
Rotasi waktu terus berjalan , detik berganti menit, menitpun beganti jam begitu seterusnya hingga minggu berganti bulan seperti saat ini Tiga Bulan pasca kehilangan sosok seorang Ibu yang sesungguhnya kini Syaqina sudah dapat mengiklaskan kepergian wanita yang telah melahirkanya menemui kehidupan di dunia ini.
Seorang Ibu yang sejak ia berusia 5 tahun telah meninggalkanya dan datang kembali mengakui dirinya sebagai anaknya setelah 18 tahun kemudian, sakit tentu saja, kecewa sudah pasti apalagi beliau pergi dengan meninggalkan citra yang buruk mencoreng nama baik kaum istri ataupun Ibu yaitu meninggalkan suami dan anaknya demi lelaki lain.
Mungkin jika saja Syaqina terus mengikuti egonya selamanya ia tak akan pernah bisa memaafkan dan menerima kembalai sang Ibu, tapi karena ia pun kini sudah menjadi seorang Ibu sehingga ia sedikit banyak dapat meluruhkan Egonya untuk memaafkan.
Pagi ini seperti biasa setelah bangun menunaikan ibadah sholat Syaqina pun beekutat dengan dapur mempersiapkan sarapan untuk suami tercintanya dan putri Sulungnya yang kini sudah masuk sekolah di Taman Kanak - kanak. Meskipun kini usia kehamilanya sudah memasuki usia 6 bulan ia tetap aktiv dan cekatan mengurus segala keperluan Suami dan anaknya sendiri meskipun dirumah ini tetap menyediakan Art namun hanya bertugas bersih - bersih saja.
" Selamat pagi istriku tercantik yang tersayang ini "
Bukan Shaka jika tidak berlaku jahil yaitu memeluk istrinya ketika tengah mempersiapkan sarapan dan bekal untuk mereka. Memeluk dan menghujani istrinya dengan kecupan di beberapa bagian yaitu pipi, telinga, pucuk kepala hingga di tengkuknya demikian itu sudah menjadi aktivitas wajibnya setiapa pagi
" Ihhh.. Mas tolong minggir dulu ini aku mau siapin bekal Queen dulu "
" ya udah siapin saja aku nggak ganggu kok, biarlah kamu dengan aktivitasmu dan aku dengan aktivitasku "
" iya tapi akunya geli ini kalau kamu nakal gini "
" kok geli sih .. enak tahu Yank.. romantis lagi "
" hemm.. tapi tetep saja aku nggak leluasa gerak aku mau plating nih bekalnya"
memang tanganya tetap lincah menyajikan nasi putih, ditmabah beberapa lauk dan juga sayur yang di bentuk sedemikian lucu dan menarik agar putrinya merasa lebih berselera kali ini dengan mengambil cetakan berbentuk boneka panda
" Sayang... kamu tuh bener - bener Ibu terbaik ya begitu telatenya mempersiapkan segala keperluan aku dan anak kita sampai sedetail detailnya, bikin aku selalu bertambah cinta dan sayang deh "
" hehee... kamu kenapa sih Mas kok mendadak lebai gini ? bukankah ini tuh tugas utama aku sebagai istri dan juga ibu ? so... ini tuh hal yang biasa saja buat aku, jadi kamu jangan berlebihan gitu memujinya Mas "
" iya aku tahu Sayang.. tapi di zaman sekarang ini sudah sulit menemukan wanita seperti ini kamu tuh ibarat kata istri limited edition "
__ADS_1
" apa ? limited edition ? kamu kira aku ini barang apa Mas "
Syaqinapun memanyinkan bibirnya sebagai bentuk protes pada suaminya
"maaf sayang bukan itu maksudku, kamu kan tahu suami ini tak pandai merangkai kata yang romantis jadi anggap saja itu kata - kata romantis dariku untukmu istri tercintaku "
keduanya pun terkekeh merasa geli dengan tingkah mereka pagi ini. Setelah selesai dengan menyiapkan sarapan untuk purti kesayanganya kini tangan terampil itu beralih pada wadah bekal untuk suaminya, meskipun suami pemilik perusahaan tapi kenyataanya Shaka lebih menyukai masakan rumah yang dibuatkan istrinya hingga ia lebih memilih membawa bekal makan siang dari rumah.
