
Sepanjang perjalanan pulang dari klinik dokter Clara Syaqina lebih banyak diam bahkan suasana sangat hening karena Shaka sepertinya tahu jika istrinya sedang kesal terhadapnya
" kamu marah ?"
ucap Shaka yang tak tahan dengan keheningan itu,
" nggak kok "
" terus kenapa diam saja "
" nggak apa - apa "
Srtttt
Shaka mengerem mobilnya dengan mendadak hingga membuat Syaqina terkejut
" kamu apa - apaan sih main ngerem mendadak gitu "
sebenarnya Shaka sudah mengambil jalur kiri dari dari tadi karena ia menjalankan mobilnya dengan pelan semenjak mengetahui istrinya sedang merajuk
" aku tuh paling nggak suka melihat kamu cemberut gitu"
" aku tuh nggak apa - apa cuma sedikit kesel saja kamu tuh terlalu berlebihan, aku itu udah biasa ngerasain kayak gitu sendiri lagipula aku yang lebih ngerti karena selama ini semua aku jalani sendiri, terus terang aku kurang nyaman dengan sikap over protective kamu itu "
" jadi kamu nggak nyaman dengan kekhawatiran aku seperti ini tadi ? maaf ya aku hanya mencoba menjadi suami dan Ayah siaga buat kamu dan calon bayi kita"
" iya sudahlah sekarang kita pulang, aku capek pingin istirahat"
__ADS_1
" beneran karena capek ? bukan karena masih marah ?"
" iya aku tuh capek mas pingin istirahat"
" iya iya.. kita pulang sekarang"
# Syaqina POV#
Jujur aku nggak tahu harus bahagia, seneng ataupun sedih. aku sendiri tidak tahu dengan suasana hatiku sejak semalam, aku seneng ketika nanti bayiku lahir dua tidak kehilangan Ayah kandungnya, tapi disisi lain hatiku masih berat untuk memaafkan kesalahannya Shaka
aku bingung jujur aku tidak nyaman dengan semua sikap berlebihan Shaka terhadapku aku merasa risih dan tak nyaman dengan semua itu, dan satu lagi masalah terbesar ku bagaimana aku bisa menghadapi teman - teman di kantor besok, terlebih dengan Riyan gimana aku harus menjelaskan padanya nanti ketika kami bertemu.
Jika aku berhenti bekerja bagaimana mungkin aku akan menggantungkan hidupku pada Shaka meski aku tahu itu tanggung jawabnya, namun aku tidak akan kembali kerumah itu sebelum hatiku benar - benar sudah bisa menerima Shaka.
Rasa bersalahku akan selalu muncul ketika aku menikmati semua fasilitas hidup yang di berikan oleh keluarga Shaka sedangkan dia yang sudah membuat Ayahku meninggal, aku merasa telah menukarkan nyawa Ayahku dengan semua kemewahan dalam keluarga Darmawan Mahantara, aku yang sangat bersalah dalam hal ini.
# POV OFF
" nggak usah tadi aku sudah membeli buah, dan susu aku masih ada "
" iya tapi kan ada baiknya kamu tidak hanya meminum satu rasa saja biar tidak bosan "
" nggak perlu, aku cukup menyukai rasa yang biasa aku minum"
" ok.. baiklah kalau itu maunya kamu, sekarang kuta pulang saja, maaf ya kalau aku tiba - tiba hadir dengan membawa ketidak nyamanan untuk kamu, aku hanya ingin menebus kesalahan yang sudah aku perbuat sama kamu dan bayi kita, dan juga pada Ayah kamu, aku tahu kamu belum bisa memaafkan aku, kamu menerimaku disampingmu tadi malam karena kamu merasa tidak enak dengan Papa dan Mama, aku tahu itu kamu belum bisa memaafkan aku, bahkan mungkin kesalahanku tidak bisa dimaafkan. tapi aku akan berusaha untuk mendapatkan maaf itu Sya, karena aku tidak sengaja melakukanya"
" kamu memang tidak sengaja, namun kamu sengaja membohongi aku. seandainya saat itu kamu jujur mungkin aku nggak akan merasa sebodoh ini"
__ADS_1
" karena aku terlalu takut kehilangan kamu, apalagi setelah kita menikah aku benar - benar tak ingin kehilangan kamu, aku tahu caraku mempertahankanmu yang salah , aku minta maaf "
" aku memang wanita paling bodoh begitu mudahnya percaya dengan orang asing yang menawarkan sejuta kebaikan, bahkan aku dengan mudahnya menyerahkan harga diriku pada orang yang belum aku yakini kalau hati ini mencintainya, jujur ketika aku tahu aku mengandung aku sangat hancur dan marah kenapa harus ada dia di rahimku sedangkan aku belum siap secara lahir batin hatiku masih sangat terluka dengan kebohonganmu, sementara aku harus menerima kenyataan telah tumbuh benih kamu di rahimku"
tanpa kata - kata Shaka menarik tubuh Syaqina dalam pelukannya tangisnya pecah bagai seorang yang tengah patah hati, terlihat jelas rasa penyesalan dan bersalah di sorot mata pria gagah yang kini terlihat begitu kurus itu.
