Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
22. makan malam bersama


__ADS_3

Syaqina telah membantu mempersiapkan masakan untuk makan malam semenjak tinggal di kediaman keluarga Darmawan Mahantara ia memang selalu turun ke dapur langsung, karena memang untuk saat ini dia tidak punya aktivitas lain libur semester perkuliahannya masih tersisa 4 hari lagi, sedangkan untuk bekerja ia sudah menyatakan Resign karena Shaka dan juga mama Vina yang menyarankan agar lebih fokus pada kuliahnya karena sekarang ia sudah menikah itu artinya segala kebutuhan Syaqina sudah di tanggung oleh suaminya.


"sayang kamu sudah menyiapkan semua menu masakan makan malam ini?"


tanya Mama Vina setelah sampai di meja makan, dan melihat diatas meja makan sudah tertata rapi aneka menu makanan yang dari aromanya sangat sedap menggoda cacing dalam perut siapa saja yang berada di sana.


"i..iya ma.."


"Shaka belum pulang ?"


"belum ma ?"


Sementara dari ruang tamu sudah terdengar suara Shaka setengah berteriak mendengar namanya disebut oleh sang mama


"ini Shaka udah pulang mah, kenapa udah kangen sama anak Mama yang Ganteng ini ya ?"


ucap Shaka ketika memasuki ruang keluarga yang tak seberapa jauh dari ruang makan


"hemmss.. masih juga tingkat kepercaya dirianmu itu tinggi sayang "


sahut mama Vina


" ya sudah kamu mandi dulu, terus cepat turun kita makan malam bersama, dan mama punya kejutan buat kamu, kamu pasti suka "


ucap sang mama lagi


"kejutan apa sih mah ?"


"udah buruan Syaqina ajak Shaka ke kamar untuk membersihkan dirinya "


"Iya mah, Syaqina siapkan air hangat dulu "


jawab Syaqina kemudian berjalan menuju kamar Shaka untuk mempersiapkan segala sesuatunya. karena Shaka termasuk tipe anak yang manja meski usianya bukan lagi remaja tetapi kini sudah bergelar sebagai suami.


Shaka pun mengikuti Syaqina menaiki anak tangga dan segera mandi.


di dalam kamar


meski keduanya tampak masih canggung karena peristiwa semalam namun Syaqina tetap mempersiapkan segala keperluan Shaka dengan baik, dia menyiapkan baju ganti Shaka dan meletakkannya di dalam walk in closed kemudian mengisi bathub dengan air hangat dan aroma terapy


"airnya sudah siap"


ucapnya sambil tertunduk


"terimakasih ya,.."


"aku turun kebawah dulu"


"tidak boleh, kamu harus menungguku"


belum sempat ia melangkah larangan itu sudah di ucapkan oleh Shaka


"apa kamu masih marah ?"


"tidak aku nggak marah, cepatlah mandi kita sudah di tunggu"

__ADS_1


"kita..?"


Shaka tersenyum tipis mendengar Syaqina menyebut kata kita


"baiklah tunggu sebentar gue mandi dulu "


10 menit Shaka sudah cukup dengan mandinya ia keluar sudah dalam keadaan yang sangat mempesona rambutnya tampak basah wajahnya harum berseri wanita manapun tidak akan sanggup menolak pesonanya itu, tak terkecuali Syaqina yang mencuri -curi pandang dan tersenyum sendiri.


"udah liat in suami Ganteng nya?"


Shaka menyeringai


"siapa juga yang lihatin G-E-E-R lo "


"baiklah... kita turun yuk, mereka udah menunggu lama "


merekapun berjalan beriringan menuju meja makan. baru sampai setengah tangga Shaka dikejutkan oleh kehadiran sesosok yang tak asing lagi dimata Shaka


" kak Esha??!! "


Shaka berteriak dan berlari berhambur memeluk kakak keduanya dengan erat,


"ihhh... apa-apa an sih lo lebai pakai peluk-peluk segala"


"refleks bro.. kan adek lo yang kadar ketampanannya diatas rata-rata ini merindukan mu "


"kok pulang nggak kasih kabar, sejak kapan lo datang?"


"udah dari tadi siang elo nya saja yang sibuk kerja terus "


"dasar.. kayak elo nggak gila kerja aja loe, buktinya sampai sekarang masih tetep jomblo saja saking gilanya kerja "


kedua kakak beradik itu jika sudah ketemu pasti selalu saling mengejek dan selalu ribut, namun keduanya saling menyayangi.


