Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
81. Semua akan baik - baik saja


__ADS_3

Syaqina tampak sedang asyik bergelut dengan bahan masakan di dapur meski kini Usia kandungannya sudah sembilan bulan dan menurut perkiraan dokter sekitar pertengahan bulan ini ia akan melahirkan. Namun Syaqina tetap melakukan aktivitas seperti biasanya, meski dia masih cuti kuliah namun untuk urusan menjalankan kewajiban sebagai seorang istri ia tetap melakukan sendiri seperti memasak dan mempersiapkan semua keperluan suaminya.


Meski Shaka sudah selalu melarangnya namun Syaqina tak pernah menggubrisnya, karena ia type orang yang nggak bisa diem apalagi jika dia masih dapat mengerjakannya sendiri. Syaqina memang tipikal istri yang mandiri, keadaan lah yang membentuknya menjadi pribadi yang demikian. sejak usia lima tahun ia hanya tinggal dengan sang ayah dan dari situlah secara otomatis ia mampu mengerjakan segala sesuatunya sendiri termasuk untuk urusan pekerjaan sehari hari seperti memasak,mengurus rumah dan juga mengurus segala keperluan pribadinya sejak lulus SD Syaqina sudah terampil mengerjakan itu semua meski tetap dengan bantuan sang Ayah.


Seperti pagi ini Syaqina tengah sibuk mempersiapkan keperluan suaminya mulai dari pakaian , dan juga membuatkan sarapan . setelah selesai sholat subuh mereka akan berjalan - jalan keliling kompleks setelah itu ia akan memasak untuk sarapan mereka.


Pagi ini Syaqina membuat sarapan lontong sayur dan juga opor ayam udah kayak lebaran saja meskipun lontongnya ia beli di tukang sayur keliling namun untuk opor ayam kampungnya ia masak sendiri, dan juga tumisan labu dan wortelnya iya masak sendiri, tak lupa sambel goreng orek tempenya.


" waahh.. sayang ada apa nih tumben masak berat gini , udah kayak lebaran aja ?"


tanya Shaka saat sudah berada di ruang makan dan melihat masakan yang sudah dihidangkan di meja


" nggak tahu Mas tiba -tiba saja dari kemaren pingin makan ini, mungkin dedek bayinya yang pingin "


jawabnya polos


" hemmmmss maaf ya sayang ternyata aku selalu merepotkan kamu, dalam situasi kayak gini harusnya kan aku yang persiapkan semuanya bukanya malah kamu sendiri, kamu pasti capek melakukan semua ini ?"


" nggak kok Mas kan cuma kerjaan ringan gini pun, bahkan kemaren - kemaren jauh lebih berat, pas awal kehamilan justru aku harus penyesuaian dengan awal kehamilanku,meski nggak sering merasakan mual seperti pada wanita hamil pada umumnya, aku harus kerja, dan juga harus kuliah malamnya, belum lagi suasana hati aku yang saat itu tidak karuan "


" sstttt, udah ya jangan teruskan lagi, aku tahu itu sangat berat dan menyakitkan buat kamu dan semua itu karena aku penyebabnya, aku memang suami pengecut, yang tak bisa bertanggung jawab pada kalian, bahkan untuk menemukanmu saja aku nggak bisa saking bodohnya aku saat itu, aku memang terlalu cuek saat itu, aku tak pernah berusaha tahu tentang bagaimana kamu, termasuk aku tak mengenal teman - temanmu. bahkan aku tahu dan ingat kamu kuliah dimana saja setelah kak Mahesa yang mengingatkan. sebab itulah aku tidak bisa menemukanmu"


" ya Sudah lupakan itu semua Mas, karena jika mengingatnya hanya akan membuat kita sakit, sekarang yang terpenting untukku aku bisa melewati semua ini dengan baik - baik saja, berharap dia yang didalam ini terus baik - baik saja sampai saatnya dia terlahir nanti, "

__ADS_1


" apa itu artinya kamu masih belum memaafkanku?"


tanya Shaka dengan tatapan sayu


" tidak Mas , aku tentu sudah memaafkanmu tetapi maaf jika aku belum bisa melupakannya. kalau aku belum memaafkanmu mana mungkin aku mau melayanimu, fan juga tinggal denganmu , perempuan itu hati dan perasaannya berbeda dengan laki - laki Mas, Saat ini aku memang sudah memaafkanmu dan itu memang sudah jalan hadirnya seperti ini, selalu ada hikmah dibalik semua kejadian.kita dipertemukan dalam keadaan yang tidak baik bahkan sangat menyakitkan karena harus kehilangan Ayah, namun berkah dibalik semua itu adalah aku bisa bertemu dengan orang - orang baik, yang bisa menerimaku dengan tulus, dan memberikan kasih sayang selayaknya orang tua yang tidak pernah aku dapatkan sebelumnya "


