
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga jam setengah karena tadi harus beberapa kali beristirahat di rest area karena baby Queen sedikit rewel dan harus beberapa kali berganti popok dan harus memenangkannya terlebih dulu sampai baby Queen kembali anteng.
Hal itu membuat Shaka sangat khawatir dan cukup risau, pasalnya tadi sewaktu berada dirumah bude masih baik - baik saja dan setelah perjalanan tiba - tiba jadi rewel dan menolak di beri susu.
Bukan Syaqina jika tidak bisa mengatasi hal seperti ini meski harus melewati drama dan kepanikan , Namun semua berhasil terlewatkan dengan baik.
Ketika Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dan terparkir dengan apik di pelataran parkir Rumah utama keluarga Darmawan Mahantara, semua sudah menantikan kedatangan mereka dan kini menyambut mereka di teras depan Papa Andi, Mama Vina, Mahesa dan juga Tiara dan tampak pemandangan lain sesosok yang tak termasuk dalam anggota keluarga namun terlihat juga sangat menantikan kedatangan Syaqina dan baby Queen.
Shaka pun turun dari dalam mobil dan segera membantu istrinya dengan membukakan pintu untuk anak dan istrinya untuk turun. Beny pun segera membuka bagasi untuk mengeluarkan beberapa barang bawaan mereka dan dibawanya masuk ke dalam rumah.
Syaqina seperti merasa ragu untuk melangkah masuk, ia merasa tanggung dan merasa bersalah karena lagi - lagi harus melakukan kesalahan dengan minggat dari rumah dan menghilang begitu saja yang membuat seluruh keluarga merasa khawatir bahkan menyebabkan perdebatan ditengah keluarga dengan saling menyalahkan Shaka.
" udah ayok masuk kamu lihat mereka semua sudah menunggu kalian "
" tapi By... "
" nggak usah khawatir semua akan baik - baik saja, mereka mengerti posisi kamu "
Setelah meyakinkan dan menguatkan ke khawatiran sang istri Shaka pun mengandeng dan mengenggam tangan sang istri dengan hangat, kemudian mereka pun melangkah bersama menuju teras dimana kedatanagn mereka sudah sangat dinantikan.
" Assalamualaikum .. "
Syaqina mengucap salam disambut dengan serempak oleh mereka
" waalaikumsalam, sayang "
__ADS_1
Mama Vina langsung menghambur ke pelukan anak menantunya memeluk dengan erat meleburkan rindu dan kekhawatirannya bulir - bulir airmata mereka teruarai dari mata mereka masing masing.
" maaf Ma..."
" sudah sayang tak usah kuta bahas itu lagi, yang terpenting kalian sudah baik - baik saja, ini untuk pelajaran kalian dan untuk mendewasakan kalian tentunya. bahwa kejujuran dan saling terbuka itu kunci utamanya dalam berumah tangga "
" terimakasih Ma "
" iya sayang... nggak ada yang harus dimaafkan "
" Pa.. "
Sang papa mertua pun memberikan ucapan selamat datang dan langsung mengambil alih sang cucu dan membawa ke gendonganya
Setelah acara penyambutan dan saling berpelukan diantara mereka akhirnya ada hal yang terlihat tak biasa dan janggal kini tatapan itu tertuju pada sosok perempuan paruh baya yang sudah sangat mereka kenal, namun sedari tadi hanya berdiri agak berjarak dari para keluarga inti, Syaqina tampak bingung dengan keberadaan sosok perempuan itu perlahan ia mendekat untuk mencari jawaban atas rasa penasaranya itu.
" Bu.. Susan ?, maaf ibu disini juga ?"
