Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
75. Rumah Baru


__ADS_3

Ketiga mobil tampak beriringan memasuki rumah dua lantai bergaya minimalis yang terletak di kawasan perumahan elite Flamboyan residance meski rumah itu tidak terlalu besar namun itu lebih dari cukup karena Shaka membelinya dengan hasil jerih payahnya sendiri.


Begitu sampai Mereka sudah disambut dengan pemandangan yang mengejutkan, tampak ada beberapa orang di dalam rumah tersebut, ada beberapa ibu - ibu tampak menggunakan seragam perwiritan yang tampak senada, ada juga beberapa anak - anak yang menggunakan setelan baju koko lengkap dengan peci, dan setelah muslim dengan jilbabnya, Shaka dan Syaqina merasa bingung dengan semua ini, pasalnya Shaka tidak merencanakan mengadakan acara apapun dirumah barunya mengingat ia belum ada persiapan sama sekali, bahkan ia baru bertemu dengan istrinya semalam.


" Mah.. pa, ini sebenernya ada apa sih siapa yang ngadain acara disini ?"


tanya Shaka masih bingung dan mencoba menjadi jawaban dari sang Mama


" jadi ini tuh idenya Mama , dan kak Sherena juga Papa, ngadain acara pengajian dan syukuran kecil- kecilan untuk rumah baru kalian sekalian acara tujuh bulanan untuk Syaqina, makanya Mama undang ibu- ibu Majlis Taklim kompleks sini, dan beberapa anak Yatim dari panti asuhan. karena Mama fikir ini tuh penting, kalian mau menempati rumah baru maka sewajarnya kalau kita adakan pengajian terlebih dulu"


" Mama... kalian semua memang yang terbaik, sudah memikirkan yang tidak kami pikirkan sama sekali.terimakasih ya "


" udah .. itu udah kewajiban kami sebagai orang tua, saudara dan juga keluarga membantu kalian "


" Shaka sekarang kamu bawa Syaqina masuk untuk berganti baju kalian , semua udah kakak persiapkan di kamar kalian"


" kak... bahkan kakak sudah mempersiapkan sampai sedetail ini, makasih ya kak "


Syaqina pun berhambur ke dalam pelukan kakak iparnya yang baru dijumpainya semenjak menjadi menantu keluarga Darmawan Mahantara


" iya sama - sama, sekarang kalian ganti baju sebentar lagi acara akan dimulai "


mereka semua memasuki Rumah baru itu Syaqina tampak mengikuti langkah kaki suaminya menuju lantai dua rumah itu Shaka tampak membimbing langkah istrinya yang baru pertama kali memasuki rumah mereka.


Shaka membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan istrinya masuk


" ini kamar kita mas ?"


" iya sayang.. kamu suka ?"


Diedarkanya pandangan mata Syaqina mengedarkan dan menyapu setiap sudut ruangan tersebut, kamar dengan design interior kamar yang di dominasi dengan warna cream, kamar tidur yang terlihat sangat soft namun tetap elegant


" Masyaallah.. suka mas suka banget malahan"


" ya udah sekarang kita ganti baju dulu, semua sudah dipersiapkan sama kak Sherena dan Mama jadi kita terima jadi saja ini "


"terimakasih ya Mas keluarga Mas semuanya sangat baik termasuk kak Sherena padahal sebelumnya kami belum saling mengenal dan baru kali ini kami bertemu , tapi udah baik banget mempersiapkan semuanya untuk kita bahkan untuk acara tujuh bulanan kandungan aku juga "


" nggak usah sungkan kak Sherena memang seperti itu orangnya, kompak banget dengan mama, mereka banyak memiliki kesamaan karakter, jadi nggak sulit untuk menerima kehadiran orang lain meski baru mengenal sekalipun, Aku sangat bersyukur memiliki keluarga yang tidak pernah mempertentangkan apa yang menjadi pilihanku, kecuali... "


" kecuali apa ?"


Syaqina sudah terlebih dulu memotong ucapan Shaka karena merasa penasaran


" kecuali dulu waktu aku belum kenal kamu aku pernah suatu waktu memperkenalkan teman wanitaku, tapi Mama dan Kak Sherena menentangnya habis - habisan karena menurut insting seorang Mama dia bukan wanita baik - baik, dan benar adanya setelah satu tahu kami berhubungan ternyata dia selingkuhan aku dengan seorang pria bule "

__ADS_1


" Hah... seorang Shaka pernah di selingkuhi? "


Syaqina tersenyum geli mendengar semua itu


" kok diketawain sih Sayang "


" hem.. hee hee.. Nggak lucu aja gitu, katanya dulu play boy masak iya diselingkuhi"


" aku bukan play boy ya, mereka saja yang mengecap demikian, play boy itu kalau hobby gonta ganti cewek, ngerayu dengan rayuan gombalan, terus celup sana celup sini kayak teh celup itu baru play boy , kalau aku kan para perempuan itu yang datangain aku sendiri "


" dan kamu dengan senang hati menerima setiap yang datang kan ?"


" namanya juga kucing dikasih ikan asin pasti nggak bakal nolak lah "


"berarti kamu tuh kucing ? kucing garing ya?"


" tuh... kan malah ngatain kucing garing lagi "


" terserah kamu sajalah , yang penting aku nggak pernah ngegarongin anak gadis orang sebelum nikah, terbuktikan keperjakaan aku itu ku persembahkan buat kamu, makanya jangan di sia - siain lagi itu tuh keberuntungan terbesar seorang istri bisa dapat suami ganteng terkenal dan masih perjaka lagi "


bisik Shaka dengan seringainya membuat Syaqina bergidik geli


" emang iya masih perjaka kok aku nggak ngerasa ya ?"


