Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
96.Hari yang buruk


__ADS_3

Calvin semakin beringas akal sehatnya kini telah dikendalikan oleh hawa ***** lelaki itu semakin gelap mata obsesinya bisa memiliki gadis pujaannya yang berakhir dengan penolakan membuatnya tak bisa berpikir waras, ia semakin menggila Tiara sudah sangat tak berdaya namun ia tak mau menyerah begitu saja, tentu ia tak ingin menyerahkan harga diri dan mahkota berharganya pada pria seb****k Calvin.


" Calvin, jika kamu menginginkan aku sungguh - sungguh tentu kamu tak akan tega seperti ini, baiklah kita bisa melakukannya dengan cara yang lebih manusiawi, tentu kamu tak ingin jika aku membencimu seumur Hidupmu "


" apa kamu berubah pikiran ? apa kamu juga mengingkannya sekarang ?"


Tiara pun akhirnya mencoba dengan cara lain, secara logika iya tak akan mampu melawan lelaki itu tenaga mereka tidak akan sebanding. sebab itu Tiara mulai berpikir jika menghadapi manusia seperti ini maka ia harus menggunakan kelembutan meskipun saat ini tidak dipungkiri dirinya sangat ketakutan membayangkan apa yang akan terjadi nanti jika ia tak berhasil dengan siasatnya ini.


"Calvin , aku percaya kamu lelaki yang baik dan aku tahu kamu seperti ini bukan semata - mata karena obsesimu terhadapku, tapi karena saat ini kamu dikendalikan oleh minuman yang mungkin kau minum tadi "


Dan memang benar Aroma alkohol menguar menyeruak dari mulut Calvin saat ini dan itulah yang semakin menguasainya menjadi seperti lelaki gila yang diliputi Hasrat be**t


" kamu jangan banyak bicara cantik, aku tahu kamu tidak akan pernah menyukaiku "


Calvin masih terus merancau dan berusaha terus menyentuh tubuh Tiara hingga terpaksa Tiara mengikuti alur permainan Calvin iya terpaksa membalas *****an di bibir manisnya yang kini sudah membengkak karena kebrutalannya


merasa kini mendapatkan respon Calvin pun merasa senang dan semakin menikmatinya


" Vin,.. kita bisa melakukan lebih nikmat dari ini jika tanganku tak terikat begini, akau bisa memberikan rasa yang kamu inginkan dengan tangan mulusku ini "


Tiara berlaku sedikit agresif kali ini

__ADS_1


" kamu serius ? kamu mau melakukannya?"


" tentu kamu bahkan sudah memberikan aku kenikmatan "


Seolah menghipnotis dengan respon yang diberikan Tiara Calvin pun menuruti permintaan wanita pujaannya yang kini ia pun melepaskan tali yang mengikat kedua tangan Tiara Hingga pergelangan memerah karena terlalu kuat mengikatnya


Merasa lega kedua tanganya kini terlepas dari ikatan yang menyiksanya Tiara pun tak menyiakan kesempatan ini, namun sepertinya Calvin pun tak sebodoh yang Tiara kira iapun bisa membaca pikiran Tiara untuk dapat lepas dari jeratnya.


Tanpa menunggu waktu Calvin langsung membanting tubuh Tiara hingga terjerembab kembali ke atas kasur dan segera ditindihnya kembali dengan tubuhnya yang tinggi besar seketika Tiara kalah Calvin bahkan kini sudah semakin kalap hasratnya kian memuncak puas dengan men *** wajah dan leher Tiara kini beralih pada aset kembar milik Tiara tangannya menyelusup ke balik ke meja berwarna Moca yang ia kenakan kini yang dipadukan dengan rok plisket warna senada, bahkan tanganya kini menjelajah ke balik rok plisket itu dan mulai menggerayangi aset paling keramatnya.


Tiara masih tetap berusaha untuk melawan hasratnya terpancing, hingga saat Calvin tengah menikmati fantasi dari hasrat bejatnya Tiara pun tak menyiakan kesempatan ia mengarahkan lututnya pada ************ yang mengungkungnya itu dengan sisa tenaga ia kumpulkan dan segera menendang Pusaka yang kini tinggal tertutup boxer


" aughhhh "


Sedangkan nasib Calvin sampai hari ini tidak ada yang tahu, setelah kejadian itu Tiara yak lagi mendengar kabarnya. Bahkan Tiara sengaja menyembunyikan peristiwa mengerikan yang menimpanya itu dari siapapun termasuk dari Bunda Mayang ibu kandungnya sendiri.


