Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
37. Cemas


__ADS_3

Shaka langsung bergegas pulang setelah berpamitan tanpa sempat berpamitan dengan Rega terlebih dulu. Langkahnya tergesa - gesa menuju lift khusus yang terhubung langsung ke parkiran khusus pula, kemudian langsung masuk ke dalam mobil dan melajukannya dengan kecepatan lumayan tinggi. hujan yang turun tak menyurutkan keinginan Shaka untuk segera sampai di rumahnya ia sangat mengkhawatirkan Syaqina yang sedang sakit dan hanya dirumah dengan ARTnya.50 menit sudah waktu tempuh perjalanan dari kantor untuk sampai rumah lebih lambat 20 menit jika kondisi biasa dapat ditempuh dengan 30 menit saja. Mengingat cuaca sedang hujan otomatis jalanan pun menjadi licin dan Shaka tak mau ambil resiko maka iya memilih untuk lebih berhati -hati Alon-Alon waton kelakon ( biar pelan asalkan selamat).


Setelah sampai di halaman Shaka segera me memarkirkan mobilnya kemudian segera berlari menuju ke dalam Rumah. Dan segera melesat ke kamar.


krekkkk


anggap saja suara pintu terbuka, Syaqina rupanya sedang tertidur berselimut hingga tinggal menyisakan bagian wajahnya saja. Shaka pun mendekati wajah Syaqina yang tampak pucat dielus lembut ujung kepalanya yang masih terbalut jilbab instan berwarna maroon seraya menduduk kan tubuhnya di tepian ranjang. perlahan di dekat kan wajahnya ke wajah Syaqina kemudian mendaratkan kecupan lembut di keningnya yang tampak lebih hangat suhunya. Merasa ada yang mengusiknya Syaqina pun perlahan mengerjapkan matanya


"maaf sayang.. aku membngunkanmu "


"emh.. kamu udah pulang ?"


"gimana keadaan kamu, aku panggil dokter ya ?"


"aku tidak apa - apa hanya kecapekan saja kurang tidur dan tugas dari Kampus juga selalu lumayan banyak"


" maafkan aku ya karena tiap malam aku selalu menuntut hakku, makanya kamu sampai kurang istirahat "


" itu sudah menjadi kewajibanku"


" apa kamu sudah makan ?"


Syaqina menggelengkan kepalanya, kemudian mencoba bangkit dari tidurnya hendak menyandarkan tubuhnya yang terasa lemas pada Sandaran kepala ranjang


" biar aku bantu "


Shaka pun membenarkan letak bantal dan mengangkat tubuh istrinya hingga pada posisi yang nyaman


" tunggu sebentar ya.. aku akan minta bibi siapkan bubur untukmu "


Shaka pun meninggalkan kamar dan berlari menuruni anak tangga menuju dapur untuk mencari bi Marni


" bibik.. apakah itu bubuk untuk Syaqina?"


" iya Den, ini bubur untuk Non, tadi Den Mahesa yang memintanya bibik memasak bubur untuk Non Syaqina "


Shaka tampak kaget dengan ucapan bik Marni


Bahkan kamu masih sangat perhatian pada Syaqina yang sudah jelas -jelas sudah menjadi istriku, bahkan kamu selalu tahu lebih dulu tentang apa yang terjadi dan Syaqina butuhkan. tapi apapun itu aku harus berterimakasih padamu karena kamu sudah membantu istriku.


"Den.. ini buburnya sudah siap, mau bibik antar ke kamar langsung atau aden sendiri yang bawa"


"eh.. Iya bik biar saya bawa sendiri bik, terimakasih ya bik"


"Iya.. sama - sama Den, semoga Non Syaqina cepet sembuh, nanti sehabis makan buburnya jangan lupa minuman air jahe hangatnya itu ya den biar badan ya hangat"


" Iya Bik, saya keatas dulu "


🌸🌸🌸


" Sayang kamu makan dulu ya.. bibik udah buatkan bubur untukmu "

__ADS_1


"biar aku makan sendiri aku bisa kok "


" sudah kamu duduk saja sambil buka mulut mu biar aku saja yang menyuapimu, kali ini menurutlah pada suamimu "


Syaqina pun hanya menurut saja perintah suaminya yang kini dengan telaten menyuapinya, baru beberapa sendok namun Syaqina sudah menggelengkan kepalanya


" sedikit lagi, bahkan kamu baru makan beberapa sendok saja, setidaknya beberapa sendok lagi, atau kamu mau makan yang lainnya "


" tidak.. aku sudah kenyang, makanan ini terasa pahit "


"itu karena kamu sedang sakit, kalau begitu kita kerumah sakit ya "


"aku tidak apa - apa hanya butuh istirahat, apa memang begini ya Anak sultan tuh sakit sedikit, meriang sedikit langsung panggil dokter, please deh... ini tuh terlalu berlebihan dan lebay menurutku "


Syaqina merasa kesal karena Shaka terus membujuknya untuk ke dokter


" baiklah maafkan aku, aku hanya khawatir dengan keadaanmu saja, sekarang kamu minum ini dulu Bibik tadi yang menyiapkannya "


Lagi - lagi Syaqina menurut dan meminum wedang Jahe Madu hangat buatan bibik, kemudian kembali merebahkan tubuhnya di kasur dan Shaka segera menyelimutinya.


" istirahatlah, kalau sampai besok kamu belum pulih juga tidak ada bantahan kita harus ke dokter"


" hemm.."


Syaqina hanya menjawab dengan gumaman. kemudian perlahan matanya terpejam dan tertidur.


melihat Syaqina sudah tertidur Shaka pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena hari sudah sore.