" ok... sudah siap sekarang tinggal menunggu tuan putri kita turun untuk sarapan "
" hemm.. terimakasih ya sayang, aku memang nggak salah memilih pendamping hidup dan juga ibu untuk anak - anakku, terimaksih karena sudah mau menghabiskan waktu denganku lelaki kaku yang tak pernah bisa romantis seperti lelaki lain yang selalu di inginkan wanita kebanyakan "
" ya,... gimana lagi cintanya udah mentok di kamu Mas biarpun nggak bisa menjadi suami yang romantis tapi menurutku kamu sudah sangat romantis untuk versiku, terimaksih sudah menjadi suami terbaik untukku dan ayah yang hebat untuk anak - anak kita , terimaksih karena kamu sudah bersedia menjadikan aku bagian hidupmu meskipun aku hanya berasal dari kalangan biasa, dengan wajah yang hanya biasa - biasa juga, meskipun aku tahu diluar sana banyak wanita yang jauh lebih cantik, lebih sexy, lebih hot, dan lebih segalanya yang meninginkan kamu Mas, aku merasa sangat beruntung akhirnya aku yang jadi pemenangnya "
"hahaa.. kamu tuh sekarang makin pinter ya gombalin suami kamu,... aku hanya mau kamu pegang omonganku dan yakin pada hatiku jika wanita biasa ini lah satu - satunya pemenang dan pemilik cinta dan seluruh hidupku"
Keduanya kini saling bersitatap dengan tatap penuh cinta dan kekaguman satu sama lain tak ubahnya sepasang insan yang sedang memulai sebuah hubungan belandaskan rasa cinta dan ketulusan.
Tiba - tiba Suara Queena mencul dari arah tangga sedang memasang wajah mode cemberutnya,, Gadis mungil berysia lima tahun itu sepertinya sedang merasa cburu dengan ke bucinan orang tuanya
" haiss... Ini anak bayi udah turun aja ngrecokin moment deh ah"
" kamu tu ya Mas.. Makanya kalau mau bandel tuh liat SiKON , tuh kan kena Gape anak kamu.. Sekarang tuh baby girls kita udah besar jadi jangan sembarangan asalah Grep aja "
Syaqina kini tampak mengomeli suaminya karena merasa tidak enak dengan putri kecil mereka
"Ahh.. Sayangnya Bunda udah siap?.. Baru aja Bunda mau panggil udah turun sendiri.. Sini sayang kita sarapan Bunda udah siapakan Sarapan kesukaan Tuan putri sesuai request Tuan putri semalam "
" Bunda... Queen marah dengan Daddy kan Queen udah bilang jangan panggil Bayi.. Queen sudah besar, sudah mau punya adik jadi stop panggil Bayi "
__ADS_1
Gadis cantik itu kini tampak cemberut dengan menampilkan wajah lucunya bibir mungilnya fi buat sedemikian monyong dengan wajah ditekuk dan mata dibuat segalak mungkin, sehingga membuat kedua orangtuanya tertawa gemas
" aduh... Sayangnya Daddy jantung hatinya Dady.. Maaf ya.. Daddy tih cuma lago kangen dengan Bunda kalian yang cantik ini, jadi... Bolehkan Bundanya untuk Daddy sebentar saja "
" No.. Daddy.. Bunda itu cuma punya Queen dan dedek bayi, Ayah sana aja sama Mang Taljo "
" yaah... Kok gitu kan Mang Tarjo udah sam bik Sumi , Ya udah Dadd Jomblo ajah. Jangan nakal sama Bunda kita "
Jawabnya tak kalah menggelitik sang Bunda
" Sayang... Liat tuh kelakuan anak kamu, masak dia tega jauhin kita "
" kok anak aku ?.. Anak kamu juga lah "
" iya Awas aja Daddy deket - deket Bunda terus.. Daddy kan suka jahat sama Bunda suka gigit tuh buktinya Lehel Bunda merah gitu.. Itu kan sakit "
" Hah... "
sepasang manusia dewasa itu pun hanya bisa tercengang dengan ucapan absurd anak Balitanya
" Tuh kan .. Makanya jangan bandel kalau dibilangin, anak kita tuh dah besar, dah pinter mengamatai segala sesuatu, ini masih aja demen bikin stampel semarang tempat "
" maaf Sayang.. Suka lose control kalau lagi ... "
" sayang.. Itu tuh bukan digigit Dady tapi digigit nyamuk nakal, so... Sekarang kita sarapan karena jam kalian berputar terus kalau kita berdebat terus nanti bakal telat sekolah dan ke kantornya "
Syaqina pun segera mengakhiri perdebatan dan perseteruan pagi ini.
Mereka bertiga pun segera menuju meja makan dan siap menyantab sarapan yang sudah tersaji diatas meja makan.
__ADS_1
**** TAMAT ****
Terimakasih untuk dukunganya untuk para readers tercinta meskipun ini hanya hasil karya dari penulis remahan yang baru belajar tapi setidaknya bisa menyalurkan hobby dan kecintaan saya pada dunia sastra . Mohon maaf jika ceritanya kurang menarik dan mungkin tak sesuai dengan harapan readers semua. jika masih berkenan membaca karya lain author SELUIT CINTA SALMA dan juga TENTANG SAGA. Mohon dukungan dan partisipasinya readers agar author lebih bersemangat lagi untuk berkarya🙏🏻🙏🏻