
Seluruh anggota keluarga Darmawan Mahantara yang tengah menunggu pesanan makan siang mereka, tiba - tiba Syaqina dk kagetan dengan seorang pelayan Restauran yang mengantarkan menu pesanan keluarga itu
" Loh... Rissa ?!"
" Syaqina?!"
Syaqina pun langsung menubruk dan memeluk erat Rissa sahabatnya yang beberapa bulan terakhir tidak bertemu
" kangen banget,... "
" sama aku juga, eh iya baby utun aunty udah gede gini ?"
ucapnya sambil mengelus perut Syaqina yang tampak membulat besar
"kamu dan si Utun sehat kan Sya"
" alhamdulillah sehat, insyaallah pertengahan bulan depan lahiran "
" syukurlah semoga kalian sehat sampai hari lahiran ya"
Keduanya pun mengurai pelukan, dan baru Rissa menyadari keberadaan keluarga Besar keluarga suami Syaqina dan Sontak Rissa pun jadi gugup mengingat kembali siapa keluarga mertua sahabatnya itu, Rissa pun kembali bersikap selayaknya sedang melayani sang customer restaurant
"udah.. Nggak merasa panik dan gugup gitu biasa saja, disini kami sebagai tamu restaurant bukan sebagai Bos kamu "
suara Shaka yang seolah mengerti perubahan sikap Rissa
" saya mohon Maaf pak "
ucap Rissa dengan wajah tertunduk
" Mama, Papa dan semuanya Maaf ini adalah Rissa dia sahabat saya dari awal kami kerja du Restauran ini dan sampai sekarang, bahkan selama saya pergi dari rumah waktu itu, Rissa lah yang menampung dan selalu membantu saya"
Tanpa disangka Mama Vina dan Papa Andi justru berdiri dan menghampiri Rissa
" terimakasih banyak ya Sudah membantu dan juga menjadi sahabat untuk menantu kami, "
Rissa masih terdiam mematung, rasanya tidak percaya seorang Presdir beserta istrinya mengucapkan kata terimakasih padanya yang hanya seorang karyawan di Restaurant miliknya
" maaf Pak Presdir saya sama sekali tidak tahu jika Syaqina menantu Anda "
" kamu tenang ya jangan gugup seperti itu, kami sungguh - sungguh sangat berterimakasih untuk semua yang kamu lakukan selama Syaqina berada diluar rumah keluarga kami, bahkan kami yang keluarganya justru tidak banyak berbuat membantu apalagi saat ia menghadapi awal kehamilannya"
" tidak masalah Nyonya karena saya dan Syaqina sudah bersahabat sejak lama dan kami sudah seperti saudara"
" terimakasih ya nak, kami bangga memiliki karyawan sepertimu "
Papa Andi tampak tersenyum tulus
" kalau begitu saya mohon diri dulu karena harus menyelesaikan orderan yang belum selesai "
" baiklah silahkan kembali bekerja, silahka menikmati hidangan makan siangnya "
" Sya.. duluan ya "
" ok, makasih ya Riss "
Gadis itupun masuk kedalam Kitchen Area untuk kembali menyelesaikan pekerjaannya.
" Mahesa tolong kamu atur , supaya Gadis tadi bisa dipindahkan ke bagian yang lain naikkan level pekerjaannya dia karyawan yang baik dan berkompeten dan Restaurant kita membutuhkan karyawan seperti itu, urus semuanya besok, dia layak mendapatkan jabatan yang lebih dari sekedar writers"
__ADS_1
Papa Andi tampak memberikan intruksi pada Mahesa, mendengar itu Syaqina sangat bahagia dan merasa sangat senang
" Papa.. maaf apa Syaqina tidak salah dengar ?"
" tidak nak Papa memang selalu seperti ini jika ada karyawan yang memang pantas mendapatkan yang terbaik maka Papa akan memberikannya, karena itu haknya yang sudah bekerja dengan sebaik mungkin"
" oh iya, Kalau boleh tahu berapa Lama Teman kamu tadi bekerja di sini Sya ?"
