Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
118. Serba instant


__ADS_3

Syaqina memarkirkan kendaraan roda dua yang ia kendarai hingga membawanya sampai di sebuah mini market berlogo biru dan kuning, ia pun langsung masuk dan memilih beberpa barang yang ia dan baby Queen butuhkan.


Wanita cantik berperawakan sedang khas orang Indonesia menggunakan setelan putih tulang dengan hijab warna maroon menggunakan masker kini sedang berdiri mengantri menuju meja kasir.


" kenapa tiba- tiba jantungku deg degan gini ya, kan tadi aku udah sarapan nggak mungkin kan ini efek belum makan?, ahkh.. sudahlah sebaiknya aku cepat pulang kasian Queen pasti dia udah nungguin aku "


Batin Syaqina karena merasa ada yang tak beres dengan dirinya saat ini, Syaqina terlalu asyik dengan lamunannya hingga ia tidak menyadari bahwa antrian didepan sudah habis dan kini gilirannya untuk dilayani


" silahkan ibu,.. bu silahkan "


seru kasir mini market tersebut berusaha menyadarkan lamunan Syaqina namun Syaqina masih tak bergeming hingga akhirnya seorang lelaki menyenggol bahunya


" Maaf bisa saya menyela sebentar ? saya hanya membeli satu barang dan sedang buru - buru "


deg


deg


tiba - tiba jantung Syaqina berdebar dan berdetak lebih kencang, suara itu sepertinya sangat familiar di telinganya lelaki bertopi dengan celana jeans dan hoddie yang tak asing baginya, namun lelaki itu masih memunggunginya meletakkan sebotol air mineral di meja kasir kemudian membayarnya. Pria tersebut tampak terburu - buru hingga beberapa kartu tercecer dari dalam dompetnya hingga perempuan yang bertugas sebagai kasir itu pun berteriak memanggilnya, melihat itu Syaqina pun reflek tergerak hatinya dan tanganya memunguti beberapa kartu yang tercecer.


Syaqina tampak gemetaran menyerahkan beberapa kartu tersebut hingga mengundang rasa penasaran pada diri Shaka, ia pun memperhatikan sosok perempuan yang berada di depannya seperti tidak asing bahkan ia juga sangat mengenal mata indah dan alis hitam alami itu. Tak ingin salah dengan tindakannya Shaka pun berusaha mencari kebenaran dengan merogoh Hand phone dan mendial nomer bertuliskan my wife.


Syaqina tampak tak karuan gelisah dan sedikit takut karena ia tahu pasti lelaki itu adalah suaminya yang telah ia tinggalkan selama satu minggu ini. Shaka masing menunggu panggilan tersambung, hand phone di dalam tas Syaqina terus bergetar meski dalam mode silent, Syaqina kini berada dalam zona tak nyaman hal itu tak luput sedikitpun dari pandangan pengawasan Shaka hingga ia sangat yakin perempuan di hadapannya saat ini adalah istrinya 99% ia yakin itu, meski wajahnya tertutup masker namun dari sorot mata dan alisnya ia sudah sangat hafal dan menegenali jika itu adalah wanitanya.


" Maaf... sepertinya saya mengenali anda"


Syaqina semakin terpojok, Shaka tampak beberapa kali mengulang dan mematikan panggilan dari Handphonenya dan sejurus dengan hal itu handphone Syaqina juga mengikuti apa yang dilakukan Shaka


" Syaqina Azzahra.. tolong berhenti menghindar aku pasti menemukanmu sejauh apapun kamu meninggalkan saya, tolong Maafkan aku, aku akan menjelaskan semuanya agar kesalah pahaman kita tidak berkepanjangan "


Beberapa orang yang berada dalam mini market tersebut seperti sedang menyaksikan tayangan live adegan Drakor. Kasir selesai menghitung dan Syaqina pun menyerahkan sejumlah uang untuk membayarnya kemudian bermaksud meninggalkan tempat tersebut namun dengan sigap Shaka langsung mencekal tangan kanan yang kini tengah memegang kunci motor dan tangan kiri menenteng kantong belanjaannya.

__ADS_1


" tunggu... kamu mungkin bisa menutupi dirimu dengan masker bahkan niqab sekalipun tapi aku tetap bisa mengenalmu dari bahasa tubuh mu, sorot matamu, dan terlebih aroma parfummu aku sangat hafal, jadi kamu tak bisa menghindar lagi "


Shaka semakin mempererat dekapan tangannya hingga Syaqina pun meringis menahan sakit


Tangan Shaka pun terulur mencoba membuka masker yang menutupi sebagian wajah ayunya, dan benar adanya Shaka tidak salah orañg wanita yang dihadapinya itu adalah istrinya yang kini tengah iya cari hingga ke ujung kota ini. tanpa membuang waktu Ia pun memeluk istrinya dengan erat


" please.. sayang maafkan Mas, maafkan Mas akan jelaskan semuanya "


Syaqina masih mematung dalam pelukan suaminya ia hanya bisa terdiam dan tak tahu harus berbuat apa


" sekarang Queen dimana, dengan siapa? kita pulang ya Sayang Mas akan ceritakan semuanya "


tanpa persetujuan Shaka langsung menarik tangan Istrinya keluar dari mini market menuju parkiran


" tunggu Mas, aku bawa motor tadi "


ucap Syaqina dengan nada masih datar


Shaka pun tampak menghubungi orang suruhanya untuk mengambil motor yang tadi dipakai istrinya dan membawanya ke alamat yang disebutkan.


