Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
110. Terjawab sudah


__ADS_3

Shaka yang baru saja menyelesaikan urusannya di kamar mandi pun keluar sepasang netranya menelisik seluruh ruangan kamar namun tak menemukan yang ia cari, kemudian ia masuk dalam walk in closed untuk memakai bajunya setelah rapi ia pun kembali ke kamar tanpa berpikir panjang ia segera bersiap berharap sang istri sudah menunggunya di bawah di meja makan seperti hari biasanya.


Shaka menuruni anak tangga menuju ruang makan namun ketika sampai disana tak juga ada sosok yang ia harapkan hanya menemukan Bik Nah yang tengah membersihkan peralatan masak di dapur


" Bik.."


" iya Den "


" istri saya mana ya ?"


" Loh bukanya dari tadi selesai masak Non langsung ke kamar membangunkan Aden?, atau mungkin sedang bersama tuan putri den "


"Ya sudah bik, saya buru - buru nih mau meeting dengan client nggak sempat lagi kalau mencari mereka, Saya sarapan duluan saja Bik "


" baik Den semua sudah Non persiapkan di meja makan , bibik lanjut pekerjaan bibik ya Den "


" iya Bik "


Tak butuh waktu lama Shaka pun segera menyudahi sarapanya dengan meninggalkan piring yang sudah kosong tersisa garpu dan sendoknya. Lalu ia segera bergerak menuju kantor karena sudah dari tadi Rega menelpon kalau meeting hari ini harus on time karena client akan segera bertolak ke negaranya setelah meeting selesai.


🍃🍃🍃


Meeting berjalan success dan selesai tepat waktu sesuai yang di jadwalkan.


" huff akhirnya selesai juga , Ga tolong nanti kamu handle kerjaan Ku ya, gue mau istirahat semalaman gue nggak bisa tidur, subuh baru merem nih mata"


" kenapa Lo, bergadang bikin adek buat Queen semalaman nggak tidur ?"


" ngawur loh, mending bergadang buat adek jelas enaknya ini udah ga ada enaknya, bikin pusing serasa kepala gue mau pecah iya "


" ya elah.. berat banget kayaknya, masalah apaan sih emangnya ?"


" ini masalah Chamila Ga, betina itu makin nggak waras terus - terusan meneror gue dengan mengirimkan photo - photo waktu gue sama dia dulu sampai stress gue dibuatnya "

__ADS_1


" wah.. ini nggak bisa lo diemin nggak bisa dianggap enteng, gue tahu persis wataknya tuh betina , Gue yakin dia sengaja meneror dengan photo - photo itu supaya Syaqina tahu, ini tuh bagian licik dari rencana dia "


" Dan Syaqina juga sudah mulai.curiga bahkan dia marah dan mengacuhkanku, aku tahu aku harus menjelaskan ini tapi tunggu waktu yang tepat aku Tak ingin dia terluka dengan melihat photo - photo itu meskipun faktanya Gue dan Perempuan sundel itu tidak pernah melampaui batas hanya sekedar ciuman, pelukan dan tidur di kasur bareng saja waktu kami liburan ke Paris bareng saat aku berkunjung ke tempat kak Sherena tapi aku bisa menjamin Syaqina akan sangat sakit hati dan kecewa ketika melihatnya "


" tapi bagaimanapun kamu harus secepatnya menjelaskan pada istri kamu jangan sampai kejadian waktu itu terulang lagi, karena kamu tak bisa jujur denganya , sesulit apapun harus kamu jelaskan"


" gue akan selesaikan masalah ini sekarang Ga, dia ngajak ketemu di cafe X presi jam makan siang nanti "


" Lo yakin mau datang ?, jangan - jangan ini jebakan dia "


" tapi gue bakal hadapi karena gue mau secepatnya masalah ini selesai Ga "


" ok, semoga secepatnya masalah elo selesai Bro , Bay the way udah jam 11.30 menit nih buruan temui tuh perempuan "


" gue pergi ya Ga "


Shaka pun segera melesat menuju tempat yang disebutkan oleh Chamila.


Syaqina saat ini juga sudah bersiap ia bermaksud membuktikan kebenaran apakah Shaka dan wanita itu akan benar - benar bertemu ditempat yang disebutkan dalam telphon tadi pagi,


Syaqina kini tengah mendekat ke Bik Nah yang tampak santai menonton TV diruang istirahat nya dikamar belakang


" Loh Non mau kemana memangnya?"


