Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
61. Gombalan Receh


__ADS_3

Acara makan Bakso sudah selesai, Syaqina dan Riyan masih melanjutkan duduk dan berbincang sambil menatap langit yang berhias taburan bintang. ( namanya juga bukit Bintang ya Thor pasti disitu kita bisa liat banyak bintang bertaburan, lain soal kalau bukit Cinta apa mungkin banyak cinta berserakan juga ya🤔 😀)


" Sya.. maaf ya kalau aku udah terlalu kepo dengan masalah pernikahan kamu, aku nggak ada maksud buruk sedikitpun "


" iya Yan.. saatnya juga kamu harus tahu yang sebenarnya, biar nggak timbul prasangka "


Syaqina pun menceritakan semuanya mulai dari awal bertemu dengan Shaka orang menjadi suaminya meski tidak menyebutkan secara detail identitas suami dan keluarganya karena itu adalah privasi keluarga, namun ia menceritakan semua rentetan kisahnya dengan yang sebenarnya hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk pergi dan memilih tinggal di Kosan sederhana, dan ia mengetahui jika dirinya sedang mengandung ketika sudah tinggal di Kosan tersebut.


Riyan menyimak dan menjadi pendengar yang baik, tanpa bermaksud memotong terlebih dulu,


" Jadi seperti itu ceritanya"


"apa aku ini egois, apa menurutmu aku ini istri durhaka Yan ?"


Riyan menghembuskan nafasnya kasar, dan sesaat memandang wajah Syaqina yang tertunduk sesekali matanya tampak terpejam


" aku ngerti kamu pasti marah, kecewa denganya itu manusiawi kok Sya dan jika itu terjadi padaku aku juga bakal ambil sikap yang sama, tapi kembali lagi semua yang terjadi pada kehidupan ini semua atas skenario Tuhan perasaan marah, benci, kecewa itu normal , manusiawi, tapi logika kita juga harus mengimbangi "


Riyan menjeda ucapannya sesekali melirik Syaqina yang tengah sibuk menenangkan hatinya yang kembali bergejolak karena dengan menceritakan semuanya sama halnya dengan membuka luka lama yang sudah mulai kering.


"kalau mau nangis lepasin saja jangan ditahan setidaknya dadaku tak akan sesak lagi, nggak usah ditahan nggak perlu malu wanita itu memang perisai andalannya ya airmata"


mendengar ucapan sarkas Riyan Syaqina semakin terguncang tubuhnya artinya ia sedang menangis hebat, diasongkanya beberapa lembar tisu oleh Riyan karena ia tahu saat ini benda tersebut yang paling ia butuhkan


Suasana menjadi hening beberapa saat sesekali terdengar suara isakan dari tangisan Syaqina Riyan sangat paham dengan situasi saat ini, maka ia memilih menjadi teman yang baik untuk Syaqina menuntaskan kesedihannya, setelah puas menangis mata cantik itu kini sudah berubah memerah dan membengkak karena hampir 30 menit ia menangis, tak lagi terdengar suara isakan itu artinya Syaqina sudah menuntaskan hasratnya.


" udah nangis nya ? sekarang minum dulu biar enakan atau mungkin kamu mau pesan makan lagi ?"


Syaqina hanya memandang sekilas kearah Riyan sebenarnya ia sedang menyembunyikan rasa malunya, karena Syaqina termasuk orang yang tidak suka menunjukkan kesedihannya apalagi air matanya di hadapan orang lain.

__ADS_1


" aku tahu kamu tuh malu, biasa aja nggak ada yang salah kok dengan airmata, perempuan yang kuat bukan berarti ia tak pernah menangis, perempuan yang tangguh bukan berarti dia tak pernah rapuh, aku tidak akan pernah mengejekmu karena menangis karena kita sekarang bukan kita yang dulu masih Putih abu -abu, kita sekarang sudah menjadi manusia dewasa "


mendengar ucapan Riyan Syaqina pun merasa tenang dan tersenyum kecil, ternyata Riyan yang dulu tampak seperti bad boy sewaktu zaman Sekolah kini sudah bermetamorfosa menjadi lelaki dewasa dan matang dalam berpikir meski usianya baru 24 tahun


" Terimakasih ya Yan , kamu udah menjadi teman mendengar yang baik untukku"


"Iya sama - sama, yang terpenting sekarang aku nggak mau melihatmu bersedih dan memendam semua masalah sendiri, ingat ada kehidupan lain dalam tubuhmu yang sedang tumbuh, dia lebih berhak mendapatkan kebahagiaan bukan kesedihan, aku janji akan selalu menjadi teman yang selalu ada saat kamu membutuhkan apapun itu, termasuk bahu untuk bersandar"


" kamu tuh.. ang dasar menyebalkan"


" biarlah aku menjadi orang yang menyebalkan siapa tahu suatu saat aku akan menjadi orang yang selalu kamu rindukan "


" Riyan.....!! huh dasar tukang gombal remahan, beraninya cuma gombalin emak -emak bunting"


Riyan terkekeh melihat reaksi Syaqina dengar wajah mode sebalnya


"Hah... maksud kamu apalagi nih ? dasar ya kamu "


"ya kan tetangga depan rumah gue itu anak gadisnya bernama Indah juga"


" ishh.. Nggak lucu garing tahu "


" nggak lucu tapi bisa bikin kamu terhibur kan ?"


