Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
134. Ujian lagi


__ADS_3

Hampir Lima jam pasca operasi Syaqina belum juga sadarkan diri, meski saat ini sudah di pindahkan di ruang perawatan VVIP, tampak disana Mama dan Papa Andi masih setia menunggui menantunya di Rumah sakit.


Sementara Bu Susan harus dirawat karena tekanan darahnya yang sangat tinggi sehingga tadi sampai pingsan


" Sayang.. bangun dhonk kamu nggak capek apa tidur terus dari tadi, kamu nggak kasian dengan Queen?, nggak kasian dengan aku juga please... bangun dhonk "


entah sudah berapa puluh kali kalimat itu ia ulang dan ulang lagi namun Syaqina masih tak bergeming


Sejak dipindahkan ke ruang perawatan Shaka benar - benar selalu berada di dekat istri tercintanya, kecuali hanya pergi sholat dan ke toilet saja


" Pa.. ini udah lewat dari lima jam tapi Syaqina belum juga sadar , Shaka takut Pa, Ma "


" ssttt... yakinlah semua akan baik - baik saja, kamu tenang ya . Itu pasti karena pengaruh obat bius juga makanya Syaqina belum sadar juga "


Mama Vina berusaha menenangkan putranya yang kini tengah rapuh bahkan nyaris hancur


Tanpa mereka sadari ujung jemari Syaqina bergerak hingga pandangan Mama Vina pun merasa terusik karena gerakan tangan itu kini diikuti oleh kelopak matanya yang perlahan terbuka


" Shaka... Itu.. is.. tri kamu siuman nak "


ucap Mama Vina terlonjak senang melihat Sang menantu yang kini sudah siuman


" Sayang... akhirnya kamu bangun juga ?"


" By,... Ma,.. Papa, aku dimana ini , auuhhh "


" Sayang kamu tenang dulu aku panggil dokter "


Shaka pun segera memencet tombol nurse call yang berada disebelah tempat tidur istrinya


" Ma.. kenapa kepala ku dan badanku rasanya sakit semua ? lalu kandunganku banyak mana Ma ?"


" Sayang... kamu tenang ya semua baik - baik saja kamu terjatuh dari tangga, masih ingat kan ? kamu tenang dan istirahat ya biar kamu cepat pulih "


" tapi Ma... ini kenapa perut aku rasanya panas dan perih begini ? bagaimana dengan kandunganku kenapa sakit sekali rasanya ?"


" i.. iya itu efek dari jatuhnya kamu Sayang, kamu jangan khawatir ya semua baik - baik saja "


" Mama nggak lagi bohongi aku kan ?"


" tentu saja tidak sayang "


beberpa menit kemudian dokter Clara beserta dua orang perawat masuk dalam ruangan tersebut

__ADS_1


" selamat malam Syaqina, bagaimana keadaan kamu sekarang ?"


" dokter Clara, insyaallah saya baik dok "


" baiklah saya periksa dulu ya ?"


" silahkan dokter "


Dokter Clara pun memulai apa yang menjadi tugas utamanya, yaitu memeriksa dengan teliti perkembangan kondisi pasiennya pasca operasi tadi siang


"alhamdulillah semua bagus mulai stabil, yang terpenting jaga supaya tidak stress supaya cepat pulih "


" apa itu artinya Janin dalam kandungan saya baik - baik saja Dok?"


pertanyaan yang cukup menohok semua orang yang berada diruangan itu, tak terkecuali dokter Clara, wajahnya tampak sekali raut kebingungan kini berada di wajah ayunya hingga ia pun jadi menegang. namun ia harus menjaga kondisi psikologis pasiennya meskipun terpaksa harus memberikan jawaban yang tak sebenarnya


" emh... tentu , baiklah saya keluar dulu karena masih harus memeriksa pasien yang lain , selamat istirahat dan saya permisi "


" terimakasih Dokter telah menyelamatkan janinku "


" sama - sama, saya tinggal dulu istirahat yang cukup ya biar cepat pulih "


Dokter muda itu tersenyum dan segera meninggalkan ruang rawat VVIP tempat Syaqina di rawat, meskipun dengan perasaan bersalah karena tidak memberitahukan keadaan pasien tentang hal yang sebenarnya.