" ada urusan sebentar Blk, tapi saya tak bisa membawa Queen karena udaranya panas banget kasian kalau di bawa "


" ya Sudah biar ndoro putri kecil sama Bibik saja Non "


" saya nitip ya Bik nggak lama kok, nanti kalau nagis susunya sudah aku hangatkan tinggal kasih kan saja Bik "


" iya Non "


" terimakasih ya Bik saya pergi dulu "

__ADS_1


" hati - hati ya Non "


Syaqina pun berangkat menggunakan taxi on line menuju tempat tujuannya 25 menit ia pun sudah sampai di tempat tujuan setelah membayar ia pun bergegas masuk ke dalam Cafe yang kebetulan pengunjungnya belum terlalu ramai karena cafe ini merupakan cafe yang lumayan elite jadi hanya orang - orang tertentu saja yang singgah di cafe tersebut, cafe ini biasanya rame pada malam hari karena selain cafe disini juga tersedia Club malam dan otomatis saat malam hari baru aka444a!n ramai pengunjung.


Syaqina mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan sejurus kemudian sepasang netranya tertuju pada sosok yang sangat ia kenal perempuan berbaju sexy rambut pirang terurai menjuntai hingga punggung, tak berapa Lama datang seorang lelaki dengan wajah yang tak asing ser


0ta pakaian yang tadi pagi ia persiapkan, seketika dadanya seperti terhimpit langit, jiwanya bergemuruh apalagi saat kedua orang tersebut tampak saling berpelukan ( lebih tepatnya si wanita yang memeluk ) dan si lelaki hanya diam tanpa penolakan, dan parahnya lagi si perempuan juga mendaratkan sebuah ciuman di pipi sebelah kiri dan kanan. Semakin membuat seluruh jiwa dan raga Syaqina luruh dan hancur berantakan, ia hanya terdiam menahan hujaman luka yang teramat menyakitkan ini perlahan ia pun mendekat kearah kedua sosok yang begitu menyakiti hatinya itu


" aku sudah cukup sabar mengikuti semua kemauanmu sekarang juga tolong kamu hapus semua photo masa lalu itu, atau kamu mau tahu bagaimana aku harus bertindak "


" Sayang... apa ini terdengar kamu sedang mengancamku ?"


" terserah tapi yang pasti kamu jangan pernah menyesal jika kamu mempermainkan aku Shaka Ibrani Darmawan Mahantara kamu mungkin belum tahu sisi lain dariku jika kamu ingin tahu aku harap kamu tidak akan pernah menyesal karena aku bisa saja menghancurkan karirmu bahkan bisnis orangtuanmu yang secara tidak langsung bergantung pada perusahaan keluarga Darmawan Mahantara "


Shaka tampak serius mengucapkan perkataannya dan itu cukup membuat Chamila bimbang dilanda rasa takut


Syaqina pun berinisiatif menelpon suaminya karena sekali lagi ia ingin meyakinkan apa reaksi Shaka saat ini, namun Shaka sama sekali tidak memperhatikan bunyi handphone yang terus berdering karena ia sedang fokus pada Chamila, Syaqina semakin tidak karuan karena suaminya lebih memilih mengacuhkan telephone darinya dan lebih fokus berbicara dengan wanita di depannya tanpa tahu apa yang sebenernya suaminya katakan saat ini .


" jadi kamu sedang sibuk disini mengurusi mantan kekasih kamu ini bahkan, mengangkat telepon dariku pun kamu nggak sempat "


Seketika Shaka mematung mendengar suara yang tak asing baginya, bagaiman bisa istrinya berada disini saat ini.


" Sa.. sayang.. kamu kok bisa disini ?"


" kenapa ? apa menurutmu aku terlalu bodoh untuk bisa tahu dan menemukan keberadaan suamiku dengan wanita lain ?"


" Sayang.. aku.bisa jelaskan ini tak seperti yang kamu lihat "


" untuk apa bukankah sudah jelas, silahkan kalian lanjutkan kisah kalian yang belum usai dan kamu tak perlu lagi dengan keberadaanku dan anakku"


Chamila saat ini merasa sangat beruntung tak perlu bersusah payah hubungan suami istri itu kini sudah mulai goyah dan retak bahkan sebentar lagi akan pecah dan hancur ia sangat bahagia senyum puas tak lepas dari bibir beracunya itu.


Syaqina pun segera berlari meninggalkan tempat tersebut, Shaka pun berusaha mengejarnya namun tanganya segera di cekal oleh Chamila

__ADS_1


" Dasar perempuan sinting tunggu saja kamu akan lihat apa yang akan aku lakukan karena kamu sudah mengusikku dan menyakiti istriku"


setelah mengucapkan kata - kata penuh ancaman itu Shaka pun segera menepiskan tangan Chamila dan segera berlari mengejar istrinya yang kini sudah menghilang tanpa jejak. Shaka pun segera berlari menuju parkiran dan segera melesat berusaha mencari keberadaan istrinya.


__ADS_2