Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
126. Sebuah kebenaran


__ADS_3

Seorang lelaki berusia paruh baya itu tengah duduk di atas kursi roda berada tepat di taman belakang rumahnya, tampak disampingnya seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik meski guratan usia tampak jelas di wajahnya.


Setelah beberapa kali melakukan terapi kesehatan lelaki bernama Prasetyo itu kini mulai mengalami perkembangan yang signifikan meski belum pulih total dan berjalan sendiri tapi setidaknya saat ini sudah bisa berbicara kembali setelah beberapa waktu yang lalu mengalami serangan struk .


" Pii... makanya lagi ya biar Papi cepat pulih "


seru sang istri yang kini tengah menyuapi makanan ke suaminya itu


" Papi sudah kenyang Mi "


" sekarang dimana anak manjamu itu Mi ? apa dia masih berulah dengan terus menganggu keluarga mantan pacarnya itu "


" Chamila sekarang berada di Singapura Pi anak itu nekat ingin kembali tinggal disana dan memulai karirnya disana kembali setelah disini ia tak bisa lagi mendapatkan agency yang mau menjalin kerja sama dengannya "


" heh... biarkan saja dia belajar dari kesalahanya Mi, setidaknya dia tidak harus berbuat nekad sesuka hatinya selama ini memang kita terlalu memanjakanya sehingga menjadikannya anak yang manja dan susah diatur "


" iya pii semua kita yang salah "


" Pii... sebenarnya ada yang ingin Mami ceritakan pada Papi "


" soal apa ?"


Wanita bernama Susan Andriana prasetya itu kini menarik nafas dalam - dalam kemudian menghembuskan perlahan untuk mengurai kecemasannya saat ini


" ini tentang... "


wanita itu menjadi ragu untuk menceritakan apa yang sudah menjadi niatanya tadi

__ADS_1


" tentang apa Mi.. katanya mau cerita kok malah diam ?"


" i.. Iya By.. tapi Papi janji nggak akan marah ya ?"


" ceritakan "


"aku.. aku sudah menemukan putriku dengan lelaki itu "


" maksudmu kamu bertemu dengan kakaknya Chamila ? dimana rupanya anak yang sudah kamu terlantarkan saat itu ?"


" selama ini Ayahnya pasti menjaganya dengan baik, di tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, lembut dan sholehah sesuai namanya dan... sekarang dia menjadi istri dan menantu keluarga kolomerat ternama Pii "


Prasetyo memang bukan lelaki yang baik di masa lalu tapi seiring berjalannya waktu dan usianya kini dia menjelma menjadi lelaki bijaksana dan penyayang, Sebenarnya dulu saat Susan kabur dan memilih melanjutkan hidup dengannya Susan sudah menceritakan semuanya termasuk tentang anaknya yang lain dengan suaminya. Prasetyo tidak mempermasalahkan itu karena kenyataanya suami Susan juga mau dan bisa menerima kehadiran putri kandungnya yang dititipkan dalam rahim istri orang, bahkan dulu dengan suka rela menikahi Susan yang jelas - jelas hamil bukan denganya, jika bisa Prasetyo memiliki cukup nyali maka iya pantes mengucapkan terimakasih pada Almarhum Damiri karena telah menyelamatkan masa depannya dan juga nama Susan.


Jika saja saat itu Susan tak dinikahinya pasti wanita itu akan nekat menuntut pertanggung jawabanya sementara ia sendiri harus melanjutkan kuliahnya di luar negeri hingga bisa meraih kesuksesannya meskipun pada akhirnya dia kembali merampasnya dari suaminya setelah ia berhasil menjadi orang sukses.


" namanya sama persis dan aku ini meskipun bukan ibu yang baik tapi ikatan batinku masih bertaut denganya aku bisa mengenalinya wajahnya yang memilki kemiripan dengan lelaki itu "


" apa dia mengenalimu seperti kamu juga mengenalimu ?"


" sayangnya aku belum cukup nyali untuk mengakuinya bahwa dia putri kandungku, aku takut dan aku malu Pi jika dia tahu pasti dia akan sangat marah dan membenciku "


tes


tes


Air matanya kini sudah meluap begitu saja tanpa bisa di bandung lagi

__ADS_1


" kamu sudah yakin jika itu memang putriku sesungguhnya ?"


lagi lagi wanita paruh baya itu mengangguk


" dan dia.... dia Syaqina Azzahra istri dari Shaka Ibrani Darmawan Mahantara putra Bungsu Andi Darwaman Mahantara mantan kekasih Chamila anak kita pi "


" apa ?!, jadi... jadi perempuan yang dibenci Chamila dan selalu di ganggu rumah tangganya itu adalah kakak sekandungnya sendiri ?"


" iya Pii... jujur Pi Mami ingin sekali mengakui semuanya Mami ingin meminta maaf meskipun itu tak mungkin Mami dapat, tapi Mami takut sampai mati rasa bersalah dan dosa ini akan terus membayangiku, tapi aku tidak terlalu memiliki nyali untuk melakukannya. aku takut akan penolakannya Pi "


" Mami sabar dulu kita pikirkan cara terbaik untuk kamu bisa mengakui diri kamu yang sesungguhnya"


" terimakasih Pii untuk dukungannya dan juga pengertian Papi "


Kedua pasang suami istri yang sudah memasuki usia tak muda lagi itu kini tengah duduk santai di taman belakang rumah tangan mereka saling bertaut memberi penguatan satu sama lain.


" kita bukan lagi muda Mi, semua yang saat ini kita alami mungkin saja teguran dari yang Maha kuasa kalau selama ini hidup kita sudah banyak menyakiti dan mengecewakan orang lain. kita memang bukan orang yang baik dimasa lalu, tapi bukan berarti kita tidak bisa menjadi orang baik dimasa yang akan datang. kira belajar dari semua keterpurukan kita Mi kita berbenah diri menjadi lebih baik kita berjuang untuk berubah sama - sama "


Begitulah sosok lelaki berusia hampir 60 tahun itu kini terlihat begitu bijaksana Mungkin saja semua yang menimpanya saat inilah yang merubahnya menjadi pribadi yang seperti itu. Sementara Susan terus mengangguki apa saja yang diucapkan suaminya itu


" Papi benar Allah sedang menegur kita Pi. mungkin memang melalui Chamila lah jalanya tapi bukan berarti kita juga harus menyalahkanya, ia hanya belum bisa menyadari kesalahanya sendiri bahkan ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa tak semua yang menjadi keinginannya bisa ia dapatkan. padahal Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan jika menurut Nya itu tak baik untuk kita tapi Allah justru akan memberikan apa yang menurut Nya kita butuhkan "


" iya Mi.. Chamila masih labil dia menjadi pribadi yang susah diatur dan ambisius karena itu juga kesalahan kita yang terlalu memanjakanya "


" iya Pii dan itu kita berdua yang salah "


" yang terpenting sekarang kita sudah berniat untuk merubah semua hal yang tidak baik pada diri kita, semoga saja Allah memberi kemudahan untukmu supaya bisa mengungkapkan sebuah kebenaran itu "

__ADS_1


Terimakasih READERS mohon maaf sering telat up karena kesibukan di dunia nyata AUTHOR, jangan lupa dukung terus karya ini, berikan like❀, komentar, jadikan ini karya favorit dan mumpung hari senin mohon sekelasnya memberikan vote nya agar AUTHOR lebih semangat lagi πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


__ADS_2