
Setelah turun dari dalam mobil Syaqina memilih untuk berjalan masuk ke dalam kantor dan segera menuju ke devisinya karena masih ada pekerjaan yang harus di revisi sebelum diserahkan ke atasannya. Selain itu Syaqina tidak mau memancing reaksi karyawan yang lain jika melihat ia sering pulang dan berangkat kerja bareng Boss mereka.
Sebab itu Syaqina lebih memilih mencari jalur aman, karena ia tak mau jika sampai kedekatannya dengan Riyan justru menimbulkan berbagai spekulasi miring dari berbagai pihak. bagaimanapun juga Syaqina cukup tahu diri jika dirinya hanya karyawan biasa dan statusnya juga masih bersuami, meski Syaqina dan Riyan hanya bersahabat dan sudah kenal sejak masih sekolah.
Namun pasti tidak akan sesederhana itu jika orang lain yang mengetahuinya,pasalnya Riyan selama ini dikenal sebagai atasan yang cukup pendiam dan dingin terhadap seorang wanita bahkan selama ini belum pernah terlihat iya membawa seorang perempuan ke kantor ini.
meski pada kenyataanya banyak karyawan dan sekretaris rekan bisnisnya merasa tertarik dan mengejarnya serta mencari simpatinya namun tak ada satupun yang berhasil, bahkan Rena sekretarisnya sendiri sudah sangat lama menaruh hati padanya namun tidak pernah ia hiraukan bukanya ia tak tahu tapi memang ia tidak mau, karena prinsipnya iya tak mau mencampur urusan pribadi dengan pekerjaan.
Ketika sampai di ruangan kerjanya belum ada seorangpun temanya yang datang wajar saja karena jarum jam baru menunjuk angka 07.00 biasanya pukul 07.30 mereka baru akan sampai di kantor karena jam kerja Kantor baru dimulai pukul 08.00.
Syaqina pun segera menghidupkan komputernya, dan mulai merevisi pekerjaannya yang harus di serahkan pagi ini juga. Setelah kurang lebih 20 menit pekerjaannya pun akhirnya selesai dan tinggal diserahkan pada pimpinannya yaitu pak Rudy.
" masih ada waktu 30 menit lagi, sebaiknya aku sarapan ke kantin saja, pasti sayangnya Mommy udah lapar banget ya ?"
ucap Syaqina sambil mengelus perutnya dan direspon dengan tendangan kecil oleh si baby, hal itu membuatnya tersenyum bahagia dan segera beranjak menuju kantin untuk membeli sarapan pagi karena sekarang Syaqina jarang sekali memasak mungkin efek dari usia kehamilannya yang semakin hari bertambah besar, sehingga ia merasa mudah lelah dan malas untuk terjun ke dapur.
Sesampai di kantin iya langsung memesan lontong dengan pecal sayuran ditambahi telur rebus dan juga peyek kacang yang sangat lezat, dari kemaren tiba - tiba Syaqina sangat ingin memakan makanan itu dan akhirnya hari ini kesampaian juga, karena di kantin kantor ketika pagi menyediakan berbagai menu sarapan pagi mulai dari yang tradisional hingga menu nusantara namun tentunya jika pagi hari mereka harus membeli dengan merogoh uang dari kantongnya masing - masing, karena perusahaan hanya menyediakan makan siang saja.
" duh... yang lagi nikmati sarapan diem - diem bae ya nggak ngajak -ngajak"
suara Silvi dan Gita yang tiba - tiba saja sudah berdiri dibelakangnya yang sedang asyik menikmati sarapan paginya.
" kalian tu ya.. ngagetin aja, gimana kalau jantungan kalian mau tanggung jawab?"
" hemmm.. lebay banget sih bumil satu ini"
ucap Gita sembari mengerucutkan bibir sensualnya dan bikin gemes yang melihatnya apa lagi kalau kaum Adam.
" udah deh buruan kalian sarapan ntar nggak keburu"
Suara Syaqina menginterupsi mereka berdua hingga akhirnya mereka langsung melahap nasi lemak yang sudah ada di piring mereka. secepat kilat merekapun menyelesaikan sarapannya. karena waktu tinggal 10 menit lagi, mereka bertiga pun segera beranjak meninggalkan Area kantin, namun baru beberapa langkah tiba - tiba terdengar suara berisik seseorang memanggil nama Syaqina
"heh kamu yang lagi bunting, kamu tuh nggak pantes kerja disini bagusnya kamu tuh kerja di cafe remang - remang bukan disini"
suara karyawan di bagian audit perusahaan tampak berbicara sarkas dan mengacu pada Syaqina karena memang saat ini di tempat ini dialah perempuan hamil satu -satunya
__ADS_1
" kalau emang dasarnya j***ng tetep saja walaupun udah bunting masih saja kega****n , sekarang mainnya ngerayu bos "
suara seorang perempuan yang diketahui bernama Siska itu entah apa yang diomongkan barusan tapi dari ekspresinya perkataan kotornya itu ditujukan pada Syaqina
" emang ya dasar nggak tahu malu luarnya saja berlagak sok alim , berhijab tapi kelakuannya minus, jangan - jangan yang katanya udah bersuami itu cuma bohong ,secara kita belum pernah tuh liat yang mana suaminya "
sambung seorang lagi yang bernama Rena yang tak lain adalah sekretaris Riyan
" heh.. maksud kalian apa bicara seperti itu, jaga ya omongan kalian itu, disini kantor bukan di pasar jadi kalau ngomong di filter jangan asal njeplak sak tuh mulut"
Gita yang sudah merasa panas dan emosinya naik keatas ubun -ubun merasa tak terima mendengar ucapan kasar itu ditujukan pada rekan satu devisinya
"auw ini para dayangnya ikutan membela"
"tutup mulut kalian nggak usah ngejar berita hoaks seperti itu "
imbuh Silvi
" kasian... silahkan saja kalian bela tuh si j****g tapi setelah kalian lihat ini apa masih bisa berkata seperti itu "
Rena pun tampak mengeluarkan sebuah benda pipih dari dalam tasnya dan dengan lincah jemarinya mengeser ngeser layar Handphonenya dan segera memutar video sepasang mata Silvia melotot mulut mereka pun ikut melongo dengan kedua tanganya menutup mulutnya kepala mereka ikut menggeleng
seketika Silvi dan Gita terdiam, memang dalam video itu Syaqina dan Riyan yang sedang menikmati makan Bakso dan tampak Riyan mengelap bibir Syaqina yang saat itu ada sisa makanannya.
