Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
57. Sahabat Siaga


__ADS_3

Syaqina merebahkan tubuhnya di kasur tanpa ranjang yang berada di kamar Kosnya, Tubuhnya yang terasa lelah setelah seharian bekerja punggungnya juga sudah sering terasa pegal karena bulan ini kehamilannya sudah memasuki bulan ke enam, perut Syaqina pun juga sudah terlihat membuncit. saat - saat seperti ini tidak bisa dipungkiri ia sangat membutuhkan kehadiran sosok Shaka sebagai suami sekaligus Ayah dari janin yang iya kandung. sudah semestinya iya mendapatkan kasih sayang, perhatian dari suaminya meski kini iya selalu di keliling oleh teman dan sahabat yang setiap saat ia butuhkan selalu ada ketika ia memintanya, seperti Rissa , Aldo, dan mbak Anggi mereka adalah sahabat Siaga untuk Syaqina saat ini, mereka selalu berusaha menjaga dan memperhatikan kondisi Syaqina.


dielusnya perut buncit itu sambil diajak berbicara apa saja yang akan Syaqina lakukan bahkan apa saja yang telah dialami hari ini, Syaqina sudah membiasakan mengajak janinnya berbicara sejak mulaiengetahui kehamilannya, apalagi sekarang ketika diajak berbicara tak jarang si jabang bayi memberikan reaksi berupa tendangan ataupun gerakan meski masih di dalam perut, karena sesungguhnya bayi juga bisa mengerti dan memiliki ikatan batin ketika diajak berkomunikasieski hanya dengan sentuhan dari luar.


tiba - tiba Syaqina terdiam air matanya terurai saat ini ia sangat merindukan sosok Shaka yang telah menjadi suaminya meski baru 2 bulan menjalani kehidupan rumah tangga dan sudah mampu memberikan sebuah kehidupan baru yang kini sedang tumbuh di dalam rahimnya, meski mungkin itu hadir disaat keduanya belum menyadari perasaan masing - masing namun Allah justru telah memberikan anugerah dengan menghadirkan malaikat kecil sebagai perekat pernikahan itu.


"nak.. sayang gimana ya keadaan Daddy sekarang apa dia tahu ya nak kalau ada kamu yang sekarang sedang tumbuh di rahim Mommy dan tidak lama lagi kamu akan lahir ke dunia nak, sebenarnya Mommy sangat rindu dengan Daddy kamu, kamu juga rindu pingin bertemu Daddy ya "


"auuhhh "


Tiba - tiba Syaqina dikejutkan dengan tendangan di perutnya yang tak lain dari dalam perutnya dan sudah bisa di pastikan si baby utun yan menentangnya


" sayang.. kamu nendang Mommy apa itu artinya kamu juga sedang rindu dengan Daddymu?"


Syaqina pun kembali mengelus perutnya tepat dimana tendangan tadi berasal


"maafin mommy ya sayang karena saat ini Mommy belum bisa memaafkan kebohongan yang dilakukan Daddy pada Almarhum Ayah Mommy yaitu kakek kamu sayang, apa yang udah Daddy kamu lakukan itu sangat keterlaluan, Daddy lebih memilih membohongi Mommy dari pada harus jujur dengan kebenaran itu. Mommy mungkin bisa mengerti jika Daddy mau jujur sejak awal mungkin Mommy bisa memgerti , meski Mommy tahu hidup dan mati itu sudah ditentukan oleh Allah tapi kenapa harus


Daddy yang melakukan itu walaupun Daddy sudah berusaha bertanggung jawab tapi kenapa tidak jujur dan mengakui dengan gentleman"


Syaqina mulai terisak air matanya semakin deras terurai, sesekali tangannya sibuk menyeka kedua belah pipinya yang sudah basah.


TOKK.. TOKK


"Syaqina..kamu udah tidur ?"


terdengar suara ketukan pintu berbarengan dengan suara cemprengnya dari balik pintu depan. Syaqina pun beranjak dari kasur dengan pergerakan yang sedikit lambat tak bisa se Gercep dulu mengingat kini kondisi kandungnya yang mulai membesar


" iya.. Riss tunggu bentar"

__ADS_1


teriaknya dari depan pintu kamar menuju pintu depan


Ceklekkkk


suara pintu yang berderit saat dibuka perlahan dari dalam oleh penghuni rumah tersebut.


