Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
144. Godaan Ibu Hamil


__ADS_3

Pagi menjemput hari yang baru diminggu pertama awal Bulan ini, semua tetap berjalan seperti biasanya dan sebagaimana mestinya. Syaqina memang sudah melupakan keinginannya untuk ikut berlibur bersama dengan keluarga besar suaminya, karena bagaimanapun ia sadar dan paham dengan kondisinya saat ini, ia tak ingin menjadi manusia egois yang hanya mementingkan keinginan hatinya mengingat ia dan suaminya harus melewati perjuangan panjang dan nyaris melelahkan demi untuk bisa memiliki momongan kembali.


Karena setelah kepercayaan itu didapatnya kembali, ia tak ingin menyiakanya kelalaianya diwaktu dulu adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya, terlepas semua itu sudah menjadi ketetapan takdir Tuhan.


setelah sehari yang lalu rombongan keluarga berangkat berlibur termasuk putri kecilnya yang di bawa serta dan hanya menyisakan Syaqina dan Shaka yang tertinggal, Shaka pun merasa sangat bahagia dengan begini iapun merasa seperti sedang second honeymoon meski itu hanya di dalam rumah.


Ia bisa mencurahkan seluruh perhatian dan kasih sayangnya penuh untuk istri tercintanya, karena saat ini Shaka juga tengah cuti dari pekerjaanya di perusahaanya demi untuk bisa menemani sang istri di awal kehamilannya.


" sayang... ayo kita jalan - jalan pagi keliling kompleks, sekalian nanti kita cari sarapan di taman sana "


pinta Shaka sembari menghampiri sang istri yang masih bergelung dengan selimut tebalnya, memang semenjak hamil Syaqina jadi tampak malas apalagi untuk turun ke dapur mempersiapkan sarapan, apalagi Shaka juga begitu memanjakannya untuk sekedar memasak, ia lebih memilih mengerjakannya sendiri.


" heemmm... malas sekali Mas, lebih enak dirumah seperti ini "


" tidak,.. kamu harus bangun, dan buruan mandi, kamu harus mendapat udara segar "


" akh.. Mas "


Syaqina pun menjerit ketika tubuhnya serasa melayang karena diangkat oleh Shaka begitu saja


" diam sayang, atau kamu mau terjatuh kalau terus begerak "


" turunkan aku Mas... aku bisa jalan sendiri "


" jangam harap kamu bisa lolos, aku akan memandikanmu sekarang juga "


Shaka pun menurunkan istrinya dengan hati - hati di dalam bathup yang sudah berisi air hangat dengan aroma terapi


" mas .. masak iya aku mandi dengan pakaian begini "


Sungutnya dengan bibir mengerucut, sehingga terlihat sangat menggemaskan

__ADS_1


" tenang sayang... suamimu ini tahu apa yang harus di perbuat saat ini "


Shakapun segera menanggalkan baju tidur yang masih melekat di tubuh istrinya, meski harus bersusah payah menahan godaan dan hanya bisa menelan saliva melihat pemandangan yang teramat indah itu begitu nyata terpampang di depan mata apalagi semenjak hamil body Syaqina menjadi semakin berisi sepasang bukit mangantung itu terlihat kian ranum dan begitu menggoda namun lagi - lagi Shaka harus menahan hasrat mengingat kondisi syaqina saat ini masih di trimester awal dan rawan akan hal yang sangat tidak mereka inginkan.


" fyuuh.. "


Shaka menghembuskan nafasnya kasar


" kenapa sih Mas?"


tanya Sang istri, meski sebenarnya ia sangat tahu apa yang saat ini sedang dirasakan oleh suaminya


" nggak.. nggak ada sayang "


" halah... udah kalau nggak kuat iman makanya jangan sok - sok an mau mandiin segala, repot dan panjang kan urusanya nanti"


" aman kok Yank.. tenang saja, cuma pesona Bumil memang luar biasa, nggak sabar pingin secepatnya kamu melewati zona aman "


" iya sih, cuma semakin hari kamu semakin mempesona bahkan berlipat menjadi 1000 persen Yank, apalagi itu body semakin sexy, duuh... bisa - bisa Solo karier nih Yank kalau kayak gini "


melihat gelagat sang suami yang kian kacau Syaqina pun bermaksud mengerjai siaminya dengan seolah mencoba menengkan suaminya dengan memberi kecu**n singkat di pipi Shaka, dan menghembuskan nafasnya tepat di leher suaminya yang justru hal itu semakin membuat rancau pikiran Shaka , hasratnya semakin terpancing karena kenakalan Bumil cantiknya itu


"akh... Yank jangan mancing lagi dhonk, ntar kalau khilaf gimana?"


ucapnya dengan memelas dan pemandangan itu tak luput mengundang tawa bagi Syaqina hatinya semakin tergelitik untuk semakin mengerjai suaminya yang semenjak tahu dirinya hamil belum mendapatkan asupan nutrisi batin.


Pukk


spons Mandi pun mendarat sempurna mengenai dada bidang Shaka


" mulai deh, mes*m nya dah tahu istri lagi hamil juga"

__ADS_1


" Yank.. kok kamu makin galak gini sih , duhh KDRT nih "


gerutu Shaka sambil membersihkan sisa busa yang menempel dari lemparan Spons tadi


" habisnya kamunya modusin terus sih Mas "


" hehee... salah sendiri kamu ngegemesin kan akunya jadi Mupeng "


" ya udah deh, sekarang kamu keluar Mas aku mau mandi sendiri dari pada yang nggak nggak nanti jadinya "


" hemm.. ya udah deh aku nyerah Yank dari pada nanti ada yang brontak kan pawangnya lagi turun mesin "


" apa ??? kamu kira aku nih motor,, isss Mas kamu nyebelin "


Shaka pun segera kabur kalang kabut keluar dari dalam kamar mandi


" ampun Yank... singa betinaku jangan ngamuk "


" awas saja,.. huhfff menyebalkan"


Syaqina pun tak mau membuang waktu lebih lama ia pun menyegerakan aktifitas mandinya agar secepatnya bisa memberi hukuman untuk suami jahilnya.


Sementara rencana untuk sekedar jalan pagi sekitar kompleks pun harus tertunda beberapa menit karena drama di kamar mandi tadi, selesai mandi Syaqina pun merajuk menolak di ajak jogging selain merasa sebal dengan sang suami dia juga merasa Mager dan lebih nyaman berada di dalam rumah, bahkan untuk urysan mandi pun ia merasa sangat malas, mungkin itu salah satu efek dari perubahan hormonal.


" nah.. gitu dhonk istriku yang cantik sekarang kita jalan - jalan pagi biar kamu dan dedek bayi didalam sini sehat terus "


" tapi janji ya nanti sekalian cari sarapan nasi uduk yang dekat taman kota "


" iya, makanya buruan kita berangkat nanti keburu Nasi uduknya habis kalau kesiangan "


merekapun akhirnya berangkat menuju taman komplek untuk berolahraga pagi sambil mencari sarapan pagi.

__ADS_1


__ADS_2