
" Sayang... disini enak ya suasana dan pemandangannya udaranya bersih, sejuk, bikin nyaman, kalau kita tinggal disini lebih lama pasti pulang - pulang Queen bakal punya adek deh "
Ucap Shaka sambil tentangan terus memeluk istrinya dengan posesive bahkan di dalam mobil seperti ini ia enggan melepas lilitan tanganya dari pinggang istrinya kali ini Shaka lebih memilih anak buahnya untuk mengemudi karena ia ingin menikmati setiap detik waktu pertemuan mereka.
Syaqina pun tak menolak dengan perlakuan dan sikap manja suaminya yang kadang membuatnya repot, karena sejujurnya ia pun sangat merindukannya.
" kamu ngomong apa sih By,.. aku kan mau selesaikan kuliah dulu pokoknya dalam tahun ini aku harus lulus aku nggak mau impian Ayah kandas kedua kalinya By, jadi please.. bantu aku ya By untuk mewujudkannya "
Syaqina kini tampak memohon dengan sad face dan kedua telapak tangan saling tertangkup sebagai kaya permohonan
" kamu lucu banget sih Yank.. bikin gemes saja, aku sih mendukung banget kamu lanjutin kuliah kamu dan lulus dalam tahun ini juga biar tetep bisa bareng temen seangkatan kamu dan aku pasti akan membantu dengan senang hati. Tapi.... aku nggak bisa janji soal adek untuk Queen bisa ditunda atau tidak, salah sendiri kabur ke daerah kayak gini, ini tuh sangat pas untuk pengantin baru dan honeymoon sayang. suasananya Asri, sejuk menenangkan, bikin otak fokus sama lahan pribadinya buat dicangkul tiap saat "
Syaqina semakin dibuat jengkel dengan omongan absurd suaminya. hingga ia merasa geram dan mencubit paha suaminya dengan gregetan
" auuhhh.. aduh sakit Yank "
sambil memegangi pahanya yang terasa panas dan perih
" biarin siapa suruh jadi suami menyebalkan "
" iya deh maaf, nggak lagi diulang. tapi nanti kita lakuin di sini dengan sensasi yang beda ya Yank,.. kasian lo si Adik seminggu ditinggalkan dan dianggurin sama pawangnya "
" tuh.. kan mulai lagi "
Kali ini Syaqina berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya dan menggeser duduknya l÷nih ke.pinggir dan menyandarkan tubuh dan kepalanya ke pintu mobil yang masih terus bergerak menuju rumah Bude Sri
" iya deh iya Yang, aku kan kangen banget makanya jadi sedikit nggak waras gini "
Seolah ia menyesali perbuatannya dengan terus berusaha meraih tubuh sang istri yang kini lebih memilih bersandar pada badan mobil dan pintunya
" stop.. bang rumah bercat cream.yang nomer 3 dari sini itu rumah nya jadi mobilnya bisa kok masuk halaman langsung "
Syaqina memberikan intruksi pada orang yang mengemudikan mobil tersebut
" baik Nyonya "
" ihh... pak jangan panggil Nyonya itu risih aku denger nya "
" Maaf tapi Anda istri Tuan kami Nyonya "
" baiklah kamu lakukan itu hanya pada suami saya saja pak, karena Anda bekerja dan di gaji olehnya, jadi tidak ada hubungannya dengan saya harus panggil Nyonya, panggil saya mbak saja "
" kamu tengan saja Ben istri ku ini mang low profile jadi aku harap kalian memahaminya"
" tak apa Boss, justru saya salut dengan Nyonya, maaf mbak Syaqina maksudnya. meski sudah menjadi menantu dan istri dari keluarga Darmawan Mahantara tapi tetap bersahaja begini, mana kaburnya ke dusun lagi bukanya malah ke Luar Negeri misalnya "
" awas aja kamu malah dukung Istri ku buat kabur , mau hilang bonus bulanan kamu "
seketika Shaka tampak berubah menjadi garang dan mengeluarkan nada ancaman pada anak buahnya yang bernama Beny itu
" ampun Boss.. bercanda pun "
__ADS_1
" Awas saja berani macam - macam aku bakal sunat kamu 2x biar rasain nanti nggak bisa berduet dengan pasangan "
" ampun Boss ya jangan gitu juga kale, ini aset masa depan butuh partner Boss nggak mau solo karier terus nggak kasian apa bentar lagi umurnya udah mau 26 tahun nih
Beny memang seumuran dengan Shaka hanya selisih beberapa bulan saja. Beny merupakan salah satu anak buahnya yang bertugas sebagai kepala para body guard keluarga Darmawan Mahantara
Tanpa terasa mereka pun sudah sampai di depan rumah sederhana namun terlihat bersih dan terawat juga nyaman untuk ditinggali mereka sampai dirumah ini memang sudah hampir magrib
" masuk yuk By , Ben "
Seru Syaqina sambil melangkah kearah teras, tak berapa Lama seorang laki - laki yang membawa motor Syaqina pun menyusul dan meletakkan motor di tempat yang Syaqina tunjukkan
" Assalamualaikum.. bude , pak dhe "
suara Syaqina mengucap salam sambil mengetuk pintu yang tertutup
" wa alaikum salam,.. kamu udah pulang nduk, bude tadi khawatir kok kamu lama perginya "
Tanpa memperhatikan jika di belakang keponakannya itu juga berdiri 3 orang lainnya
" Maaf Bude tadi tanpa sengaja ketemu Mas Shaka suami Syaqina jadi tadi sekalian ngomongin masalah kami "
" oh... ja.. jadi ini suami kamu nduk "
tanya bude Sri dengan gugup karena saat ini memang Shaka yang berada di samping Keponakannya dengan mengenggam jemari Syaqina
" perkenalkan saya Shaka bude suami keponakan bude yang cantik dan baik hati ini "
sambil meraih tangan bude Sri yang masih mengantung
merasa gugup dan risih tanganya disalami orang setampan dan segagah itu mirip artis yang di TV
" ya Sudah ayok masuk dulu sebentar lagi adzan magrib pamali di luar rumah, ayok ajak yang lain juga masuk "
Seru bude Sri yang akhirnya diikuti oleh keempatnya termasuk Shaka
" monggo silahkan duduk dulu "
bude mempersilahkan mereka untuk duduk namun tidak pada Syaqina dan Shaka. Syaqina melangkah kedalam sambil membawa kantong belanjaannya dan ingin segera menemui putri kecilnya yang rupanya tengah asyik bermain dalam pangkuan pak dhe Joko
" Assalamualaikum pak dhe "
" waalaikumsalam, udah pulang nduk ?"
