Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
45. Dua Garis


__ADS_3

Setelah meninggalkan Tempat pemakaman Aldo melajukan kendaraannya menuju sebuah Klinik, seperti yang telah terencana tadi sewaktu berangkat ke makam. Aldo pun menghentikan laju mobilnya tepat di depan klinik yang dimaksud.


"Ris... ngapain sih kita berhenti disini ?"


" Syaqina.. kita itu mau periksakan Keadaan Elo beneran isi atau nggak, udah deh jangan bawel nurut sama kita, sekarang kita turun "


"tapi .. Ris kalau beneran gue ..ha..mil gimana ?"


"ya udah Sya dari pada kita malah saling tanda tanya kayak gini mending sekarang buruan kita turun, kamu periksa biar jelas semuanya"


Syaqina hanya bisa pasrah menurut pada keputusan kedua sahabatnya. mereka bertiga pun turun dan masuk ke dalam klinik, Setelah mendaftar merekapun duduk menunggu antrian, tak berapa Lama suara petugas di bagian resepsionis Klinik memanggil nama Syaqina


" antrian berikutnya atas nama nyonya Syaqina Azzahra, silahkan masuk ke ruangan dokter "


"ayo Sya...kita masuk "


Rissa berdiri dari duduknya kemudian menghampiri dan mengandeng tangan Syaqina untuk segera masuk ke ruang dokter


"silahkan ibu Syaqina "


seorang suster mempersilahkan Syaqina masuk dan duduk dengan senyum ramahnya


"terimakasih Suster "


"silahkan duduk, mohon maaf apa yang menjadi keluhan anda bu ?"


Dokter cantik berusia sekitar 45 tahun itu pun memulai tugasnya menanyakan dengan detail apa yang sedang dirasakan pasien.


" baiklah bu sekarang silahkan naik ke atas tempat tidur itu kita periksa ya"


Syaqina pun menurut dan setelah naik diatas ranjang periksa seorang suster membuka pakaian bagian perut Syaqina kemudian mengoleskan sebuah Gel dan dokter pun mulai menggerakkan alatnya sehingga tampak gambar di layar monitor


" maaf ya bu, ini adalah kantong kehamilan dan didalamnya ada janin ibu kemungkinan berusia 7 minggu ya bu, sejauh ini semua hasil pemeriksaan bagus, kondisi janin juga sehat, yang terpenting ibu harus menjaga asupan nutrisinya yang seimbang makan makanan yang bergizi ya bu "

__ADS_1


Dokter pun menyudahi pemeriksaannya setelah terlebih dulu mencetak hasil photo USG tadi, dan suster pun membersihkan sisa gel tadi dengan tisu kemudian merapikan kembali pakaian Syaqina dan mempersilahkan turun dan kembali ke kursi untuk melanjutkan konsultasinya.


" apa ibu ada keluhan lain ?"


" saya hanya terkadang merasakan pusing dok"


"baiklah itu sangat wajar bu apalagi untuk usia kandungan yang masih muda itu biasa terjadi karena pengaruh hormonal bu, saya akan tambahkan beberapa Vitamin yang harus ibu minum"


"terimakasih dokter"


mereka pun keluar dari ruang periksa dengan ekspresi wajah yang susah di artikan, dan Rissa sangat memahami hal itu. oleh sebab itu dari tadi diruang dokter setelah dokter menyatkan bahwa sahabatnya itu positiv hamil ia pun tak banyak bicara .


"Sya.. mana resep yang harus di tebus tadi biar Aldo yang pergi ke bagian apotek "


Titah Rissa sambil meminta selembar kertas putih berisi resep dari dokter tadi


"tidak usah Riss biar aku tebus sendiri nanti merepotkan Aldo "


"udah deh..santai kenapa kayak sama siapa saja, aku tuh kalau cuma bayarin kamu periksa ke dokter gini masih mampu, sini mana Resepnya biar gue tebus kalian tunggu di mobil saja "


" tenang Sya aku ngerti perasaan kamu saat ini, kamu pasti bingung harus bagaimana kan?"


