
"sayang.. ini tadi ada titipan dari Bunda nya temen kamu tadi dititip sama kak Esha "
ucapnya sambil menyerahkan cake yang di bawa Mahesa tadi pada Syaqina yang kini tengah kembali duduk di sofa kamar
" apaan itu ?"
" katanya cake, entahlah aku buka ya mungkin kamu mau, kamu harus banyak makan biar cepet pulih"
tangannya sambi membuka bungkusan tersebut sampai akhirnya berhasil membukanya dan mendapati cake coklat ketan hitam bertabur keju yang sangat harum aromanya dan terlihat lezatos
" waah... itu kue kesukaan aku lho... dan kue buatan Bunda nya Tiara tuh enakkk banget"
Syaqina terlihat sangat antusias begitu melihat kue yang kini sudah terbuka diatas meja, jiwa laparnya langsung meronta -ronta. hingga akhirnya dia menyomot potongan kue tersebut.
"ini tuh enak banget, kamu harus mencobanya Mas "
apa?? tadi memanggilnya sayang dan sekarang ia juga memanggilnya Mas ? ohhh sungguh tak bisa diungkapkan dengan kata ( Author)🤔
Shaka pun menerima suapan yang disodorkan tepat ke mulutnya, huppp Shaka pun segera melahapnya
"hemmm... kamu benar sayang ini ennak banget"
" oh iya terimakasih ya, hari ini kamu udah kasih aku banyak kejutan, tadi kamu panggil sayang bahkan tadi kamu panggil aku dengan sebutan Mas , apa itu artinya sekarang kita sudah selayaknya pasangan suami istri pada umumnya yaitu saling mencintai, menyayangi ? dan itu artinya kita sudah bisa saling menerima pernikahan ini dengan sungguh-sungguh."
" entahlah aku pun masih mencari - cari panggilan yang tepat untukmu "
Sungguh jawaban yang sama sekali tak nyambung dengan pernyataan Shaka yang sudah terlewat serius dengan ungkapannya.
seketika Shaka pun mencubit hidung mancung Syaqina dengan gemasnya
"udah mulai pinter ngeles ya sekarang?, hemm.. awas saja kamu untung kali ini kamu sedang sakit, coba kalau tidak sudah pasti aku hukum tak ada ampun "
" sungguh..? apa kamu akan tega ?"
Syaqina menaik turunkan alisnya seolah sedang menggoda Shaka
__ADS_1
" hemmm berani menggodaku ya awas saja "
Shaka pun semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya kemudian dikecupnya bibir mungil tipis berwarna pink alami itu dengan penuh perasaan beberapa saat keduanya tampak menikmati sensaniya dan saling melepaskan ketika pasokan oksigen mereka hampir habis
"sayang aku ke bawah dulu ya temani kak Esha makan malam kasian ia sendirian makan malamnya "
" iya baiklah, aku tidak apa-apa temani kak Mahes lagipula aku akan tidur lagi rasanya ngantuk terus "
" ya udah aku turun ya, apa kamu mau diambilkan makan sekalian ?"
" tidak.. tidak usah aku masih sangat kenyang dan barusan juga makan cake, apa kamu bermaksud membuatku menjadi gendut? dengan menyuruhku makan terus"
Syaqina tampak sudah bersungut dan bibirnya dimajukan beberapa inci pertanda dia sedang mode kesal
" tenang... aku pasti akan membuat mu gendut kalau sudah saatnya nanti, daannn tentunya hanya disini"
Shaka tampak mengusap perut Syaqina yang terbungkus gamis rumahan yang sangat nyaman, Syaqina hanya tertunduk malu.
dan kalau boleh jujur, perut ini di elus- elus begini sangat nyaman sekali, ada apa denganku kenapa akhir - akhir ini aku sangat ingin selalu diperlakukan dengan manis oleh Suami seperti ini
Batinnya Syaqina ikut berbicara
Shaka mengecup kening Syaqina kemudian segera turun menemani Mahesa makan malam.
Di Meja Makan
Dua tuan muda keluarga Darmawan Mahantara itu kini tengah menikmati makan malam berdua kedua kakak beradik ini memang hanya selisih usia 2 tahun saja. wajar jika mereka terlihat seperti anak kembar mereka sama-sama memiliki fisik yang tampan kulit yang putih hidung yang mancung, dan garis wajah yang tegas, bedanya jika Shaka alisnya lebih tebal. dan yang menjadi ciri pembeda lainya yaitu karakter masing - masing meski keduanya terkesan cool. Mahesa lebih cenderung dingin dan kurang suka bergaul. Sedangkan Shaka terkenal pandai bergaul dan memiliki riwayat playboy pada masa remajanya.
" Ka.. gue mau tanya sesuatu boleh ?"