" iya Pak dhe tadi ketemu suami dan menyelesaikan kesalah pahaman kami, pak dhe perkenalkan suami Syaqina "
keduanya saling mengulurkan tangan saling bersalaman dan Shaka tampak mencium punggung tangan pak dhe Joko
" saya Shaka pak dhe suami Syaqina, maaf karena sudah merepotkan pak dhe dan budhe "
" jangan seperti itu kami ini keluarga sudah sepantasnya menjadi tempat untuk berlindung ketika sedang ada masalah "
__ADS_1
" Queen ,.. sayang nya Daddy "
Shaka pun segera meraih putri kesayangannya itu dengan perasaan rindu yang semakin membuncah dipeluknya bayi berusia Enam bulan itu dengan penuh rindu dan dihujaninya pipi gembulnya dengan ciumannsayang dari seorang Ayahnya,
Setelah sesi kangen kangenan selesai Seiring dengan adzan magrib yang berkumandang pak Dhe Joko pun mengajak Shaka dan ketiga anak buahnya ikut sholat berjamaah di masjid tak jauh dari rumah itu. Sementara Syaqina dan budhe Sri bergantian sholat di rumah.
Budhe dan Syaqina pun mempersiapkan makan malam dan memasak masakan sederhana ala kampung
memasak gulai ayam kampung, lele goreng sambel, dan juga ada tempe dan tahu goreng serta lalapan. Setelah semua menu tersaji dan kini sudah disusun di ruang tengah dengan menggelar tikar dan makan bersama pun dimulai
" ayo silahkan dinikmati makan malamnya, tapi maaf ya Nak Shaka dan semuanya adanya cuma menu kampung begini "
pak Dhe Joko mempersilahkan tamunya untuk menikmati makan malamnya
" ini juga udah lebih dari cukup pak Dhe justru saya lebih menyukai masakan seperti ini dan Syaqina sering memasak seperti ini juga "
" iya betul pak dhe ini masakan kampung rasanya dan nikmatnya mengalahkan mas kan restoran ternama "
imbuh Beny yang di iya kan oleh Kedua temannya Andra dan Dino
" syukurlah kalau kalian semua bisa menerima makanan kampung seperti ini "
Bude Sri pun tersenyum bahagia karena masakannya bisa dimakan dengan lahap bahkan mereka semua tampak nambah porsi lagi dengan tanpa malunya dan itu membuat hati yang menjamu merasa sangat senang.
mereka menutup acara makan malam dengan menikmati buah Mangga dan juga lengkeng yang dipetik dari kebun sendiri disamping rumah. Setelah makan malam selesai ketiga nak buah Shaka pun pamit untuk kembali ke penginapan dan Shaka masih akan tinggal beberapa hari di desa ini karena Shaka merasa sangat nyaman disini tak lupa ia pun sudah mengabari keluarganya Darmawan Mahantara bahwa menantu dan cucu mereka telah di temukan dan kini sedang menikmati kebersamaan mereka.
" By... kamu yakin mau tinggal disini beberapa hari kedepan ?"
" ia sayang, aku tahu kok kamu kan masih rindu dengan keluarga ini dan ingin berada disini, sekaligus kita second honeymoon "
jawabnya sambil berbisik di telinga sambil mengigit kecil telinga istrinya yang kini tanpa terhalang jilbab
" By.... geli tahu "
" memangnya kamu nggak rindu apa dengan suami gantengmu ini"
" emmhh... rindu nggak ya ?"
" pasti rindu !"
" kayaknya... eng_ "
" kelamaan sayang "
Shaka langsung mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke ranjang kayu jati yang hanya berukuran kecil itu
" By... kamu yakin bisa , lihatlah ranjang nya ini sangat kecil untuk ukuran kita hanya cukup untuk kita tidur dengan posisi lurus atau miring apalagi tuan putri kalau tidur menguasai kasur, nanti kalau lagi turn on terus dia terusik gimana ?"
Shaka pun baru menyadari itu dan sekarang pun berpikir mencari solusi nggak mungkin dia menundanya karena hasratnya sudah diujung kepala, tapi kalau melanjutkannya tempatnya nggak memungkinkan. akhirnya dua pasang mata suami istri yang sedang dilanda kerinduan itu tertuju pada kasur lantai karpet buru berukuran 120x180 cm yang tergulung di pojok kamar itu, keduanya pun tersenyum dan Shaka segera mengambil benda 0enyelamat tersebut
" Sayang sepertinya nasib baik masih memihak kita tak ada kasur karpet bulu pun jadi "
__ADS_1
" kamu memang paling bisa By "
Dan memang benar nggak mungkin juga mereka melakukan adegan lantai sementara udara di perdesaan seperti ini sangat dingin beruntung masih ada karpet lantai sebagai penolongnya. Mereka pun bisa menyatukan rasa rindu meski beralaskan karpet bulu sebagai penyelamat.