Mahesa kali ini muka suara
" emm kurang lebih 3 tahun Kak, selain itu Rissa adalah tulang punggung keluarga karenanya dia benar - benar bekerja dengan baik, meskipun dia hanya lulusan SMA tapi Rissa anak yang cukup pintar dengan nilai akademisnya "
" baiklah aku rasa itu juga bisa menjadi bahan pertimbangan nanti kakak bicarakan dengan pihak Restaurant ya "
" Kamu memang istri paket lengkap sayang, selain baik sholehah, kamu juga punya hati yang mulia mempedulikan sesama"
" kamu apaan sih Mas, kan Rissa memang anak baik, dan juga pinter bahkan otaknya lebih encer dia dari aku "
" tapi kamu tetap yang terbaik sayang "
Shaka kemudian mengusap kepala istrinya yang terbalut hijab pasmina warna pink. Merekapun akhirnya menyelesaikan makan siang mereka dengan penuh kehangatan , dan setelah selesai merekapun kembali pulang kerumah keluarga Mahantara kecuali Mutiara, bunda Mayang beserta adik Tiara yang langsung diantar pulang ke rumahnya oleh Mahesa.
🍁🍁🍁
Rega dan Rany tampak asyik menikmati kebersamaan bertiga dengan Bintang anak Laki- laki yang kini berusia 6 tahun itu dan merupakan putra Rany dengan almarhum calon suaminya. Meskipun ini baru pertemuan ke tiga kalinya Rega dengan Bintang namun mereka sudah cukup akrab, Rega yang well come dan suka dengan anak kecil hal itu jadi mempermudah proses pendekatan dengan Bintang, Bintang yang selama ini tahunya Ayahnya sudah meninggal pun sangat senang ketika dibilang Rega akan menjadi Yah untuknya, dan akan selalu menjaga Bunda nya
Mobil yang dikendarai oleh Rega berhenti tepat dirumah Sederhana bergaya minimalis, bocah lelaki berumur 6 tahun itu kini telah tertidur pulang di jok belakang
"Bintang masih tidur Ya?"
" iya Yang, pasti dia kecapekan habis ikut wira - wiri ngintilin kita persiapkan acara pernikahan kita "
" iya apalagi dia anaknya aktiv banget , Ya udah kita turun karena habis ini aku masih harus balik ke Kantor lagi buat menyelesaikan pekerjaanku, Kita kan nanti ada cuti 7 hari setelah nikah jadi aku harus selesaikan pekerjaanku biar nggak terlalu numpuk"
" udah biar aku gendong dia sampai kamar baru aku pergi lagi "
" baiklah "
Tak berapa lama keduanya pun turun dan berjalan beriringan masuk kedalam rumah, sementara Bu Dewi sudah berada di ambang pintu dan membukakan pintu
" Assalamualaikum, Bu "
ucap Rega dan Rany bersamaan dan langsung dijawab oleh Bu Dewi dengan senyuman hangat
" waalaikumsalam , kalian sudah pulang ?"
" iya Bu"
Sementara Rega berjalan langsung kearah letak kamar Bintang diikuti oleh Rany
" Permisi bawa Bintang ke kamar ya Bu "
ucap Rega seraya meminta izin pada bu Dewi karena bagaimanapun ini pertama kalinya Rega memasuki kamar Bintang dan memasuki Rumah ini sebelumnya hanya berada diruang tamu dan dapur, wajar jika masih ada rasa sungkan
" iya nak, nggak usah sungkan anggap saja ini rumah sendiri "
Rany pun tersenyum mendengar penuturan ibunya
Setelah sampai di kamar dengan dinding kamar bertemakan tokoh hero spiderman Rega membaringkan tubuh Bintang dengan sangat hati hati takut akan mengusiknya
__ADS_1
" tidur yang nyenyak ya Nak Ayah kerja dulu "
ucap Rega sambil mengelus kepala bocah malang tersebut, meski Rega dan Bontang baru saling mengenal namun Rega begitu tulus menyayangi anak kurang beruntung tersebut. bagaimana tidak jika ia terlahir tanpa seorang Ayah di sisinya. Rany tersenyum melihat pemandangan tersebut sepasang matanya tampak berkaca - kaca merasa terharu sekaligus bahagia akhirnya ia mendapatkan sosok Ayah untuk anak lelakinya.
