
" tapi kenapa dengan istriku Cla "
Shaka bahkan mencengkeram bahu dan menguncang tubuh Clara dokter cantik yang selalu menangani persalinan istrinya sejak kelahiran putri pertama mereka
" tenang Shaka,.. Kamu harus tenang biarkan dokter Clara menjelaskan nak "
Mama Vina pun segera menenangkan gejolak àmarah putranya yang saat ini benar - benar sangat kalut
"iya Shaka tolong kamu tenang dulu "
kini Mahesa pun melepaskan tangan Shaka yang mencekal bahu sang dokter
" dokter Clara tolong jelaskan kondisi pasien pada kami "
Titah Mahesa setelah berhasil menenangkan Shaka
" jadi.. Kondisi pasien yang mengalami tekanan darah cukup tinggi berakibat mengalami pendarahan hebat kami sudah berhasil mengatasinya dan telah melakukan tranfusi darah pada tubuh pasien , akan tetapi... Kemungkinan besar pasien akan mengalami koma "
Bagai dihantam gelombang besar tzunami seluruh hati dan jiwa Shaka hancur dan porak poranda dengan penuturan sang dokter
__ADS_1
" ini nggak mungkin kan Cla.. Istriku selamat kan Cla "
Lagi dan lagi Shaka bertindak diluar kontrol hingga lelaki tegas dan gagah itu terlihat begitu rapuh dan hancur saat mendengar kenyataan istrinya mengalami koma pasca operasi melahirkan putra kedua mereka
" maafkan aku Shaka tapi itu kenyataanya, tapi kamu jangan berputus harapan Syaqina hanya koma ia bisa saja segera sadar semua hanya bergantung pada takdir yang Tuhan tetapkan, tetplah berusaha menguatkan dan memberi semangat pada istrimu agar ia tetap mampu berjuang melawan semua ini , kamu harus yakin dan positive thinking semua akan baik - baik saja. Sekarang pasien sudah kami pindahkan ke ruang ICU , kamu bisa menemuinya ajak dia bicara karena itu akan merangsang saraf sarafnya untuk tetap bekerja dan mendapatkan kembali kesadaranya "
Shaka tampak sedikit mengerti dan bisa menerima keadaannsaat ini
" oh iya.. Shaka ini Putra kamu laki - laki beratnya 4 kilogram dan panjangnya 53 cm sepertinya dia akan mewarisi ketampanan papanya, kamu belum mengadzankanya "
Dokter Clara mengambil bayi mungil itu dari gendongan sang suster kemudian mengalihkanya pada Shaka
Rasa haru, bahagia dan bangga kini bercampur menjadi satu Saat Shaka menerima putra tampan yang baru terlahir itu, semua merasa sangat bahagia dan gemas melihat bayi mungil yang memerah dengan pahatan wajah sempurna mewarisi ketampanan keturunan keluarga Darmawan mahantara dan perpaduan wajah cantik Syaqina seolah menjadi kesatuan yang sempurna.
" tampan sekali anak kamu nak "
" iya Ma.. Aku sangat bersyukur memilikinya tapi semua akan percuma jika istriku belum juga sadarkan diri Ma seharusnya dia yang berhak melihat dan menggendong pertama kali karena itu sepadan dengan perjuangannya Ma "
Shaka kembali sedih jika sudah mengingat istrinya yang
__ADS_1
Masih terbaring tak berdaya di ruang ICU
" kamu sabar sayang... Semua akan baik - baik saja jangan putus Doa ya nak kami semua sangat menyayangi Syaqina nak kita juga berharap secepatnya ia sadar dari komanya "
Kini Shaka berjalan menuju ruang ICU mengikuti perawat yang menunjukkan ruang rawat istrinya, perlahan Shaka melangkah ke dalam ruangan steril itu setelah perawat memakaikan baju khusus dan penutup kepala serta masker
Tubuh lemah itu kini terbaring wajahnya tampak memucat dengan beberapa alat medis tampak terpasang di beberapa bagian tubuhnya , perlahan Shaka mendekati tubuh istrinya dengan perasaan yang hancur bahkan tangisanya kini sudah tak dapat di tahan lagi sejak masuk dalam ruangan itu
" Assalamualaiakum Sayang,.. Ka.. Kamu kenapa kayak gini kenapa kamu tega malah tidur begini? Kamu tahu sayang anak kita sudah lahir dia sehat, dan sangat tampan perpaduan kita berdua, kamu nggak pingin segera melihat anak kita itu, bahkan apa kamu juga tak ingin memberikan Asimu untuknya , bangunlah sayang.. Anak kita dan aku juga sangat membutuhkan kamu "
Shaka bahkan tak lagi mampu meneruskan kata - katanya hatinya terlalu sakit melihat keadaan istrinya saat ini
" jika aku boleh memilih bahkan aku tidak ingin kamu memberiku anak kembali jika kamu harus seperti ini, aku sudah sangat bahagia dengan apa yang kita miliki saat ini kamu Aqueena sudah cukup bagiku. Asalkan kamu tetap sehat tetap bisa bersamaku setiap waktu "
" bagunlah sayang.. Apa kamu tak pedulikan aku dan anak - anak kita lagi, enak sekali kamu baru saja memberikanku anak tapi kamu malah memilih tidur begini, aku.. Aku nggak akan sanggup jika harus tanpamu sayang, aku mohon cepatlah bangun.Aku janji aku nggak akan lagi memintamu melahirkan anak yang banyak cukup mereka berdua saja, bahkan kamu lupa jika kita belum memberikan nama untuk putra kita " Shaka terus saja berbicara meski tanpa mendapat respon dari sang istri , namun ia tetap tak berputus asa.
Hingga kini sudah satu minggu setelah operasi dan Syaqina dinyatakan koma tapi masih dengan keadaan yang sama Syaqina masih betah terdiam dan terpejam, bahkan wajahnya kini semakin kurus dan kian memucat, bahkan Papa Shaka juga sudah mendatangkan dokter hebat dari luar negeri untuk menangani keadaan sang menantu, namun belum juga membuahkan hasil meski sudah ada sedikit perkembangan ketika Shaka mengajaknya berbicara jemari Syaqina bisa bergerak meski hanya merupakan jentikan lemah
Dan hari ini Shaka berniat membawa bayinya untuk merangsang kesadaran istrinya kembali seperti saran beberapa dokter yang menaganinya, meski sebelumnya sudah pernah di coba dsngan meletakkan bayi mungil itu disebelah sang ibu saat menangis kencang namun tidak juga mebuahkan hasil dan perkembangan yang berarti.
__ADS_1
Visual Shaka dan baby boy yang belum diberi nama