Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
76. Sweet moment


__ADS_3

Di dalam Ruang keluarga yang bergaya minimalis itu kehangatan keluarga begitu terasa, mereka saling berbincang , kini Syaqina terlihat sedang asyik bercengkrama kedua sahabat itu sudah banyak kehilangan banyak moment spesial selama berbulan - bulan semenjak Syaqina pergi dari rumah


" nggak nyangka ya kalau kamu bakal menjadi periparan nantinya "


celetuk Syaqina diantara obrolan mereka dan itu membuat Tiara tertunduk malu,


" iya begitulah jodoh kadang bisa datang tanpa kita duga dan kita sadari sebelumnya "


imbuh bunda Mayang yang kini sedang di gelayuti Syaqina bagaimanapun juga Sikap hangat dan perlakuan bunda Mayang yang sama seperti terhadap Tiara membuat Syaqina merasa nyaman dan menemukan sosok seorang ibu yang tidak pernah iya rasakan.


" bunda bener kalau saja kita bisa prediksi jodoh kita sebelumnya pasti kita nggak akan susah payah mencarinya, coba aja dari dulu tahu Tiara pasti nggak bakalan berlama - lama aku tinggal di luar.negeri "


kelakar Mahesa hingga membuat semua tertawa namun Tiara justru semakin memerah mukanya menahan malu,


" Ya sudah mumpung sekarang semua lagi pada kumpul bagaimana kalau kita bahas sekalian mengenai pernikahan Mahesa dan Mutiara bukankah niat baik akan lebih baik jika disegerakan?"


Papa Andi kini ambil bagian terkait keputusan putra keduanya untuk menikahi Mutiara gadis sederhana yang sudah di pacarnya sejak lima bulan terakhir, dan sudah dilamar secara resmi pada Bunda dan kakaknya sekitar satu bulan yang lalu. Namun belum di tentukan tepatnya kapan karena kemaren keluarga masih di fokuskan pada pencarian terhadap Syaqina.


" iya benar mbak sekarang semuanya sudah berkumpul sebaiknya kita segerakan saja pernikahan mereka, kalau nak Rega juga tidak keberatan Mutiara menikah lebih dulu saya rasa tidak ada masalah "


Mama Vina pun juga ikut mengambil bagian dalam pembicaraan ini


" Saya tidak masalah kok Tante jika Tiara menikah lebih dulu, kan saya laki - laki jadi tidak masalah, yang terpenting untuk saya Mutiara bahagia dan dia tidak akan tersakiti itu sudah cukup membuat saya tenang "


" Kalau Mahes terserah kalian saja para orang tua maunya kapan, aku siap saja "


Mahesa tampak pasrah dengan keputusan orangtuanya


"cieyy.... yang udah ngebet nikah pasrah pasrah saja nih sekarang "


goda Shaka terhadap Kakak lelakinya itu


" baiklah kalau begitu dua minggu lagi kalian menikah "


sepertinya semua setuju dengan keputusan Papa Andi


" saya sih setuju saja Pak Andi "


Bunda Mayang menyetujui keputusan tersebut


" baiklah untuk kalian Mahesa dan Mutiara silahkan kalian persiapkan apa yang menurut kalian perlukan, soal Gedung, catering dan Mua biar Mama Vina dan Bunda kalian yang urus, Papa yang kurus semua biayanya"


" Alhamdulillah... Nggak perlu mikir buget nih kita sayang "


teriak Mahesa kegirangan sehingga reflek akan memeluk Mutiara namun langsung di teriaki oleh Rega


" eitss tunggu dulu jangan main peluk saja itu belum halah ya belum muhrim jadi jaga jaraknya "


"uppss.. Maaf kakak ipar kelepasan saling bahagianya"


" jangan lupa kalian harus kasih gue pelangkah "


"kalau itu tenang Ga.. apapun yang abang minta kita bakal turuti , ya nggak sayang "


jawab Mahesa seraya mengedipkan matanya pada Tiara


" iya kok Kak kita bakal nuruti permintaan kak Rega asal jangan yang susah saja "


" ok.... gimana kalau gue minta Motor sport terbaru pelangkahnya "


"what...!?? gila loh Ga "


Mahesa.dan semuanya sempat terkaget saat Rega mengatakan untuk pelangkah ia meminta motor sport terbaru