" apa Queen akan baik - baik saja jika kita tinggal berbicara beberapa waktu dan mengambil beberapa barang ku yang masih di penginapan ?"


" ku rasa tidak, aku menitipkannya pada budeku "


" budhe ?"


" Maaf aku tidak pernah cerita jika almarhum ayah memiliki saudara sepupu bernama Budhe Sri dan ini adalah kampung halaman Ayah "


" oh, begitu. Maaf ya sayang aku selalu membuat kalian repot "


Syaqina hanya terdiam dan tanpa memberikan reaksi lebih selain hanya mengangguk, tak berapa Lama mobil pun berhenti tepat di depan penginapan yang Shaka tempati sejak semalam.

__ADS_1


Setelah memarkir dengan benar Shaka pun keluar dan membukakan pintu untuk istrinya kemudian membawanya masuk ke dalam penginapan dan menuju kamar yang ia sewa


" masuklah "


Syaqina tampak memperhatikan ruangan yang tak seberapa besar hanya ada single bad dan satu buah tv sedang, penyejuk ruangan, kamar yang cukup nyaman untuk daerah perbatasan seperti ini.


Shaka membawa sang istri yang sangat ia rindukan itu diatas kasur sesaat ia berjongkok dihadapan Syaqina tangannya terulur memegangi tangan Istrinya


" Sayang... aku harap kamu yakin dan percaya kalau aku sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan dia, dia hanya masa laluku bahkan aku sudah jauh melupakannya sebelum menikahimu, photo yang kamu lihat itu adalah photo saat denganya dulu dan aku pastikan aku dan dia tak pernah berbuat lebih selain berc***** , itu photo saat aku liburan bareng teman - teman dan itu tidak ada yang terjadi itu hanya photo ketika kami tidak mendapatkan kamar untuk menginap dan akhirnya kami menginap dalam 1 kamar berlima "


" iya Mas aku ngerti, mungkin aku saja yang terlalu Baper, aku terlalu kekanakan, dan selalu memilih kabur tanpa mendengar penjelasan darimu aku juga salah, nggak seharusnya aku pergi dari rumah tanpa izin dan persetujuan mu , aku minta maaf "


Tanpa membuang waktu Shaka langsung memeluk istrinya penuh cinta dan kerinduan, hatinya merasa lega ternyata ketakutannya terlalu berlebihan, rupanya tidak seseram yang ia bayangkan jika istrinya akan menolaknya mentah- mentah penjelasannya


" terimakasih sayang, aku memang salah terlalu takut membuatmu sakit hingga aku tak bisa terbuka dan jujur denganmu , maafkan suami kamu yang terkadang belum bisa sedewasa umurnya "


" kita sama - sama menikmati proses perubahan ini mas , meskipun aku sudah 23 tahun dan kamu sudah 25 tahun tapi terkadang rasa cemburu kita dan ego kita masih mendominasi pikiran kita "


" ternyata kamu memang cerdas sayang, aku malu ternyata satu setengah tahun kita bersama sebagai suami istri tapi aku belum bisa memahamimu dengan baik "


" mungkin dengan begini kita butuh lebih banyak waktu untuk saling mengenali dan memahami personality kita masing - masing, itu wajar mas karena hubungan kita terjalin dengan cara serba instant, pertemuan instan, pernikahan instan , dan menjadi orangtua instan juga "


" kamu memang terbaik sayang, jadi semakin cinta deh "


ucap Shaka sambil mengerlingkan sebelah matanya menggoda sang istri seperti om om genit


" apa sih By... genit banget itu mata kayak orang cacingan aja "


" ini tuh efek kamu tinggalin satu minggu sayang jadi abang sedikit Jablay


" ishh... geli deh By "

__ADS_1


keduanya pun tertawa geli melihat kekonyolan sore hari ini, Akhirnya setelah suasana hati suami istri itu kembali kondusif mereka memutuskan untuk segera pulang kerumah Bude Sri dimana putri kecil mereka telah menunggu disana. Meski sebelumnya tadi Syaqina telah mengirim pesan pada Pak dhe Joko jika masih ada sedikit urusan namun tetap saja mereka memikirkan Queen putri kesayangan mereka.


__ADS_2