Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
13. Hari pernikahan


__ADS_3

Pagi ini setelah sarapan pagi keluarga Darmawan Mahantara sedikit disibukkan dengan persiapan acara pernikahan putra Bungsu keluarga tersebut. meski acara hanya akan dilaksanakan secara sederhana dan hanya dihadiri keluarga dekat yang namanya pernikahan juga tetap butuh persiapan.


"Shaka,. Syaqina... setelah selesai sarapan kalian harus datang ke butik untuk fitting baju buat besok ya Mama udah persiapkan semua kalian tinggal temui Mbak Yuri saja "


titah Mama Vina kepada Shaka dan Syaqina


"Iya Mah sekalian Shaka mau ke kantor ada pekerjaan yang urgent harus diselesaikan hari ini juga"


jawab Shaka sambil meneguk air putih pertanda menyudahi sarapannya.


"kamu ini ya besok kamu tuh mau nikah tapi masih ngurusi pekerjaan juga, kamu kan bisa wakilkan sama asisten kamu si Rega masak iya tidak bisa"


protes Mama Vina yang merasa geram seolah Shaka sudah menjadi budak untuk pekerjaannya padahal dia sendiri boss nya. dan tidak akan ada masalah jika diwakilkan oleh orang lain terutama asisten pribadinya.


"Mama lupa ya Rega masih di Kalimantan mengantikan Shaka dia stay mengawasi proyek disana selama 3 minggu ini, Mama jangan khawatir cuma sebentar saja kok sekalian nanti Syaqina ikut ke kantor biar nggak bolak balik."


"ya sudahlah ,, terserah kalian saja gimana enaknya yang penting untuk acara besok harus beres, Mama nggak mau anak dan menantu mama ini besok nggak maksimal penampilannya, apa kata dunia anak Miss Vina Darmawan Mahantara desainer ternama ketika putra bungsunya menikah busananya tidak paripurna kan lucu, bisa luntur dhonk popularitas Mama sebagai designer kondang"


mama Vina terus berkelakar hingga membuat Syaqina ikut tersenyum kecil, hatinya masih belum yakin seperti mimpi besok iya akan menikah dengan putra Bungsu kolomerat Darmawan Mahantara dan juga anak dari desaigner ternama Vina Darmawan Mahantara yang terkenal dengan brand nya VDM yang cukup terkenal di negeri ini.


"kalau begitu kami bersiap ya Mah ntar keburu siang waktunya nggak cukup karena masih banyak yang harus di selesaikan hari ini"


"Iya mama tahu sekarang juga kalian bergerak"


keduanya pun berjalan beriringan menuju kamar masing masing. tak berapa Lama Syaqina sudah bersiap dengan gamis kekinian berwarna pastel berpadu dengan hujan berwarna senada, dengan polesan make up tipis cenderung natural. Shaka kali ini tetap dengan pakaian semi formalnya karena dia masih harus ke kantor sebentar untuk menyelesaikan pekerjaannya.


merekapun beriringan menuruni anak tangga setelah berpamitan merekapun langsung menuju ke butik terlebih dulu karena ini hanya sebentar saja. mobil BMW seri terbaru pun melaju sedang menuju butik VDM . sesampai disana langsung menemui mbk Yuri selaku orang yang dipercaya sang Mama mengelola butik ini.


"selamat pagi Mas Shaka dan nona.. silahkan langsung tunggu disini sebentar biar bajunya dipersiapkan dulu"


pinta salah satu karyawan butik


"hay....tampan wah.. jadi si bungsu yang mau nikah, mbak kira kalau kakak kamu Esha yang mau nikah rupanya malah si ganteng yang satu ini"


belum lagi sempat Shaka menjawab mbak Yuri sudah nyerocos seperti petasan


"Iya mbak, jodoh Shaka udah datang duluan Esha masih keenakan menikmati masa jomblonya"


jawab Shaka sekenanya


"jadi ini calon kamu Shaka?"


tanya Mbak Yuri sambil mengarahkan pandangan pada Syaqina yang berdiri tak jauh dar Shaka


"Iya perkenalkan ini calon Shaka mbak"


"Syaqina "


"Yuri.. tapi sepintas nama kalian mirip ya ? Shaka vs Syaqi wah... memang jodoh nih"


Mbk Yuri memang orangnya humoris dan yang pasti sangat ramah, oleh sebab itu pelanggan setia butik ini sangat puas dengan pelayanannya.


" oh iya.. Shaka kalau mbak perhatikan, calon istri kamu ini sangat cantik natural nggak seperti yang dulu dulu, apalagi yang namanya Camila itu mbak sangat nggak suka kamu sama dia mbk berdoa supaya kalian tidak berjodoh dan akhirnya doa itu terkabul"


"mbak Yuri bisa saja, jangan buka kartu mbak malu ada calon istriku"


"ya deh, mbak ngerti... sekarang Shaka tunggu sebentar ya biar Syaqi fitting bajunya dulu"


Shaka hanya menjawab dengan mengangguk. tak berapa Lama Syaqina pun keluar dari ruang ganti mengenakan kebaya putih rancangan Mama Vina yang sangat indah sederhana namun tetap berkelas.


