
Selesai menyuapi makanan pendamping ASI putri kecilnya Syaqina bergegas ke dapur untuk mempersiapkan makan malam dengan di bantu Asisten Rumah tangganya, setelah meletakkan baby Queen ke dalam Baby walker terlebih dulu Baby Queen memang anak yang manis tidak mudah rewel dan sangat mudah berkompromi dengan keadaan apalagi jika perutnya kenyang ia akan anteng dengan bermain sendiri diatas baby walker dengan bergeser dan beringsut kesana kemari.
Sementara sang Bunda tengah asyik bergelut dengan bahan makanan yang akan dihidangkan untuk makan malam mereka, malam ini menunya ayam sambal cabe hijau, dan dan kangkung juga ada perkedel jagung. cukup sederhana namun hasil masakan Syaqina tak diragukan lagi kelezatannya karena itulah Shaka lebih menyukai makanan rumah dari pada masakan restaurant terkenal.
satu jam berlalu menu masakan sudah tertata rapi di meja makan tinggal Bik Nah membersihkan semua peralatan bekas memasak tadi.
" Bil,.. Nanti kalau selesai magrib tolong bibik bilangin suami saya untuk makan ya, saya mau ke atas dulu menemani Queen main "
" Loh,, Non nggak ikut makan malam ?"
" nanti saja Bik masih kenyang suruh saja Mas Shaka makan duluan "
" baik Non, tapi.. Nanti kalau Den Shaka tanya gimana ?"
" bibik bilang saja saya udah makan duluan keburu lapar "
" injih, siap Non "
Syaqina pun segera beranjak dengan menggendong putri gembulnya menuju kamar baby Queen yang selama ini hanya ditempati sesekali jika waktu siang.karena mereka tidak memakai jasa baby sister makanya lebih memilih menidurkan bayinya dalam satu ruang dikamar mereka. untuk memudahkan mengontrol segala sesuatunya.
Tak berapa lama bermain Baby Queen udah tampak mengantuk kemudian sang Bunda memberikan botol ASI yang sudah di stok dalam lemari pendingin khusus setelah direndam dengan air hangat dulu sebelumnya. tak butuh waktu lama putri kecilnya pun terlelap dalam ranjang dengan buaian sang Bunda yang tak henti mengusap dan mem puk puk pantat montok baby Queen sambil bersholawat dan itu adalah nyanyian penghantar tidurnya dari baru lahir.
Setelah semua aman Syaqina pun beranjak dan duduk di karpet bulu sebelah ranjang putrinya tanganya terulur menggapai handphone miliknya , ia merasa iseng membuka akun Sosial medianya yang entah sudah berapa lama tak pernah ia buka, kemudian ia berfikir akan membuat akun IG atas nama putrinya karena ia merasa lucu dan gemas dengan putri kecilnya tanpa butuh waktu lama akun IG dengan @ My-Queen👸 pun jadi dan setelah memilih beberapa photo ia pun mengunggahnya dengan berbagai caption yang lucu dan menarik. Hal ini seolah menjadi hiburan tersendiri untuk Syaqina dan terbukti ia pun sesaat lupa dengan kekesalannya pada suaminya.
Disaat ia tengah asyik dengan bermain gaway nya tiba - tiba Shaka datang dan masuk kedalam kamar tanpa mengetok terlebih dulu sehingga Syaqina pun cukup dikejutkan.
" ternyata kamu disini Sayang ?"
" huh.. dasar tidak tahu malu bahkan dia memanggilku sayang setelah apa yang diperbuat itu"
Syaqina membatin, namun ia tetap pada pendiriannya tetap cuek dan tidak merespon keberadaan Shaka
" Sayang aku lapar, kenapa kamu tidak mengajakku makan malam padahal kata Bio Nah makanan udah siap ?"
__ADS_1
dengan malas dan ketus Syaqina pun menjawab
" aku udah makan tadi, silahkan makan sendiri "
Sadar jika seperti ini pasti istrinya sedang dalam suasana hati tidak baik - baik saja maka Shaka pun tetap berusaha membujuk istrinya.
" Sayang... kamu kenapa sih ketus banget , kamu marah ya?"
" kamu pikir saja sendiri "
" ya udah aku minta maaf tapi kamu jangan diemin aku kayak gini "
" Maaf ?? enak saja dia pikir ini masalah sepele , bahkan dia tak ada keberanian untuk menceritakan yang sebenarnya, bahkan meminta maaf untuk apa saja dia tak mau menjelaskan "
Syaqina masih asyik bermonolog dengan hatinya
" Maaf aku ngantuk, dan capek mau istirahat"
" kamu kenapa sih Yang kok berubah kayak gini banget "
" ya kamu tiba - tiba cuek, ketus, diemin aku kayak gini apa namanya kalau nggak aneh ?"
" terserahmu saja aku harap kamu bisa memikirkan apa yang sudah kamu lakukan "
Syaqina memilih menghindari perdebatan dengan naik ke atas kasur menemani putrinya yang masih terlelap, diambilnya selimut dan ditutupkan keseluruh tubuhnya hingga menyisakan kepalanya saja.
