
Waktu istirahat dan makan siang pun hampir habis Rega dan Rany masih tampak berjalan menuju lift yang akan membawa mereka pada lantai 7 tempat kerja mereka
"Jadi gimana ? tawaranku tadi ?"
" tawaran apa ?"
" ajakan Dinner tadi ?"
"hah... seriusan, ajakan tadi itu ?"
" apa terlihat sedang bercanda ?"
Rany pun menatap manik mata Rega beberapa saat, hingga Rany menemukan keseriusan diwajah lelaki 25 tahun itu
" emhh... kapan memangnya ?"
" besok malam minggu gimana ? apa kamu ada acara ?"
" nggak ada sih "
" berarti kamu bisa ?"
" ya_ iya bisa "
" makasih ya Ran?"
Rany mengangguk kemudian keduanya tampak tersenyum kikuk
" ok.. sekarang aku kembali ke ruang kerjaku ya , jangan lupa Besok malam jam 19.00 aku jemput kerumah kamu, dan tolong share lock yah alamat rumah nya "
"ada apa dengan Rega ya ? kok jadi aneh gitu ?"
gumamnya dalam hati
Rany pun hanya mengangguk dan tersenyum tipis, kemudian keduanya berpisah menuju ruang kerja masing - masing.
🍁🍁🍁
Di sebuah Mall
Tampak sepasang suami istri tengah berantusias berbelanja berbagai keperluan calon buah hati mereka, mulai dari tempat tidur, almari baju hingga pernak pernik lainya, dan kini mereka berpindah ke store pakaian bayi disana mereka memilih berbagai macam pakaian mulai dari yang new brown sampai usia beberapa bulan kedepan.
" Mas kayaknya udah cukup deh ini belanja nya bahkan udah terlalu banyak ini "
" udah kamu tenang sayang, ini semua untuk anak kita, apapun aku akan berikan segala yang terbaik untuk kalian sayang "
Syaqina pun tak akan mampu melawan kehendak Shaka jika sudah begini, akhirnya ia pun cuma bisa mengiyakan saja ketika Shaka dibuat heboh dengan berbagai macam kebutuhan dan perlengkapan Baby mereka nantinya.
Puas dengan semua belanjaannya Shaka pun mengajak istri tercintanya untuk Makan di sebuah food court yang beda dari mall tersebut,
" Sayang ... kamu mau makan apa ?"
__ADS_1
tanya Shaka sambil menyerahkan list menu yang diserahkan seorang pelayan yang menghampiri mereka
" emmm aku mau sup Buntut plus nasi, sama minumnya orange jus "
" yakin cuma itu nggak mau yang lain ?"
" nggak mas itu udah cukup, lagian sekarang aku kalau kebanyakan makan perut aku rasanya pasti begah dan nggak nyaman"
" tapi kan kamu bisa makan cemilan yang lain , yang nggak bikin kenyang "
"Udah itu saja cukup mas, "
" okay, "
"kamu mau makan apa mas ?"
" ini aku pingin makan Kakap asam pedas, sotong masak hitam , cah kangkung minumnya ice lemon tea "
Setelah writers selesai mencatat pesanan makanan mreka dan diminta menunggu pesanan mereka yang sebentar lagi akan datang
Setelah mereka menyelesaikan makan merekapun bergerak meninggalkan Food court area
" Mas jadi kan antar ke makam Ayah ?"
" tentu saja istriku tercinta, karena aku juga rindu dengan Ayah "
Tiba - tiba wajah Syaqina berubah tak segera tadi, dan hal itu membuat Shaka bingung
" kamu kenapa apa aku ada salah bicara ?"
" ok siap ibu negara "
canda Shaka seraya dengan tangan memberi hormat
" apaan sih kamu mas "
Merekapun sudah berjalan di baseman Mall dan segera meluncur menuju pemakaman umum yang ada di sekitar perkampungan tempat tinggal Syaqina dulu.
Setelah melewati toko bunga Shaka pun menghentikan mobilnya dan segera membeli satu buket bunga lily dan juga tak lupa membeli bunga tabur dan sebotol air mineral
Setelah sampai di pemakaman Shaka memarkir mobilnya dan segera keluar dari mobil kemudian membukakan pintu untuk Sang istri
" Ayok sayang Mas bantu, pelan - pelan turunnya ya ?"