"gimana nih Shaka menurut kamu?"


tanya Mbak Yuri setelah Syaqina mengenakan gaun tersebut.


Shaka tampak terkesima dengan kecantikan yang begitu natural, meski Syaqina berasal dari keluarga yang biasa saja, namun pesonanya tak kalah dengan kelas bangsawan.


"cantik ...cantik banget mbak"


"hemmm,, dasarnya orangnya cantik apalagi ditambah bajunya yang sangat elegant ini tentu akan perfect pokoknya cantik paripurna "


mbak Yuri ikut memuji kecantikan Syaqina. Sementara Syaqina masih tetap dengan mode Malunya, tak banyak bicara hanya tersenyum saja.


"kamu memang pinter pilih calon, sudah cantik, penampilannya tertutup begini, bener-bener udah berganti selera kamu, dari beberapa cewek yang pernah kamu bawa hampir semuanya penampilannya sexy dan terbuka, jujur mbak paling suka dengan yang ini pasti di jamin original taste "

__ADS_1


"mbak apaan sih.."


jawab Shaka sedikit berbisik takut terdengar Syaqina


"tenang... dia nggak akan dengar kan lagi ganti baju ".


Setelah fitting selesai dan berpamitan keduanya pun meninggalkan Butik lanjut menuju ke perusahaan yaitu DH corp. sepanjang perjalan mereka lebih banyak diam dan sesekali saling melirik, Syaqina lebih suka menikmati pemandangan di luar melalui kaca jendela mobil.


"hemm... kok cuma diem saja"


Shaka membuka percakapan


"memang mau apa kamu diam ya aku diam dhonk"


jawabnya masih dengan tetap menatap keluar jendela mobil.


"gimana kalau setelah kita menikah kita tinggal di apartemen?"


"terserah kamu saja gimana baiknya"


"tapi ...apa mungkin mama bakal kasih ijin"


ucapnya lagi dengan ragu


"kita bilang saja kita mau mandiri, dan biar lebih mudah untuk kita saling mengenal satu sama lain"


"tapi mama pernah bilang kalaupun menikah gue harus bawa bini gue untuk tinggal dirumah utama, karena mama nggak mau kesepian. karena setelah aku menikah mama berencana akan mewariskan butik yang di kelolanya itu untuk istriku"


"apa kita bisa berharap banyak untuk pernikahan kita ini?"


pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir merah cerry Syaqina, dan membuat Shaka terdiam sesaat.


"menurutmu aku main-main dengan pernikahan ini?"


terlihat ada mode Marah dari raut wajah Shaka


Syaqina hanya terdiam mulutnya seperti terkunci dan sulit untuk terbuka.


DEGGGGG


Dada Syaqina seperti terhimpit gajah dengan berat sekian ton hingga membuatnya sesak tak dapat bernafas apalagi berkata-kata selain hanya berair mata.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Sesuai dengan hari yang telah ditentukan hari ini merupakan hari H pernikahan Syaqina dengan Shaka. pernikahan hanya digelar secara sederhana yang dihadiri oleh keluarga terdekat saja, bahkan kedua kakak Shaka tidak bisa hadir karena mereka yang tinggal di luar negeri tidak bisa pulang begitu saja untuk menghindari pernikahan adik bungsunya.


Syaqina telah siap di rias dan kini duduk diantara tamu yang menghadiri dan menyaksikan ijab Qobul Shaka dan Syaqina. keduanya tampak begitu serasi dengan balutan busana yang senada, Shaka tampak gagah mempesona dengan setelan jas berwarna putih sementara Syaqina berbalut kebaya dengan aksen beberapa payet mutiara yang elegant.


setelah terdengar Shaka melafalkan qobulnya dengan lantang dan lancang hanya dengan satu tarikan nafas hingga terdengar kata SAH oleh para saksi.


sesaat airmata Syaqina tak mampu lagi terbendung yang sedari tadi sudah berusaha Syaqina tahan.


Kini mereka telah Sah dimata agama dan juga hukum sebagai suami istri mereka bergantian melalaikan cincin kawin yang telah dipersiapkan oleh Mama Vina. kemudian berlanjut dengan prosesi photo saling memegang buku nikah, dan dilanjutkan sesi photo dengan para orangtua dan sanak keluarga.


