Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
138. Tak terduga


__ADS_3

Syaqina tampaknya sangat menikmati peranya istri, ibu sekaligus sebagai seorang jasa konsultan diperusahaan suaminya.


Meskipun Shaka selalu memintanya untuk berhenti bekerja kapan saja jika ia merasa kewalahan namun Syaqina tak pernah mau baginya ia ada kepuasan tersendiri ketika bisa bekerja namun tetap tidak melupakan kodratnya sebagai seorang istri dan ibu, toh ia tetap bisa mengurus rumah tangganya dengan baik, mempersiapkan segala keperluan dan kebutuhan Shaka dan putri kecilnya yang kini sudah berusia Lima tahun dan sudah mulai sekolah.


Sungguh potret keluarga bahagia sesungguhnya kehidupan rumah tangga yang mereka jalani begitu harmonis meski tak jarang di bumbui dengan kesalah pahaman kecil itu wajar dalam berumah tangga. terbukti Syaqina dan Shaka selalu bisa menyelesaikan nya dengan baik, karena keduanya kini sudah mulai matang dalam berpikir dan bersikap dewasa dalam menyikapi setiap masalah yang datang dalam rumah tangga mereka.


Hari kebetulan hari sabtu dan Syaqina libur kerja serta Shaka hanya bekerja setengah hari karena sudah menjadi kesepakatan mereka Syaqina hanya memiliki jam kerja selama lima hari dan itupun bisa disesuaikan dengan kondisinya sebenarnya ia bisa mengerjakan segala pekerjaannya dari rumah namun ia tetap berusaha seprofesional mungkin mengingat dirinya adalah istri pimpinan perusahaan tersebut, maka ia harys memberikan contoh yang baik pula untuk karyawan yang lainnya.


Shaka yang baru saja pulang dari perusahaan langsung saja menuju ke kamar dusana sudah ada anak dan istrinya yang sedang ditemani tidur siang, meskipun Queen telah memiliki kamar sendiri sedari bayi namun, sering kali Syaqina membawanya untuk tidur di kamarnya karena ia ingin lebih dekat dengan putri kesayangannya. karena menurutnya membiasakan diri untuk menciptakan kelekatan antara mereka akan berdampak positiv untuk hubungan anak dan orangtua nantinya.


" Assalamualaikum.. apa putriku masih tidur sayang ?"


" waalaikumsalam Mas, iya lihatlah ia masih tampak pulas padahal ia tidur sudah lebih dua jam "


jawab Syaqina sembari mencium punggung tangan suaminya dan suaminya pun mengecup pucuk kepala yang tertutup hijab instan itu.


" kita jadi kan kerumah Mama ?"


" iya Mas jadi kok, kita tunggu Queen bangun ya , nanti sekalian kita mampir toko bakery aku mau membawakan cinamons untuk Tiara tadi dia memintanya sepertinya dia masih ngidam "


" siap laksanakan nyonya ! bay the way Tiara kan usia kandungannya sudah menginjak 7 bulan masa iya masih ngidam sayang ?"


" ihh... tetep juga mas yang namanya ngidam itu bisa saja bahkan yang udah mau melahirkan saja masih ada yang ngidam. kan reaksi kehamilan seseorang itu beda - beda Mas "


" lalu dulu ketika kamu hamil putri kita seperti apa ?"


" hemmm... dulu sih aku nyaris nggak rasain ngidam yang aneh aneh, karena mungkin kondisiku saat itu jadi tidak memikirkan hal - hal yang seperti itu. dulu sih cuma sempet pingin mangga muda tapi Aldo bisa mengabulkanya"


Wajah Shaka seketika berubah pias rasa bersalahnya kembali menyeruak


" maaf ya sayang semua karena kebodohanku sampai - sampai tak berada disisihmu saat kamu sedang membutuhkanku"


" Mas... udah dhonk jangan inget yang udah lalu, lagian aku kan nggak permasalahkan itu"


Shaka masih tampak tersenyum kecut melihat ketulusan istrinya memaafkan kesalahan terbesarnya itu


" yang terpenting sekarang aku sangat ingin bisa hamil lagi Mas agar Queen nggak kesepian nantinya, agar nanti kalau kita sudah tua dia memiliki teman untuk berbagi ketika merawat kita nanti "


Syaqina semakin tertunduk dengan airmata yang sudah berderai membasahi pipi mulusnya


" Sayang... dengarkan aku, kita jangan bahas itu lagi. satu hal yang kamu harus tahu memiliki kamu dan Queen itu sydah lebih dari cukup kalaupun nanti Allah masih memberi kita amanah lagi itu bonus, karena aku yakin Allah paling tahu apa yang terbaik untuk kita. jadi kamu nggak harus terus - terusan merasa bersalah anak itu rejeki sayang lalau Allah belum memberinya lagi berarti kita harus bersabar lagi, sekarang kita bersiap itu Queen udah bangun, dia pasti senang akan bertemu dengan kakek neneknya "

__ADS_1


Shaka pun mengurai pelukannya pada tubuh istrinya dan beralih mendekati putri kecilnya yang sudah terbangun


" hay... princesnya Daddy sudah bangun ? "


" Daddy... kita jadi kan kerumah nenek dan kakek ?"


ucapnya dengan suara khas bocah lima tahun


" jadi dhonk nak,, sekarang Queen mandi dulu sama Daddy dan kita bersiap kerumah Kakek "


" yeee.... Queen mau main sama kakek nenek nanti , Queen juga mau main dengan dedek bayi yang ada diperut aunty Tiara "


" tentu anak manis.. sekarang kita mandi "


Syaqina dan Suami telah terbiasa berbagi tugas dalam pekerjaan rumah tangga dan mengasuh putri kecil mereka dan itu sudah semenjak Queen masih Bayi karenanya Shaka sudah tampak mahir dan terbiasa tanpa kaku mengurus anak gadisnya.