"makasih ya Mas "
Keduanya pun berjalan beriringan tampak Syaqina di depan dan Shaka mengiringi di belakang, setelah beberapa menit berjalan merekapun terhenti tepat di sebuah pusara bertuliskan nama Bapak Damiri
Syaqina pun langsung memeluk haru pusara itu dengan tubuhnya yang tampak terisak
" Yah... Syaqina rindu sekali dengan Ayah, maaf ya Yah Syaqina udah lama nggak nenggokin Ayah "
__ADS_1
Shaka masih terdiam dibelakang Syaqina yang kini sudah mendudukkan dirinya di samping pusara sang Ayah meski dengan susah payah karena terganjal dengan perutnya yang semakin membuncit
" Oh iyaa Yah, Syaqina kali ini kesini membawa calon cucu Ayah ,walaupun awalnya Syaqina susah menerima keberadaannya karena setelah tahu orang yang sudah menyebabkan Ayah pergi dari kehidupan ini adalah orang yang menjadi suamiku , jujur Yah rasanya hati ini masih berat untuk memaafkan tapi ... Syaqina ingat pesan Ayah saat itu kalau Syaqina harus bisa memaafkan orang yang sudah menabrak Ayah, Syaqina berusaha menekan ego itu Yah. Yah.. sekarang usia cucu Ayah ini sudah masuk 8 bulan dan artinya sebentar lagi Syaqina akan menjadi ibu, Semoga saatnya nanti semua lancar ya Yah.. Syaqina selalu berdoa untuk Ayah semoga Ayah bahagia disana "
Air matanya sudah berderai tanpa bisa di tahan sejak tadi ia sampai di depan pusara ini. Shaka pun melihat hal itu berusaha mendekat dan menghibur Istrinya meski mungkin itu akan mendapat penolakan
" Udah ya Sayang, aku tahu kamu sedih dan kamu masih belum bisa memaafkan aku , tapi jangan terlalu lama bersedih apalagi menangis begini di pemakaman, aku tahu dan aku selalu sadar kesalahanku terlalu fatal, bahkan meskipun aku membalas dengan jutaan kebaikan itu tidak akan sebanding dengan kesalahanku, aku hanya tak ingin kamu bersedih karena aku tahu Ayah pasti juga tidak suka melihat kamu seperti ini "
Syaqina pun melirik Shaka dengan tatapan datarnya, meski Ia sudah berusaha memperbaiki hubungan mereka namun, ketika melihat dan mengingat tentang Ayah seperti ini , seakan rasa sakit dan perih itu muncul begitu saja
" Ayah... maafkan Shaka ya , Shaka tak akan bosan dan tak akan berhenti memohon maaf meski mungkin Ayah sudah memaafkanku, namun Shaka tak ingin membuat anak cantik dan kesayangan Ayah ini menangis sedih , karena ulahku Yah..Tapi aku akan terus berjuang mendapatkan maaf Dari putri kesayangan Ayah ini, apalagi sebentar lagi kami menjadi Orang tua Yah, doain semua lancar dan semua sehat ya Yah"
" Sayang... Udah ya kita pulang sebentar lagi hujan akan turun sepertinya "
Syaqina hanya mengangguk merekapun menaburkan bunga dan meletakkan buket bunga tepat diatas pusara Ayah Damiri.
" Yah... Syaqina pulang ya, nanti Saat kesini lagi Pasti Sudah bersama cucu Ayah , Assalamualaikum yah "
Shaka pun membantu sang istri untuk berdiri dan kemudian berjalan meninggalkan Area pemakaman. Dan benar langit sudah tampak tertutup mendung hitam , angin pun sudah berhembus dengan kencang pertanda hujan sebentar lagi akan turun.
" Sayang.. kita langsung pulang kan ? sebentar lagi hujan akan turun , aku nggak mau kamu ketakutan saat hujan petir dan kita masih di jalan "
" iya Mas, tapi kamu jangan khawatir aku sudah tidak seperti dulu lagi saat hujan petir, aku sudah bisa lebih tenang sekarang "
" oh ya ? sejak kapan ? kok bisa ?"
" ya semenjak aku benar - benar hidup sendiri, aku melawan rasa takutku itu dan aku berhasil mengatasinaya, karena akau tahu saat sendiri jika cuma dengan hujan dan petir aku takut dan lemah bagaimana bisa aku bisa melindungi dan menjaga anak yang ada dalam kandunganku nanti, benar pepatah yang aku dengar Jika kita akan menjadi bisa setelah terpaksa , dan aku sudah mengalaminya itu "
" Kamu memang perempuan yang luar biasa Syang, kamu memang berbeda dari kebanyakan perempuan di luar sana, dan aku merasa sangat beruntung bisa memilikimu"
" isshhh.. ngegombal "
" serius kamu memang berbeda kamu begitu sederhana tidak hanya dalam penampilan tapi juga cara berpikirnya sederhana namun dampaknya luar biasa, pantes saja kamu menjadi wanita peristiwa di mata tiga pangeran keluarga Darmawan Mahantara termasuk Riyan sepupu gue "
ucap Shaka dengan sedikit tersenyum
" apaan sih Mas jangan mulai deh "
" iya _ iya maaf gini - gini aku kan cemburu sama Riyan, secara kamu kan deket banget dengan Riyan dan Riyan cerita kalau dia suka sama kamu dari masih.SMA , bayangin kalau kamu di posisi aku saat itu, istrinya dipuja lelaki lain, bahkan ditunggu jandanya "
" tapi kan kalian nggak saling tahu kalau orang itu adalah aku, "
" kalau.aku tahu pasti udah ku hajar habis tuh si Riyan biarpun dia sepupu aku sendiri"
" kamu tuh apaan sih Mas kan yang terpenting aku nggak pernah kasih harapan sama Riyan , aku anggap dia nggak lebih dari Sahabat itu saja"
" ya... aku percaya kok sama kamu sayang, kamu bukan tipe perempuan yang mudah tergoda dengan rayuan laki - laki "
Syaqina pun tersenyum malu kearah Shaka dan Shaka pun menarik tangan Syaqina dan mengecup punggung tangan itu dengan lembut.
" terimakasih wanita sederhanaku I love you so much sayang "
__ADS_1
Maaf ya Readers telat up karena da kesibukan AUTHOR yang saat ini nggak bisa ditinggal,
mohon like, komentar dan juga vote nya 🙏🏻🙏🏻