Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
69. Mengalah untuk menang


__ADS_3

Shaka masih mempererat pelukannya meski tidak mendapat respon dari sang istri, namun Shaka tidak peduli yang terpenting baginya saat ini adalah iya sudah bisa bertemu dan soal sudah dimaafkan atau belum itu urusan nanti.


"maaf tolong lepasin perutku sakit jika ditekan begini"


"maaf... maafin papa ya sayang sampai tidak sadar keberadaan kamu"


ucap Shaka sambil mengelus perut yang tampak menonjol di balik gaun satin berwarna peach itu dengan lembut.


Akhirnya Shaka membawa tubuh Syaqina berdiri sejajar dengannya, dengan tangannya melingkar di pinggang syaqina dan perlahan mengajaknya berjalan menuju ke panggung dimana keluarga Darmawan Mahantara masih berdiri disana.


kedua orang yang tengah berjalan berdampingan itupun kini menjadi pusat ribuan pasang mata


" Gila... ternyata temen kita itu justru menantu presdir ya gaess"


ucap Jody dengan masih dalam mode bengongnya


" iya, nggak nyangka, untuk saja kita semua baik dengan dia sempet kita macam -macam bisa game over kita kerja disini"


Gita juga tak kalah bingungnya


"Kok tumben kamu lempeng -lempeng saja Sil "


" hemmss... tadi gue pas di toilet dah liat duluan drama mengharukan dimana Syaqina bertemu dengan nyonya Presdir"


" what..!! jadi Elo udah tahu?"


" iya "


" memang ya Syaqina tuh dengan entengnya dia kabur ninggalin suami kolomeratnya itu cuma demi rasa sakit hati , oh.. tidak padahal bisa dapat suami seperti ini itu hal yang sulit Huhhh... "


" diem, kita semua kan udah tahu permasalanya kalau dia pergi karena merasa di bohongi Ayahnya ditabrak sampai meninggal setelah itu laki - laki itu mendekatinya dan menikahinya meski tidak saling mengenal sebelumnya, dengan kebaikan keluarganya Syaqina menganggapnya seperti malaikat ternyata memang malaikat pencabut nyawa"


jelas Silvi panjang kali lebar kali tinggi, karena waktu itu Syaqina memang sudah menjelaskan tanpa ditutupi meski iya tidak menyebut identisas secara langsung.


Sementara di atas podium itu rasa haru masih sangat terasa seluruh keluarga Darmawan Mahantara tak henti menghujani tubuh perempuan hamil itu dengan pelukan dan juga ciuman.


Meski kenyataannya ada pepatah 'Yang datang akan pergi , dan yang pergi tak akan kembali


tapi sepertinya ini tidak berlaku, buktinya Syaqina kini sudah kembali, begitulah jalan takdir kita tidak bisa menerkanya ternyata malam ini jalan takdir itu membawa Syaqina pada pertemuan yang indah meski sebenarnya pertemuan ini belum sepenuhnya iya inginkan.


Dan begitulah tentang ujian kehidupan ini seberat dan sesulit apapun pasti akan ada ujungnya, kita hanya harus bersabar menunggunya hingga saat itu tiba.


Malam telah larut dan pesta pun telah usai satu persatu pengunjung yang hadir pun sudah berlalu meninggalkan Resort Mahantara , namun Syaqina masih tertahan di keluarga ini


" kita pulang yuk sayang... "


ajak Mama Vina yang mendapat Anggukan dari semua keluarga Darmawan Mahantara, namun Syaqina masih terdiam


" maaf Ma, pa dan semuanya untuk sekarang Saya belum bisa pulang bersama kalian saya akan pulang ke kos dulu"


" loh.. kenapa begitu nak.?"


ucap Papa Andi dengan nada terkejut


" maaf Pa kasih Syaqina waktu, "

__ADS_1


"sayang mana boleh seperti itu, kita kan udah baikan "


Shaka mencolas


" itu kan menurutmu, tapi Mas nggak bisa dhonk memaksaku untuk menurut yang kamu mau kalau soal perasaan dan hati , aku butuh waktu mas untuk menata hati dan meyakinkan semuanya "


" Shaka istri kamu benar sebaiknya sekarang kamu yang mengikuti dia bukan dia yang kamu tuntut untuk menurut denganmu terus , sekarang kamu harus tunjukkan dan buktikan kalau kamu menyesali kesalahanmu ,kamu mau perbaiki hubungan itu, dan kamu harus berjuang untuk mendapatkan maaf dan kepercayaan itu kembali"


kali ini gantian Kak Sheren yang memberi wejangan pada adik bungsunya


" Kak Sherena benar Kha.. sekarang kamu yang berjuang dan kamu yang ikuti Syaqina "


Akhirnya setelah melewati perdebatan yang sedikit alot karena Shaka bersikeras harus membawa Syaqina kerumah , namun Syaqina tidak kalah kukuhnya belum siap dan masih ingin tinggal di Kosan,


" soal barang - barang kamu tinggal kasih alamatnya biar nanti anak buahku yang beres kan dan antar semua kerumah, kamu jangan khawatir sayang "


tidak disangka perkataan Shaka itu justru memancing emosi Syaqina, baru saja mereka bertemu tapi dia sudah berucap seperti diktator yang dengan kekuasaannya bisa lakukan apa saja dengan mudah


" baiklah maaf semuanya saya pamit , terimakasih dan selamat malam"


dilangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari loby resort menuju ke halaman luar Resort tangannya tampak sibuk memencet layar Handphonenya dan sepertinya sedang menghubungi seseorang, namun belum sampai terhubung Sudah di kejutkan dengan kehadiran Shaka yang memegang tangan kanannya.


