Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
94. Aktivitas Tertunda


__ADS_3

Tiara tampak tak bisa berkutik lagi ia tampak bingung harus menjawab apa pada mertuanya mengenai pertanyaan yang memalukan ini


" sayang... bisa jelaskan pada Mama "


" emmh.. itu Mah Tiara sedang Red day , jadi kami terpaksa menundanya"


Spontan Tiara memberikan jawaban yang paling aman karena dengan jawaban itu sudah pasti sang Mertua akan memakluminya


" kamu Yakin sayang ?"


" i.. Iya Ma "


Tiara masih dag dig dug jika saja sang mama mertua tidak puas dengan alasanya menunda aktivitas buka kadonya


" Udah dhonk Mah, liat Tiara udah kayak kepiting rebus tu, jangan mama perpanjang lagi deh kasian tuh menantu baru , nanti kalu dia ngambek minta dipulangin gimana"


kali ini kak Sherena merasa harus bertanggung jawab menyelamatkan adik iparnya dari sang Mama karena tadi ia sudah keceplosan mengatakan hal itu


"Maafin Mama ya Tiara, Mama faham kalian kan pasti masih canggung saja, tapi Mama yakin dengan anak Mama dia tahu cara memperlakukan seorang istri dengan baik, dia pasti akan memahaminya, kalian memang masih butuh penyesuaian , kalaupun kalian ada masalah sebaiknya dibicarakan. kunci keutuhan rumah tangga itu saling jujur dan terbuka sayang"


Mama Vina kini memeluk menantu barunya dengan sayang.


" makasih ya Mah udah bisa memahami Tiara, Tiara akan berusaha dan belajar untuk menjadi istri yang baik untuk Kak Mahesa Mah "


" terimakasih juga sayang, Mama percaya kamu bisa membuat anak Mama bahagia"


#Flash back on


Malam itu Sherena tengah berada di pantry rumah utama suaminya David sedang meminta dibuatkan kopi untuk menemaninya menyelesaikan pekerjaan kantornya di Paris yang dia kerjakan lewat laptop nya karena sebenarnya kak Sherena sudah diminta untuk menetap di Indonesia alasan Papa dan Mama mereka ingin anak - anaknya tinggal berkumpul dan tidak saling berjauhan karena pada saatnya nanti mereka hanya ingin menikmati masa tua mereka dengan berkumpul anak cucunya


" loh.. kamu ngapain dek kok pengantin baru malah duduk di pantry sendirian , Tiara kemana ?"


" eh.. Kakak Tiara ada dikamar "


jawabnya datar


" kenapa tuh muka ditekuk kayak dompet tanggung bulan saja "

__ADS_1


"apaan sih "


" kamu kenapa sih dek berantem sama istri?"


Mahesa masih cuek bahkan cenderung mengabaikan pertanyaan sang kakak


" kak, menurut kakak wajar nggak sih kalau tiara masih belum siap menjadi istri seutuhnya "


" maksudnya, Tiara menolak kamu "


" aku juga bingung tiap kali aku deketin dia pasti ketakutan dan histeris , padahal dulu waktu kami sepakati sebuah komitmen aku nggak pernah merasa aneh dengan sikap nya tapi justru setelah menikah dia justru aneh, bahkan dia lebih milih tidur di sofa "


" kok bisa gitu, kamu udah coba bicara sama dia mungkin ada sebabnya kenapa dia seperti itu "


" belum sih Kak habisnya aku terlanjur kecewa, kakak tahu kan sebagai lelaki normal berada dalam satu ruangan dengan perempuan yang udah Sah jadi istri kita. apalagi Tiara yang cantik dan mempesona , kakak tahulah gimana menderitanya aku "


Kak Sherena malah tertawa cekikikan menertawai nasib adiknya kini


" ketawa aja terus, sampai kakak puas "


Sesaat Mahesa pun berpikir mungkin ada benarnya juga dengan yang di katakan kakaknya, mengingat sebelum mereka menyepakati keputusan untuk menikah Mahesa pernah kembali ke Australia selama 2 bulan untuk mengurus perpindahannya menetap di tanah air.