Halaman belakang Rumah kediaman Darmawan Mahantara telah disulap menjadi tempat ijab Qobul denga desain mirip party garden bernuansa putih. meskipun sederhana namun tetap berkesan dan mewah. meski pernikahan ini tanpa resepsi karena memang ini keinginan Shaka mengingat pernikahan ini terlaksana masih dalam beberapa keraguan oleh karenanya Shaka tak ingin berlebihan terlebih dahulu.


syukuran keci-kecilan pun telah usia kerabat yang datang pun satu persatu mulai berpamitan meninggalkan tempat acara hingga tersisa keluarga inti dan sepasang pengantin baru itu saja.


papa Andi dan Mama Vina sore ini juga harus ke Surabaya untuk menghadiri acara pernikahan rekan bisnisnya sehingga usai acara pernikahan tadi mereka berdua langsung bersiap karena sesuai rencana mereka akan keluar kota selama satu minggu selain menghadiri resepsi mereka juga ada kunjungan bisnis dengan beberapa kolega sang Papa.


Setelah memasuki kamar mereka Shaka langsung melucuti pakaiannya untuk segera pergi mandi dan membersihkan diri setelah dua puluh menit Shaka pun keluar dengan rambut basahnya dan mengenakan kaos rumahan dan celana pendek berwarna cream.


Syaqina seakan terpesona dan terbius oleh ketampanan lelaki asing yang kini berstatus suaminya.


"Syaqina.. kamu nggak mandi?"


namun tak ada sahutan justru ia terbengong melihat pesona lelaki asing itu


"bengong lagi,.. kenapa naksir dengan kegantenganku ya?"


"ah,..pede banget sih"


jawanya dengan malu-malu pipinya tampak memerah

__ADS_1


"habisnya liat aku bengong gitu"


"baiklah aku mandi dulu"


"yakin nggak butuh bantuan buat lepas jilbab dan baju kamu itu?"


"emhh.. boleh deh bantuannya untuk membuka jilbab ku aku tahu ini akan sedikit merepotkan"


"ya udah sini"


Shaka pun menghampiri Syaqina dan mendudukkannya di depan meja rias dan mulai melepas jarum penyemat supaya jilbab yang dikenakannya rapi.


"udah .. bajunya nggak sekalian aku bantu bukain"


Shaka sedikit menyeringai menggoda Istrinya


"enak saja ..mau curi kesempatan ya?"


"loh kok gitu, kan aku cuma menawarkan jasa sayang..kamu lupa ya kita ini udah nikah lo jadi nggak akan dosa kalau aku bantu buka baju mu justru bisa jadi pahala untuk kita"


"huh..dasar fiktor"


Syaqina mendengus dan dengan cepat berlari ke kamar mandi dengan melupakan sesuatu.


Shaka merebahkan tubuhnya yang terasa lelah keatas kasur hatinya sedikit lega setelah pernikahan ini setidaknya janjinya pada almarhum pak Damiri telah ia tunaikan. meski mungkin akan banyak hal yang akan terjadi setelah ini.


Sementara didalam kamar mandi Syaqina yang telah selesai ritual mandinya merasa bingung setelah menyadari ia tak membawa baju ganti yang sudah dia siapkan di meja rias tadi, tak mungkin ia akan keluar hanya dengan handuk mengingat disana ada Shaka. mau tidak mau iya pun terpaksa meminta bantuan Shaka


"Shaka... Shaka.. "


panggil Syaqina dengan nada lirih nyaris berbisik, namun iya sadar kalau dengan berbisik mana mungkin Shaka bisa mendengarnya


"Shaka...." panggil sedikit meninggikan suaranya


sadar ada suara memanggil namanya Shaka pun bangkit dari kasur nya, dia sudah menduganya itu suara Syaqina pasti meminta bantuannya terkait baju ganti. karena tadi sebenarnya Shaka tahu istrinya itu melupakan baju gantinya yang sudah dipersiapkan di meja rias


"apa kamu membutuhkan sesuatu?"


"tolong ambilkan baju gantiku "


pekik Syaqina dari balik pintu kamar mandi,


muncullah niat Shaka untuk berbuat iseng


"apa..?kamu ngomong apa? aku tak dengar kalau pintunya ditutup gitu "


sesaat pintu kamar mandi pun terbuka.


"tolong ambilkan baju gantiku?"


ucap Syaqina sedikit memohon


"kenapa nggak ganti di ruang ganti saja "


"nggak mungkin kan aku keluar dengan begini"


Syaqina berbicara dengan kepala yang dia dongakan keluar pintu dengan badan disembunyikan di balik pintu


"memangnya kenapa?kan kamu masih pakai handuk, lagi pula kita udah sah suami istri ngak perlu malu juga, nanti juga kalau udah saatnya kita bakal saling buka -bukaan"


"Shaka!!!๐Ÿ˜ก"


"ya..baiklah aku ambilkan tapi harus ada upahnya?"


"hah..upah apa? Masak iya cuma minta tolong ambilkan baju gantiku harus ada upah, komersil banget jadi suami"


Shaka tersenyum mendengar Syaqina menyebut kata suami, terdengar enak dan berbeda


"nih baju mu, jangan lupa q minta loyalty setelah ini"


tegas Shaka setelah mengasongkan pakaian gantinya.


Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya๐Ÿคฒ mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang belum sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2