Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
17. malaikat pelindung


__ADS_3

Shaka masih terlihat lemas, Syaqina yang baru masuk ke dalam kamar membawa nampan berisi semangkuk bubur dan air putih dalam gelas.


"Sekarang kamu makan dulu aku udah buatkan bubur nih "


Syaqina membantu Shaka duduk dengan kepala tersandar di kepala ranjang


"maaf ya aku udah bikin kamu jadi kayak gini aku memang ceroboh nggak tanya-tanya dulu kamu ada alergi seafood nggak"


"udah tenang saja gue nggak apa-apa"


"tapi gara-gara aku pekerjaanmu jadi terbengkalai, meeting kamu hari ini juga berantakan"


"semua udah di handle sama asistenku, kamu nggak usah khawatir gitu"


Syaqina tetap saja masih merasa bersalah, tangan ya masih terus menyuapkan bubur ke dalam mulut Shaka


"heyy..kenapa jadi murung gitu, kamu tuh kalau murung gitu kelihatan makin jelek tahu"


"memang aku jelek "


"jelek-jelek gini kamu tuh menantu keluarga Darmawan Mahantara istri dari Shaka Ibrani Darmawan Mahantara "


"iss... lebay"


"nggak kok kamu tuh cantik, bahkan wanita paling cantik di matakku "


tiba-tiba Shaka merasa kepalanya sangat nyeri hingga seperti berdenyut denyut.


"aughh"


"kepala kamu kenapa ?apa masih pusing ? atau kita harus kerumah sakit sekarang"


Syaqina begitu khawatirkan keadaan Shaka


"beruntung banget sih aku dapat istri cantik, perhatian kayak gini"


"apan sih kamu "


Lagi-lagi Shaka menggoda Syaqina, sepertinya dia bener-bener ingin memanfaatkan waktu satu minggu pertama pernikahan mereka untuk lebih mengenal Syaqina, sedikit demi sedikit rasa canggung itu mulai terkikis lima hari kebersamaan mereka telah sedikit banyak membawa perubahan pada hubungan mereka.


"sya....boleh minta tolong?"


"apa ?"


"duduk sini"


Shaka menepuk tempat kosong disebelahnya

__ADS_1


dengan ragu Syaqina pun duduk diatas ranjang bersebelahan dengan Shaka


"tolong pijitin kepala gue .."


Shaka langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Syaqina, meski sedikit ragu Syaqina pun memijat kepala Shaka, bagaimanapun juga Shaka jadi begini karena kecerobohan Syaqina


" apa kamu pernah jatuh cinta?"


tiba-tiba Shaka nyeletuk


"emhh... pernah?"


"kapan ?"


"waktu SD"


"hah.. serius loh"


"terus..pernah pacaran?"


"enggak"


"kok nggak kan kamu pernah jatuh cinta?"


"aku nggak tahu, mungkin hanya cinta monyet atau sekedar cinta sendiri"


"dulu waktu aku masih SD aku sering di bully oleh teman-teman sekolahku, mereka sering ngatai aku ini nggak punya ibu, selalu dikucilkan oleh teman-teman setiap hari ejekan dan cemoohan selalu menjadi santapanku dari teman-teman sekolahku, dan tiba-tiba ada seorang anak lelaki yang usianya terpaut empat tahun dariku dia selalu menjadi malaikat pelindungku, bahkan pernah suatu ketika dia sampai terluka terkena lemparan batu anank-anak nakal yang selalu mengangguku sampai kepalanya berdarah dan mendapat lima jahitan di pelipisnya. Pokoknya cowok itu adalah my hero untukku, dan terakhir kami bertemu sejak aku Masuk SMP tiba-tiba dia menghilang begitu saja, tapi setiap ulang tahunnya dia selalu ingat sampai aku lulus SMA dia selalu mengirimkan kado dan ucapan selamat ulang tahun. tapi semenjak 2 tahun terakhir dia seperti menghilang, mungkin dia sudah melupakanku, dan mungkin juga dia sudah menikah karena setahu ku sekarang dia sudah berumur sekitar 25 tahun."


"terus kamu masih berharap pada Malaikat pelindungmu itu?"


Syaqina menjawab dengan tatapan yang sulit diartikan. ekspresi wajah Shaka pun ikut berubah


"jadi dia masih mengharapkan malaikat pelindunganya itu, gue nggak boleh kalah dia boleh memiliki malaikat pelindung di masa lalu, tapi dimasa sekarang dan seterusnya akulah yang akan menjadi malaikat pelindungnya "


batin Shaka bergejolak, ada rasa ngilu di hatinya ketika mendengar semua itu. wanita yang telah ia nikahi ternyata menyimpan seseorang dalam hatinya, dan itu bukan dia, namun ia tetap tersenyum kecut


"sekarang gantian aku yang tanya boleh?"