" ok, Esha coba buat ajak dia bicara kak"


" ya udah kakak mau antar kopi untuk bang David, kamu juga buruan balik le kamar "


# flash back off


" Ma, sepertinya Esha dan Tiara harus honey moon deh, biar mereka bisa menikmati momen t pengantin baru mereka "


Kak Sherena pun memberi ide pada sang Mama


" iya juga ya, wah ide kakak kalian itu sangat briliant, nanti Mama bilang ke Papa buat atur semuanya"


" gimana Tiara kamu setuju untuk pergi honey moon ? atau mungkin kalian berdua sudah merencanakanya?"


tanya kak Sherena

__ADS_1


" emmm tidak, bahkan kami belum pernah membicarakan itu, kak Mahesa juga masih sibuk dengan posisi barunya di kantor Kak"


" Udah kamu tenang saja semua biar Papa yang atur, soal pekerjaan Papa kan belum melepaskan sepenuhnya pasti Papa tak keberatan jika hanya menggantikan 1 minggu untuk anaknya pergi honey moon, karena papa pasti juga berharap cucu dari Mahesa secepatnya "


wajah Tiara terlihat menegang mendengar ucapan Mama di akhir itu


" iya Tiara Mama dan Kak Sherena bener banget kamu dan Kak Mahes butuh waktu berdua "


" Tiara ikut gimana baiknya saja Ma, kak"


" ok, kalau begitu kamu persiapkan semuanya Mama Yakin hari ini juga Papa kalian akan menyuruh kamu dan Esha berangkat"


" Mama sepertinya ngebet banget pingin cepet - cepet mereka buka Kado"


kelakar kak Sherena lagi


" bukan apa - apa sayang, Mama hanya ingin anak - anak Mama itu bahagia dengan pernikahannya dengan terjadi hal itu kalian akan memiliki perasaan saling memiliki seutuhnya"


Mama Vina tampak menjeda kata - katanya


"seperti Syaqina dan Shaka dulu bahkan Mama merasa sangat khawatir karena pernikahan mereka yang tanpa dilatar belakangi dengan Rasa cinta sebelumnya takut tidak akan berjalan dengan baik, tapi itulah uniknya jodoh dan juga cinta akhirnya mereka bisa saling mencintai seperti yang kalian lihat saat ini"


Syaqina pun tersenyum tipis mengingat kali perjalanan rumah tangganya dengan Shaka yang kini hampir sebelas bulan meskipun ia tak merasakan indahnya jatuh cinta layaknya orang pacaran namun setidaknya mereka kini saling memiliki dan merasa takut untuk kehilangan satu sama lain.


mungkin perasaan mereka tumbuh terlalu singkat diantara ketidak jujuran sebagai perantaranya Bukankah saat ini sudah tidak ada masalah karena Shaka juga sudah sangat menyayangi dan mencintai istrinya dan Syaqina lupakan itu bagaimana perasaan yang sesungguhnya cukup dia dan Author yang tahu.


" ya Sudah sekarang kita bubar dulu biar Syaqina bisa istirahat, baby Queen juga udah bobok tuh"


kak Sherena pun mengajak mereka membubarkan diri dari kamar Syaqina karena memang Syaqina masih harus banyak istirahat untuk pemulihan pasca melahirkan , dan Baby Queen pun sudah tertidur pulas di dalam box bayinya.


" Sayang, kamu istirahat ya, nanti kalau butuh apa - apa kamu panggil Mama atau bik Marni "


" iya Ma, "


Merekapun meninggalkan kamar Syaqina dan menuju kamar masing - masing untuk istirahat siang karena jarum jam sudah menunjuk angka pukul 11.20 menit


Shaka yang tadi pulang mengantar istrinya dan Baby Queen pun langsung kembali ke kantor karena pekerjaannya sudah menumpuk menunggu untuk diselesaikan segera.

__ADS_1


__ADS_2