Shaka beserta istri dan anaknya kini sudah sampai di rumah utama keluarga Darmawan Mahantara mereka disambut dengan pelukan hangat oleh kedua orangtua, dan kakak mereka karena sudah dua minggu ini mereka tidak bertemu mereka sudah sangat saling merindukan terlebih dengan si kecil Queen yang tingkahnya kini semakin membuat siapa saja gemas terlebih kakek neneknya jika dulu setiap akhir pekan mereka akan berkumpul di rumah ini tapi dengan kesibukan masing - masing termasuk Syaqina yang bekerja week and lebih sering mereka habiskan dengan keluarga kecil mereka.


kini bocah perempuan berusia 5 tahun itu tengah asyik bermanja dengan kakek neneknya di beranda belakang rumah, disana sudah tersedia berbagai makanan ringan dan berbagai kue kesukaan Queen yang khusus dibuatkan oleh sang nenek untuk cucu kesayangan mereka.


" sayang pelan - pelan makanya, nggak ada kok yang minta kalaupun habis nanti nenek akan buatkan lagi untuk cucu cantik nenek ini"


" soalnya kue buatan nenek memang paling lezat, dan Ui juga udah kangen sama semua ini Nek "


" ahh... cucu nenek yang pinter makanya biar kamu bisa makan semua kue bikinan nenek setiap hari kamu bilang sama Bunda dan Daddy kalau Ui tinggal sama nenek dan kakek saja "


" aku rasa itu bukan ide bagus Nek, Bunda dan Daddy pasti sepi kalau Ui tinggal disini kasian kan, disini ada uncle jugga Mommy Aya nanti juga ada dedek bayi Nenek tak akan sepi"


Mama Vina tidak menyangka jika jawaban cucunya akan sebijak itu padahal Queen belum genap lima tahun masih kurang dua bulan lagi tapi anak itu sudah bisa berbicara layaknya orang dewasa


" oh.. sayang kamu pinter sekali sih, jadi makin gemes nenek sayang "


Mama Vina pun tak lagi bisa menahan menciumi seluruh wajah dan pipi chubby itu dengan gemas.


Acara makan bersama pun sydah siap dimulai, semua menu hasil masakan Syaqina di bantu Tiara dan beberapa ART dirumah itu kini sudah tertata rapi di meja makan yang memanjang itu, para lelaki pun yang tadi nya bercengkrama di beranda samping kini sudah berkumpul di meja makan,


Ting tong ting tong


suara bell rumah pun berbunyi salah satu ART pun membukakan pintu demi melihat siapakah yang akan bertandang kerumah keluarga Darmawan Mahantara malam ini.


" Assalamualaikum... "

__ADS_1


suara yang terdengar tak asing terutama bagi Syaqina,


" waalaikum salam, Jeng Susan , pak setyawan ! silahkan duduk kirain nggak jadi datang "


sambut Mama Vina dengan sumringah dan ramah sambil bersalaman pipi dengan besannya


" maaf Jeng Vina kami sedikit terlambat maklum tadi dijalan sedikit macet "


" tidak masalah kok Jeng, ayo silahkan duduk."


sementara Syaqina yang menyadari kedatangan ibu kandungnya masih diam saja seolah tak bergeming. jelas saja karena hati Syaqina belum sepenuhnya bisa memaafkan kesalahan ibunya di masa lalu karenanya Mama Vina berniat untuk memperbaiki hubungan antara ibu dan anak kandung itu mengingat ini sudah terjadi selama hampir 4q


1tahun. Mama Vina sangat maklum dengan kondisi menantunya saat ini akan tetapi menyimpan dendan dan sakit hati jika terlalu lama itu akan tidak baik apalagi mereka adalah anak dan ibu kandung.


" selamat malam semuanya Pak Andi, Shaka, dan Syaqina "


" selamat malam bu Susan, pak Setyawan Mari silahkan duduk jangan sungkan kita ini kan satu keluarga "


ucap Papa Andi sambil mempersilahkan tamu nya duduk


" Syaqina, apa kabar nak? Queen mana kok tidak ikut makan malam ?"


tanya bu Susan dengan sangat hati - hati karena wanita paruh baya itu juga masih selalu dihantui dengan rasa bersalah terhadap anak sulungnya karena kesalahanya dimasa lalu


" alhamdhulillah baik, Queen sudah tidur "


jawab Syaqinq singkat dan datar meskipun tidak ketus namun terdengar sangat dipaksakan. melihat reaksi istrinya Shaka pun berusaha menenangkan sang istri dengan mengusap tangan istrinya lembut


" Sayang... are you ok ?"


Syaqina pun membalas dengan anggukan kepala


" Maaf .. aku juga tidak tahu jika makan malam ini udah direncanakan oleh Mama dan Papa sayang "


ucapnya lembut setengah berbisik dengan menatap manik mata istrinya yang tampak berkaca - kaca


" nggak apa kok Mas "


jawab Syaqina dwngan wajah yang tertunduk


" ya sudah kita mulai makan malam dulu, setelahnya kita bisa saling berbincang nanti "

__ADS_1


pungkas Mama Vina yang di angguki oleh Papa Andi .


__ADS_2