Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
65. Tiga Pangeran Tampan # 2


__ADS_3

Sudah hampir satu setengah jam Syaqina menunggu Riyan di dalam ruangannya hingga tanpa terasa Ia pun terlelap diatas sofa, rasa kantuknya mulai menyerang tanpa permisi apalagi jika dalam posisi cuma duduk nggak jelas gini, ditambah lagi kondisi ibu hamil begini pasti akan mudah ngantuk disaat jam pagi menjelang siang seperti ini.


Sementara setelah menyelesaikan meeting ketiga pangeran tampan itu tampak masih berbincang diruangan tadi, mereka sedang merencanakan untuk kongkow bersama setelah jam makan siang nanti, karena moment seperti ini sangat langka bagi mereka untuk bisa bertemu dan berkumpul.


"astaga.. aku melupakan sesuatu "


pekik Riyan tiba - tiba saat teringat pada Syaqina yang disusunnya menunggu di ruangannya sejak satu setengah jam yang lalu


" tunggu.. kalian tunggu sebentar disini aku akan segera kembali, aku pergi sebentar "


kemudian Riyan berlari keluar dan menutup pintu dengan cepat hingga terdengar


bruugghhh


" ada apa tuh bocah kok nggak jelas gitu ?"


tanya Shaka pada Mahesa yang sama - sama tidak mengerti,


" susulin ke ruangan dia aja yuk.. penasaran juga seperti apa ruang kerja wakil Boss disini"


Setelah sejenak berpikir Mahesa pun memutuskan mengajak Shaka ke ruangan Riyan sekaligus yang bersebelahan dengan ruang CEO yang kemungkinan besar nantinya akan di jabat oleh Mahesa karena Shaka sudah memiliki perusahaan sendiri yang bergerak di bidang Advertising yaitu SDM advertising.


Sementara itu di dalam ruang kerja Riyan, Riyan yang baru saja menyadari dan mengingat keberadaan Syaqina yang telah ia terlantarkan selama hampir 2 jam di dalam ruangannya.


Sebenarnya sejak beberapa menit menunggu Riyan tapi tak kunjung datang menemuinya ia sudah berniat meninggalkan ruangan ini dan kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya tapi mengingat tadi yang menyuruhnya Riyan langsung ia pun mengurungkan niatnya hingga akhirnya malah ketiduran di sana.


Dengan mengambil langkah panjang dan tergesa Riyan pun sampai di ruang kerjanya dan mendapati Syaqina tengah tertidur pulas dengan posisi terduduk di sofa, Riyan pun mendekat dan mendudukkan dirinya di sebelah kanan Syaqina, ditatapnya lekat wajah ayu perempuan yang tengah tertidur pulas itu , dengan tiba - tiba tanganya terulur mengelus pipi kemerahan alami itu


"maaf ya Sya aku udah menelantarkan kamu disini, sejujurnya aku nggak Rela Sya melihatmu seperti ini ken apa justru kamu menikah dengan orang pengecut seperti itu, yang akhirnya kamu harus menderita begini. hati ini sungguh nggak Rela liat kamu dengan perut yang sudah membesar masih harus kerja dan mencukupi keperluan kamu sendiri, seandainya aku bisa berbuat yang lebih dari sekedar sahabat Sya "


tanpa terasa kesedihan kini menyeruak dalam ruang hatinya, melihat wanita yang ia cintai hidup dengan tidak layak seperti ini, tak lama Syaqina pun menggeliat dan perlahan mengerjapkan matanya


"emh.. sudah jam berapa ini ?"


dilihatnya wajah Riyan yang berjarak tak jauh dari dirinya membuat keduanya salah tingkah


" Pak... maaf saya ketiduran "


" aku yang seharusnya meminta maaf karena sudah menelantarkanmu di ruanganku "


" auh.. "


Syaqina meringis sambil memegangi perutnya


" kenapa, apa kamu merasakan sesuatu ? apa kamu merasakan sakit "

__ADS_1


ditariknya nafas dalam - dalam kemudian ia hembuskan perlahan


" huuufff "


" apa kita harus kerumah sakit sekarang "


" tidak Yan, ini tuh nggak apa - apa tadi bagiku menendang sepertinya dia sedang bermain bola "


Riyan yang begitu cemas berangsur terkekeh mendengar ucapan Syaqina yang katanya bayinya main bola, ada - ada saja main bola kok dalam perut 🤣


" serius kamu baik - baik saja ?"


