Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
88. Mahesa vs Mutiara menuju SAH


__ADS_3

Matahari bersinar sempurna menghangatkan suasana pagi yang sudah sangat di nantikan oleh sepasang calon pengantin ini, keduanya tengah bersiap mempersiapkan diri mereka dengan semaksimal mungkin agar saat acara sakral nanti mereka tampil dengan sempurna karena mereka berharap ini adalah pernikahan pertama dan terakhir mereka.


Mutiara tengah dirias oleh MUA ternama di kota ini dengan balutan kebaya putih lengkap dengan hijabnya semakin menambah kesan Anggun dan elegant.


Syaqina pun ikut mendampingi sahabatnya yang kini akan menjadi istri kakak iparnya dan artinya mereka akan menjadi periparan.


" masyaallah kamu cantik sekali Tiara, kamu bener - bener bikin pangling "


" makasih ya Sya, tapi aku gugup dan deg degan nih "


" kamu tenang, rileks ya tarik nafas terus keluarkan perlahan, semua pasti akan berjalan lancar kok , aku nggak nyangka kalau kita bakal jadi menantu keluarga Darmawan Mahantara, ternyata Allah itu benar - benar sangat baik pada kita, kita yang terlahir dari keluarga orang biasa dipertemukan dengan keluarga kolomerat mungkin rasanya ini seperti mimpi"


ucap Syaqina sambil terus mengusap punggung tangan sahabatnya yang kini akan menjadi iparnya


" kamu benar Sya ini rasanya seperti mimpi kita bisa berjodoh dengan tuan muda anak dari kolomerat negeri ini, semua itu berkat kamu Sya seandainya kita tidak bersahabat mungkin aku tidak akan bertemu dengan kak Mahesa "


" Hey... ngomong Pa sih dengan atau tanpa kita bersahabat jika memang kamu dan kak Mahes sudah berjodoh maka pasti bertemu meski dengan cara lain, karena jodoh kita, rejeki dan juga umur kita sudah ditetapkan Allah sebelum kita terlahir "


" iya baiklah, berarti kita adalah wanita biasa yang mendapatkan keberuntungan karena berjodoh dengan lelaki yang baik dan dari keluarga yang baik juga dengan status sosial yang terbaik pula "


Keduanya terkekeh kemudian saling berpelukan sebelum akhirnya seseorang memanggil dan mengatakan jika prosesi ijab Qobul akan segera dimulai dan dilaksanakan dan seseorang itu adalah mbak Rany


" Tiara apa sudah siap ? sebentar lagi ijab Qobul dimulai "


" iya mbak sudah siap kok"


mereka bertiga pun turun ke tempat acara ijab Qobul di gelar


Mahesa sudah duduk dihadapan penghulu dan juga Rega sebagai wali yang akan menikahkan Mutiara setelah semuanya siap acara ijab Qobul pun segera dimulai meski harus mengulang 2x karena Mahesa terlalu gugup namun akhirnya semua berjalan lancar dan kini keduanya telah Sah menjadi sepasang pasangan halah.


Rasa lega sekaligus bahagia terlihat jelas memancar dari wajah tampan Mahesa begitupun juga dengan Tiara tak hentinya bersyukur dan terus mengurai senyuman hatinya tampak seperti ada banyak bunga bermekaran yang wangi nya menguar hingga keluar sukma rahadi mereka.


Setelah semua prosesi ijab Qobul telah selesai dan penandatangan semua berkas kelengkapan pun sudah selesai dilanjutkan dengan pemberian nasehat pernikahan dari penghulu dan sesi dokumentasi pun telah rampung maka prosesi ijab Qobul telah selesai dan kini dilanjutkan dengan acara makan bersama sebagai ucapan syukur atas kelancaran prosesi ini.


" sayang ... kamu mau makan dulu atau langsung ke kamar ?"


tanya Mahesa pada gadis cantik yang pemalu dan kini telah Sah menyandang setatus Nyonya Mahesa Darmawan Mahantara itu


" emmmhh .. memangnya Kakak nggak lapar ?"

__ADS_1


" lapar sih, tapi bukan pingin makan nasi "


jawab Mahesa menggantung ucapannya


" kakak mau makan apa kalau tak mau nasi ? atau mau makan kue? atau camilan yang lain ? sini biar aku ambilkan "


" sssttttt,, aku tuh lapar pingin makan kamu sayang "


jawab Mahesa dengan seringai nakalnya hingga membuat Mutiara gelagapan


" isshh Kakak nakal banget sih"


Tiara pun mencubit lengan kekar suaminya


" kok nakal ? kan kita udah Sah sekarang, jadi kalaupun nakal tetep saja sah "


" tapi aku lapar loh kak "


" jadi... istri cantik aku ini lapar hemm?, baiklah sepertinya kamu memang harus mengisi amunisi biar nanti kita punya cukup energi untuk melakukan pertempuran sayang"


ucap Mahesa sambil berbisik nakal di telinga Tiara , dan itu membuat bulu kuduknya meremang


" apa saja mas "


" duhh beruntungnya aku punya istri cantik, baik penurut lagi "


