
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya hari ini Mahesa dan Tiara akan berangkat untuk honey moon ke Pulau Lombok, sederhana memang bualan madu mereka memilih untuk menikmati destinasi wisata Lokal, bukan karena tak mampu tapi memang beberapa saat lalu Mahesa dan Tiara pernah menyinggung jika mereka ingin pergi bulan madu ke Pulau Lombok karena baginya keindahan alam di pulau Lombok yang masih alami dan tentunya sangat mempesona tak kalah dengan pulau Bali.
" Honey.. kamu sudah siap kan?"
suara Mahesa ketika membuka pintu kamarnya kembali setelah dari lantai bawah setelah makan siang bersama keluarga Tiara memang langsing beranjak ke kamar untuk bersiap - siap berangkat ke Lombok nanti. ndak Mahesa masih tinggal di ruang keluarga dengan berbincang dengan Papa Andi dan Mama setelah selesai barulah Mahesa naik untuk melihat kesiapan istrinya.
" eh.. kak. iya semua udah beres "
" kalau begitu kita bisa berangkat sekarang , honey "
ajaknya sembari melempar senyum manisnya dan segera menarik koper yang sudah dipersiapkan oleh Tiara. Mereka langsung menuju lantai bawah dan berpamitan dengan semua anggota keluarganya setelah selesai berpamitan supir pun mengantarkan sepasang pengantin baru itu langsung ke Bandara.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam di pesawat udara Mereka pun kini mendarat cantik di Pulau Bali dan segera melanjutkan perjalanan menggunakan melaui jalur laut untuk dapat sampai ke pulau Lombok.
Sampai di Lombok Mahesa langsung membawa Tiaranya menuju sebuah Villa mewah yang berada tak jauh dari pinggir pantai suasana sejuk dan asri khas udara pinggir pantai menyambut sebagai ucapan well come to Lombok
" Wow .. indah banget ya Kak "
Tiara membuka salah jendela kaca yang tertutup tirai tipis menyuguhkan sebuah pemandangan yang begitu indah dengan view langsung ke laut
" kamu suka ?"
" suka pakai banget kak "
Mahesa pun mengeratkan pelukanya pada tubuh ramping berbalut tunik berwarna putih berpadu dengan bawahan berwarna Moca, Tiara pun membalas dengan semakin menenggelamkan wajah ayunya di dada bidang suaminya.
Meski merasa ragu dan dengan perasaan yang belum yakin takut jika akan mendapat penolakan lagi namun Mahesa tetap mencobanya, setidaknya sudah mencoba dari pada tidak sama sekali.
Mahesa berusaha untuk menjadi suami sangat mencintai dan menginginkan istrinya, meskipun ia tahu saat ini Tiara masih memiliki trauma dengan masalah percintaan karena perbuatan ****t Calvin.
Mahesa menatap sepasang netra indah Tiara wajahnya kian mendekat bahkan jarak antara mereka telah terkikis hanya terhalang kain yang melekat di tubuh keduanya
__ADS_1
Jantung Tiara berdegup semakin kencang, keringat dingin mulai merembes di kening dan telapak tanganya, meskipun Tiara selalu berusaha senormal mungkin dengan lebih rileks namun trauma itu tetap masih menguasai ingatan nyaris membuat Tiara frustasi.
Dengan perlahan dan sentuhan selembut mungkin Mahesa telah berhasil menempelkan bibirnya pada bibir mungil istrinya
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
Tiara masih terlihat baik - baik saja, sehingga Mahesa berusaha melakukan lebih jika tadi ia hanya sekedar memberikan sebuah kecupan dan bukanlah c**** setelah melihat reaksi Tiara Mahesa pun bermaksud memberikannya. Mahesa pun me***** bibir merah itu dengan lembut dan sangat hati - hati Tiara pun diam tanpa menolak, Mahesa semakin yakin untuk melakukan lebih lagi meskipun belum ada respon dari lawan mainnya, Mahesa berinisiatif menggigit kecil Bibi merah delima itu hingga Tiara pun bereaksi tanpa Ba bi bu malah menjauhkan wajahnya sepersekian centi dari bibir Mahesa
" Maaf "
" ok, setidaknya kali ini sudah lebih tenang , maaf ya Honey bukan maksud suamimu ini kelewatan "
" aku yang sepantasnya minta maaf Kak belum bisa menjadi istri yang baik untuk Kak Mahesa "
" kamu sudah mencobanya, dan aku mau kamu terus mencobanya sampai kamu bisa, dan aku akan setia menunggu saat itu "
" istri yang baik tidak akan menolak suaminya, istri yang baik tidak akan menyiksa suaminya untuk menahan hasrat kak "
ucap Tiara sedih dan kemudian menjauh menuju balkon Villa, Mahesa pun mengikutinya
" percayalah semua akan baik - baik saja, dan aku akan sanggup menunggu sampai kamu siap "
" aku yang salah kak, harusnya aku jujur tentang keadaanku sebelum kita menikah Kak "
" berhenti menyesali hal yang tidak penting itu, kita kesini untuk liburan, untuk menikmati waktu berdua, untuk bersenang - senang, bukan untuk bersedih begini "
__ADS_1
Mahesa tampak mempererat dekapannya yang saat itu memeluk Tiara dari belakang
" Honey... "
"hmmm "
" kamu lihat diluar sana pemandangannya sangat indah bukan ?"
" iya Kak "
" kamu nggak ada niat mau jalan - jalan sambil melihat Sunset? "
" apa Kak Mahesa ingin kesana, bukanya Kak Mahesa masih capek ?"
" sepertinya akan sangat menyenangkan jika kita bisa bermain ke pantai bermain dengan ombak, sambil berkejaran dengan istriku yang cantik ini "
" ihh.. Kok jadi mendadak romantis gini sih "
" bukanya itu yang paling diinginkan seorang istri mendapati suami yang romantis ?"
Mahesa tampak menciumi pucuk kepala Tiara
" jadi.. gimana mau nggak turun ke pantai, atau mau dikamar saja nih?"
" ia deh Kak ayo aku mau "
" gitu dhonk... Honey "
Merekapun melangkah berjalan bersama menuju bibir pantai yang tak seberapa jauh dari Villa yang mereka tempati, Mahesa tampak menggandeng tangan Tiara mesra, membuat hati Tiara menghangat, dan hatinya berjanji untuk secepatnya bisa terbebas dari trauma yang menyiksa dirinya dan juga Mahesa.
Mahesa pun akhirnya mengambil photo dengan camera handphone nya dengan Tangan Tiara yang ia pegang dan tengah membelakangi dirinya, suasana langit sore yang indah semburat jingga pun semakin mempesona membuat sore di hari pertama mereka Honeymoon ini terasa begitu menyenangkan.
__ADS_1