Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
20. kejutan


__ADS_3

Mobil yang membawa mama Vina dan papa Andi telah sampai di parkiran rumah kediaman Darmawan Mahantara kedatangan nyonya dan tuan besar itu disambut oleh beberapa pelayan dan pekerja di rumahnya yang telah ia tinggalkan selama satu minggu ini, sang majikan pun menyapa satu persatu pekerjanya tanpa terkecuali meskipun mereka adalah kaum bangsawan namun mereka memperlakukan seluruh asisten rumah tangga dan pekerjanya dengan sangat baik.


"Selamat datang kembali dirumah tuan, nyonya"


ucap salah satu kepala pelayan.dan dijawab dengan ramah oleh sang majikan.


Sementara Syaqina yang baru saja selesai menyiapkan masakan untuk makan siang segera menyambut kedatangan mama dan papa mertuanya


"Selamat datang kembali dirumah mah, Pah"


sambil menyalami dan mencium punggung tangan keduanya dengan bergantian, dan mama dilanjutkan dengan pelukan hangat sang mama mertua


"sayang... bagaimana kabar kamu?"


"Syaqina baik-baik saja mah"


"Shaka tidak macam-macam kan sama kamu sayang ?"


" iya mah dia baik kok, oh ya masakan sudah siap apa Mama papa mau makan siang sekarang?"


"tentu saja papa dan mama ke atas dulu ya ganti baju dan kita makan siang"


kedua mertua Syaqina pun beranjak ke kamar mereka untuk membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum akhirnya mereka turun kembali ke meja makan. di meja makan sudah tertata beberapa menu masakan kesukaan Mama Vina dan Papa Andi semua Syaqina yang masak khusus hari ini sebagi acara sambutan untuk kepulangan sang mertua.


"wah... semua ini kamu yang masak sayang ?"


tanya Mama Vina setelah melihat menu makanan tersaji dengan apik di meja makan


"iya mah sya masak khusus untuk menyambut mama dan papa"


"papa jadi nggak sabar nih mah untuk mencicipinya"


merekapun menikmati makan siang dengan khidmat tanpa ada suara kecuali dentingan sendok dan garpu beradu dengan piring. belum lagi selesai makan siang mereka sudah di kejutkan dengan kehadiran tiba-tiba sesosok tak terduga sebelumnya.


"jadi lagi asik makan siang nih"


suara yang terdengar tak begitu asing oleh penghuni ruangan tersebut


"Esha sayang...."


Mama Vina langsung memeluk anak lelaki keduanya itu penuh rindu

__ADS_1


"jadi kamu tadi sedang mengerjai mama ya"


"Esha rindu sekali dengan mama"


keduanya berpelukan sangat lama bahkan mama Vina sampai menitikkan air mata


"jadi papa nggak di peluk nih"


"papa.. Esha juga rindu "


Syaqina hanya terdiam menyaksikan pemandangan mengharukan ini, meski ia tidak terlalu paham siap lelaki berperawakan kurang lebih sama dengan Shaka namun tidak dengan wajahnya karena lelaki itu masih membelakangi Syaqina, namun dapat dipastikan kalau itu pasti salah satu anak Mama Vina dan Papa Andi yang berada di luar negeri. setelah beberapa Saat kedua orang tua dan anak itu saling melepas kerinduan, mama Vina menyadari keberadaan menantunya yang sedikit terabaikan.


"Oh iya sayang .. Maaf ya perkenalkan ini abang ipar kamu"


Syaqina pun berdiri dan lelaki itu pun membalikkan badan ya untuk menghadapinya dan...


"kak Mahes?!!"


"ka..kamu..boneka Syaqi?"


keduanya sangat terkejut dengan keberadaan masing masing-masing


ada rasa bahagia dan membuat mereka lupa akan sesuatu yaitu status dan keberadaan mereka


"boneka syaqi"


melihat pemandangan yang tak wajar begini mama Vina dan papa Andi terbengong dan bingung melihat anak keduanya memeluknya menantunya seperti nya mereka saling kenal.


"Maaf.. kak tolong lepasin aku"


"Oh.. Maaf kenapa kamu bisa dirumah orang tuaku ?"