"kebiasaan deh Riss malam - malam gini main teriak-teriak saja menganggu tetangga sebelah dengar dan pasti terganggu "


" iya maaf Bumilku yang cantik, aku cuma mau anterin ini kok kemaren kan kamu pingin makan mangga golek dan ini tadi Aldo berhasil dapetin makanya buru -buru kesini takut ntar kalau udah brojol baby nya ileran "


" ya ampun kalian tuh.. bener - bener sahabat Siaga banget sih "


Syaqina pun memeluk Rissa dengan erat


" udah buruan nih ayo aku kupasin dulu mangganya"


" Sya.. nih habiskan kasian tuh si Aldo nyari nya sampai muterin kota akhirnya nemu juga"


" hemmm, kamu tuh harus bangga punya cowok kayak Aldo dia anaknya baik, dewasa, tanggung jawab , pekerja keras lagi nanti hidup kamu pasti dijamin bahagia "


" apaan sih Sya.. cowok kan biasa kayak gitu kalau mau dapat saja sok manis sok baik, sok care nanti udah jadi bini paling juga memudar dengan sendirinya"


" hushh.. kamu tuh kalau ngomong suka Ngasal, Aldo tuh orangnya tulus dan dia tuh bener - bener serius lo sama kamu Riss, mau sampai kapan coba gantungan dia terus "


"udah ah.. habiskan nih mangganya, aku tidur disini ya temenin kamu kasian tidur sendiri terus nanti kalau kamu tiba - tiba butuh sesuatu atau kenapa - kenapa kan repot, aku nggak mau kamu kesepian juga, secara sekarang kandungan kamu makin bertambah usianya perut kamu juga makin besar kalau malam pasti sering kebangun kan"


" makasih banyak ya Riss kamu memang the best friends beruntungnya aku punya kalian, kamu Aldo dan juga mbak Anggi tuh bener - bener sahabat Siaga banget "


" ngawur kamu tuh yang ada tuh suami atau bapak siaga bukanya sahabat Siaga "

__ADS_1


protes Rissa sembari ngeloyor langsung menghempaskan cantik tubuh rampingnya ke atas kasur


" ohh.. nyaman nya kalau udah jumpa kasur nih "


" ya udah buruan tidur aku tahu kok kamu pasti capek kan "


" iya bener banget kamu Sya seharian ini restaurant rame banget, efek tanggal muda ini kali ya "


" ya bagus dhonk kalau rame uang bonus nya juga gede , jadi bisa cepet - cepet nikah deh sama babang Aldo"


" hemmss... kamu nih Nikah mulu yang di pikirin, aku saja masih belum mikir kearah sana Sya, aku masih fokus sama nyekolahin adek aku, jadi urusan nikah nanti dulu deh lagian baru juga 23 tahun target aku 25 tahun baru nikah "


" udah mumpung ada yang sayang yang serius buruan aja , ntar keburu di sambar orang lain nyesel loh, Aldo tuh udah paket komplit deh pokoknya "


" ya.. ya.. ya. terserah kamu sajalah Sya.. tapi setidaknya tidak untuk waktu dekat ini "


" ok lah Riss atur gimana enaknya saja semua kamu yang menjalani jadi terserah kamu aku yakin kamu tahu mana yang terbaik untuk diri kamu sendiri, kalau untuk masalah Aldo kita udah saling mengenalnya cukup lama dan aku yakin kamu lebih bisa menilai seperti apanya dia"


Syaqina pun menyudahi pembicaraan mereka karena melihat Rissa yang beberapa kali sudah menguap ia tak tega melihat Sahabat siaganya itu tersiksa menahan kantuk. dan akhirnya mereka menyudahi obrolan malam ini dengan saling terlelap dan berlayar pada alam mimpi mereka masing - masing.


Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.


jangan lupa


LIKE ❤


komentar


dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2