" i_ iya nak, ibu datang kesini setelah saya dengar dari cerita Jeng Vina tentang kepergian kamu membawa baby Queen ada hubungannya dengan Anak saya, terus terang sebagai ibunya saya merasa sangat tidak enak hati pada kamu khususnya dan pada keluarga ini juga. meskipun dulu antara Chamila dan Shaka pernah ada hubungan tapi bukan berarti saya membenarkan tindakan anak itu. "
" maaf Jeng sebaiknya kita lanjutkan di dalam ya "
Merekapun menyetujui permintaan mama Vina dan segera masuk ke ruang tamu , Bu Susan pun duduk bersebelahan dan melanjutkan pembicaraan yang terpotong tadi
" Saya tahu perbuatan anak saya memang tak pantas dimaafkan , karena sudah merusak rumah tangga kamu, dan saya tidak menyalahkan Shaka atas apa yang di perbuat untuk memberi pelajaran pada Chamila meskipun ini harus berimbas pada kesehatan Papi nya dan juga pada kehidupan keluarga kami. sekiranya disini saya harus meminta maaf atas kesalahan anak saya pada keluarga ini "
__ADS_1
Bu Susan pun sudah berair mata wajahnya lebih sering tertunduk, seperti ada beban lain selain ini. Entah mengapa seperti ada sesuatu yang sulit dijelaskan namun sangat terasa dirasakan oleh Syaqina bahkan jauh sebelum peristiwa ini terjadi.
" Bu... saya sudah memaafkan apa yang di perbuat anak Ibu, mungkin ini adalah jalan Allah untuk mendewasakan kami agar kami saling jujur dan terbuka, serta saling percaya. justru saya harus meminta maaf karena Suami saya Chamila menjadi senekad itu "
Syaqina sebenarnya belum mengetahui jika Shaka telah berbuat jauh lebih sadis dengan menghancurkan karier Chamila sebagai model, dan juga telah menarik Saham keluarga Darmawan Mahantara dari perusahaan Pras corporation yaitu perusahaan milik keluarga Prasetyo Papi Chamila.
Jika Syaqina tahu akan hal itu pasti Perempuan itu tak akan tinggal diam dan busa jadi dia akan marah besar pada suaminya. mengingat karakter Syaqina yang tidak akan mungkin tega menyakiti bahkan merugikan orang lain.
Apalagi sampai harus menghancurkan usaha dan karier yang merupakan jalan rejeki bagi mereka. Pasti Syaqina tidak akan setuju dengan apa yang sudah di perbuat suaminya yang saat itu tengah frustasi karena menghadapi tingkah Chamila yang sudah sangat keterlaluan dengan terus menganggu kehidupan rumah tangganya dengan Syaqina hingga sang istri harus salah paham dan meninggalkannya.
" ya Sudah jeng Susan dan Syaqina secara pribadi kalian sudah saling memaafkan meskipun seharusnya yang meminta maaf itu Chamila langsung karena memang dia yang bersalah dalam hal ini. Tapi melihat apa yang sudah Jeng Susan lakukan kami bisa mengerti kondisi saat ini tidak memungkinkan , yang terpenting adalah Chamila sudah jera dan tidak akan lagi menganggu kehidupan rumah tangga anak - anak saya dan keluarga kecil mereka "
" terimakasih Jeng, dan juga Syaqina kalian memang luar biasa sudah bisa memaafkan kami "
" iya Jeng, semua kembali pada menantu kami disini dia yang sangat disakiti "
" Ma.. Syaqina sudah memaafkan karena ini semua hanya masalah pahaman karena kurang baiknya menjalin komunikasi interen kami "
" baiklah Jeng saya mohon pamit, sekali lagi terimakasih sudah memaafkan kesalahan Chamila "
Bu Susan pun berpamitan dan langsung beranjak dari tempat tersebut. Sementara keluarga Darmawan Mahantara yang tengah berbahagia karena menantu dan cucu mereka telah kembali .
Semuanya kini tampak duduk di ruang makan karena memang sudah jamnya makan siang, mereka duduk di atas meja makan yang sangat luas dan berada disamping pasangan masing - masing, tak ketinggalan Rega beserta Rany pun juga datang mengikuti makan siang bersama dengan keluarga Bos besar dan juga merangkap sebagai sahabatnya. Tak lupa Bintang anak sambung Rega dengan Rany pun dibawa juga karena Bintang sangat menyukai baby Queen.
Mereka pun melewati makan siang dengan penuh kehangatan dan diselingi dengan obrolan dan candaan kecil yang semakin membuat mereka saling mengarahkan diri.
__ADS_1