"bisa kalian jelaskan ini sayang ?"


ucap mama Vina dan papa Andi bersamaan


" oh.. iya ini Syaqina istri adik bungsumu"


"apa ??? jadi Shaka sudah menikah?


"iya nak,.. 1 minggu yang lalu si bungsu menikah dengan Syaqina ini"

__ADS_1


seketika hati Mahes luluh lantah ada rasa sakit,sedih, kecewa di hatinya mendengar penjelasan mama Vina. gadis yang selama bertahun tahun iya cintai dan iya rindukan kini justru telah menjadi istri adik kandungnya


Mahes pun duduk terdiam air matanya meleleh seolah meluruhkan kesan tampang gagah dan maskulinnya.


Sementara Syaqina mematung dan hanya bisa menunduk dalam kecemasan.


"kamu kenapa sayang?"


mama Vina mendekati anak lelaki keduanya itu


"Esha.. nggak apa-apa mah Esha capek pingin istirahat"


"maaf mah.. Syaqina permisi ke kamar dulu" sepertinya Syaqina cukup tahu diri untuk memberi ruang pada Mahes dan mamanya untuk bisa menjelaskan keadaan ini.


"iya sayang.. pergilah"


Syaqina pun melangkah menaiki tangga menuju kamarnya meninggalkan mama Vina dan papa Andi serta Mahes.


"sayang.. Esha bisa jelaskan pada kami"


tanya Mama Vina setelah memastikan Syaqina sudah masuk ke kamarnya dan tidak akan mendengar percakapan mereka.


"jadi gini mah, Esha sudah mengenal Syaqina sejak dia kelas 2 SD waktu itu Esha kelas 6 SD mah dia sedang di bully oleh teman-teman nya karena dia tak memiliki ibu, Esha nggak tega melihatnya hampir setiap hari di bully teman-teman nya bahkan tak jarang sampai dilukai, Esha yang sekolahnya bersebelahan dengan sekolah dia membuat Esha sering membantunya menghadapi teman-teman nya yang nakal


flash back on


seorang anak kecil memakai seragam SD tengah menangis tersedu-sedu rambutnya terikat dua dengan pita warna pink, gadis kecil yang sangat manis sekolah telah dalam suasana sepi karena untuk anak SD jam belajar mereka hanya sampai pukul 11.30. entah apa yang membuat gadis itu terus mengisak dan menangis, hingga menarik perhatian seorang siswa yang sama memakai seragam SD juga namun kali ini sudah lebih besar usianya kurang lebih 11 tahunan, mendengar suara tangisan dari arah halaman belakang sekolah anak tersebut mencoba mencari tahu


"kamu kenapa kok disini sendirian dan menangis ?"


ucapnya sambil mendekat kearah anak kecil tersebut. namun ia justru semakin menangis sejadi jadinya


"hey... tenang lah jangan tambah nangis, apa kamu belum dijemput ?atau kamu sedang menunggu Kakak mu mungkin?"


pertanyaan-pertanyaan itu hanya dijawab dengan gelengan kepala saja, sementara dari jarak yang begitu dekat terlihat baju seragam atasnya sudah penuh dengan noda, ada bekas noda coklat, bahkan bekas minuman yang pasti kondisi gadis kecil itu sangat kacau saat ini.


"nama kamu siapa? apa perlu aku antar kamu ke pos SATPAM mungkin kamu bisa menunggu orang tuamu disana adik kecil ?"


lagi-lagi gadis kecil itu hanya menggelengkan kepala


"Ya sudah kalau kamu tidak mau kamu jangan menangis, kakak akan kembali masuk ke kelas kamu tunggu saja disini"

__ADS_1


gadis kecil tersebut bernama Syaqina Azzahra iya dapat bersekolah di sekolah Elite ternama ini berkat bantuan seseorang yang menjadi yang kebetulan menjadi kepala sekolah disini, yang ternyata bersahabat dengan ayah gadis kecil tersebut. melihat keadaan sahabatnya yang masih terpuruk setelah ditinggal istri dan ibu dari anak kecil tersebut membuat hati pak Danuarta merasa iba dan akhirnya menawarkan untuk membantu anaknya sekolah di tepatnya dengan biaya dari Yayasan sekolah secara gratis.


Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍


__ADS_2