" nggak konsekuen banget sih tadi katanya bakal menuruti permintaan aku apapun itu , ini giliran dimintai motor sport seri terbaru udah syok kayak gitu, wah...jangan - jangan nanti kamu bakal nggak tepat i janji kamu buat bahagian adek gue nih "


" kak "


cicit Tiara


" ok.. tenang saja jangankan cuma motor sport seri terbaru mobil sport pun gue jabani asal gue nggak batal nikah "


"seriusan loh "


ucap Rega


" lelaki tuh yang di pegang omongannya "

__ADS_1


jawab Mahesa dengan jumawa


" behhh... setuju banget sama abang tercinta gue nih "


99vShakaae pun ikut ambil bagian


" tapi gue bercanda kok Nggak mungkin lah gue tukar kebahagiaan adik tersayang gue dengan barang kayak gitu , gue nggak perlu pelangkah asalkan kamu selalu berusaha bahagiakan adek gue dan nggak bakal nyakiti gue, apalagi bikin nangis adek gue itu udah lebih dari cukup "


seketika wajah Rega berubah menjadi mode serius dan itu diikuti oleh Mahesa, dan juga mutiara


" gue nggak akan berjanji hal yang muluk - muluk untuk mutiara tetapi gue bakal wujudkan itu semua dengan tindakan dan kesungguhan gue yang nyata Ga "


" gue bakal pegang omonganmu "


merekapun menyudahi pembicaraan soal pelangkah, para orangtua juga sudah menyelesaian pembahasannya setelah ditemui kata sepakat dan sependapat merekapun akhirnya berpamitan termasuk Mama dan Papa Andi dan tinggalah Shaka dan Syaqina yang tertinggal dirumah baru itu.


Mama Vina sengaja menempatkan bik Marni di rumah baru Shaka karena sudah pasti Syaqina akan sangat membutuhkan Asisten Rumah Tangga untuk membantunya mengurus rumah ini dan juga menemaninya selama Shaka bekerja mengingat usia kandungannya yang semakin tua.


Pada saat acara tadi Mama Vina sengaja memboyong ketiga ART nya dan juga Mang udin dan Juga joko untuk membantu berkemas dan membersihkan rumah ini karena pasti setelah acara rumah akan sedikit berantakan. setelah semuanya beres merekapun kembali lagi kerumah utama sang majikan kecuali Bik Marni yang memang ditugaskan bekerja di rumah Shaka. karena Bik Marni sudah cukup lama bekerja dirumah keluarga Darmawan Mahantara.


" Bik semua kan udah beres sekarang bibik istirahat saja di kamar bibik "


Seru Syaqina kepada Bik Marni


" iya non bibik istirahat dulu ya, non juga istirahat ini udah malam ibu hamil harus banyak istirahat "


" iya bik ini juga mau istirahat, makasih ya bik "


Syaqina beranjak ke kamar disusul Shaka yang selesai mengunci pintu depan.


" istirahat yuk sayang "


" iya Mas "


setelah memasuki kamar mereka dan membersihkan diri dan berganti pakaian tidur


" sayang.... vitaminnya sudah diminum ?, oh iya kamu belum minum susu kan ?"


Shaka yang tengah membaringkan tubuhnya seketika bangkit dan turun menuju dapur setelah menyadari Syaqina belum meminum susu, sesaat kemudian Shaka sudah kembali dengan mabda segelas susu hangat di tanganya


" minum susunya dulu "


" loh kok malah nangis? ada yang salah ? atau ada yang sakit ? hemm "


" makasih ya Mas ?"


" ini tuh udah tugas aku kamu nggak perlu bilang terimakasih "


" diminum gih"


Syaqina pun menerima gelas yang ditangan Shaka dan meneguknya hingga tandas


kemudian Shaka menaruh gelas diatas nakas


merekapun naik keatas tempat tidur dengan Shaka yang membaringkan tubuhnya sembarang


" ahhhh... capeknya "


" Mas .. pasti badan kamu pegel2 deh semalam tidur kasur nya sempit "


" hemmm... Nggak juga "


" Sayang... "


" hemm "


" kamu udah pikirkan nama untuk bayi kita belum ?"


" masih lama ini, nanti saja kalau udah deket waktunya"


" gitu ya "


"hemm emm "


" terus kapan kamu mau belanja buat perlengkapan baby ?"