" gombal banget sih Kak malu tahu di denger orang "


" Malu kenapa kan yang di gombalin istri sendiri to my honeyku"


Mahesa terus saja menggoda dan menjahili istrinya padahal pipi Tiara sudah bersemu merah untung saja lagi pakai make up jadi bisa tersamarkan


Mahesa pun melangkah menuju tempat hidangan yang pagi ini hanya terdapat beberapa menu tradisional nusantara karena acara pagi ini merupakan syukuran dari kelancaran ijab Qobul dan yang hadiri oleh keluarga dekat dari kedua belah pihak keluarga saja. karena acara resepsi akan di gelar nanti malam di Ball room Mahantara Hotel. setelah memilih dan mengambil beberapa menu yang diinginkan Mahesa pun meminta pada salah seorang pelayan untuk mengantarkan ke tempat duduk Tiara dan dirinya.


Shaka dan juga Syaqina pun tampak menikmati makanan mereka masing - masing dan duduk bersebelahan dengan keluarga mereka, Semua tampak bahagia hari ini tak terkecuali Papa Andi dan Mama Vina Mereka merasa tugasnya sebagai orangtua hampir sepenuhnya selesai yaitu telah mengantarkan anak - anak mereka ke dalam gerbang pernikahan.


" Mah... Papa sungguh sangat bahagia hari ini akhirnya tugas kita sebagai orang tua sudah terselesaikan ketiga anak - anak kita Alhamdulillah sudah menemukan jodohnya , semoga mereka semua diberkahi rumah tangganya berjodoh hingga menua bersama dan menjadi keluarga yang selalu harmonis , seperti kita Mah "


Papa Andi berkata dengan mata berkaca- kaca tampak ada rasa haru yang menyelimuti hatinya saat ini, namun seketika berubah menjadi sedikit melucu

__ADS_1


" iya Pa, Mama juga merasakan hal yang sama bahagia sekali akhirnya anak - anak kita sudah berjodoh semua dan mereka sendiri yang memilih jodohnya kita sebagai orang tua hanya mendukungnya, dan sekarang udah saatnya kita menikmati masa tua kita Pa dengan tenang, sambil menyaksikan kebahagiaan anak cucu kita tumbuh "


" Dan setelah Syaqina melahirkan kita akan liburan keliling Eropa dan juga Asia, sebagai hadiah untuk Mama yang sudah rela menjalani kehidupan rumah tangga bersama papa mendampingi susah dan senang jatuh dan bangunnya Papa selama 32 tahun ini"


kali ini papa Andi berbicara dengan nada serius dan pandangannya tak pernah lepas menatap Mama Vina penuh dengan tatapan cinta yang luar biasa hingga membuat siapa saja yang melihatnya menjadi iri.


" cieyy... sepertinya ada yang mau menyaingi pengantin baru nih "


celetuk Shaka dengan nada menyindir dan langsung saja disambut oleh kak Sherena


" yang pengantin baru saja honeymoon nya cuma ke Labuhan Bajo ini yang pengantin lawas malah keliling Eropa dan Asia huuuu... kalah gengsi kalian "


" nggak apa - apa kak kita kan suka yang lokal - lokal saja kan Honey yang penting tetap bisa berkarya bahkan di kamar pun kita ok saja kok kak "


jawab Mahesa santai sambil memainkan tangan Istrinya yang kini saling bertaut dengan tangannya


" helehh.... bilang saja udah kebelet makanya dimana saja boleh, Tiara Awas lo harus siap lahir batin menghadapi singa lapar ini"


ucap Shaka dengan kalimat sarkas, sementara mereka yang mendengarnya hanya terkekeh


" ya Sudah kalau udah selesai makan kalian istirahat saja di kamar kalian nanti malam kalian bakal lebih lelah lagi karena harus menyambut tamu undangan yang hampir seribuan orang "


Bunda Mayang pun yang sedari tadi hanya menyimak dan mengikuti pembicaraan dan candaan mereka yang ada disini kini pun ikut angkat bicara


" Bunda kalian bener nak Esha bawa istri kamu istirahat di kamar kalian, ajak istirahat dia pasti capek dan nanti malam kalian bakal lebih capek lagi"


" bener tuh kak kalian istirahat sana , tapi inget istirahat biar nggak capek bukan malah kalian bikin lebih capek "


Shaka kembali mengusili kakaknya hingga membuat Mahesa merasa jengah dan dengan segera mengajak Istrinya untuk naik ke kamar mereka Setelah berpamitan terlebih dulu pada sanak saudara yang masih berada di tempat.


" ya baiklah kami istirahat dulu "


" inget i-s-t-i-r-a-h-a-t "


" hilihh.. bilang saja iri kan ? kan sekarang kamu nggak bisa iya iya an orang Bini kamu tinggal nunggu brojolnya "


" diem loh buruan sana pemanasan dulu juga nggak apa kok udah SAH ini"


Mahesa pun tak mau memperpanjang perdebatan mereka yang unfaedah itu ia pun segera kabur dari tempat tersebut dan mengandeng tangan Istrinya mesra menuju lift yang akan membawa ke kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2