
Setelah acara makan malam selesai, Mama Vina dan juga Papa Andi pun mengajak Bu Susan dan Suaminya serta anggota keluarga lainnya untuk berbincang di ruang keluarga dengan menikmati disert dan beberapa cemilan yang dibuat oleh Mama Vina para lelaki sambil berbincang permasalahan bisnis mereka, sementara Syaqina tampak menuruni anak tangga dengan menggendong putrinya yang kebetulan terbangun dari tidurnya dan Queen merengek ingin ikut Daddy nya.
" Mas.. ini Uie nyariin kamu "
ucapnya sambil berjalan menuju lelaki tampan yang kini telah berusia 28 tahun dan telah bergelar sebagai suami sekaligus seorang Ayah
" oh... sayangnya Daddy dah bangun ?, cari Daddy ya tadi ?"
Shaka pun mengambil alih putri kesayanganya dari gendongan Istrinya kemudian menghadiahi putri kesayanganya dengan ciuman penuh sayang di keduan pipi chubby dengan lesung pipi di kedua pipi itu.
" oh, iya itu ada oma dan juga opa sayang salim dulu "
Seru Shaka sambil menjukkan kearah Bu Susan dan Pak Setyawan yang tengah ikut duduk berdampingan di sebuah sofa yang terletak di ruang keluarga. mendapat intruksi dari sang Daddy bocah berusia 5 tahun itupun menurut
" halo.. cucu Oppa juga Oma, uhhhh sini duduk sama Oma sayang "
Bu Susan tampak begitu antusias menyambut kedatangan sang cucu yang tampak malu - malu, namun mau di gendongnya pipi chubby gadis kecil berusia lima tahun itu tak luput dari serangan sun dari keduanya. sementara Syaqina tampak terdiam kaku memandangi interaksi putri kecilnya dengan wanita yang sebenarnya ibu kandungnya serta lelaki paruh baya sebagai Ayah sambungnya.
Bukan mendendam sebenarnya tapi lebih kepada rasa kecewa karena kesalahan dimasa lalu hingga membuatnya enggan membuka pintu maaf itu, meskipun sebenarnya jauh dalam hatinya ia sudah berusaha berdamai dengan keadaan dan berusaha menerima kenyataaan. Bahwa manusia memang tempatnya salah dan khilaf meskipun kesalahan yang terjadi sangatlah fatal akan tetapi tak ada kesalahan yang tak termaafkan. Karena Tuhan saja maha memaafkan kesalahan umatnya, mengapa sebagai manusia tudak bisa berlaku hal yang sama.
Selama beberapa tahun ini Syaqina sudah selalu berusaha untuk bisa memaafkan sang ibu, tentunya juga dengan bantuan pihak keluarga yaitu suami dan juga mertuanya, mereka berharap Syaqina bisa menjalani kehidupan ini dengan tenang tanpa ada dendam terlebih pada seorang ibu yang telah melahirkannya kedunia ini.
Bu Susan masih tampak begitu asyik bercengkrama dengan cucunya begitupun dengan Pak Setyawan semua itu tak luput dari penglihatan Syaqina meskipun dia hanya diam dan sesekali mencuri pandang kepada wanita berusia paruh baya itu namun masih terlihat sangat cantik bahkan terlihat lebih muda dari usianya.
" hemm. .. hem.. Oh iya Sayang Mama dan Papa sudah kasih tahu belum kalau minggu depan kita bakal liburan keluarga ke Bali dan pokoknya semua anggota keluarga ikut termasuk Rega dan anak istrinya"
" loh.. kok Mama nggak ada kasih tahu Mas ?"
Syaqina tampak terheran dengan pemberitahuan suaminya.
" gimana Mama mau kasih tahu kalau kamu sibuk kerja terus "
tiba - tiba suara Mama Vina nimbrung dari arah dapur dan segera bergabung dengan menantu , anak ,cucu serta besannya
" sayang... sepertinya Mama mau menyampaikan sesuatu itu "
seru Shaka yang sudah pernah terlibat pembicaraan mengenai suatu hal yang akan disampaikan oleh Mama Vina
__ADS_1
" oh, iya apa itu Ma ?"
" nak.. setelah Mama bicara denga Papa dan juga suami kamu ada baiknya kamu berhenti bekerja saja fokus pada keluarga kecil kalian, Queen sudah waktunya sekolah dan bukankah menurut dokter yang menangani masalah program hamil kamu juga mengatakan kamu tidak boleh terlalu cape dan stress, kalian harus punya banya waktu bersama karena itu Mama dan papa udah persiapkan liburan keluarga sekalian biar kalian bisa honeymoon "
" Ma... masak iya honeymoon rombongan kurang kushyu lah nanti "
protes Shaka
" husshh.. dasar bocah nggak beradap kalau ngomong tanpa filter, kamu tenang saja Mama udah persiapkan semuanya ini tuh sekalian Babymoon nya Tiara jadi nanti pulang dari liburan tak Lama Tiara lahiran dan semoga saja kamu juga hamil lagi "
" amin "
kali ini Bu Susan mengamini harapan Mama Vina setelah sejak tadi hanya menjadi pendengar yang baik dan menyimak pembicaraan Mama Vina yang sangat peduli dan perhatian terhadap putrinya
" benar kan Jeng kita semua berharap kalau cucu kita bertambah lagi , supaya masa tua kita nanti tidak kesepian "
ucap Mama Vina sambil menepuk lengan besanya
" iya Jeng Vina benar "
Bu Susan pun akhirnya menyela pembicaraan
Bu Susan tertunduk dengan deraian air mata yang taj bisa dibendung, pak Setyawan pun berusaha memberi penguatan dengan mengenggam tangan sang istri , beruntung Queen telah kembali terlelap saat meminta di gendong sang Daddy
" Maaf saya memang sudah memaafkan, tapi jangan paksakan saya untuk bisa melupakan semua itu, dan untuk bisa menerima itu semua butuh waktu "
jawab Syaqina datar dan dingin, hatinya seakan masih beku tertutup bongkahan es karena memang kesalahan sang ibu terlalu besar meninggalkan dirinya sejak berusia 5 tahun
Syaqina memang masih terlihat sangat enggan untuk bisa menerima kenyataan bahwa wanita yang sempat ia kenal dan anggap sebagai wanita yang keibuan ternyata adalah ibu kandungnya yang tega meninggalkan dirinya .