Keesokan harinya Syaqina yang Baru saja terbangun dari tidurnya seperti biasa rutinitas paginya selalu melaksanakan kewajiban sebagai umat. ia pun berusaha bangun meski tanganya masih terpasang selang infus, dan ia pun merasakan nyeri yang luar biasa pada perutnya


Syaqina pun mengaduh meringis menahan sakit yang luar biasa hingga membuat Shaka yang baru saja masuk ke ruang rawatnya selepas sholat subuh di mushola rumah sakit pun langsung panik


"Sayang... kamu kenapa?"


ucapnya buru - buru mendekat dan menyongsong istrinya dalam dekapannya


" By... perutku sakit begini ini kenapa? aku takut bayi kita kenapa - napa, ini tuh sakit sekali nyeri, panas dan juga perih seperti di tusuk "


" kamu tenang , sabar ya sayang aku panggil dokter dulu"


Shaka pun segera memencet tombol nurse call yang ada di samping ranjang


" By... sebenarnya ini kenapa By,.. Apa sebenarnya yang terjadi dengan kandunganku, kenapa rasanya lain, dan kenapa rasanya seperti ini"


Syaqina bukanlah wanita yang tak bisa merasakan perbedaan yang ada pada dirinya mengingat ini adalah kehamilan keduanya sehingga ia cukup tahu rasanya jika didalam perutnya ada kehidupan lainya.


" Syang kamu sabar ya, kamu tenang dulu "

__ADS_1


" By... tolong jawab by ?"


Shaka semakin tak kuasa untuk menyembunyikan kenyataan ini dari istrinya


" kamu iklasin ya Sayang janin kita tak bisa diselamatkan "


" hikss hikss .. semua karena salahku, aku terlalu ceroboh sampai menyebabkan bayiku nggak bisa selamat , maafkan Bunda nak... maaf"


" sa.. sayang dengarkan ini tuh kecelakaan bukan kesengajaan jadi kamu nggak salah, ini semua sudah takdir Allah belum jadi rejeki kita, jadi kamu nggak boleh menyalahkan diri kamu kita harus tabah dan iklas "


" tapi semua nggak akan terjadi jika ... "


"sstttt ....udah tenang Ya kita harus sabar kita kan masih bisa berusaha lagi Sayang setelah kamu pulih kita bisa program lagi, bahkan jika kamu mau kita bisa ikut program bayi tabung ada banyak metode sayang kita juga bisa program ke luar negeri, sekarang yang terpenting kamu sehat dan pulih terlebih dahulu ok..."


dengan penuh kelembutan Shaka berusaha menenangkan istrinya


" tapi By... semua itu karena kesalahanku "


" tidak ! kamu nggak salah sayang, kamu jangan merasa bersalah seperti ini"


Shaka pun sebenarnya merasakan kesedihan yang sama dengan istrinya namun ia berusaha kuat dan tabah demi untuk menguatkan istrinya


"maafkan aku ya By, tak bisa menjaganya dengan baik "


" iya sayang, kamu tahu ?aku tidak akan pernah menyalahkan kamu untuk semua ini karena aku yakin ini adalah sebagian dari takdir yang harus kita jalani, jadi kamu harus iklas. aku mencintaimu sangat.. sangat mencintaimu Sayang "


Shaka menangkup wajah pucat dan sendu itu tampak sekali terlihat kelopak matanya yang sembab jejak dari airmata yang tertumpah semenjak beberapa waktu lalu, di kecupnya seluruh wajah itu kemudian dibawa dalam pelukannya hingga keduanya merasakan ketenangan.


Hingga pelukan itu terurai saat seorang perawat membawakan sarapan pagi untuk Syaqina


" maaf... selamat pagi Bu, Pak, ini sarapan udan juga obat untuk bu Syaqina "


" terimakasih Suster "


" sama - sama ,silahkan dinikmati sarapan ya dan jangan lupa diminum obatnya, supaya Anda cepat pulih ya "


" tentu Suster "


jawab Syaqina masih dengan suara lemah


" baik saya permisi dulu ya bu "


" silahkan, terimakasih Suster"

__ADS_1


" Sayang... sekarang kamu makan sarapanya ya sini aku suapin "


Seru Shaka sambil mengambil nampan berisi sarapan yang di letakkan oleh perawat tadi diatas Nakas. Syaqina hanya menjawab dengan Anggukan sebagai jawaban persetujuan.


__ADS_2