"udah.. udah .. sekarang kita mkan dulu"


mama Vina langsung berusaha meredam keributan kecil itu


"wow... semua ini mama yang masak? kalau dilihat ini semua masakan kesukaan Esha mah"


Mahesa tampak berbinar melihat makanan yang sejujurnya sangat ia rindukan selama berada di Negeri orang


"bukan mama yang masak semenjak dirumah ini ada Syaqina urusan memanjakan lidah sudah diambil alih olehnya "


sesaat semuanya diam dan sedikit hening mendengar penjelasan mama Vina


"hemmm.. sudah ayo makan dulu , nanti lagi ngobrolnya, "


papa Andi mendehem menormalkan suasana seperti semula, Shaka tampak tak mengerti sementara Syaqina dan mahesa tampak saling mencuri pandang, sementara Mahes sedikit salah tingkah, dan Mama merasa bersalah sudah kelepasan bicara


"mah.. Esha mau dhonk ayam kecap sama cah baby kaylan nya, itu sedap banget seperti "


"Iya sayang sini mama ambil in "


jawab sang mama

__ADS_1


"mah,. kok cuma Esha yang diambilkan buat Shaka mana ?"


ucapnya dengan manja seolah cemburu dengan sang kakak


"kamu kan udah ada istri sayang jadi udah bukan tanggung jawab mama lagi dhonk untuk melayanimu "


jelas sang Mama, Syaqina pun berdiri dan mengambilkan makanan sesuai yang dimakan Esha tadi, kemudian memberikan pada Shaka tanpa sepatah kata pun yang terucap


"terimakasih " balas Shaka


"iya"


jawab Syaqina singkat


"hemmm masakan ini bener-bener leezat Mah, perfecto "


celoteh Shaka sembari mengacungkan kedua jempol


"Sya... masakan kamu mantab banget gue jadi pingin nambah terus"


"ahh kak Mahes bisa saja, terlalu berlebihan deh "


"tunggu..tunggu kamu panggil Esha tadi apa kak Mahes ?"


Shaka merasa terkejut dengan ucapan Syaqina yang memanggil kakak lelakinya dengan sebutan Kak Mahes padahal didalam keluarga ini tidak pernah ada yang memanggil demikian,


"ma..maksud nya kak Mahesa,.. iya Mahesa "


"tadi gue udah kenalan sama bini loe, lagian kenapa loh nikah dadakan bahkan sampai-sampai nggak sempat kabari gue, ada apa loh? buntingin anak orang ?"


"enggak lah.. ngawur loe mulut tuh kalo ngomong di filter jangan asal "


"Maaf kak saya nggak serendah itu"


jawab Syaqina sambil sedikit marah karena merasa telah direndahkan


"maaf.. kakak tidak ada maksud merendahkan kamu sekali lagi kakak minta maaf Sya "


Syaqina terlihat gugup dan salah tingkah dengan ucapan maaf Esha


" kakak ?? Esha menyebut dirinya kakak sepertinya sangat akrab dan Syaqina memanggil dengan sebutan kak Mahes ... kak Mahes.. bukankah itu panggilan untuk seseorang yang di sebut sebagai malaikat pelindung Syaqina yang sampai saat ini masih selalu dia harapkan, lalu... apa mungkin Mahes yang di maksud adalah kak Esha "


Shaka berbicara sendiri dalam hati sambil terus menikmati makan malamnya.


"Maaf saya selesai lebih dulu, saya mohon izin ke kamar"


Syaqina segera berlari meninggalkan meja makan lebih dulu, padahal tidak biasanya ia akan menunggu semua yang makan selesai dan ia akan membantu mengemasnya. semua tampak kaget melihat reaksi Syaqina yang tak biasanya. bisa di pastikan ia pasti tersinggung dengan ucapan Esha tadi


"gara-gara Ello sih, tersinggung kan dia "


"sorry gue kelepasan tadi, habisnya Ello sih nikah dadakan kayak orang kena gerebeg saja tapi awas lo elo punya hutang penjelasan sama gue "


"Iya gue bakal cerita tapi nggak sekarang, gue harus susulin dia bro"


"ya udah kamu susulin Syaqina sekarang"

__ADS_1


mama Vina menimpali karena sejujurnya mama Vina juga mengkhawatirkannya.


Terimakasih yang sudah membaca cerita ku semoga suka dengan ceritanya🤲 mohon maaf jika banyak Typo atau pun alur cerita yang sesuai. AUTHOR mohon dukungannya untuk like dan comentnya🙏🏻🙏🏻😍


__ADS_2