
Mobil yang mereka tumpangi pun terus bergerak dan sampailah di komplek flamboyan residance tempat Syaqina dulu pernah tinggal
Shaka pun langsung turun dan menuju rumah induk semang alias pemilik kontrakan yaitu mbak Anggi tanpa mempedulikan Mahesa dan Rega yang masih berada di dalam mobil.
Shaka pun memencet Bell yang terpasang disamping daun pintu tak berselang lama pintu pun terbuka tampak sosok mbak Anggi seorang yang sudah Shaka kenal waktu ia pernah tinggal dengan Syaqina di kontrakan tersebut
" mbak Anggi "
" loh , ini kan suaminya Syaqina kan, putra Presdir DM corporation?"
" iya mbak benar "
" astaga .. ada apa ini kenapa datang kerumah saya ? apa Syaqina baik - baik saja ?"
" mbak maaf apa Syaqina ada datang kesini atau mungkin kerumah kontrakan Rissa?"
" ada apa ini kok sepertinya kamu gugup dan kacau seperti ini ?"
Mbak Anggi merasa tidak paham dengan apa yang disampaikan Shaka
" ceritanya panjang mbak, intinya saat ini Syaqina pergi dari rumah dan membawa Anak kami "
" Astaqfillulah, tapi tidak ada Syaqina kesini bahkan sudah beberapa bulan ini kami jarang komunikasi karena kesibukan kami masing - masing , atau mungkin dia ada menghubungi Rissa atau Aldo coba kita tanyakan pada Rissa setahu saya hari ini dia libur kerja "
mbak Anggi pun mengajak Shaka langsung ke kontrakan Rissa, Mahesa dan Rega pun akhirnya mengekori mereka berdua
" Assalamualaikum Riss,.. "
Mbak Anggi mengucap salam dari mengetok pintu kontrakan tak berselang lama pintupun terbuka
" waalaikumsalam.. loh mbak Anggi tumben ada apa mbak ?"
" Rissa , masih ingat saya kan ?"
" pak Shaka, pak Mahesa ? ada pa ini ?"
__ADS_1
" apa kamu tahu atau istri saya ada menghubungi kamu ?"
" tidak pak, bahkan kami terakhir bertemu saat Syaqina baru melahirkan saya dan Aldo berkunjung ke Rumah kalian dan rencananya kami akan bertemu lagi bulan depan di acara pernikahan Saya dan Aldo "
" kamu yakin istri saya tidak ada menghubungi kalian ?"
" yakin kok pak "
" Ya Tuhan.. kamu kemana sih Sayang?"
Shaka tampak begitu kacau harapannya satu - satunya menemukan sang istri pupus sudah karena memang Syaqina tidak ketempat ini
Tanpa banyak kata Mahesa langsung menelpon seseorang
" tolong kamu kerahkan seluruh anggota kalian cari keberadaan adik ipar dan keponakanku chek seluruh Hotel dan penginapan di kota ini, chek juga bandara, terminal, stasiun dikota ini, berikan informasi secepatnya"
Suara Mahesa tampak tegas dan berwibawa memberikan perintah pada seseorang di balik sambungan telephone itu.
" Baiklah sekarang kita kembali ke Rumah kita tunggu kabar dari mereka"
" maaf pak setelah ada kabar dari Syaqina tolong kabari kami ya , kami juga sangat mengkhawatirkan keadaan mereka "
seru Rissa yang mendapat Anggukan dari Mbak Anggi
" tentu saja, kalian tenang saja mereka pasti baik - baik saja. Terimakasih ya untuk kepedulian kalian kami pamit dulu "
kali ini Mahesa yang menjawab karena Shaka sudah kacau dan tidak karuan kondisinya bahkan saat ini Shaka sudah seperti kehilangan kekuatan
Mereka bertiga pun meninggalkan tempat itu
" langsung kerumah utama saja Ga, nggak mungkin kita tinggalin dia sendiri dirumah itu dalam keadaan nggak beres kayak gini"
" ok,.. siap brothers , eh kebalik ya, elo kan adik iparku , harusnya kamu dhonk panggil aku brothers "
Rega dan Mahesa masih sempat- sempatnya bercanda ditengah kondisi Shaka yang cukup miris saat ini
__ADS_1
" hah,, malas banget harus panggil kamu tuh kakak ipar, lucu tahu nggak kita kan seumuran masak iya pakai panggilan kakak ipar adik ipar, geli gue denger nya "
celetuk Mahesa yang langsung disambut dengan tawa keduanya tanpa peduli dengan Shaka yang kini tengah meratap sedih menangisi kehilangan istri dan anaknya. Mahesa sebenarnya tak tega namun ia harus tega setidaknya agar Shaka merasa jera dan kapok untuk mengulangi hal yang sama , ya itu lebih terbuka dan jujur dengan istrinya apapun keadaanya.
