
Setelah menyelesaikan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kesehatanya pasca sadar dari koma Syaqina pun kini sudah di bawa kembali keruang rawatnya. Dengan hasil pemeriksaan bahwa semua normal dan sore ini sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah.
Shaka pun kini tengah mengambil Bayi mungil dari gendomgan baby sisternya untuk di bawa dan bertemu dengan Syaqina untuk pertama kalinya.
" sayang... Ini Baby Satria kamu pasti sangat ingin memeluk dan melihat putra kita kan ?"
" tolong Mas bawa kemari "
Jawabnya sudah sangat tidak sabar untuk dapat mendekap biah cintanya hasil perjuanganya hingga nyaris melewatkan nyawanya. Di letakkanya bayi mungil berjenis kelamin laki - laki yang kini berusia 14 hari itu di pangkuan sang istri.
Sepasang mata cantik Syaqina tampak berkaca - kaca bulir - bulir airmatanya pun berjatuhan seiring dengan rasa yang mengharu biru , dipelyknya tubuh bayi mungilnya yang kini sudah tampak gembul, tak henti hentinya kecupan sayang ia daratkan diseluruh wajah tampan sang bayi.
" Masyaallah.. Tampan sekali nak kamu, maafin Bunda ya baru bisa memelukmu sekarang, maafin Bunda ya sayang karena kelemahan Bunda jadi kehilangan banyak moment untuk pertama kalinya tapi Bubda janji nggak akan pernah ninggalin kamu nak"
" Sayang... udah dhonk jangan sedih gini, yang terpenting sekarang kamu udah kembali ketengah - tengah kita semua , dan Baby Satria pasti sangat merindukan tangan Bundanya yang sudah berjuang sampai begitu hebatnya , kita semua bangga dengan kamu kok sayang "
Shaka pun ikut terharu menyaksikan moment pertama kalinya pertemuan ibu dan anak itu. Shaka sangat bersyukur Allah masih memeberinya nikmat kebahagiaan yang tak terduga lagi dalam hidupnya semua yang ia minta dalam untaian doanya di kabulkan olwh sang penciptaNya istrinya tercintanya masih di karuniai kesehatan dan umur panjang bisa kembali pada keluarga kecil mereka, sungguh itu adalah nikmat tak ternilai untuknya.
__ADS_1
" jadi menurut dokter kapan istri kamu diperbolehkan diperbolehkan pulang Nak ?"
Tanya mama Vina
" sore ini juga Syaqina sudah di izinkan pulang kok Mah "
" syukurlah sayang Mama dan Papa lega mendengarnya"
" Oh iya Shaka sebagai ucapan syukur kita karena Syaqina masih di beri kesehatan dan keselamatan serta untuk menunjukkan rasa syukur kita atas kelahiran putra kalian bagaimana kalau kita adakan Syukuran dengan mengundang anak - anak yatim dan kaum dhuafa "
Papa Andi kini memberikan usulan terhadap Shaka mengingat ini merupakan anugerah yang sangat besar untuk keluarga anaknya sebagai ungkapan syukur itulah maka seharusnya di adakan tasyukuran, sekaligus Aqiqah untuk cucu laki - lakinya
" soal itu kalian semua tenang ada Mama dan juga Tiara tentunya yang akan membantu , kalian tinggal terima beresnya , Mama juga nggak sabar untuk berkumpul dengan semua anak cucu, menantu dan juga keluarga besar kita. Mama juga akan meminta Sherena dan David untuk pulang membawa swrta anak - anaknya pokoknya moment ini Mama pingin semuanya berkumpul "
Rona bahagia pun tampak terburai dari wajah - wajah anggota keluarga Darmawan Mahantara Khususnya Shaka dan juga Syaqina
" iya Ma.. Syaqina minta tolong Mama yang mengurus semua dan maaf karena kami swlalu merepotkan Mama"
__ADS_1
Syaqina pun menimpali karena sejujurnya ia merasa tak enak hati dengan ibu mertuanya yang sebenernya sudah menganggapnya sebagai anak kandung
" udah.. kalian tenang saja Mama yang atur semua pokoknya kalian terima beres. Dan paling penting kamu harus tetap sehat cepat pulih, karena selama kamu tinggal koma dua minggu anak bungsu Mama nyaris gila "
" iya Ma... Maaf tapi Syaqina janji nggak akan ninggalin suami Syaqina lagi kok Ma, karena sekarang ada Baby Satria yang pasti sangat membutuhkan aku Mah dan juga Aquuena pasti rewel kan selama nggak ada aku "
" kamu benar Sayang seorang istri ataupun ibu itu seumpama nyawa dalam sebuah keluarga, jika nyawanya tak ada otomatis kehidupan pun tak akan ada sayang "
" ya sudah sekarang kamu istirahat ya , biar Anak - anak pulang lebih dulu sama Mama dan Papa, biar kamu fokus sama kesehatan kamu dulu"
" tapi Mah.. Aku masih inginbersama anak - anak, aku sangat merindukan mereka bahkan aku ini merasa telah menjadi ibu yang buruk untuk mereka karena telah lalai "
" bukan lalai sayang.. Tapi kamu tuh sedang menghadapi ujian Allah dan kamu harus tahu kami sangat berterimakasih kamu sudah bisa melewati ujian berat itu "
" suami kamu benar sayang.. Kami jystru sangat berterimakasih karena kamu sudah berjuang dsngan sangat luar biasa untuk melahirkan generasi penerus keluarga Darmawan Mahantara "
"Ya .. Sudah istirahat ya kami tinggal dulu nanti sore Mama nggak bisa jemput kamu biar Shaka dan supir saja ya . Mama sekalian harus mempersiapkan acara syukuran kalian lusa "
__ADS_1
Syaqina pun akhirnya menuruti keinginan sang Mama untuk membawa anak - anaknya pulang terlebih dahulu. Karena memang Mama Vina tidak begitu mengizinkan cucunya di bawa kerumahsakit mengingat sekarang keadaan yang masih sangat rentan apalagi untuk daya tahan tubuh anak - anak dan bayi. Akan jauh lebih baik jika tidak di bawa ke fasilitas umum terlebih rumahsakit.
Akhirnya dengan perasaan sedih dan berat hati Syaqina pun memilih berpisah dengan buah hatinya hingga nanti sore ia pun telah diizinkan pulang kerumah. Meskipun hari ini merupakan pertemuan pertama kalinya ia dan bayi lelakinya namun harus rela berpisah lagi untuk beberapa jam kedepan.