Shaka pun akhirnya mengalah dan menyerah sehingga ia pun keluar dari kamar putrinya. Sementara dibalik selimut sutra itu tubuh Syaqina terguncang pertanda pemilik tubuh itu kini tengah menangis
" kenapa sulit sekali untuk kamu mengucapkan kejujuran sih By.. kenapa kamu tidak bisa jujur dan bercerita apa dan siapa yang sebenarnya kini mengacaukan pikiranmu itu, jika kamu saja tak mau bercerita berarti benar memang ada apa - apa By "
Di Kamar Shaka 🍃
" Maafkan aku sayang aku tak mungkin berterus terang saat ini, aku tak mau kamu terluka melihat photo - photo masa laluku denganya, aku hanya tak ingin kamu tersakiti , tapi aku janji akan segera menyelesaikan semua ini, aku tak mau keluarga kita terusik oleh ulahnya, aku tahu dia perempuan ulat dia perempuan yang licik aku harus mensiasatinya dengan benar agar kamu tidak terluka , aku hanya tak ingin kamu tersakiti sayang "
__ADS_1
Shaka terus saja merutuki kebodohanya dia tahu saat ini kondisi yang dialami istrinya tapi ia tak bisa berbuat banyak untuk saat ini. tiba - tiba handphone Shaka berbunyi ada pesan whatshap masuk
cling
" Si **.. dasar perempuan sinting berpuluh kali dia terus mengirimkan photo itu ,sebenarnya apa maunya "
Shaka semakin gila dibuatnya, pesan bergambar itu seolah telah menjadi teror mengerikan dalam hidupnya bahkan ia tak dapat memejamkan matanya barang sebentar hingga menjelang subuh ia baru terlelap.
Meskipun saat ini suasana hati Syaqina sedang tidak karuan dan sangat marah terhadap suaminya namun Syaqina tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri, ia tetap mempersiapkan masakan untuk suaminya, menyiapkan baju untuk kerja juga keperluan lainya.
seperti saat ini meskipun ia tidur dalam kamar yang terpisah tapi ia tetap mempersiapkan apa saja yang diperlukan suaminya itu, selesai sholat subuh ia pun langsung turun ke dapur mempersiapkan sarapan dan membuatkan secangkir lemon tea hangat, kemudian ia beranjak ke dalam kamar mengambil baju dan perlengkapan lainya dan meletakkannya di dress room seperti biasanya.
kemudian membangunkan Shaka yang biasanya harus dengan jurus khusus namun kali ini cukup dengan mengguncangkan tubuhnya beberapa kali dengan suara datar
" Bangun.. udah siang nanti telat ke kantor "
Shaka pun menggeliat dan mengerjapkan matanya yang masih lengket karena baru menjelang subuh ia dapat terlelap, melihat istrinya tengah berdiri disamping ranjang nya Shaka pun merasa lega setidaknya istrinya sudah reda dengan kemarahannya
" Sayang... maksih ya udah bangunin "
"cepetan mandi "
lanjutnya lagi dengan tanpa ekspresi, kemudian ia menarik selimut dan merapikan kembali tempat tidur yang sudah tak beraturan bentuk seprainya.
Sadar istri tercintanya masih dalam mode marah Shaka pun memilih mengalah dan segera masuk dalam kamar mandi, setidaknya saat ini ia tidak akan berbuat yang membuat istrinya bertambah marah, cukup bertahan dulu dengan keadaan seperti ini sampai masalah itu dapat diselesaikan
Saat tengah membereskan tempat tidur hand phone Shaka pun bergetar mengadakan panggilan masuk, Syaqina pun merasa penasaran ia pun mendekat kearah benda itu dan dilihatnya dalam layar nomer yang sama seperti yang dilihatnya kemaren, tak ingin membuang waktu jika Shaka tak bisa jujur dengan berterus terang setidaknya ia akan tahu jawabanya sendiri saat ini. ia pun menggerakan tanganya menggeser tombol hijau dan panggilan pun tersambung
" selamat pagi sayang... akhirnya kamu angkat telphonku juga, aku hanya mengingatkan jangan lupa hati makan siang kita di cafe X presi ya kamu harus datang"
tutt
__ADS_1
panggilan pun terputus, hati Syaqina terasa panas dadanya bergemuruh, tubuhnya terguncang mendengar suara penelpon tadi, Syaqina pun kembali melihat chat dari nomor tersebut dan dilihatnya ada banyak photo suaminya dengan perempuan yang tidak salah dalam dugaanya, hatinya kini luluh lantah beberapa photo dengan pose sangat mesra bahkan ada yang sedang berci***n dan juga tidur dalam satu kasur. Saat ini Syaqina benar - benar tak kuat lagi melihat semua itu iya pun berlari keluar kamar dengan tanpa sadar melempar handphone tersebut keatas kasur.
Syaqina mengunci dirinya dalam kamar sang putri disana ia menangis sejadi jadinya berharap beban sakit hatinya dapat berkurang beruntung sang putri masih pulas dalam tidurnya.