Setelah menempuh perjalanan hampir 60 menit mereka pun sampai di halaman rumah utama keluarga Darmawan Mahantara, dimana merek bertiga langsung disambut oleh Mama , Papa dan juga Tiara dan Rany serta Bintang karena mereka sangat mencemaskan keberadaan Syaqina dan putrinya saat ini.
" Sayang.. bagaimana apa kalian menemukan menantu dan cucu kami ?"
Mama sudah sangat tidak sabar , seperti yang mereka bertiga khawatirkan mereka pasti akan do berondong banyak pertanyaan, Sementara Shaka hanya diam dan langsung naik ke dalam kamarnya yang terletak di lantai tiga menggunakan lift.
" maaf Ma kami belum menemukan Syaqina dan Queen , kita juga sudah mendatangi rumah kontrakan yang pernah Syaqina tempati dulu tapi memang tidak ada, bahkan ia juga sudah lama tidak berkomunikasi dengan sahabatnya yang tinggal di kontrakan itu "
" Astaqfillulah terus kemana menantu dan cucu kita pah?"
Mama langsung histeris rasa khawatirnya semakin memuncak setelah mendengar penjelasan dari Mahesa dan Rega
" Tante tenang ya,kita tetep akan berusaha mencari keberadaan mereka kok"
Rega pun berusaha menenangkan Mama Vina yang kini sudah dirangkul oleh Tiara dan Rany sementara papa Andi tampak duduk diam mematung di Sofa ruang tamu
" Mama tenang, jangan khawatir Mahesa udah suruh anak buah Esha untuk mencari mereka dengan mengechek seluruh Hotel dan penginapan dan juga bandara , terminal, bahkan stasion di kota ini, mereka pasti baik - baik saja Esha yakin Syaqina hanya butuh waktu untuk menenangkan diri "
mendengar ucapan Mahesa hati Mama Vina sedikit merasa tenang dan segera duduk disebelah suaminya.
" anak - anak benar, Mama harus tenang percayakan pada kemampuan orang - orang suruhan Mahesa mereka pasti bekerja dengan baik untuk mencari jejak keberadaan mereka "
" iya Pa, Mama percaya "
🍃🍃🍃
Sementara di kamar Shaka tengah menangis memandangi photo - photo kebersamaan mereka bertiga Syaqina, baby Queen dan Shaka. Rasanya baru kemaren mereka merasa berbahagia dengan kebersamaan keluarga kecilnya itu, tapi kini badai kembali menghantam kapal mereka.
Tentu Shaka tak ingin kapal yang mereka tumpangi akan karam di lautan meskipun Shaka sadar kapal kecil mereka kini tengah menyeberang di lautan lepas, namun sebagai Nahkodanya ia harus berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menguasai kapal dan yang terpenting bagaimana caranya ia bisa menyelamatkan penumpang didalamnya sehingga bisa terys berlabuh hingga ke tepian dan tidak akan karam di lautan.
" Sayang,.. maafkan aku, maafkan kebodohanku yang selalu menyakitimu , aku harap kamu akan baik - baik saja menjaga putri kecil kita, aku sungguh membenci diriku sendiri yang selalu saja egois tapi semua itu karena aku sangat mencintaimu Sayang, aku mohon pulang lah... pulang sayangku , pulang lah istriku "
__ADS_1
Shaka pun menangis histeris beruntung kamarnya kedap suara sehingga orang - orang diluar sana tak dapat mendengar tangisan cengengnya.