" belum tahu mas masih lama juga"

__ADS_1


" ok.. nanti kalau belanja keperluan baby kita Aku ikut ya ?"


" memangnya ada waktu ?"


" ya pastilah ada buat kesayangan kok "


" nati saja ya Mas "


" Mas.. "


" apa sayang ?"


" emmmhh... kapan kita ke makam Ayah , aku rindu udah lama banget nggak kesana"


" emhh... ee... kapanpun kamu mau akan aku antar "


" kalau besok gimana ? tapi kan besok hari senin kamu pasti sibuk "


" akan aku usahakan besok setelah meeting kita pergi ya agak sorean kalau siang panas kasian kamu nya "


" makasih ya "


"kamu tuh terlalu banyak bilang terimakasih sayang, sepanjang hari ini entah udah berapa puluh kali kamu bilang terimakasih, dan kamu tahu aku nggak suka itu sayang "


Syaqina pun menarik selimut hingga ke dada dan mulai memejamkan matanya


" sayang... kamu udah tidur ya ?"


" hemm ngantuk mas "


Shaka pun berguling mendekati Syaqina dan memeluknya penuh kehangatan , namun sesekali Shaka mengecup pucuk kepala dan juga pipi Syaqina karena posisinya kini membelakangi Shaka


" sumpah aku kangen banget sama kamu sayang , maaf ya karena Kebodohanku akhirnya menyakiti kalian "


Shaka pun ikut terlelap dengan nyenyaknya dan segera terbang ke alam mimpi


Syaqina terbangun saat Jarum Jam menunjuk pada angka 01.30 dini hari karena rasa ingin buang air kecil mengusik tidurnya, begitulah ketika sedang hamil besar pasti lebih sering merasakan buang air kecil


Menyadari pergerakan Syaqina Shaka pun ikut terbangun


" kamu kenapa sayang kok bangun ?"


" aku.. aku pingin Pi*** Mas "


" oh... ya udah yuk Mas anter "


Shaka pun ikut turun dari atas ranjang dan berjalan menuntun Syaqina menuju kamar mandi


" Mas nggak perlu lah aku nggak apa udah biasa kok sendiri "


" kan sekarang ada suami kamu, dulu iya kamu sendiri "


Syaqina pun segera menutup pintu kamar mandi dan menuntaskan hasratnya, setelah kemudian kembali keluar dari kamar mandi


" udah.. ?"


" iya "


" setiap malam kamu seperti ini ya harus bolak balik kamar mandi "


" iya begitulah "


" maaf ya karena demi mengandung anak aku kamu jadi susah begini "


" jangan bilang seperti itu mas ini tuh yang namanya perjuangan yang nantinya akan mendapat kebahagiaan yang lebih dari semua ini "


" bersyukur ya aku memilikimu "


cup


sebuah kecupan mendarat dengan sempurna di kening Syaqina dan berlanjut pada bibir mungil merah chery itu


Syaqina hanya terdiam tidak membalas juga menolak itu semua, hingga Shaka menambah durasi c****** nya lebih lama lagi hingga Syaqina pun ikut bereaksi dan membalas aksi Shaka, jujur Syaqina pun menikmati ini ia juga merindukan semua itu, hingga pada akhirnya terjadilah yang semestinya terjadi, kali ini Shaka melakukannya dengan penuh perhitungan dan kelembutan karena ia sadar ada makluk kecil di dalam sana yang harus dilindungi


" maaf ya Sayang kalau kamu merasa sakit atau nggak nyaman kamu boleh bilang stop Mas nggak akan memaksa karena Mas tak ingin menyakiti kalian "


bisik Shaka lirih, namun justru Syaqina menuntun Shaka untuk melanjutkan permainan yangb terjeda hingga membuat Shaka tersenyum puas rupanya istrinya juga menikmatinya. hingga keduanya puas dengan pelepasan bersama .

__ADS_1


" i love you sayang, makasih untuk malam ini cuma kamu yang bisa buatku begini sayang "


ucap Shaka sambil mengecup kening istrinya dan menarik selimut menutupi tubuh keduanya yang polos . Malam ini adalah Sweet moment setelah perpisahan mereka selama hampir enam bulan.


__ADS_2