
Shaka terlihat sangat kacau semenjak ditinggalkan kembali oleh istrinya yang kali ini membawa serta putri kecil mereka yang masih berusia Enam tengah bulan. Hal itulah yang membuat Shaka benar - benar sedih, ini adalah kalo kedua ia ditinggalkan oleh istrinya tapi entah kenapa kali ini Shaka merasa bahwa ia akan benar - benar kehilangan istrinya mengingat ini kedua kalinya juga ia melakukan kesalahan fatal pada pernikahan mereka.
Ketakutannya lebih besar melebihi apapun saat ini, lelaki sekaligus Ayah satu anak itu kini benar - benar sangat takut kehilangan dua orang yang sangat penting dalam hidupnya.
Shaka terus memandangi photo mereka bertiga yang ia gunakan sebagai wallpaper
di layar hand phone nya
" Sayang... kamu dimana ? dimana kamu membawa putri kita, bagaimana jika kalian kenapa - napa, bagaimana jika kalian tidak hidup dengan semestinya di luaran sana ?, aku memang salah pada kalian aku terlalu pengecut untuk bisa berbuat jujur "
Shaka terus merancau menumpahkan segala beban hatinya, terus merutuki kebodohanya yang berakibat ditinggalkan kembali oleh istrinya, Tanpa terasa satu minggu sudah berlalu semenjak kepergian Syaqina beserta baby Queen dari rumah ini. selama itu pula Shaka belum bisa menata hatinya pikirannya masih terlalu kacau untuk kembali pada pekerjaannya, sehingga segala sesuatu yang masih bisa di handle oleh Rega maka akan Rega selesaikan, dan yang tak bisa Rega atasi maka Rega akan membawanya pada Shaka dan diselesaikan dari rumah.
Beruntungnya Shaka masih memiliki seorang sahabat yang luar biasa seperti Rega, sehingga pada saat seperti ini masih bisa menghendle pekerjaannya menangani perusahaannya.
Karena selain asisten pribadinya Rega merupakan sahabat terbaiknya sejak dari SMA dan mereka memulai merintis perusahaan ini sama - sama semenjak mereka masih duduk di bangku sekolah, dan ketika usaha itu berhasil berkembang menjadi perusahaan besar Rega pun tetap menjadi bagian di dalamnya dengan diberikan Saham sebesar 25% nya.
Hal itu sengaja Shaka berikan sebagai bukti bahwa adanya turut campur tangan Rega dalam membangun perusahaan tersebut sehingga Rega juga memiliki hak kepemilikan di dalamnya.
Shaka masih terdiam badannya terperosok di atas karpet berbulu di bawah ranjang kamar miliknya, tiba - tiba hand phone nya bergetar
Dan ia pun segera menerima panggilan yang masuk ke hand phone yang kini sudah tergeletak disebelahnya
__ADS_1
" Halo...informasi apa yang akan kalian sampaikan ?"
" Bos, berdasarkan penyelidikan dan pencarian kami Istri anda tidak pernah pergi dari kota ini , seluruh Hotel dan penginapan juga tidak kalah dapati kemungkinan istri anda sedang berada di suatu tempat yang terpencil sehingga kami sulit melacaknya, berdasarkan hasil pantauan dari GPS handphone nya terakhir aktiv berada di pinggiran kota yang berbatasan dengan perdesaan kecil "
" tolong kalian share lokasi terakhir itu, aku sendiri yang akan mencarinya kesana "
Tak berapa lama sambungan telephone pun berakhir, Shaka langsung menuju ke ruang pakaian ia mengambil tas ransel dan membawa beberapa helai pakaian kemudian setelah Handphonenya kembali berbunyi ia pun segera bergegas pergi menaiki mobilnya melesat ke arah petunjuk yang ia dapatkan dari informannya tadi.
letak titik lokasi terakhir yang di informasikan tadi berjarak lumayan jauh dengan jarak tempuh kurang lebih 3 jam dari pusat kota ini. Ketika sampai di titik lokasi hari sudah sore sehingga Shaka memutuskan mencari sebuah penginapan tak jauh dari titik lokasi itu.