"kenapa aku harus mengandung benih b****gan itu sih Riss?, kenapa harus tumbuh benih pembunuh itu Riss sekarang aku harus bagaimana, hidupku sudah hancur, ditambah lagi aku harus mengandung benih si Breng *** itu "


tangisan yang sudah Syaqina tahan dari tadi akhirnya pecah, hatinya benar -benar kacau saat ini bagaimana ia harus menjalani hidupnya bagaimana mungkin ia bisa melahirkan anak ini tanpa Ayahnya. Syaqina semakin mengeratkan pelukannya pada Rissa merasa dirinya saat ini benar -benar rapuh.


"lah... kenapa pada main teletubies gini? ikutan nimbrung asyik nih kayaknya "


suara Aldo setelah membuka pintu mobil mendapati due perempuan itu saling berpelukan, bukanlah Aldo tidak tahu jika saat ini mereka memang sedang serius justru ingin merubah suasana haru itu lebih rileks


"apaan sih Al, nggak bisa lihat sikon banget sih orang Syaqina lagi sedih gini juga, "


"lhoo kenapa harus sedih bukanya dimana -mana kalau dapat kabar lagi hamil itu happy, excited gitu, bukanya malah sedih"

__ADS_1


"Al !! kamu tuh ogeb banget sih.. gimana mau happy kalau sekarang saja posisinya pernikahan mereka itu sedang bermasalah, kamu sendiri tahu gimana sekarang keadaannya , gimana coba nasib tuh baby setelah lahir nanti tanpa adanya sosok sang ayah "


"memangnya kamu yakin nggak bakalan memaafkan Kesalahan suami kamu , menurut aku tuh sekarang hanyalah masalah waktu mungkin saat ini kamu bersikap antipati karena kamu masih dengan rasa marah dan kecewa karena ketidak jujuran dia, tapi aku yakin kamu bisa memaafkan nya karena semua itu bukan kesengajaan. yang salah itu karena dia tidak berani jujur dengan perbuatannya, dan itu pasti ada alasanya "


"ih... kok kamu jadi belain dia sih Al "


Rissa mulai sewot mendengar opini Aldo yang terkesan membela Shaka


" loh.. bukannya membela siapa siapa, aku ini kan berada pada kubu yang netral, hanya saja faktanya demikian "


" udah.. udah.. kalian nggak usah pada ribut, kalian berdua bener kok mungkin sekarang aku begini karena aku memang masih sangat marah dan kecewa dengan sikap dia yang tidak bisa jujur. tapi sadar Janin ini tidak bersalah dia tidak tahu apa - apa, berdosa jika aku menolak dan mengingkari hadirnya bagaimanapun juga ia hadir karena saat itu kami sama - sama menginginkan sebuah kenikmatan dan kepuasan, dan setiap apapun yang kita perbuat pasti ada konsekuensinya, untuk sekarang aku pasti akan baik -baik saja, aku akan menjaganya dengan baik, aku akan memenuhi apa yang menjadi haknya karena itu aku udah putuskan untuk mencari pekerjaan lagi agar kelak aku bisa persiapkan semuanya."


Rissa dan juga Aldo hanya bisa terdiam mendengarkan keputusan yang kini menjadi pilihan sahabatnya, kemudian Rissa tersenyum bangga melihat semangat Syaqina sekarang


" apapun yang menjadi keputusan kamu selama itu tidak menyakiti dan menyiksamu aku akan selalu mendukungnya, karena aku tahu kamu wanita yang kuat "


kemudian kedua wanita cantik itu saling berpelukan, dan sudah pasti selalu di afdolkan dengan drama tangisan dan cewek berjamaah.


dan Aldo selalu saja menjadi panitia penyedia tisu kalau sudah seperti ini.


Setelah dirasa cukup drama klasik mereka Aldo pun melanjutkan perjalanan mereka yang sempat terhenti karena adegan barusan.


" udah kan acara ledek berjamaahnya bisa kita lanjutkan perjalan pulang kita sekarang ?"


Aldo segera menghidupkan mesin mobilnya setelah terlebih dulu memakai safety beltnya dan segera meluncur membelah jalanan kota yang mulai ramai pengendara baik pemotor ataupun kendaraan lainya.


Terimakasih untuk yang sudah setia mengikuti cerita ku, terimakasih tak terhingga juga untuk yang sudah mendukung semoga kita bisa saling menebar manfaat dan kebaikan.


jangan lupa


LIKE ❤


komentar

__ADS_1


dan Vote nya..🙏🏻🙏🏻


__ADS_2