Mahesa membuka percakapan mereka sambil sesekali mengunyah dan menelan makannya yang tinggal sedikit lagi
"tanya soal apa?"
" emmh.. soal Syaqina "
__ADS_1
" kenapa ? apa Loe masih berharap bisa bersama dia"
mendengar ucapan Shaka Mahesa tersenyum sarkas
"cethek bener pola pikir loe, cemburu boleh tapi harus pakai mata, Gue akui memang dari dulu sampai sebelum gue tahu dia udah jadi istri loe gue memang masih mengharapkan nya, tapi setelah tahu kenyataannya perasaan gue ini tak bedanya perasaan seorang kakak yang ingin melindungi adek nya. kamu tahu kami bahkan tidak pernah saling mengungkapkan perasaan kami. jadi kamu jagan asal kalau bicara. Syaqina perempuan yang sangat baik aku percaya kamu bisa menjaganya dengan baik, jagan pernah kamu menyakitinya apalagi membuat dia terluka, kalau itu terjadi aku akan menghajarmu tanpa ampun, bahkan aku tak segan untuk mengambil dia darimu "
"terus loe mau tanya soal apa?"
"gimana loe bisa kenal dengan dia dan langsung menikahinya, yang aku denger dari mama kamu nikahi dia supaya kamu bisa bertanggung jawab dengan kesalahan yang udah kamu perbuat, maksudnya itu apa ?"
Shaka terdiam matanya nanar memandang entah kemana, ditariknya nafas dalam - dalam kemudian dibuangnya dengan kasar.
"gue.. kenal dia tanpa sengaja saat itu gue memergoki Camila sedang berselingkuh dengan laki - laki bule bahkan mereka chek ini di salah satu hotel keluarga kita setelah sya tanyakan pada pihak hotel mereka memang pelanggan tetap di hotel tersebut dan mereka sudah terlalu sering menginap bersama. saat itu hati gue hancur gue hilang control gue mengendarai mobil dengan kecepatan diatas rata2 tiba saat di setelah lampu merah tepat disebuah belokan gue menabrak seseorang yg mengendarai sepeda motor hingga terpental beberapa meter, jalanan sudah sepi karena sudah hampir jam 00 akhirnya gue bawa korban kerumah sakit "
Shaka menjeda ceritanya sambil menenggak air putih di depannya hingga tandas. sementara Mahesa hanya menyimak dengan seksama namun belum menemukan maksud dari cerita itu, Shaka terus menceritakan semua kejadian itu tanpa terlewatkan sedikitpun. dan Mahesa pun tercengang namun iya tak juga menyalahkan Shaka serta merta karena memang sudah terjadi.
"jadi maksud lo, elo menikahi Syaqina karena untuk menebus kesalahan loe yang udah menyebabkan Ayahnya meninggal dan Elo dimintai Almarhum untuk menjaganya menggantikan Ayahnya ?lalu sampai kapan Elo akan jujur mengakui semuanya kalau Elo penyebab semua kemalangan hidupnya saat ini"
" itulah yang sekarang ini menjadi ketakutan untukku, aku tahu aku salah dan aku tahu suatu saat ini akan terungkap, tapi gue bingung sekarang gue merasa terjebak dalam permainan gue sendiri, Gue takut kehilangan dia kak, Gue takut dia ninggalin gue setelah dia tahu aku yang sudah menabrak Ayah Syaqina hingga meninggal"
Prangggg
suara benda semacam gelas terdengar jatuh dari ruangan yang tak jauh dari meja makan
disana sudah berdiri sesosok yang sedang dibicarakan oleh kedua lelaki di meja makan itu.
"Syaqina..!!"
" Sayang... aku ..aku "
seketika Shaka dan Mahesa panik, sudah sejak kapan Syaqina berdiri disana mungkinkah dia mendengarkan semuanya
sementara Syaqina mematung tubuhnya bergetar kedua kakinya melemah tak lama tubuh ramping itu terkulai dengan sigap Mahesa menangkap tubuh Syaqina sebelum menyentuh lantai
"Shaka..cepat bawa Syaqina ke kamar biar aku panggilan dokter, dan bibik untuk membersihkan pecahan gelas ini."
__ADS_1
Shaka pun panik pikirannya kacau membayangkan apa yang akan terjadi bom waktu itu kini telah meledak dan siap memilih lantahkan segalanya. setelah mendengar instruksi dari Mahesa, Shaka dengan sigap membopong tubuh Syaqina ke kamar.
Yeeyy.... terimakasih banyak ya pembaca setia yang sudah mendukungku mengapresiasi karyaku dengan membaca dan menjadikan ini bacaan favorit, terimakasih untuk like dan juga komentarnya,🙏🏻🙏🏻 semoga Author bisa lebih meningkatkan mutu cerita ini lagi.🤲🤲