" iya serius kok "


" Btw... maksud aku minta kamu nunggu di ruangan ini tadi tuh biar kamu nggak lagi diganggu sama mereka - mereka para genk lambe turah itu"


" tapi kan kerjaan ku jadi terbengkalai"


" kamu tenang, aku udah minta izin sama pak Rudy kepala bagian kamu hari ini kamu aku pinjam dan bebas tugas dari pekerjaanmu"


" loh.. kok bisa gitu, Yan .. pasti nanti bakal makin runyam deh "


"udah tenang saja, itu tak akan terjadi, sekarang kamu bisa pulang atau mungkin kamu mau pergi ke mana gitu secara hari ini kamu free "


" kalau begitu... aku mau chek up ke dokter saja deh soalnya dari kemaren udah bikin janji juga hari ini mau konsultasi sama chek up rutin "


Mendengar rencana Syaqina yang akan ke dokter untuk periksa kandungannya Riyan pun tampak antusias untuk menemaninya, secara Syaqina kan lebih sering pergi sendirian saat chek up karena akhir - akhir ini Rissa dan Aldo sangat sibuk dan mbak Anggi sekarang harus mengambil cuti karena ia baru saja mengadakan program bayi tabung untuk mendapatkan momongan.


" ah.. tidak usah , tidak perlu Yan aku tidak mau semakin memperkeruh keadaan kalau harus keseringan sama - sama kamu"


Riyan pun berpikir sejenak dan akhirnya ikut membenarkan ucapan Syaqina, bagaimanapun ia tidak ingin kejadian seperti tadi pagi menimpa Syaqina lagi.


" ok.. baiklah kalau begitu "


" Ya udah , aku duluan Ya kalau begitu, terimakasih untuk hari ini "


Syaqina pun meninggalkan ruangan Riyan dan segera menuju ke Rumah sakit tempat praktik dokter kandungan yang menanganinya.


Riyan tersenyum tipis melihat tubuh Syaqina semakin menjauh dari ruangannya dan menghilang di balik pintu ruangan itu. setelahnya sepersekian menit Shaka dan Mahesa tampak sudah berada di depan pintu ruangan Riyan dan segera mengutuknya


TOK..TOK..TOK..


" masuk"


suara Riyan mempersilahkan orang yang berada diluar pintu itu untuk masuk karena ia berpikir itu adalah Syaqina yang mungkin ketinggalan sesuatu diruanganya ini.

__ADS_1


terdengar suara pintu berderit dan pintupun terbuka, masih tanpa melihat kearah pintu Riyan yang tengah mengerjakan pekerjaannya dengan sepasang mata tak luput dari layar monitor Laptop nya


" kok balik lagi apa yang tertinggal Sya ?"


tanya Riyan tanpa memperhatikan Siapa yang masuk


" Sya siapa maksud lo? "


Riyan terkaget mendengar suara itu, tak salah lagi itu suara Shaka yang tiba - tiba nongol di ruangannya bersama Mahesa


" eh.. kalian ?, sorry ,, sorry ini aku udah mau ke ruangan tadi tapi harus membuka e mail dari klien penting perusahaan ini"


" huff sekalinya kesini kita di cuekin ditinggal mulu "


sahut Mahesa sambil menjatuhkan bohongnya di sofa empuk yang berada di ruangan itu.


Shaka pun mengikuti Kakaknya duduk di Sofa tersebut, baru saja mendaratkan pantatnya dengan cantik tiba - tiba Shaka mengaduh ternyata iya menduduki sebuah benda tepat di bawah bokongnya.


"auww,, ssttt apa ini ?"


rupanya Shaka mendapati sebuah buku tergeletak di atas sofa karena tidak melihat terlebih dulu alhasil justru menduduki sebuah buku lebih tepatnya sebuah buku novel


Shaka pun mengambil benda tersebut dan membukanya sekilas iya melihat sebuah nama tertulis di halaman depan buku tersebut. namun dengan cepatnya Riyan menyambar buku tersebut


" tunggu.. itu punya Sya.. , maksud aku punya sahabatku "


" ih.. pelit banget cuma mau lihat sebentar saja"


" tapi temenku ini tidak suka jika barang miliknya disentuh orang lain, apalagi yang tak iya kenal "


jelas Riyan


"udah - udah buruan kita keluar makan siang yuk katanya tadi mau makan bareng "


Mahesa langsung menengahi perdebatan antara Shaka dan Riyan.


" baiklah ayo.. "


Akhirnya ketiga pangeran tampan itupun tampak berjalan beriringan meninggalkan MH propertisindo dengan tingkat ketampanan mereka bertiga yang diatas rata - rata otomatis membuat para karyawan perempuan melongo dengan wajah dan muka penuh harap bisa memiliki ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.


Hallo.. Hallo...para READERS


Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.


jangan lupa

__ADS_1


LIKE ❤


komentarnya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2