"Iya.. Iya aku akui kamu emang rajanya gombal meskipun tembakanmu hanya recehan "


"hemm... untung cantik, coba kalau enggak udah aku karungin deh "


" ya udah kita pulang yuk.. udah malam kasian kamu pasti capek banget"

__ADS_1


Kedua orang berbeda jenis kelamin itupun beranjak dari tempat duduknya setelah Riyan terlebih dulu membayar ke meja kasir. disusul Syaqina yang berjalan juga ke pintu keluar, setelah sampai di parkiran Riyan pun membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Syaqina masuk dan duduk sesaat merekapun sudah melanjutkan perjalanan menuju Kosan Syaqina.


Dari jauh semenjak kedatangan Syaqina dan Riyan di tempat ini tanpa mereka tahu ada sepasang mata yang terus memperhatikan kedekatan mereka bahkan memotret beberapa moment yang jika sepintas dilihat bisa menimbulkan kesalah pahaman


suasana di dalam mobil pun tampak hening, Syaqinaa tampak asyik menikmati pemandangan jalanan diwaktu malam dari kaca jendela mobil, Riyan yang tampak fokus dengan kemudinys sesekali ekor matanya melirik perempuan yang duduk di jok sebelahnya


" jadi rencana kamu kedepannya gimana ? apa kamu bakal tetep sama keputusan kamu yang seperti ini, mengingat sebentar lagi bayi kalian akan lahir, kamu yakin akan melalui semuanya tanpa dia?"


Riyan yang masih merasa belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dirinya kembali bertanya perihal keputusan Syaqina yang engan untuk kembali pada suami ya saat ini.


"jujur Yan kadang aku masih ragu apa aku bisa melewati semua itu nantinya, tapi kembali lagi jika ingat apa yang sudah dia lakukan sangat keterlaluan selama 2 bulan kami menjalani rumah tangga disaat kami masih belajar saling menerima keberadaan satu sama lain, bahkan mungkin kita baru belajar untuk memulai mencintai, namun pada akhirnya ketidakjujuranya menghancurkan itu semua, aku merasa menjadi manusia terbodoh yang dengan mudahnya mempercayai semua kebaikan dari seseorang yang tidak pernah aku kenal sebelumnya, bahkan dengan gampangnya aku menerima pernikahan itu dan berusaha menjadi istri yang baik karena aku menganggapnya sebagai malaikat penolongku tak tahunya dialah malaikat pencabut maut Ayahku"


" udah.. Syaqina jagan lagi kamu ingat itu, aku nggak mau moodmu menjadi buruk, aku tahu kamu masih butuh waktu untuk meredakan rasa marah dan kecewamu ini hanya masalah waktu, aku nggak akan lagi bahas ini ok.. "


Riyan kembali menenangkan Syaqina yang mulai terbawa pada perasaannya yang membuat mood nya memburuk dan akan memicu stress.


Suasana kembali hening, tanpa terasa mobil yang dikendarai Riyan sudah sampai di depan gerbang Kosan Syaqina, setelah menghentikan mobilnya Syaqina pun membuka pintu mobil itu sendiri tanpa menunggu Riyan yang membukakan


" Terimakasih ya Yan, untuk hari ini , udah malam aku turun ya, kamu juga harus istirahat"


" emh.. sama - sama Sya, aku cuma pingin kamu happy itu saja, selamat malam ya Have nice dream "


" ok.. hati - hati dijalan ya"


" kamu masuk dulu, baru aku balik "


serunya sambil tersenyum manis, Syaqinaa pun turun dan menutup kembali pintu mobil Riyan daan berjalan masuk setelah terlebih dulu membuka pintu gerbang bercat putih itu, sampai tubuh itu menghilang Riyan baru menghidupkan kembali mesin mobilnya dan melajukan kembali mobilnya menuju rumahnya yang hanya berselang beberapa blok dari Kosan ini.


Terimakasih ya READERS setiaku ❤ karena berkat dukungan kalian semua novel Cinta orang biasa ini akhirnya lulus kontrak, semoga AUTHOR semakin bersemangat dan lebih berkualitas lagi ya membuat ceritanya. tetap LIKE, dan juga komentarnya ya 🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2