Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
29. Saling mengungkapkan


__ADS_3

Setelah mempersiapkan semua menu masakan dan menata diatas meja makan Syaqina pun beranjak menuju kamar membangunkan Shaka yang masih terlelap dibalik selimut tebalnya, meski telah beberapa kali Syaqina mencoba membangunkannya namun tetap saja tak di respon, hingga Syaqina merasa kesal dan nyaris putus asa.


"Shaka... bangun,. Apa kamu tidak akan ke kantor ini sudah hampir jam delapan lo,"


bohongnya karena ia tak ingin Shaka terlambat ke kantor mengingat waktu hampir jam tujuh pagi namun Shaka masih sulit dibangunkan


"Syaqina.. aku masih ngantuk"


jawabnya dengan suara serak khas orang bangun tidur


"kamu kenapa sih susah banget dibangunkan, awas saja kalau kayak gini terus aku nggak akan mau kasih kamu jatah setiap malam"


mendengar ancaman itu Shaka pun langsung terperanjat dan membuka matanya lebar -lebar


"ja..jangan dhonk sayang masak kamu tega dengan suami tampanmu ini, nanti kalau aku mencari pelarian ke luar rumah bagaimana?"


"Makanya kalau dibanguni tuh jangan bandel, lagian kamu juga tiap hari capek kerja kadang harus lembur tapi dirumah masih ngerjain aku juga"


Syaqina berkata sambil mengomel lirih, mengingat sekarang ini setiap malam Shaka memang selalu meminta jatahnya bahkan tadi malam jam 2 pagi mereka baru menyudahi permainan


"semua karena kamu istriku, kamu yang udah buatku kecanduan dan selalu sakaw akan hal itu"


"sayang... minggu depan kita akan menggelar resepsi dan setelah itu seluruh orang akan segera tahu siapa istri Shaka Ibrani Darmawan Mahantara yang cantik pandai memanjakan lidah suami dengan masakan yang lezat, dan paling pandai memuaskan suami di ranja**"


Shaka pun berbisik di telinga Syaqina dengan nakal.


"apaan sih Lebay banget itu juga semua orang bisa melakukannya, nggak ada yang sulit"


"kamu yakin itu ?"

__ADS_1


"Iya kan semua yang aku lakukan itu cuma hal biasa yang biasa dilakukan oleh Perempuan yang sudah bersuami pasti ingin melakukan kewajibannya dengan sebaik mungkin termasuk aku, ya meskipun pernikahan kita berawal tanpa cinta"


"tapi bagiku ini semua luar biasa Syaqina beruntungnya aku memilikimu, apa sampai saat ini kamu belum bisa mencintaiku setelah hampir dua bulan pernikahan kita, Apa disini belum ada namaku Syaqina "


Shaka menunjuk dada Syaqina bagai isyarat menanyakan apakah di dalam hati Syaqina belum terisi namanya mengingat sudah hampir dua bulan mereka menikah dan semakin hari hubungan mereka semakin membaik selayaknya suami istri yang menikah dengan saling mencintai terbukti Syaqina tidak pernah menolak ataupun membantah permintaan dan perkataan Shaka sebagai suaminya.


Syaqina terdiam menunduk dan masih terduduk di tepi ranjang saling berhadapan dengan Shaka, Syaqina hanya menangis kemudian menjatuhkan tubuhnya pada dada bidang suaminya yang tampak polos


"maafkan aku Shaka aku belum tahu jujur aku melakukan ini semua atas gantiku sebagai seorang istri selebihnya aku tidak tahu pasti, yang pasti aku melakukan semua itu dengan senang hati bukan karena terpaksa"


"aku tidak mempermasalahkan itu Syaqina aku tahu ini hanya masalah waktu, apapun itu aku sangat menghargai ini, dan jika nanti disini tumbuh benih ku maka aku berharap kamu akan menerimanya meski mungkin kamu belum mencintaiku, karena sesungguhnya aku sangat mencintaimu Syaqina dan aku melakukan itu bukan atas dasar nafsu semata "


Shaka berucap dengan mata berkaca -kaca dan terlihat sangat tulus dan jujur hingga Syaqina tak mampu lagi menahan rasa harinya.


