Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
40.Menghilang


__ADS_3

Pagi masih begitu buta bahkan masih tenang- remang, Shaka perlahan mengerjapkna sepasang matanya yang masih terasa lengket. kemudian menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal untuk meregangkan otot-ototnya, kemudian duduk diatas ranjang diliriknya JAM di dinding salah satu ujung kamar sudah menujuk pada angka 05.00. Shaka pun terlihat turun dari atas ranjang kemudian masuk ke dalam kamar mandi, tak lama iya keluar dan berjalan menaiki anak tangga menuju Kamar pribadinya pintu pun iya buka fiedarkanya pandangan matanya menyapu seluruh ruangan kamar namun tak menemukan seseorang yang dia cari, pandangannya kini tertuju pada pintu kamar mandi dia putuskan untuk mendekati dan berharap ada orang di dalam sana, namun lagi - lagi iya kecewa bahkan setelah dibuka pintunya ternyata tidak ada siapapun disana bahkan tidak ada tanda - tanda sama sekali bahwa kamar mandi ini ada yang menggunakan. Terlihat semua tampak kering tak ada bekas percikan air sama sekali, Hati Shaka mulai tak tenang muncul berbagai pikiran negativ mungkinkah Syaqina pergi ??


#Shaka POV#


Aku terbangun meski mataku masih terasa berat dan lengket, aku teringat tadi sore bahkan aku sangat bahagia pernikahan ini berjalan dengan baik dalam dua bulan lebih satu minggu kami sudah bisa saling menerima keberadaan kami masing - masing. aku sungguh - sungguh bahagia ketika istriku mengajakku sholat magrib berjamaah dan memintaku menjadi imamnya itu sungguh sebuah kenikmatan tersendiri, aku yang memang selama ini sering lalai mengerjakan kewajibanku sebagai hamba Allah bahkan aku lupa kapan terakhir kali aku melakukannya.


Betapa istimewanya istriku yang hanya orang biasa namun bisa meluluhkanku, dan memerintahku, aku bangga memilikinya ia memang bukan keturunan ningrat, bukan pula dari komunitas sosialita elite, namun bagiku dia lebih dari segalanya Allah sudah begitu baik telah mengirimkan salah satu bidadari surganya untukku. sekarang apalagi yang aku cari harta benda, uang, kekuasaan, bahkan semua fasilitas termewahpun sudah aku miliki sejak aku bayi pakaian branded, makanan enak, mainan yang bagus. semua sudah aku dapatkan, bahkan sampai saat ini. lalu aku harus menunggu apalagi ? tak ada alasan lagi sekarang waktunya aku mengkhusyukan penghambaanku kepada Nya.


Iya aku ingin ke kamar Syaqina mengajaknya sholat subuh dan mengimaminya. sungguh aku harus berterimakasih kepada kedua orangtuaku yang telah memberikan semua yang terbaik pada kami anak -anaknya meskipun mereka sibuk dengan urusan bisnisnya mereka tetap menanamkan pentingnya pelajaran dan pengetahuan Agama yang kami anut mereka bahkan memberikan pada kami guru private Agama mereka mendatangkan seorang ustad kerumah mengajarkan mengaji sholat dan juga pengetahuan Ilmu agama lainnya. meski setelah remaja kami jarang -jarang mengaplikasikannya dalam hidup kami namun aku masih mengingatnya dengan baik.


Aku pun membuka pintu kamarku namun tak kudapati istriku disana, ranjang tampak begitu rapi, lalu aku mencarinya ke dalam kamar mandi tak juga aku menemukanya. muncul kekhawatiran mungkinkah dia telah kabur setelah semua rahasia kejahatanku terbongkar.


Aku semakin khawatir dan bingung saat aku melirik satu koper tak ada diruang walk in closed akupun segera membuka lemari pakaian untuk menyimpan semua bajunya, ada beberapa baju yang memang tak ada, namun semua baju yang dia bawa dari rumahnya, lalu aku keluar kudapati Handphone, Debet card, dan beberapa barang pemberianku diletakkan disana meski tanpa selembar kertas pun.


aku kembali menuruni tangga dan segera berlari ke garasi motor matic kesayangannya sudah tidak ada, bisa dipastikan jika istriku telah pergi meninggalkan ku. seketika kakiku melemah pikiranku kacau tak tahu harus berbuat apalagi hingga akhirnya aku berteriak memanggil kedua security yang menjaga rumah ini.


#POV off


Kedua security itupun berlari tergopoh menghadap tuan besarnya yang kini sedang murka


"pak.. kalian tahu istri saya pergi dari rumah "


"Iya Den tadi non Syaqina minta izin pada saya mau ke taman di sekitar komplek mau olah raga pagi disana "


memang Syaqina biasa setiap hari minggu melakukan olahraga ke taman membawa sepeda motornya baru setelah sampai disana iya akan berjogging ria mengitari taman. Sehingga tak menimbulkan kecurigaan terlebih saat itu Pak Diman sedang berada di kamar mandi dan Pak Agung melakukan sholat subuh jadi tidak memperhatikan jika ternyata Syaqina pergi membawa koper.


