN loh "
sahut Bang Jody
"mimpi jangan ketinggian jatuh remuk hati adek bang"
Arnes pun ikut menimpali
"ih sirik lo pada"
"hemmm.. gue nih yang satu lift sama beliau saja diem -diem bae "
celetuk Silvi sontak membuat semuanya berteriak dan terkekeh.
" pantas saja tadi pada kasak kusuk liat saya sama Riyan pantesan itu karena dia tuh Bos disini toh"
Syaqina akhirnya mengerti terjawab sudah rasa penasarannya tadi.
Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.
jangan lupa
LIKE ❤
komentar
__ADS_1
dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