Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
153. Kembali


__ADS_3

Jarum jam telah menunjuk pada angka 14: 30 Shaka baru saja kembali masuk ke dalam kamar rawat inap sang istri, setelah tadi meninggalkanya pergi ke kantor untuk meeting dengan klien dari luar negeri, jika tidak sangat urgent Shaka pun tidak akan tega meninggalkan istrinya meski hanya 2 jam. Shaka sudah mewanti - wanti kepada perawat yang diminta menemani Syaqina saat dia tinggalkan untuk tudak sedetikmpun meninggalkan istrinya karena ia takut jika sewaktu - waktu istrinya terbangun dari koma tidak meenwmukan satu orangpun dalam ruangan ini.


Dan sampai saat Shaka kembali suster Aini pun masih tampak duduk di sofa menemani Syaqina


" selamat sore suster "


" selamat sore Tuan , anda sudah kembali ?"


" iya Sus.. Maaf jika saya pergi terlalu lama, bagaimana apakah ada perkembangan dengan kondisi istri saya suster ?"


" Tuan tidak perlu sungkan ini sudah menjadi tugas kami, Alhamdhulillah selama saya berada dalam ruangan ini tadi sempat beberapa kali istri anda menunjukkan reaksi yang sangat bagus untuk perkembangannya beberapa jemarinya mulai bereaksi ketika saya berusaha mengajaknya berbicara. Itu artinya Iastri Anda sudah mulai memberikan respon kita hanya harys lebih bersabar dan lebih berusaha lagi memancing syaraf - syarafnya agar memberikan respon "


" syukurlah Suster, terimakdih banyak sudah menjaga istri saya dengan baik. "


" kalau begitu saya permisi Tuan "

__ADS_1


" silahkan suster "


Sepeninggal Suster Aini dari ruangan tersebut Shaka segera melepaskan jas hitam miliknya kemudian membasuh wajahnya di washtuffel setelah mengeringkanya Shaka pun mendekati bangkar sang istri kemudian mendaratkan kecupan lembut penuh kasih pada kening Syaqina hingga beberapa detik


" sayang... Maaf ya tadi Mas ada meeting urgent sekali yang nggak bisa di handle oleh Rega jadinya terpaksa ninggalin kamu dengan suster Aini, Sayang... Bangun dhonk kamu nggak capek tiduran terus ? Kamu nggak kangen ya sama suami kamu ini, sama anak sulung kita, apalagi sama Baby boy kita ? Kamu nggak pingin apa kasih dia ASI ?, bangun dhong sayang... Mas sangat rindu kamu, rindu masakan kamu, rindu cerewetnya kamu "


Setiap kali mengajak istrinya berbincang Shaka selalu tidak pernah untuk tidak menjadi cengeng bahkan sepasang mata elangnya kini sudah digenangi butiran crystal bahkan sudah mulai berjatuhan


" kamu kenapa sih betah banget kayak gini sayang ? Kamu marah sama aku karena aku ngotot pingin kita punya banyak anak ? Makanya kamu hukum aku kayak gini ? Sayang.. Aku janji setelah ini aku nggak akan lagi minta kamu mengandung anakku lagi sudah cukup kamu memberikan dua malaikat kecil dalam keluarga kita. Aku janji nggak akan jadi suami yang rewel lagi "


Karena rasa lelah jiwa raga yang menderanya Shakapun akhirnya tertidur dengan posisi duduk kepala terunduk disebelah sisi ranjang istrinya. lelah karena selama hampi dua minggu tak pernah beristirahat dengan baik apalagi cukup, lelah karena memikurkan keadaan istrinya yang menjadi koma pasca operasi melahirkan buah cinta mereka, lelah karena ketakutan memikirkan hal terburuk itu terjadi. Jika itu terjadi entah apa jadinya dia, karena sejatinya Shaka tetaplah suami yang manja dan sangatntergantung pada sang istri untuk segala sesuatu yang berurusan dengan keperluan pribadinya.


Shaka tertidur dengan sisa airmata dan kesedihanya hingga tanpa terasa hampir dua jam ia tertidur dan bahkan sampai bermimpi hingga tanpa sadar saat tangan sebelah kiri Syaqina terus bergerak dari gerakan lemah menjadi sedikit kuat hingga mampu bergerak dan sepasang mata yang terpejam hampir 2 minggu itupun perlahan terbuka meski samar perlahan mata itu terys mengerjap menyesuaikan ddngan cahaya dalam ruangan tersebut hingga sepasang mata itu terbuka sempurna dan seketika tanganpun ikut tergerak terulur menyentuh wajah lelaki yang tengah tertidur ddngan kepala tertunduk pada sidi ranjang


" Mas... "

__ADS_1


Lirih suara itu terdengar karena masih tercekat bahkan nyaris tak terdengar sampai pada akhirnya suara itu kembali terdengar


" Ma..*** .. Sshaka "


Seketika Shaka terbelalak dan terjingkat , jantungnya sontak berada pada situasi sangat tidak aman bagkan nyaris melompat dari tempatnya. Sadar seperti ada suara seaeorang yang memanggil Shakabpun reflek terbangun dan sumpah dsmi apapun ia sangat kaget melihat keadaan istrinya kini dengan mata terbuja bahkan terasa tadi pipinya seperti ditepuk oleh tangan yang selama dua minggu itu hanya tergeletak di atas bangkar perawatan, bahkan tadi dia mendengar suara memanggilnya, meski ini masih meragukan antara mimpi atau hanya ilusinya karena terlalu berharap istrinya kembali bangun dari tidur manjanya


" sa.. Sayang... Istriku kamu .. Kamu .. Bener kamu sudah sadar , kamu sudah bangun sayang ?"


Shaka menatap seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, bahkan istrinya tengah berusaha tersenyum meski itu masih sulit karena syaraf - syarafnya masih kaku akibat selama hampir dua minggu koma


Syaqina mengangguk pelan dan itu sangatbmembuat Shaka sangat bahagia bahkan sangat bahagia seolah hanya dia yang memiliki semesta ini, hingga kemudian ia sadar akan sesuatu


" tunggu aku panggil dokter sayang "


Shaka pun kembali panik namun kepanikanya saat ini panik bahagia , ia pun beralri keluar ruangan sambil berteriak memanggil dokter. Padahal jika dia bisa bereaksi sewajarnya ia cukup menekan tombol yang berada di atas bangkar pasien maka tim dokter akan segera datang, namun tidak bisa seperti itu jika seseorang dalam kondisi panik seperti halnya Shaka saat ini.

__ADS_1


__ADS_2