Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
27. menafkahi


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siangnya Syaqina, Mahesa, dan mama Vina tampak sudah meninggalkan food court area menuju ke parkiran setelah menyudahi acara shopping hari ini, capek jangan ditanya lelah sudah pasti apalagi Mahesa yang tak terbiasa dengan semua ini, kalau tidak demi mama tercinta pasti ia tak akan mau lebih baik ia menghabiskan waktu di rumah dan ngerem di dalam kamar sambil memainkan games di handphone nya, sambil mengecek pekerjaan dari perusahaan yang ia kelola.


Syaqina yang tak terbiasa dengan kebiasaan yang mertua tampak begitu lelah menyandarkan tubuhnya di jog mobil tengah sambil meluruskan kakinya yang pegal serasa seperti habis mendaki gunung Rinjani saja.


"capek ya Sya ?"


tanya Mahesa sambil melirik kaca spion


"lumayan kak "


"hemmss.. minta pertanggungjawaban sama mama tuh "


mahesa tampak melirik ke arah mama Vina yang sepertinya masih belum puas dengan acara shopping hari ini. maklum Mama Vina tuh kalau udah kumat shopping holic nya bisa menghabiskan waktu seharian untuk mengubek-ubek isi mall.


"hemmss... baru juga segitu kalian tuh udah lemah,.. sayang kamu belum tahu ya kalau mama udah shopping sama genk sosialita Mama bisa seharian full loh sayang"


"denger tuh Sya.. tapi kalau menurut Kakak jangan kamu tiru kebiasaan mama yang kayak gitu"


"lho... sayang papa kan cari uang kerja mati-matian memang untuk membahagiakan istri, dan kalau istri bahagia rejeki suami pasti lancar jaya sayang, bisa dibuktikan dengan papa kan ? buktinya rejeki papa dan usaha papa terus berkembang bahkan termasuk perusahaan terbaik di negeri ini. tapi kamu jangan salah sayang Mama meskipun demen shopping tapi mama nggak asal foya-foya mama lebih memilih barang yang bisa jadi investasi, dan kalau untuk barang-barang branded itu hanya untuk menunjang penampilan mama saja yang nota bene mendampingi papa kalian seorang pengusaha dan kolomerat kelas kakap"


Mahesa dan Syaqina saling berpandangan dan Mahesa mengangkat kedua bahunya sabil menyebikan kan mulutnya pertanda menyerah mengikuti argument sang Mama. Sementara mobil terus melaju menuju kediaman Darmawan Mahantara sesaat telah sampai didepan rumah mewah security pun membuka pintu gerbang. Mahesa memarkirkan mobilnya kemudian merekapun turun dengan menenteng beberapa paper bag


"huffff... kayaknya bakal ampun deh kalau di ajakin mama belanja lagi "


ucapnya sambil merebahkan badan ya di sofa ruang keluarga setelah meletakkan beberapa paper bag belanjaan.


"weiiss mantab nih yang habis shopping di temani body guard ganteng"


celetuk Shaka saat menuruni anak tangga, ia segera beranjak dari kamar setelah mendengar suara mobil masuk ke garasi, sepertinya ia ingin segera menemui istri tercintanya.


"mantab apanya capek iya,.. tahu gitu mending tadi gue dirumah saja "


gerutu Mahes lagi menjawab ucapan Shaka


"Kok mama banyak banget sih belanja nya?:


tanya Shaka melihat hal yang tak biasanya, meskipun mama Vina termasuk istri yang demen shopping tapi ini tak biasanya sampai belanja segini banyak


"diam kamu ! ini tuh mama belanjaan menantu kesayangan mama "

__ADS_1


sahut mama Vina sembari ikut merebahkan tubuhnya di sofa empuknya


"loh.. jadi ini mama belanja sebanyak ini belanjaain Syaqina? kenapa mama nggak bilang kalau untuk Syaqina kan harusnya itu jadi urusan dan tanggung jawab Shaka mah, jadi Mama nggak perlu repot-repot begini"


"kamu yakin punya waktu untuk mengajak istrimu jalan-jalan? sedangkan waktu kamu habis untuk soal kerjaan"


"iya lah mama paling mengerti tentang kami"


Shaka pun mengaku kalah


"mama kak Mahes Syaqina ke kamar dulu ya "


"iya sayang kamu pasti capek biar bibi yang bawa barang-barangnya ke kamar ya "


"Shaka juga ikut balik ke kamar ya mah, kak "


mereka berjalan beriringan menuju kamar mereka. Syaqina meletakkan tas pada tempat semestinya dan segera masuk ke dalam kamar mandi setelah 15 menit ia pun keluar dari kamar mandi dan sudah berganti baju rumahan.


"udah segeran ya habis mandi ?"


