
Usia kandungan Syaqina kini sudah memasuki 14 minggu atau empat bulan, meskipun tidak banyak perubahan pada diri Syaqina tubuhnya masih terlihat ramping hanya saja perutnya sedikit tampak membuncit meskipun itu tidak begitu terlihat karena Syaqina yang selalu memakai baju longgar jadi terkesan tersamarkan.
Pagi ini mbk Anggi sudah tampak menunggu Syaqina di teras rumahnya karena selama ini mbk Anggi selalu mengajak Syaqina untuk selalu berangkat kerja bareng karena mereka satu kantor dan Mbak Anggi pun sangat senang memiliki teman ketika berangkat dan terkadang pulang bareng meskipun jarang karena mbak Anggi sering harus lembur mengingat jabatanya sebagai kepala Bagian accounting terlebih jika akhir bulan mengharuskannya untuk lembur.
mbak Anggi memang sudah menikah selama 5 tahun namun belum juga di beri kepercayaan memiliki momongan, mungkin karena keduanya yang sama - sama sibuk suami mbak Anggi merupakan Dosen di Kampus tempat Syaqina kuliah entah ini kebetulan ataupun kemudahan yang Allah berikan untuk Syaqina bertemu dengan orang - orang yang baik dan peduli padanya, berkat bantuan Mas Adam suami mbak Anggi Syaqina bisa tetap kuliah meskipun harus pindah mengambil kelas karyawan dan harus berkuliah malam hari yaitu setiap Kamis, jumat, dan sabtu malam berkat bantuan Mas Adam melobi bagian KAPRODI jika ada yang mencari informasi tentangnya maka cukup dijawab dengan alasan telah mengambil cuti. karena kebetulan mas Adam masuk memiliki hubungan familly dengan pemilik Kampus Kusuma Bangsa.
"udah siap Bumil cantik ?"
suara mbak Anggi ketika Syaqina memasuki pekarangan rumah utama
"eh.. Mbak ngagetin deh, loh mbak Anggi udah lama nungguin ?"
"lumayan lah.. "
"maaf mbak jadi nggak enak nih, udah nebeng malah ditungguin "
"udah santai saja, ini tadi karena embak yang siapnya lebih cepat kok"
"maaf ya mbak Syaqina agak telat bangun, si baby agak rewel tadi malam susah diajak tidur alhasil jadi telat deh bangunnya "
" iya embak maklum kok, ya udah yuk kita berangkat "
merekapun memasuki mobil warna putih yang dikemudikan mbak Anggi meluncur membelah jalanan yang masih lengang karena masih pagi jarum jam baru menunjuk pada angka 06.45 karena mbak Anggi ingin lebih santai di perjalanan karena jika masih pagi begini jalanan tidak seramai jika sudah diatas jam tujuh.
"kamu baik -baik saja kan Sya ?"
suara mbk Anggi memecah keheningan
"maksud mbak ?"
"tadi kamu bilang si Baby agak rewel ?"
__ADS_1
"oh.. Iya mbak tadi malam perut aku beberapa kali kram jadi nggak nyaman mau tidur "
"kamu udah periksa belum ?"
"nanti rencananya pulang kantor mau sekalian periksa mbak soalnya waktunya periksa juga :
"mbak temenin ya?"
"lah.. mbak nggak repot nanti ?"
"enggak kan ini tanggal aman jadi nggak ada lembur, mbak penasaran Sya jadi pingin lihat baby kamu, sekalian nanti kalau embak nanti diberi kesempatan hamil biar embak ada pengalaman gitu "
"mbak... sabar ya.. Syaqina yakin mbak pasti secepatnya akan di beri Allah kepercayaan kok, mbak Anggi dan mas Adam itu orang yang baik Allah pasti akan memberi yang terbaik juga untuk mbak dan mas "
"amin... walaupun begitu mbak juga tetap sedih Sya lima tahun bukan waktu yang sebentar kami menunggu padahal dari awal kami tidak ada menunda untuk mendapat momongan tetapi Allah belum juga memberinya sampai sekarang, padahal menurut pemeriksaan beberapa dokter kami berdua sehat dan tidak ada masalah "
mbak Anggi tampak menjeda kata -katanya, terlihat kedua kelopak mata cantiknya mengalirkan bulir crystal, Syaqina yang melihatnya mengusap bahu mbak Anggi memberikan penguatan
mereka terus saling bertukar cerita dalam perjalanan hingga tanpa terasa mereka sudah sampai di halaman parkir kantor mereka. Setelah mbak Anggi memarkir kendaraannya dengan benar mereka berdua pun tampak turun dan memasuki lift yang akan membawa mereka pada lantai nomor 5 gedung ini.
🍁🍁🍁
jarum jam sudah berada pada angka 16.00 Syaqina yang ditemani mbak Anggi sudah berada di Rumah sakit sedang menunggu antrian di poly dokter kandungan, setelah beberapa lama mengantri akhirnya sampai juga pada giliran Syaqina, iapun memasuki Ruangan dokter Melani dengan diikuti oleh mbak Anggi, setelah sampai didalam dokter dan juga suster mempersilahkan untuk naik ke bangkar pemeriksaan untuk diperiksa selanjutnya dokter melakukan USG untuk mengetahui perkembangan janin
" Bu Syaqina perkembangan baby nya cukup bagus dan janin lumayan aktiv, kemungkinan ini baby nya perempuan ya bu"
mbak Anggi tampak tersenyum bahagia memperhatikan layar monitor yang berada di depan nya matanya berkaca -kaca seolah menahan airmata Syaqina sadar akan hal itu, Iya pun berusaha menenangkan mbak Anggi dengan meraih tangannya, sesaat dokter menyudahi pemeriksaan dan mempersilahkan Syaqina untuk turun dan duduk di meja konsultasi
" apa ibu Syaqina ada keluhan lain ?"
dengan ramahnya dokter Melani menanyakan pada Syaqina
__ADS_1
"Iya dok tadi malam saya merasakan perut saya sering kram "
" itu wajar ya bu karena janin terus berkembang, dan mungkin ibu terlalu capek atau banyak pikiran itu juga berpengaruh "
"tapi itu berpengaruh pada baby saya kan dok, karena kebetulan saya bekerja, dan sekaligus kuliah dok"
" wah... ibu ini sangat sibuk rupanya, tapi tetap harus diingat ya ibu sedang hamil, jangan terlalu kelelahan juga ya bu, dan tetap harus memperhatikan asupan gizinya "
"baik dok"
" oh, Iya mohon maaf kenapa suami ibu tidak mengantarkan?"
sesaat suasana menjadi hening Syaqina tampak bingung mau menjawab apa
"maaf dokter suaminya sedang berada di luar kota jadi sementara waktu tidak bisa menemani"
beruntung ada mbak Anggi yang akhirnya menjadi juru selamatku.
"oh.. begitu, semoga pemeriksaan berikutnya sudah bisa ditemani suami ya Bu "
"insyaallah dokter, kalau begitu kami mohon permisi , terimakasih dokter "
Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.
jangan lupa
LIKE ❤
komentar
dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻
__ADS_1