Syaqina memulai pembicaraannya setelah beberapa Saat mereka dalam suasana hening


"boleh "


"kamu sendiri pernah jatuh cinta ?"


"hemmm... pernah"


"terus?"

__ADS_1


"jujur gue pernah beberapa kali menjalin hubungan tapi entah itu atas dasar apa, yang jelas kebanyakan dari mereka para gadis yang menghampiriku dan menyatakan duluan, bahkan tidak ada yang atas usahaku mengejarnya mereka dengan suka rela datang sendiri padaku"


"ja...jadi.. kamu itu seorang play boy?! kelihatan sih dari tampangmu"


Syaqina sedikit bernada tinggi dan ada sedikit aura kecewa di wajahnya. memang faktanya Shaka pernah beberapa kali berganti pasangan, bagaimana tidak anak seorang keluarga Darmawan Mahantara pewaris kerajaan bisnis terkemuka berwajah nyaris sempurna perawakan tinggi hidung mancung berkulit putih, nyaris seperti titisan pangeran kayangan tidak ada makluk kaum Hawa yang akan menolak pesonanya.


"tapi aku bukan seburuk yang kamu fikir ya, aku tidak keberatan kamu menyebutku play boy tapi dari sekian banyak aku menjalin hubungan aku tidak pernah berbuat macam-macam bahkan untuk sekedar berci**** bi*** saja aku belum pernah melampaui batas kecuali sebatas kecupan. dan yang terakhir justru gue mendapat penghianatan mungkin dia satu-satunya wanita yang pernah dekat denganku, yang aku sempat beropsesi memilikinya"


Shaka seolah menepis embel-embel negativ dari seorang yang dikatakan play boy, dan juga sedikit menceritakan bahwa seorang Shaka pernah mendapatkan penghianatan


"yakin itu hanya obsesi bukan cinta?"


Syaqina sepertinya masih meragukan hal itu


"yakin 200% malahan "


"mengada-ngada kamu tuh mana ada yakin sampai 200%"


"ada dhonk kan itu saking yakinnya. buktinya begitu mengetahuinya aku langsung bisa move on, cinta dan obsesi itu adalah hal yang berbeda namun terkadang orang menyamaratakan begitu saja"


"sepertinya seru nih, bisa buat motivasi"


"gue jelasin ya.. cinta itu yang ada tulus sukarela memberikannya, memperjuangkannya dan menjaganya tidak semata berkeinginan untuk memilikinya, sedangkan obsesi itu lebih pada ingin memilikinya bahkan harus memilikinya dan yang pasti di tak akan tinggal di pikiran dan juga hati, itu menurut gue"


"well.. kenapa nggak menjadi motivator saja, kamu loh hebat gitu merangkai kata menjadi kalimat yang keren "


"ngawur kamu "


"tapi beneran kamu kan play boy masak iya cuma segitu saja ?"


"itu hak kamu mau percaya atau tidak, sekarang aku punya kewajiban untuk menjelaskan siapa aku dimasa lalu karena sekarang kita sudah berstatus suami istri, kita akan mengawali membangun hubungan ini dengan saling terbuka dan saling percaya "


DEGGGHH


Dada Syaqina seperti tertimpa beban berat sehingga sulit untuk bernafas normal


"apa kamu bersedia memulainya Syaqina? setidaknya mencobanya,kita mencoba saling menerima keberadaan kita masing-masing bahwa kita dua orang asing yang dipertemukan dalam situasi tak kita duga dan bersatu dalam ikatan pernikahan itu semua adalah takdir dan kita hanya harus menerima takdir itu dan menjalaninya dengan baik"


"Shaka.. "


Syaqina hanya berdesis ada Buliran airmata yang menuruni pipi merahnya, ia tidak menyangka lima hari berstatus sebagai istri dari Shaka Ibrani Darmawan Mahantara ternyata ada banyak sisi baik dari sosok itu, ternyata ada sisi kedewasaan dan bijaksana dalam berpikir, ada rasa kekaguman yang kini mulai hadir dalam hati Syaqina. seorang Tuan muda bisa begitu baik rendah diri menerima dirinya yang hanya dari kalangan orang biasa bahkan kedua orangtuanya menerimanya dengan penuh kehangatan dan ketulusan tanpa memandang status sosialnya. sungguh Syaqina sangat beruntung di istana megah ini dia mendapatkan tempat istimewa dimana ada kasih sayang yang utuh dan tulus dari orang-orang di dalamnya.


TERIMAKASIH UNTUK READERS TERCINTA MOHON UNTUK LIKE,


KOMENTAR


DAN JUGA VOTE NYA YACH... agar AUTHOR lebih semangat lagiπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2