Hujan telah mereda jalanan pun tampak basah, udara semakin dingin, berangsur- angsur senja pun menjemput malam. Mahesa baru saja sampai setelah memarkirkan mobilnya iya segera keluar menenteng kantong plastik warna Putih pemberian Bunda Mayang untuk Syaqina. Shaka tampak menuruni anak tangga wajahnya kini tampak segar dan berseri karena baru saja siap Mandi.


tanyanya setelah melihat Shaka


" udah mendingan, sekarang lagi istirahat "


" syukurlah.. oh iya ini ada titipan kue dari Bunda nya Tiara temen Syaqina "


sembari mengasongkan bungkusan plastik putih tersebut kearah Shaka


" ok,. nanti gue kasih kan "


" gue ke kamar dulu "


"oh, iya buruan mandi terus kita makan malam bersama"


"ok.. tunggu gue mandi sebentar"


" kak..."


Shaka memanggil Mahesa yang baru saja menaiki beberapa anak tangga


"apa?"

__ADS_1


" terimakasih "


"untuk ??"


" perhatian yang Loe kasih ke Syaqina selama ini"


Mahesa hanya tersenyum simpul tanpa menjawab kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Di kamar Shaka🌸🌸🌸


"kamu sudah bangun sayang ?"


"Iya,. aku mau sholat Ka "


" kamu yakin kuat ?"


" iya ,.. tenang saja aku udah lebih enakan kok"


" ya sudah, tapi biar aku bantu ke kamar mandi"


Syaqina pun menurut setelah membopong tubuh ramping itu ke dalam kamar mandi dan menurunkannya setelah sampai didalam , kemudian Shaka pun keluar namun baru beberapa langkah Syaqina sudah memanggilnya


"Sayang.. ikut wudhlu sekalian yuk kita sholat Magrib berjamaah "


Shaka terperangah mendengar Syaqina memanggilnya dengan sebutan "Sayang" Shaka merasa tidak yakin dengan pendengarannya bagaimana mungkin Syaqina memanggil dirinya dengan sebutan yang seintim itu


"apa.... sayang kamu panggil aku apa ?, coba ulang lagi !"


" sa.. sayang "


"jadi.. beneran kamu udah sayang dengan aku?"


Shaka yang masih belum begitu yakin tubuhnya seakan meremang hingga ke awang- awang secara tidak langsung Syaqina sudah meyakini perasaannya sekarang. sementara Syaqina tersipu malu melihat reaksi Shaka saat dia memanggilnya sayang.


" iya, ya udah cepetan ambil wudhlu, kamu mau kan menjadi imamku "


" ba..baiklah tunggu aku ya "


Syaqina yang telah selesai bersuci pun segera kembali ke kamar dan segera membentang dua buah shajadah di sisi ranjang yang biasa Syaqina untuk mengerjakan sholat selama tinggal di rumah ini. Tak lupa Syaqina juga mempersiapkan baju koko, sarung dan juga peci untuk Shaka. Tak berselang lama Shaka pun keluar dari kamar mandi wajah dan rambutnya tampak basah semakin menambah kadar ketampanannya meningkat beberapa karat. Setelah semua telah terpakai Shaka pun terlihat tampan wajahnya menjelma menjadi suami yang sholeh.


" sudah siap Sayang.. ?"


tanyanya sambil menoleh pada Syaqina yang sudah dari tadi bersiap, Shaka pun memulai dengan membaca niat sholat Magrib kemudian bertakbir dan seterusnya hingga bacaan terakhir dan menutupnya dengan doa. ini adalah pertama kalinya dalam dua bulan mereka berstatus sah sebagai suami istri melakukan sholat berjamaah, Shaka memang mengerti Agama namun ia sebagaimana banyakan orang lain sering lalai dan masih bolong - bolong mengerjakan sholat. Satu lagi kekaguman Shaka terhadap istrinya ia mampu membawanya pada perubahan yang lebih baik.


Bukanya ia tak tahu akan kewajibannya sebagai umat muslim mengerjakan lima Waktunya namun terkadang seringkali manusia akan lupa dan mengesampingkan kan kewajiban itu dengan beribu macam alasan. karena belum melekatnya iman dalam dirinya bahkan mungkin karena terlalu sombong sebagai makluk yang kini sedang merasa tercukupi segalanya jadi ia lalai terhadap kewajiban itu.


" terimakasih ya Mas.. kamu sudah mau menjadi imamku, aku tahu kamu belum terbiasa tapi mulai sekarang kita akan saling mengingatkan dan saling belajar untuk kita menjadi hamba yang lebih baik lagi"


ucap Syaqina sambil mencium punggung tangan suaminya. Shaka sangat terharu hingga menitikkan air matanya. ia menyadari selama ini ia sudah banyak menyiakan waktunya dengan hal tak berguna.


" aku yang seharusnya berterimakasih aku bodoh dan terlalu angkuh untuk bersyukur telah di anugerahi istri yang sangat cantik luar dan dalamnya, dan juga sholehah, Bantu aku untuk menjadi lebih baik istriku"

__ADS_1


Shaka mengecup kening istrinya dalam- dalam terasa sangat nyaman dan damai sekali, begitu sejuk dan tentram. mereka pun menyudahi ibadah sholat magrib ya dan segera mengemasi perlengkapan sholatnya ke tempat semula.


Yeeyy.... terimakasih banyak ya pembaca setia yang sudah mendukungku mengapresiasi karyaku dengan membaca dan menjadikan ini bacaan favorit, terimakasih untuk like dan juga komentarnya,πŸ™πŸ»πŸ™πŸ» semoga Author bisa lebih meningkatkan mutu cerita ini lagi.🀲🀲


__ADS_2