" ya iyalah nggak ngerasa orang kita masih sama - sama belajar waktu itu lakuinya "


"ihhh.. bikin malu aja "


" tapi suka kan ?"


" apanya?"


" yang itu ?"


" ihhh suka Gaje deh "


" kalau kamu nggak menyukainya nggak mungkin jadi kembung gini kan nih perut sayang "


bisiknya sambil mengelus lembut perut buncit Syaqina dengan posisi memeluknya dari belakang dan meletakkan dagunya di pundak Istrinya adegan itu terlihat romantis dari pantulan kaca meja rias


" udah ah.. jangan gangguin terus nanti nggak siap - siap nih udah ditungguin tuh sama Mama dan yang lain bentar lagi acara mau dimulai "


" iya ya, sampai lupa , ya udah kamu siapkan make overnya "


mereka masih saja bercerita sambil menunggu Syaqina merapikan pakaian memoles wajahnya dengan natural dan make up tipis namun terlihat tetap cantik menawan, kemudian memasangkan jilbab

__ADS_1


" sayang jangan cantik - cantik dandannya nanti aku semakin jatuh cinta loh"


goda Shaka yang dengan setia menunggu istrinya bersiap dengan duduk di atas kasur


" apaan sih , aku cuma nggak mau kecewakan Mama dan kak Sherena kalau penampilanku asal , bagaimanapun aku tahu kok bagaimana standar penampilan keluarga Darmawan Mahantara seperti apa, meskipun aku cuma dari kalangan orang biasa bukan dari kelas kolomerat tapi aku tahu cara memantaskannya "


Cup


sebuah kecupan mendarat di bibir merah chery yang telah diberi sedikit polesan lipstick dengan warna natural itu, beruntung lipmate jadi tidak berantakan.


" Mas.. "


" habis aku gemes dengan bibir mungil kamu itu kalau ngomong suka pinter "


" ya udah yuk, udah siap nih kita turun "


merekapun turun ke lantai bawah tempat acara pengajian dan tujuh bulanan akan di adakan, tangan Shaka tampak mengandeng mesra istrinya dan tampak menuntunnya saat menuruni tangga, melihat hal itu Mama Vina dan Papa Andi, kak Sherena dan David suaminya, serta Mahesa dan Tiara jadi merasa Baper


" Pah.. Mama bahagia sekali lihat anak sama menantu kita sudah berbaikan seperti itu "


bisik Mama pada Papa Andi


" iya Mah, rasanya adem lihat mereka jadi ingat dulu waktu kita masih muda ya Mah "


" ihh.. Papa nih suka nggak malu sama umur, inget cucu udah mau 4 loh pah "


" nggak masalah Mah umur boleh tua cucu boleh segudang tapi jiwa tetap harus muda dhonk"


" papa nih dah mulai jadi opa - opa ganjen ya "


bisik Mama Vina sambil mencubit perut Papa Andi yang terlihat over outside


" sakit loh Mah"


" biarin makanya jangan macam - macam sam Mama"


" iya maaf Papa cuma bercanda kok "


Tak berapa lama acara pun dimulai diawali dengan acara pengajian terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan acara santunan anak Yatim, dan yang terakhir acara tujuh bulanan untuk kehamilan Syaqina yang ketujuh bulan. karena bagaimanapun keluarga Darmawan Mahantara masih mengalir darah Jawa sehingga Mama Vina tidak mau menghilangkan tradisi dari leluhur dan juga ingin tetap melestarikan adat budaya Jawa yang kini seiring berkembangnya dan juga modernisasi adat - adat tradisional seperti sudah banyak terkikis dan luntur.


Jarum Jam sudah menunjukkan pada pukul 17.30 acara baru saja selesai, para tamu dan undangan sudah mulai pamit undur, tinggal tersisa keluarga inti dan beberapa orang dari Event organizer yang mengurusi acara tersebut mulai dari catering hingga dekorasi dan segala keperluan prosesi tujuh bulanan tadi.


semua Anggota keluarga saat ini sedang berkumpul diruang keluarga termasuk Tiara yang sebentar lagi akan menjadi menantu di kelurga ini. Tak ketinggalan juga Rega dan juga bunda Mayang. karena memang Mama Vina mengundang teman dan juga kerabat terdekatnya untuk acara hari ini, termasuk kelurga Riyan dan orang tuanya, namun Riyan sepertinya tidak bisa hadir entah mungkin karena ada urusan pekerjaan atau mungkin saja ia belum siap jika harus bertemu dengan Syaqina untuk saat ini mengingat beberapa waktu lalu Riyan dan Syaqina menjadi sangat dekat bahkan Riyan berusaha untuk bisa mendapatkan cinta masa SMA nya kembali meski Riyan tahu Syaqina sudah menikah. dan pada acara malam Anniversary perusahaan itu semuanya terjawab bahwa perempuan yang dia inginkan saat ini dan dia jaga adalah istri dari saudara sepupunya.


Hancur, kecewa, dan sakit ia rasakan saat itu, namun ia tak bisa begitu saja menyalahkan keadaan karena semua terjadi diluar kuasa mereka. begitupun dengan Syaqina tidak pernah memberi harapan pada Riyan selain sebatas hubungan persahabatan.

__ADS_1


__ADS_2