" aku bisa jelasin sama kalian "
keributan yang terjadi di Kantin saat ini diketahui oleh Riyan yang tengah duduk di ruang kerjanya yang kebetulan memperhatikan layar monitor yang menampilkan beberapa ruang yang dipasang CCTV melihat kejadian itu sontak Riyan pun turun ke Area Kantin dan benar keributan masih berlangsung Syaqina yang tampak menangis dengan tertunduk malu, hatinya begitu sakit mendengar semua ucapan dan tuduhan Rena dan kedua temanya, harga dirinya begitu hancur dan direndahkan hingga pada titik terendah hingga rasanya ia tak mampu menatap wajah wajah yang menatapnya jijik dan penuh intimidasi.
" ada apa ini pagi - pagi sudah bikin keributan ?"
suara Bariton dari Riyan seorang wakil CEO di perusahaan tersebut.
" ini loh pak si Syaqina yang sok alim itu, bikin ulah dia menyebarkan bukti kalau gosip yang beredar selam ini kalau antara Dia dan bapak memiliki hubungan spesial "
" what... apa - apaan dia bisa putar bali kan fakta yang ada dasar uler bulu "
__ADS_1
gerutu Gita yang sejurus dengan dengan pemikiran Silvi
" ok jadi kalian semua merasa penasaran dengan hubungan saya dengan Syaqina?"
suara Riyan mengalihkan perhatian semua orang yang masih ada di kantin tersebut
" Saya dan Syaqina memang mempunyai hubungan selain sebagai karyawan dan atasan , "
Riyan menjeda ucapannya yang menggantung dan membuat semua orang merasa sangat penasaran, bahkan ada yang menyimpulkan begitu saja sebelum sampai pada kelanjutan penjelasan itu
" Saya dan Syaqina sudah saling mengenal sejak dari awal saya masuk SMA dan kami sempat hilang kontak selama kurang lebih 4 tahun, dan tanpa disangka kami bertemu lagi di perusahaan ini, dan soal rumor yang sebenarnya entah siapa yang menyebarkan itu saya harap kalian tidak mempercayainya. karena antara saya dan Syaqina hanya bersahabat. Dan satu lagi jika rumor ini masih berkembang maka saya tidak segan menindak siapa yang memicu rumor tersebut, dan satu hal yang harus kalian tahu, Syaqina itu wanita baik - baik dia sangat menjaha kehormatanya, jadi dia bukanlah seperti wanita yang mereka tuduhkan."
" Dan satu lagi jika masih ada yang mengusik Syaqina, itu artinya orang tersebut sudah bosan bekerja disini dan silahkan ajukan saja surat pengunduran diri kalian saat ini juga, sebelum saya yang bertindak "
selama berbicara memberikan penjelasan wajah Riyan tampak datar dan dingin tatapnya begitu tajam dan bisa dipastikan saat ini Riya dalam mode Angri
Riyann pun menghampiri Syaqina yang masih tertunduk menahan malu, dan sakit hatinya jiwanya sangat rapuh saat ini, sadar dengan kondisi Syaqina yang tidak baik - baik saja Riyan pun segera mendekati Syaqina
" Sya.. **are you o**k ?"
sesaat Syaqina hanya berani menjawab dengan Anggukan ia belum memiliki cukup keberanian untuk menatap Riyan mengingat apa yang di katakan Rena tadi, ia tahu betul semua itu bukan masalah bagi Riyan karena memang sebenarnya Riyan berharap lebih dari persahabatan.
" Ya udah sekarang aku minta kamu tunggu di ruanganku, ini perintah atasan kamu dan tidak bisa di bantah"
Setelah mendengar penjelasan Riyan mereka yang tadinya berkerumun di kantin mulai membubarkan diri dan segera masuk ke ruang kerja masing - masing.
Begitu juga dengan Syaqina ia berjalan beriringan dengan kedua temanya dan akhirnya terpisah fi lift antara lantai 5 dan lantai 7 karena Syaqina harus memenuhi perintah Riyan untuk menemuinya di ruangannya.
Hallo.. Hallo...para READERS
Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.
jangan lupa
LIKE ❤
__ADS_1
komentar
dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