"Argghhh..... "


Shaka tampak sangat frustasi kemana ia harus mencari keberadaan istrinya. Mendengar suara ribut - ribut Mahesa pun terbangun dan dia tak kalah terkejutnya mendengar penuturan Shaka bahwa Syaqina telah pergi dari rumah ini. mereka pun akhirnya mengechek Cctv dan benar adanya Syaqina memang pergi membawa motor dan juga membawa koper, Syaqina memang cerdik sebelum dia meminta izin pada security rupanya iya menyembunyikan koper Nya di belakang mobil yang terparkir di garasi baru setelah pak Agung sholat iya pun segera membawa koper Nya dan motornya untuk pergi.

__ADS_1


Shaka sangat terpuruk dan kacau dengan kejadian ini tak jarang iya tampak meneteskan airmata, tak ada lagi kesan gagah dan predikat Cool man pada dirinya.


" oh iya gue inget Syaqina kan punya sahabat yang kemaren ngantar dia waktu sakit"


Suara Mahesa ditengah situasi panik dan bingung seperti ini,


" sekarang kamu ganti baju, aku mandi sebentar kita cari Syaqina ke rumah Tiara "


titah Mahesa pada Shaka seketika mereka berdua menuju kamar masing - masing untuk bersiap. tak lama merekapun sudah rapi meski tampang Shaka tetap kusut seperti baju tanpa setrika. tak mau buang waktu merekapun segera meluncur ke rumah Tiara berharap ada kabar baik disana


" kamu dimana Syaqina.. kemana aku harus mencarimu ?"


Shaka terus saja merancau karena memang dia tak memiliki petunjuk apapun untuk bisa menemukan keberadaannya karena selama ini ia tak mengetahui lebih tentang pribadi Syaqina, seperti siapa saja teman atau sahabat dan kerabatnya, yang iya tahu Syaqina hanya memiliki ayah setelah tragedi itu ia hanya memiliki keluarga Darmawan Mahantara, bahkan untuk teman di kampusnya iya tidak pernah tahu sama sekali. karena memang Shaka tak pernah ada waktu lebih untuk sekedar quality time berdua dengan Syaqina.


mobil Mahesa pun telah sampai di depan salah satu rumah sederhana yang Shaka sendiri tidak merasa asing bahkan iya sangat familiar dengan rumah ini.


tanyanya pada Mahesa, Mahesa pun sedikit bingung mencerna perkataan Shaka


" ini kan kita sudah sampai dirumah Tiara "


"ini tuh jelas -jelas rumah Rega Asisten pribadi dan sahabat gue itu, kan Elo juga kenal, nah itu mobilnya Rega terparkir di garasi"


" sudahlah kita turun saja tak peduli rumah siapa yang penting kita bisa dapat petunjuk keberadaan Syaqina "


merekapun turun dan berjalan beriringan, setelah sampai di depan pagar Shaka membuka sendiri pintu pagarnya, karena disini tidak ada security yang akan menjaga pagar seperti di rumahnya. setelah kembali menutup pintu pagar Shaka pun segera memencet bell yang terpasang di tembok tak jauh dari daun pintu rumah bercat Hijau Pandan tersebut. Tak lama terdengar derit pintu di buka dan ternyata Bunda Mayang yang membukakan pintu


"nak Shaka, tumben pagi -pagi begini sudah datang ? apa ada perlu dengan Rega ?"


Shaka pun menyalami tangan Bunda Mayang dan mencium punggung tangan wanita paruh baya itu namun terlihat sangat bugar , Mahesa pun mengikuti pergerakan sang adik menyalami dan mencium punggung tangan Bunda Mayang

__ADS_1


" loh.. ini kan nak Mahesa yang kemaren mengantar tiara kan ?"


tanya bunda Mayang merasa heran bagaimana mungkin Mahesa bisa datang bersamaan dengan boss sekaligus sahabat anak lelakinya


"Iya bunda .. jadi saya dan Shaka sodara kandung Shaka ini suami Syaqina bunda"


"jadi begitu... masyaallah ternyata dunia ini begitu sempit, ternyata Syaqina diperistri oleh Tuan muda Darmawan Mahantara "


" maaf bunda pagi -pagi begini kami sudah menganggu, apa Tiara ada ?"


"tidak masalah nak, kita masuk dulu pasti ada perihal penting ini , pagi -pagi sudah didatangi kedua tuan muda keluarga Darmawan Mahantara "


bunda Mayang pun mempersilahkan keduanya masuk dan mempersilahkan duduk di sofa ruang tamu, tak lama Rega pun keluar dari ruang tengah dan langsung menuju ruang tamu karena merasa penasaran siapa yang bertamu pai -pagi begini.


"lho... bossque kenapa kamu bisa di rumahku, ada Brothers Esha juga ? "


Rega terperangah melihat kedatangan tamu tak terduga itu, Mahesa merasa penasaran dengan boss nya yang terlihat sangat jauh berbeda dari biasanya wajahnya tak berkharisma sama sekali, bahkan terkesan amburadul. tampangnya kusut rambut klimis tegas berjambul itu tak ada lagi, bahkan iya hanya menggunakan celana casual dan sebuah sweater, sangat jauh dari tampak seorang CEO muda yang tampan.


bersambung..


Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.


jangan lupa


LIKE ❤


komentar


dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2