Flash back off


Tiara tidak ingin menambahi beban pikiran Bunda nya yang saat ini kebetulan sedang sakit karena penyakit lemah jantung yang dideritanya sejak lama tengah kambuh dan saat itu beliau sedang di rawat inap di Rumah sakit.


Tiara merupakan sosok gadis kuat, mandiri dan sederhana tak jauh berbeda dengan Syaqina kesamaan karakter itulah yang menyatukan mereka dalam sebuah persahabatan. mengingat di Kampus tempatnya menempa Ilmu kedua gadis itu merupakan Mahasiswa yang kuliah dengan beasiswa.

__ADS_1


Berada di kalangan para anak - anak dengan status sosial orang tuanya yang tinggi kalangan pengusaha dan juga para pejabat tinggi dan bahkan anggota Dewan. mereka berdua hanyalah dua anak bangsa yang mendapat kesempatan menuntut ilmu di sebuah Universitas swasta ternama di kota ini, membuat mereka membatasi diri dengan pergaulan dan bersosialisasi dengan teman di kampusnya .


Tiara memang masih lebih beruntung jika di bandingkan dengan Syaqina ia masih memiliki Bunda Mayang , kak Rega dan juga adik Bungsunya sehingga Tiara hanya fokus pada kuliah saja dan hanya sekedar bantu - bantu mengurus catering rumahan Bunda Mayang, karena kak Rega melarangnya bekerja dan memintanya fokus belajar.


Berbeda dengan Syaqina yang harus membagi waktu antara kuliah dengan Bekerja paruh waktu di sebuah Restaurant. karena Syaqina hanya memiliki seorang Ayah yang berprofesi sebagai seniman lukis jalanan.


Kejadian dua bulan yang lalu itulah yang kini menjawab teka teki dalam benak Mahesa ternyata Gadis yang dinikahinya beberapa hari yang lalu pernah mengalami kejadian yang sangat buruk yang menyisakan trauma pada diri Tiara beruntung Tiara dapat lolos dan selamat dari Lelaki pecundang seperti Calvin.


Mahesa memeluk erat tubuh istrinya menghapus airmata yang sedari tadi menggenangi mata indah itu, dikecupnya pucuk kepala Tiara berkali - kali tanganya terus mengusap punggung dan pundak Tiara yang terus terguncang karena tangisannya.


Mahesa sangat marah mendengar penuturan Tiara bahkan ingin rasanya ia melenyapkan pria bernama Calvin itu, namun ia harus menahanya mengingat yang terpenting saat ini adalah menenangkan Tiara dan menghilangkan trauma itu dari pikirannya.


" Tiara.. kamu tenang ya kita akan melewati ini semua sama - sama, kamu harus percaya sekarang suamimu ini akan menjagamu dengan baik sehingga hal buruk itu tak akan pernah terjadi , aku menyesal kenapa kamu tidak menceritakan hal sebesar ini padaku, tanpa ingin kamu membaginya denganku dan malah kamu pendam sendirian "


" Kak.. maafkan aku mungkin aku memang tak lagi pantas untukmu "


" ssttt , jangan bicara hal bodoh seperti ini, kamu tidak apa - apa kamu masih utuh bahkan kamu tetap gadisku yang masih putih bersih, terimakasih kamu masih bisa pertahankan itu "


" apa mungkin kamu memerlukan psikiater untuk menghilangkan trauma itu, atau mungkin kamu memerlukan hipnoterapy agar bayangan kejadian buruk itu tidak terus - terusan menyiksamu sayang "


Tiara hanya menggeleng bahkan ia tak ingin ada orang lain tahu kejadian buruk itu selain Mahesa suaminya. Dan Mahesa pun hanya bisa menuruti karena ia tak ingin masalah itu menjadi beban pikiran untuk keluarganya yang penting baginya dia masih baik - baik saja . Mengingat orang tua Calvin merupakan sahabat Bunda Mayang jika masalah itu terkuak maka akan berpengaruh juga pada persahabatan orang tuanya.

__ADS_1


Mahesa pun akhirnya meluk erat tubuh Tiara yang kini mulai terlelap dalam dekapannya



__ADS_2