Shaka tidak lagi bisa berkata - kata dia langsung meraih tubuh istrinya dalam pelukannya, Air matanya sudah terurai tanpa bisa dia tahan. Kesan pria Maskulin, dan tegasnya seketika runtuh bahkan Shaka sampai terisak.


" maaf ... maafkan aku , tak seharusnya aku menyakitimu dengan ketidak jujuranku saat itu, aku pikir kamu seperti wanita pada umumnya jika aku jujur kamu akan menuntutku dan menjebloskanku dalam jeruji besi, Saat itu yang kufikirkan hanyalah nama baik dan reputasi keluarga, aku pikir kamu hanyalah gadis polos yang jika dengan aku nikahi maka semuanya akan selesai kamu akan baik - baik saja dengan kecukupan materi yang aku dan keluargaku berikan, tapi aku salah aku yang terlalu sombong dan menganggap kamu terlalu remeh, semua fasilitas terbaik, dan juga kasih sayang keluarga Darmawan Mahantara ternyata tak mampu membuatmu menjadi gadis penurut dan merasa harus bersyukur karena kehidupanmu jauh lebih baik"


Shaka menjeda perkataannya sambil menyeka Air matanya yang terus runtuh


" kamu adalah benar - benar wanita spesial wanita yang unik kamu tidak pernah peduli dengan status sosial dan nama besar Darmawan Mahantara yang untuk wanita - wanita diluar sana mungkin bisa masuk dalam keluarga ini adalah impian bahkan sebuah tujuan. tapi kamu memang berbeda Sayang. dan aku hanya bisa bersyukur untuk smua itu , kamu memang wanita sederhana dan orang biasa tapi hati kamu sungguh luar biasa "


" aku nggak akan berjanji lagi tapi aku akan selalu memberi bukti, bahwa aku akan selalu mencintai kamu dan anak - anak kita nantinya, dan tak akan membuatmu menangis tersakiti karena kebodohanku, aku hanya akan membahagiakanmu dengan cara yang sederhana sama sepertimu namun itu sangat luar biasa untukku"


kemudian dikecupnya seluruh wajah itu tanpa terlewatkan satu incipun


" Mas... geli tahu "


" karena kamu selalu bikin aku gemes sayang "


" terimakasih ya Mas "

__ADS_1


" aku yang seharusnya berterimakasih sayang "


" ya Sudah kita sarapan ya, perut aku udah lapar banget, dan nanti kamu bisa telat ke Kerjanya "


merekapun menikmati sarapan pagi ini dengan nikmatnya, sesekali pandangan mereka beradu dan saling tersenyum penuh dengan perasaan cinta meski Syaqina terlihat malu.- malu


" sayang sarapannya enak sekali makasih ya kamu selalu.bisa memanjakan lidah dan perut aku "


" Mas itu sudah tugas aku, kecuali nanti setelah aku melahirkan kamu harus yang banyak melayani aku "


" itu juga sudah menjadi kewajiban aku "


Keduanya tersenyum bahagia, Meski harus menahan gejolak Di dalam dada keduanya karena jantungnya yang tak berhenti berdegup kencang seolah akan keluar dari dalam dada keduanya


" Mas berangkat kerja ya sayang, kalau ada apa - apa kamu langsung kabari, kamu jangan capek - capek ya , ingat sebentar lagi yang kita tunggu- tunggu akan hadir di dunia ini, dan aku nggak mau kamu kecapean"


" iya Mas aku tahu kok, kamu tenang saja semua akan baik - baik saja "


" aku berangkat ya "


Syaqina pun mencium punggung tangan suaminya dan di balas dengan kecupan di kening dan juga pipinya


" sayangnya Daddy ayah berangkat kerja ya, jangan nakal di dalam sana , jagain Mommy kamu ya nak "

__ADS_1


Shaka mengusap perut bulat itu kemudian mencium permukaan perut yang berbalut baju rumahan itu kemudian berlalu menuju tempat kerjanya untuk mendapatkan pundi pundi rupiah.


__ADS_2