Rega pun hendak beranjak dari kamar Bintang namun baru beberapa langkah sudah dihentikan dengan suara Bintang yang memanggilnya
" Ayah... mau kemana ? kenapa ninggalin Bintang ?"
Rega pun membalikkan badannya dan tersenyum menatap bocah itu kemudian berbalik melangkah kearah Bintang yang masih duduk di atas ranjang nya
" nak.. Ayah pergi kerja dulu ya, Bintang lanjutin bobok siangnya "
" tapi bintang masih ingin bersama Ayah "
" tenang sebentar lagi kita akan punya banyak waktu untuk bersama kita bisa main bersama, jalan - jalan bersama sabar ya nak tunggu 3 hari lagi ya "
ucap Rega dengan nada lembut untuk membujuk Bintang
" iya Sayang, Ayah sekarang harus kerja nanti, pasti akan banyak waktu buat bersama Ayah, kalau Ayah nggak kerja nanti nggak punya uang dhonk buat ngajak kita makan - makan jalan - jalan beli mainan, Bintang kan anak pinter"
" Bintang nggak mau jalan - jalan ataupun makan - makan Bintang kan cuma minta bersama Ayah, Bintang janji nggak akan minta apa - apa Bund "
Rany dan Rega saling melempar senyum mendengar permintaan sederhana Bintang namun ada rasa haru yang menyeruak, Bintang benar - benar butuh sosok seorang Ayah
" Okey,.. kalau begitu Ayah janji nanti sepulang kerja Ayah akan jemput Bintang nanti Bintang menginap dirumah Ayah , Gimana boy setuju ?"
Rega mencoba bernegosiasi dengan Bintang, dan perlahan Bintang mengangguk
" nah,.. itu baru anak baik "
ucap Rany sambil bersorak mengacungkan dua jempol nya
" tapi Ayah nggak bohong kan ? mau bawa Bintang nginep dirumah Ayah ?"
" tidak dong Boy ayah pasti tepati, sekarang Ayah berangkat kerja ya "
" ok , Siap Boss "
Bocah itu langsung mengangkat tanganya seraya memberi hormat pada Rega , dan Rega pun tertawa bahagia kemudian segera berlalu dari kamar itu.
" Bu saya permisi dulu ya harus Balik ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan selama nanti saya tinggal cuti "
Rega menghampiri Bu Dewi yang tengah duduk di ruang TV sambil menonton acara gosip Artis disalah satu chanel TV tanah air.
" Loh apa nggak capek kalau harus balik lagi ke Kantor nak ?"
" nggak kok bu , bahkan saya sudah biasa lembur , kalau begitu say pamit ya Bu"
Rega pun menyalami calon mertuanya dan mencium punggung tangan wanita berusia 55 tahun itu, Rupanya Ayah Rany Sudah meninggal sejak Bintang baru berusia beberapa bulan dan selama ini Bintang tumbuh tanpa figure seorang laki - laki dirumah ini , karena Dewi juga anak tunggal. hal itulah yang membuat bu Dewi merasa sangat mendukung hubungan Rega dengan Rany karena menurut beliau Sosok Rega sangat tepat menjadi iman untuk putri semata wayangnya itu.
" aku pergi dulu ya Sayang , jangan lupa persiapkan baju ganti dan keperluan Bintang lainnya karena nanti aku langsung jemput dia setelah pulang "
" iya, Yang hati - hati di jalan ya "
Rega pun tersenyum saat Rany mengambil tanganya untuk salim.
" belum jadi suami istri saja sudah sweet seperti ini gimana nanti udah halal ya, pasti romantis banget "
" kamu tuh mas, ya udah buruan berangkat biar cepet pulangnya "
__ADS_1
" siap Sayang. .. tapi awas jangan rindu ya "
goda Rega kembali membuat Rany tersipu malu. kemudian Rega pun segera meluncur ke kantor.