
Malam sudah hampir larut sepasang suami istri yang baru saja menyelesaiakan misi meleburkan kerinduan kini masih terlihat menikmati sisa - sisa tenaganya keduanya masih tampak polos dan disembunyikan di balik selimut dengan masih saling berpeluk
" Sayang... terimakasih ya kamu memang luar biasa gimana mungkin kamu bisa berpikir untuk meninggalkan aku lagi kecuali kamu sudah siap jika aku menjadi gila "
" iya maaf By..."
Syaqina pun makin menyusupkan kepalanya pada dada bidang suaminya
" Sayang jangan mulai menggodaku lagi bisa - bisa nanti singa jantanmu ini menerkam mu lagi, aku hanya kasian kalau kamu akan melewati waktu tidur malam ini "
" By... kamu tuh siapa juga yang menggoda. kamu memang hebat tapi lihat aku juga masih bisa mengimbangi tidak terlalu buruk kan "
Syaqina pun tak mau kalah power mendengar kejumawaan suaminya kini.
" hehe..he iya deh iya percaya kok kamu juga hebat kan tadi juga udah dibilang "
" hemmm "
" Sayang... kita bersihkan diri dulu yuk nanti Queen bangun bisa gawat lihat kita masih naked gini "
" lelah sekali by... rasanya pingin langsung tidur "
" ish mana boleh seperti itu sini biar Mas gendong saja kalau kamu nggak kuat "
" By.. astaga baru ingat dirumah ini kan kamar mandinya diluar kamar by sebelahan dengan dapur mana mungkin kita mau kesana gendong gendongan sih "
" aduh... iya juga ya.. hemm ya udah sini mas bantu pakai baju kamu terus kita sama - sama ke kamar mandinya "
" iya deh "
Ritual mandi tengah malam pun mereka selesaikan saat itu juga meski harus rela menahan dinginya air perdesaan saat tengah malam begini, beruntung Syaqina selalu membawa alat pengering rambut alias hair drayer kemanapun iya pergi jadi mereka tidak harus tersiksa lebih lama menahan dingin karena rambut mereka yang basah.
__ADS_1
Kali ini memang mereka melakukan dengan sensasi yang benar - benar berbeda dan itu menjadikan kesan tersendiri untuk keduanya. bagaimana tidak mulai dari melakukannya hanya beralas karpet bulu beludru, harus mengendap - endap ke kamar mandi karena kamar mandi letaknya diluar kamar, bahkan saat mandi harus menahan suara gebyuran air yang jatuh, Takut juga malu jika sampai kepergok bude dan pak dhe. Benar - benar ini ada hal terkonyol seumur hidup mereka terutama bagi Shaka.
kini mereka sudah kembali berada diatas ranjang ukiran dari kayu jati mereka harus berimpit berbagi tempat karena putri kecil mereka sudah mendominasi lebih dari 50% tempat tidur yang mereka tempati
" Sayang... terimakasih ya berkat kamu aku jadi bisa merasakan banyak hal yang selama ini tidak pernah aku bayangkan sebelum, tapi sungguh ini tuh menyenangkan"
" tapi apa tidak akan apa - apa kita tidur sempit begini? kalau kamu mau bisa kok by tidur kamar satunya lagi, takutnya nanti kamu nggak nyaman By "
" justru itu dengan begini kita jadi romantis terus tidur sambil pelukan terus "
" kamu tu ya By,, paling bisa modus "
" kan yang di modusin istri sendiri, jadi sah-sah sajalah"
" hemmss iya deh Kamu yang menang By.."
" ya dhonk jelas kan selama ini udah terbukti siapa yang selalu jadi pemenangnya "
" iya Mas juga sama, tapi besok pagi kasih ijin bosster lagi ya "
" hemmm "
Syaqina tak lagi merespon permintaan suaminya ia sudah terlena dalam buaian rasa mantuk dan lelah yang benderanya.
🍃🍃🍃
Matahari pagi menyapa dengan ramahnya, suasana dingin seakan memanjakan siapa saja untuk tetap berlama - lama dalam balutan selimut, suasana perdesaan memang identik dengan hawa sejuk dan segar alami seperti ini. Shaka pun tak ingin melewatkan pagi yang jarang ia temui ketika di kota sejak selesai jamaah sholat subuh di mushola yang letaknya tak jauh dari rumah Bude Sri.
Shaka ikut pak dhe Joko berjalan - jalan di sekitar kebun Sayur yang saat itu sedang waktunya me manen sayuran untuk disetor ke tengkulak sayur di desa tersebut.
" nak kamu duduk saja nggak usah ikut Pak dhe lagian pak Dhe udah di bantu le Bejo "
__ADS_1
" nggak apa kok pak dhe, itung - itung pengalaman baru hehee "
" beruntungnya ponakanku dapat suami sebaik kamu Le, udah bagus, penyayang dari keluarga terpandang tapi nggak sombong begini "
" pak dhe salah.. justru Shaka yang beruntung memiliki Syaqina pak, dia istri impian semua suami "
" syukurlah kalau kalian saling memiliki kelebihan yang membuat kalian bisa saling mengagumi, semoga jodoh kalian panjang dan selalu bahagia sampai jannah Le "
" aminn.. terimakasih doanya pak dhe, kalau begitu siapa dhonk yang menang banyak saya atau Syaqina pak dhe ? "
Shaka malah membuat banyolan yang membuat lelaki tua paruh baya itu terkekeh dengan ucapan menantu keponakannya itu
" nggak ada yang kalah dan menang pastinya sama - sama menang banyak, buktinya itu udah jadi cucu pak dhe yang gembul gitu, berarti kalian menang seri, sama - sama beruntung semoga kalian bisa saling melengkapi kekurangan kalian dengan kelebihan kalian masing - masing "
jawab pak dhe tak kalah bijaksana, membuat Shaka tersenyum mengembang
" amin.. alhamdulillah pak dhe untuk doanya "
seraya tanganya menengadah dan mengucapkannya ke wajahnya pertanda sangat bersyukur
" ya Sudah kita pulang yuk Le udah waktunya sarapan ini Pak dhe wes luwe ki ( pak dhe udah lapar ini )"
Shaka hanya tersenyum berusaha memahami meskipun dia sendiri memiliki darah keturunan jawa tapi tidak bisa dan tidak paham dengan bahasa jawa.
Selesai menikmati sarapan pagi kali ini Shaka pun menikmati waktu santai duduk di bale belakang rumah dan bude Sri tampak asyik menimang baby Queen yang tampak nempel terus karena mereka sudah bersama sejak beberpa hari ini.
" pak dhe.. besok rencananya kamu mau pulang, pak dhe sama bude ikut ya sekalian ?"
Shaka tampak duduk bersebelahan dengan pak dhe Joko
" terimakasih Le, tapi
__ADS_1