" Sayang... udah ya nggak usah diterusin kalau kamu belum bisa menerima semua yang sudah terjadi jangan dipaksakan, Ibu juga nggak akan memaksamu, tapi sebagai suami kamu aku nggak ingin kamu menyakiti hati dan pikiran kamu dengan rasa marah, karena aku tahu kamu wanita yang baik yang memiliki keiklasan untuk memaafkan "
Shaka tampak memberikan pengertian untuk istrinya,
" maaf ya Nak jika kehadiran Ibu hanya menjadi masalah , baiklah ibu akan pamit sekalian ibu kesini untuk memberi tahu jika lusa ibu akan pergi ke Singapura dan akan menetap disana untuk beberapa waktu, ibu kesini ingin melihat kalian sebelum pergi, semoga nanti Allah masih memberi kesempatan untuk bisa bertemu lagi tentunya dengan suasana hati yang sudah lebih baik"
bu Susan tampak mengusap lelehan bening dari sepasang mata sayunya
__ADS_1
" lho Ibu mau ke Singapura kenapa kok tiba - tiba mendadak ?"
tanya Shaka yang jujur merasa terkejut dengan keputusan tiba - tiba itu
" Maaf Shaka, sebenarnya ini rencana sudah lama hanya saja harus menunggu waktu yang tepat "
kali ini Pak setyawan yang memberi jawaban
" Mami sedang tidak sehat Shaka dan dokter menyarankan untuk melakukan pengobatan disana, sekaligus untuk menemani Chamila yang sudah mau melahirkan "
" loh.. chamila sudah menikah ?"
" hemmss maaf sebenarnya ini aib keluarga, tapi kalian juga bagian dari keluarga kami meski suka atau tidak itu kenyataannya. Chamila mengandung benih lelaki tak bertanggung jawab yang sama - sama berprofesi sebagai public figure, dan anak bodoh itu sekarang harus menanggung dan menjalani kehamilanya sendiri karena lelaki pecundang itu tak mau bertanggung jawab atas buah dari perbuatan be*** nya itu"
semua tampak melongo mendengar cerita pak Setyawan pantas saja semenjak Shaka memberi pelajaran pada mantan kekasih sekaligus adik iparnya itu dengan cara menghancurkan karirnya di Negeri ini Chamila memilih kembali menetap di singapura dan setelah sekian lama tak terdengar kabarnya rupanya ini yang terjadi.
" sabar ya Jeng Susan semoga secepatnya lelaki yang sudah menyiakan Chamila secepatnya di beri kesadaran atas kesalahannya dan mau bertanggung jawab"
Mama Vina berusaha membesarkan hati Bu Susan agar lebih sabar lagi menghadapi ujian yang kini menimpa anak bungsunya
" oh, iya tadi pak Setyawan bilang Jeng sedang tudak sehat dan harus berobat ? memangnya jeng Susan sakit apa ?"
Mama Vina mencoba menelisik perkataan tadi
" emh... bukan hal serius kok Jeng Vina hanya sakit ringan lambung itu saja, cuma suami saya ini suka berlebihan "
jawab bu Susan dengan sedikit terbata, meskipun demikian Syaqina sebenarnya merasakan kekhawatiran karena meskipun hubunganya saat ini tidak sebaik layaknya ibu dan anak mereka tetap memiliki ikatan batin.
" oh... begitu tapi pak Setyawan benar Jeng jangan sepelekan masalah kesehatan apalagi zaman sekarang ini jadi saran saya Jeng Susan harus semangat dan sabar menjalani pengobatan disana "
" tentu Jeng terimakasih untuk semua perhatiannya saya titip anak dan cucu saya, saya tahu anda adalah ibu mertua yang terbaik, bisa menerima Syaqina yang hanya gadis biasa masuk ke dalam keluarga terhormat ini"
" sudah... jangan bahas hal tak penting itu Jeng bagi saya Syaqina adalah anugerah untuk keluarga ini dia bisa membawa kebahagiaan untuk putra saya itu sudah lebih dari cukup. saya menyayanginya seperti putri kandung kami "
" terimakasih Jeng, dan saya mohon pamit ya karena hari sudah malam "
dan akhirnya Bu susan serta suaminya pun berpamitan dan Syaqina pun tampak menyalami dan mencium punggung tangan ibunya hal yang selama beberapa tahun ini tidak pernah ia lakukan karena ia masih menyimpan kebenciannya pada sang ibu. Namun kali ini ia sydah berusaha untuk memaafkan kesalahan itu.
__ADS_1
Mohon maaf ya readers tercinta author sempat kelamaan berhenti up karena author harus bekerja di tempat yang baru dan juga harus mengurus pekerjaan sebagai emak - dirumah, jadi lumayan sibuk semoga saja masih ada yang menunggu karya ini, jangan lupa tinggalkan jejak like❤, komentar, juga vote dan hadiahnya🙏🏻🙏🏻🙏🏻