Disebuah penginapan sederhana Shaka mengistirahatkan tubuhnya yang terasa remuk dan sangat lelah, mengingat akhir - akhir ini ia tidak mempedulikan kondisi tubuhnya. ia pun makan dan tidur tidak teratur sehingga berdampak pada kondisi fisiknya yang mengalami penurunan stamina, namun itu masih tidak ia hiraukan karena fokusnya saat ini adalah mencari istri dan anaknya.
Udara masih sangat dingin dedaunan pun masih basah karena sisa mutasi tadi malam, namun hal itu tak menyurutkan niatan Shaka untuk melakukan pencarian.
Ia memulai langkahnya dengan menyusuri jalan desa dan menanyakan ke beberapa orang yang ia temui dengan menunjukkan photo Syaqina dan baby Queen, namun hingga hampir tengah hari belum juga ada titik temu tak satupun dari mereka yang ditemui mengenali wajah Syaqina.
Lelah, gerah karena dari setengah hari ini Shaka terus berjalan kesana kemari mendatangi tempat - tempat umum yang memungkinkan bisa memberi petunjuk dan informasi tentang keberadaan Syaqina.
Akhirnya Shaka pun memutuskan untuk beristirahat agar lelahnya berkurang, ia pun melajukan mobilnya menuju supermarket berlogo biru kuning itu, kemudian membeli minuman dingin dan beberapa cemilan lalu duduk di teras mini market tersebut untuk mengusir lelah dan penatnya sambil menikmati pemandangan sekitar yang tampak lengang . ( maklum namanya juga di pinggiran kota yang merupakan perbatasan dengan sebuah Desa kecil).
Shaka menyesap botol minuman dingin hingga menyisakan setengah botolnya,
__ADS_1
" hufff .. kemana lagi aku harus mencarimu sih Sya? kamu tahu nggak aku tu khawatir banget sama keadaan kalian, tolong kasih petunjuk agar aku bisa menemukan kalian "
Shaka terus berbicara sambil terus memandangi layar Handphonenya dimana photo mereka bertiga menjadi walpapernys.
Tak berapa Lama Handphone itu berdering menandakan ada panggilan masuk, setelah tahu pasti siapa yang menelponnya tak buang waktu ia langsung menggeser tombol berwarna hijau dan berbicara dengan penelpon tersebut.
" Halo... katakan apa informasi yang kalian dapatkan ?"
tanyanya pada seseorang di seberang sana
"kita dapat petunjuk berdasarkan GPS dari hand phone istri anda saat ini posisi terakhir berada di Desa Kembang Sari tak jauh dari posisi Boss saat ini kurang lebih 2 kilometer saja, dan itu baru sekitar 1 jam yang lalu bos "
" kalian serius...Tolong pantau terus perkembangannya saya akan segera menuju ke lokasi yang kalian sebutkan tadi, kirim beberapa anak buah kamu ketempat tersebut untuk membantuempermudah pencarian ku"
Shaka pun tampak bersemangat mendengar kabar yang sangat baik, setidaknya usahanya kali ini tidak akan sia - sia harus berjalan berkeliling berbagai tempat, bertanya kesana kemari untuk menanyakan pada siapa saja yang ia temui tentang keberadaan istri dan anaknya.
" Sayang.. tunggu Daddy ya, Daddy pasti bisa menemukanmu secepatnya "
Gumamnya sambil menghabiskan minuman yang masih tersisa setengah botol tadi, kemudian bergegas meninggalkan tempat tersebut dan segera melajukan mobilnya ke titik lokasi yang sudah di kirimkan oleh seorang suruhanya beberapa detik yang lalu.
Ia terus bergerak mengikuti panduan si cantik dengan swara yang khas operator. yang dari suaranya terdengar sangat menyenangkan. Shaka semakin tak sabar rasanya untuk segera menemukan kedua orang yang sangat ia rindukan.
__ADS_1