"iya rasanya hilang capeknya"


"emhhh.. Shaka aku mau bilang maaf ya tadi mama udah belanjain aku banyak banget dan semua barang-barang branded, tapi aku nggak minta semua itu, itu semua murni niatan mama sendiri, aku juga udah berusaha nolak tapi mama nggak terima penolakan kayak yang sering kamu bilang"


"kamu kenapa sih kok kayak takut gitu, justru aku yang harusnya minta maaf karena aku sebagai suamimu belum bisa ngajak kamu jalan-jalan dan temenin kamu belanja kebutuhan kamu, tapi semua itu bukan karena aku nggak mau ataupun nggak mampu tapi karena sekarang ini aku lagi bener-bener sibuk perusahaan sedang menangani proyek baru . tapi aku janji begitu ada waktu senggang aku pasti bawa kamu jalan-jalan dan belanja sepuasnya apapun yang kamu mau"


"Shaka.. kamu nggak perlu lakuin semua itu, menurutku itu hanya buang-buang uang sayangkan mendingan ditabung saja uangnya atau di investasikan"


Shaka tampak terkekeh mendengarkan perkataan polos Syaqina


"beruntung banget sih aku bisa memiliki istri sesederhana ini, kamu bener-bener istriable banget jadi makin jatuh cinta deh"


"apaan sih kamu Shaka, aku kan nggak mau ya disebut perempuan matre masak iya nikah baru sebulan udah melakukan pengeretan kayak gitu, jujur aku merasa tidak nyaman dengan semua ini Shaka, mama terlalu berlebihan"


"ssttt... dengerin kalau suami ngomong tuh, kamu itu sekarang udah menjadi istri sah Shaka Ibrani Darmawan Mahantara menantu kolomerat Andi Darmawan Mahantara pemilik perusahaan DM CORPORATION jadi kamu bukan lagi gadis biasa. aku faham kamu masih belum terbiasa dengan semua ini, tapi mulai sekarang kamu harus belajar menyesuaikan diri dengan statusmu sebagai nyonya Shaka Ibrani Darmawan Mahantara,karena itu mama bukan berlebihan mama hanya ingin memberikan yang terbaik yang seharusnya kamu dapatkan. dan satu lagi tiga minggu lagi kita bakal menggelar acara resepsi pernikahan kita semua sudah dipersiapkan sama papa dan mama jadi semua orang akan tahu dengan status pernikahan kita "


Syaqina hanya terdiam tertunduk menahan air matanya yang sedari tadi ia tahan


Shaka pun berjalan membuka laci membuka dompet kemudian mengeluarkan sebuah kartu seukuran KTP namun berwarna hitam kemudian kembali kearah Syaqina dan menyerahkan benda tersebut.

__ADS_1


"pegang ini, maaf aku baru sempat memberikannya kamu bisa menggunakan ini untuk memenuhi kebutuhan kamu termasuk kebutuhan kuliah mu, kamu bisa mempergunakanya sesuai keinginan kamu, termasuk shopping ataupun kesalon.


"untuk apa aku rasa aku tak memerlukan semua itu aku masih punya tabunganku sendiri"


jawab Syaqina seraya menolak pemberian suaminya


"dengarkan aku sekarang ini aku adalah suamimu dan aku bertanggung jawab penuh atas semuanya termasuk mencukupi kebutuhanmu, jadi ini adalah nafkah untukmu kamu harus menerimanya, nomer pin nya tanggal pernikahan kita "


"ta..tapi sebaiknya ini kamu pegang nanti kalau aku memerlukannya aku akan minta padamu"


" hehee...kamu lupa suamimu ini siapa? aku akan sering tidak bersamamu bahkan aku bisa keluar negeri keluar kota kapan saja ketika perusahaan membutuhkanku, kalau seperti itu bisa-bisa aku menelantarkanmu dan itu tidak baik untukmu dan akan menjadi dosa untukku"


Syaqina malah tertunduk tak lama terdengar suara isakan tangisnya


"loh kok kamu nangis?"


Shaka merasa bingung mendapati Syaqina yang terisak. Shaka pun meraih tubuh istrinya membawanya dalam pelukannya


"sudah ya kenapa kamu malah menangis?"


"aku merasa sangat beruntung dan ini seperti mimpi aku pikir ini cerita dalam novel ataupun dalam sinetron "


"ini tuh nyata this is really sayang.. kalau kamu tak percaya "


Shaka pun mencubit pipi mulus Syaqina


"akhh.. sakit tahu "


"nah sekarang percayakan kalau ini tuh kenyataan bukan mimpi atau khayalan"


"ayah pasti bahagia disana karena telah menitipkan aku pada keluarga ini, keluarga yang semuanya sangat baik menerima kehadiranku yang hanya dari kalangan orang biasa "


"aku yang bersyukur mendapatkan perempuan sebaik kamu sya"


Shaka pun mengeratkanpelukannya kemudian mengecup bibir mungil merah alami itu


"dan kamu benar-benar membuatku semakin jatuh cinta sayang, meski mungkin ini terlalu cepat namun ketika cinta sudah datang tak ada yang bisa mengiranya "


" terimakasih ya maaf kalau aku belum yakin dengan perasaanku tapi aku akan selalu berusaha belajar menjadi istri yang baik dan menjalani pernikahan kita dengan baik"

__ADS_1


Shaka pun mengulangi mencium bibir mungil Syaqina dan sekarang sudah mulai terbiasa meski masih sedikit malu -malu dan itu hal yang wajar. Syaqina semakin lihai mengikuti permainan Shaka naluri mereka yang menuntun dan menjadi guru terhebat meski tanpa belajar melalui film ataupun video. dan sekarang aktivitas itu sudah menjadi aktivitas rutin untuk mereka tanpa ada patokan waktu melainkan setiap ada kesempatan.


Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang tidak sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍


__ADS_2