"maaf.. sekarang aku ikut denganmu kita pulang ke Kosan kamu "


Syaqina tampak menelisik heran pada wajah Shaka yang tadi ngotot tetap membawanya untuk pulang kerumah orangtuanya berkumpul dengan keluarga besarnya, kini tampak melunak dengan wajah penuh permohonan


" Terserah kamu tapi saya tidak pernah mengajakku untuk ikut denganku "


" aku tahu, aku akan ikut denganmu karena aku tak ingin lagi jauh dari Kamu dan juga calon anak kita, aku akan menebus semua waktu yang terbuang dan kamu lalui dengan susah payah sendiri dengan kebahagiaan, ijinkan akau ikut menjaga dan melayani apa yang dibutuhkan anak kita meski dia masih dalam kandunganmu "


jawabnya dingin dengan ekspresi datar tanpa melihat ke arah Syaqina


" Okey.. kita pulang ini udah terlalu malam nggak bagus udara di luar untuk kamu dan baby kita, tunggu sebentar aku ambil mobil , kamu jangan bergeser selesai rambutpun dari sini "


Shaka pun segera berlari mengambil mobilnya ke parkiran


dan kurang dari 5 menit iya sudah berada di depan Syaqina berdiri. ia pun segera turun dan membukakan pintu untuk istrinya yang sempat menghilang itu, setelah mendapatkan posisi yang nyaman ia pun segera memasangkan safety belt


" segini masih longgar ?"


tanyanya bermaksud mengepaskan kekencangan safety beltnya, dan hanya di balas dengan Anggukan tanpa suara, namun Shaka tetap tersenyum. dan iya pun segera berputar arah dan masuk ke belakang kemudi, mobil pun bergerak meninggalkan Resort meski di malam yang semakin mencekam karena mereka tidak ada yang bersuara, hanya suara mesin mobil dan juga binatang malam di sepanjang perjalanan karena tempat Resort yang berada di pantai pinggiran kota.


" astaga .. Riyan "


Syaqina baru tersadar jika tadi iya berangkat ketempat acara ini dengan Riyan kenapa iya bisa lupa akan hal itu, langsung saja Syaqina panik dan Shaka hanya berusaha memperhatikan tanpa harus bertanya karena ia takut akan merusak mood nya Syaqina


" Yan .. angkat dhonk"


ucapnya sambil terus mencoba menghubungi nomer telphon Riyan


" Riyan siapa ?"


Akhirnya ia berusaha mencari tahu karena ia tak tega melihat wajah gusar sang istri


"Apa Riyan Permana?"

__ADS_1


Syaqina hanya mengangguk


" jadi kamu tuh perempuan yang waktu itu kulihat lagi bareng Riyan waktu ada meeting di perusahaan HM propertisindo kemaren ?, dan juga yang buku novelmu tertinggal di sofa ruangan Riyan ?"


Syaqina hanya mengangguk, sesaat wajah Shaka memerah penuh amarah saat menyadari orang yang mereka bicarakan sebagai wanita yang disukai Sepupunya sejak dari SMA dan bertemu kembali dalam satu tempat kerja dan dekat kembali, bahkan iya mendengar sendiri betapa perhatiannya Riyan saat mereka berbicara di telphon.


"arrggghhhh "


diusapnya kasar rambutnya karena ia sangat marah betapa Syaqina selalu terhubung dengan baik, dengan para lelaki di keluarga Darmawan Mahantara, dulu Mahesa kakak kandungnya, sekarang Riyan sodara sepupunya.


" kamu memang berbeda dari wanita kebanyakan sudah pasti banyak yang menginginkanmu, jadi aku mempertahankanmu tak dibiarkan seorangpun mengambil apa yang telah menjadi milikku."


gumamnya dalam hati tanpa peduli Syaqina yang merasa heran dengan sikap Shaka yang terlihat menahan emosi terlihat matanya memerah dan rahangnya mengeras. tapi Syaqina tak ambil pusing karena sekarang siapa pemegang kendali.


" dia sepupuku, dan aku minta kamu jangan berhubungan dengannya lagi "


sekilas pendengaran Syaqina pun tersakiti dengan ucapan Shaka barusan


" kamu paham kan maksudku"


"kami cuma berteman tak lebih "


" tapi tidak dengan dia"


"aku tahu "


" jadi"


" apanya?"


" kamu mau menuruti permintaanku?"


" tanpa kamu minta pun aku sudah melakukannya jauh sebelum bertemu kamu "


Diraihnya tangan kanan itu kemudian ia bawa kedalam bibirnya dan diciumnya pelan jari jari yang indah itu.


" terimakasih sayang, i love you "


Syaqina tetap tak bergeming mendapat perlakuan yang sebenernya itu sweet banget.


" depan itu berhenti "


ucapnya sambil menunjuk rumah yang berwarna hijo pandan dan terdiri dari beberapa kamar dan pintu itu, penjaga terbangun membukakan pintu Shaka menurunkan kaca mobilnya dan menyapa lelaki yang bernama pak Iman itu


" selamat malam pak saya Shaka suami dari Syaqina yang kos disini, mohon ijin saya menginap disini ya pak?"


" loh.. suaminya neng Syaqina udah pulang ya dari luar negeri "


"Iya pak "


ucap Syaqina dari samping Shaka


" silahkan masuk kalu begitu mas parkir dekat kamar neng Syaqina saja "


"terimakasih ya pak "

__ADS_1


Sebener Shaka merasa bingung mendengar jika suami Syaqina sudah pulang dari luar negeri, rupanya itu hanya akal -akalan Rissa supaya tidak menimbulkan pertanyaan saja makanya dulu Rissa bilang begitu.


__ADS_2