"maafkan aku shaka"


Shaka pun mengecup kening Syaqina yang terhalang oleh jilbab instan yang ia kenakan


"terimakasih ya Shaka Ibrani Darmawan Mahantara kamu sudah menjadi tempat berteduh dan bersandar dari semua kejadian terburukku selama ini, terimakasih untuk semua kenyamanan dan fasilitas ini, aku janji akan selalu berusaha belajar untuk mencintai dan menerima keberadaanmu disini"


ucap Syaqina sambil menunjuk dadanya sendiri. Shaka menghapus airmata Syaqina dan memeluknya erat


"aku akan menunggu sampai kamu bisa memanggilku sayang "


"Sekarang kamu mandi dan bersiap aku tidak mau kamu terlambat ke kantor, aku juga akan ke campus untuk kuliah agar aku bisa secepatnya lulus dan bisa fokus mengurus rumahtangga dan keluarga kita"


ohh.. kata yang begitu manis terdengar oleh Shaka sehingga iya tak mau membuang waktu lagi dan segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap turun kemeja makan pasti mereka sudah di tunggu oleh papa Andi, mama Vina, dan juga Mahesa. sementara Syaqina mempersiapkan baju dan segala perlengkapan Shaka setelahnya Syaqina mencuci muka di washtuffel dan segera berganti pakaian untuk ke campus tak lupa menyempatkan make up natural di wajah cantiknya.


Shaka pun keluar dari kamar mandi seperti biasa hanya menggunakan handuk yang terlilit di badan bagian tengahnya sehingga terpampang jelas dada bidang atletisnya, tampak ada beberapa jejak kepemilikan di sana pasti itu ulah drakula cantik semalam.

__ADS_1


Syaqina tanpa sengaja melihat bekas tanda kepemilikan itu seketika langsung membulatkan mata dan tersipu malu mukanya memerah seperti jambu


Oh my god... hah sebrutal itukah aksiku tadi malam sampai sampai meninggalkan banyak tanda udah seperti drakula saja


batinya sambil tertunduk tak berani menatap Shaka


"ada apa kenapa mu kamu merah gitu sayang ?"


"emmmhh... ti.. tidak ada apa-apa itu.."


Shaka terkekeh melihat tingkah istrinya yang tampak malu malu


"hemmss.. Sekarang udah pinter makanya tadi aku bilang kalau kamu tuh paket lengkap bukan pinter nanyain lidah dengan masakan yang super lezat, tapi juga pandai dengan urusan ranjan**"


"stop.. jangan dilanjutin aku malu "


"kenapa harus malu ? justru aku bangga kalaupun nih ya kamu kasih tandanya di seluruh leher ini aku nggak masalah "


"ishh.. apaan sih kalau itu terjadi maka aku pasti sudah kehilangan harga diri aku , itu saja sudah malu banget ngeliatnya untuk disitu kalau sempet orang lain liat bisa mati karena malu aku "


"ok.. lain kali pasti aku akan minta dibuatkan di tempat yang terlihat orang lain"


"udah lah.. buruan pakai baju kamu ntar telat kekantornya"


"Iya baiklah.. kamu duluan saja aku akan segera menyusulmu "


Syaqina pun segera berlalu meninggalkan kamar setelah mengambil tas kuliahnya dan kunci motor karena memang itu maunya Syaqina dia selalu pergi ke campus menggunakan motor kesayangannya meski semua sudah melarangnya dan sudah menyiapkan supir yang siap antar jemput ******** ia mau, tapi seperti itu Syaqina ia tetap mau menjadi Syaqina yang biasa saja seperti dulu sebelum mengenal dan menjadi menantu keluarga Darmawan Mahantara, ia hanya tak ingin membuat teman-teman di kampus nya mencurigai perubahan ya sekarang karena selama ini Syaqina kuliah di kampus ternama itu karena mendapat beasiswa. dan jika sekarang Syaqina menerima fasilitas yang di diberikan oleh keluarga Darmawan Mahantara bukan tidak mungkin beasiswa nya akan di cabut.


Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍

__ADS_1


__ADS_2