" maafkan aku Syaqina, aku memang bukan lelaki yang baik aku hanya bisa menyusahkanmu dan membuatmu menderita, aku janji akan menbusnya dengan seluruh hidupku untuk membahagiakan kalian "
Syaqina masih terdiam tak perduli dengan semua penyesalan dan airmata Shaka saat ini,
" maaf Mas jika aku terlalu egois "
" aku mengerti, jika aku diposisimu pasti akan melakukan hal yang sama, sekarang izinkan aku menebus semuanya kepergianmu selama lima bulan sudah cukup menyiksamu, dimana setiap saat rasa bersalahku terus menerorku seperti hantu, aku bahkan tidak sanggup.untuk terpejam membayangkan penderitaanmu hidup sendiri dalam keadaan mengandung, pasti berat beban yang harus kamu tanggung, belum lagi pandangan orang - orang di luar sana kamu mengandung tanpa adanya suami kamu, dan bahkan kamu harus bekerja dalam kondisi seperti ini."
Shaka menghela nafas panjang sesekali menyeka air matanya yang sudah membanjiri pipinya
" Syaqina Azzahra maukah kamu memberikan kesempatan untukku menebus kesalahan yang sudah aku buat terhadap kamu dan bayi kita selama ini, jika itu tidak untukmu maka aku akan melakukannya untuk anak kita, aku tahu dia hadir disaat kita belum.ada rasa cinta yang terucap, tapi aku tahu dia hadir sebagai bukti adanya cinta diantara kita yang Allah hadirkan untuk kita bisa saling mencintai dan membesarkan anak itu dengan cinta kita berdua "
" Mas.. "
belum sempat Syaqina melanjutkan ucapannya mulutnya sudah di bekap dengan bibir Shaka yang ****** bibir pink alami itu dengan lembut
" apapun keputusanmu nanti aku akan ikut, tapi untuk sekarang ini biarkan aku memenuhi tanggung jawabku padamu dan juga pada bayi kita, hari ini kita pindah kerumah kita yang sudah aku perjalanan sejak lama jika kau menikah aku akan membawa kalian untuk tinggal dirumah itu, meski tak semerah dan semewah rumah Papa dan Mama namun itu semua hasil jerih payahnya sendiri"
"apa kamu keberatan untuk ti gagal di kontrakan yang sempit dan tidak ada pak- apanya itu ?"
" bukan aku keberatan, tapi izinkan aku bertanggung jawab pada kalian untuk memberikan kehidupan yang selayaknya bukan berarti tempat kamu selama ini tidak layak tapi akan lebih baik jika untuk kondisi kamu saat ini kamu dimudahkan dengan fasilitas yang ada, maaf jika kamu tidak menyukai peryataanku ini "
__ADS_1
Syaqina tampak berpikir sejenak mencoba mencerna setiap kata yang diucapkan Shaka terhadapnya, meski hatinya belum bisa memaafkan namun iya tahu kalau Shaka tulus meminta maaf dan berusaha bertanggung jawab terhadap dirinya dan juga jabang bayi yang di kandungnya. dan lagi ia tak ingin memperburuk keadaan Pemberitaan tadi malam mengenai keberadaannya sebagai menantu keluarga Darmawan Mahantara sudah cukup membuat nama keluarga Darmawan Mahantara menjadi perbincangan hangat banyak pro dan juga kontra yang tak sedikit menyudutkan keluarga kolomerat ternama tersebut.
Hal itulah yang membuatnya berpikir ulang untuk mengambil jalan damai dengan menyetujui permintaan Shaka untuk tinggal bersama dan menempati rumah yang telah Shaka persiapkan untuknya, meski hatinya masih terganjal untuk bisa memaafkan namun untuk sekarang hal itu bukanlah hal terpenting baginya. bagaimanapun keluarga Darmawan Mahantara sudah sangat baik terhadapnya yang hanya dari kalangan orang biasa yang tak memiliki tahta apalagi harta.