Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
152. Secercah harapan


__ADS_3

Tiara terbangun ketika melirik jam diatas dinding ruang rawat inap Syaqina sudah menunjuk pukul 03.00 dini hari Tiara pun berkesiap ia baru menyadari kalau saat ini sedang berada di Rumah sakit menjaga sahabat sekaligus adik iparnya. Ia tersadar akan keberadaan Mahesa suaminya pandanganya pun langsung tertuju pada sosok tubuh jangkung suaminya yang tampak tertunduk di sebelah bangkar pasien


" oh.. Ya ampun Hubby.. Maaf aku terlalu lama tertidur sampai lupa bergantian "


Ia pun segera turun dan mendekat pada sang suami yang tertidur sambil terduduk dengan kepalanya di tumpukan pada sebelah sisi ranjang tepat disebelah kiri pasien dengan tangan yang berada diatas telapak tangan Syaqina.


Degg


" hubby ... "


Ucap Tiara dengan suara pelann bukan ia tak melihat hal itu tapu dia tak mau egois saat ini Syaqina memang benar - benar sangat membutuhkan support system dari semua keluarga dan orang - orang terdekatnya, tak menutup kemungkinan juga dari Mahesa suaminya.


Mengingat dulu mereka berdua terlebih dulu sydah saling mengenal jauh sebelum ia menikah dengan Shaka, tercubit hatinya itu pasti. Bagaimana tidak suaminya tengah menunggui sahabat sekaligus iparnya bahkan sampai tertidur disampingnya dengan tangan menggengam erat tangan pemilik tubuh yang masih terbaring tak sadarkan diri.


Namun ia tetap berbesar hati dan terap berprasangka baik. Toh selama ini tidak pernah ada yang janggal dengan sikap dan perilaku Mahesa semua normal masih dalam batas wajar karena Tiara juga tahu jika Syaqina juga sudah dianggap seperti adik kandung oleh suaminya.


" hubby... Bangun pindah ke tempat tidur saja nanti badan kamu sakit kalau kayak gini, maaf ya tadi ketiduranya terlalu lama "


Tiara menepuk bahu suaminya dengan perlahan dan itu sukses membuat Mahesa bagun meski tampak masih sedikit ling lung dan merasa salah tingkah karena kedapatan tangannya mengenggam tangan Syaqina


" emmh.. Jam berapa Yang ?"


" udah jam 3 pagi By "


" kenapa udah bagun ? Tidur lagi aja gih masih malam "


" aku udah cukup kok tidurnya sekarang giliran kamu ayo sana baring di ranjang biar aku pindah ke sofa . Sebentar lagi juga subuh "


Tiara pun setengah memaksa kemudian menarik suaminya untuk segera berpindah tempat ke atas ranjang yang tadi ia tempati


" kamu nggak sekalian saja Yang muat kok untuk kita berdua "


Goda Mahesa agar berkurang rasa bersalahnya tadi. Bagaimanapun juga ia paham dengan perasaan istrinya tentu ia tak ingin mendapat masalah apalagi sampai me jadi salah paham

__ADS_1


" apaan sih By iseng banget deh, ini tuh di Rumah sakit lo jadi jangan asal deh "


" loh memang kenapa kenyataanya muat kok untuk kita berdua tidur, sini deh Yang coba dulu "


Mahesa pun tak mau lagi membuang waktu langsung menarik tangan tiara hingga keduanya terjerembab dalan kasur bersamaan


" udah sini aku mau di peluk kamu Yang sekalian pijitin juga boleh, badanku pegel banget nih gegara tidur salah tadi "


" bandel banget sih By masak iya di sini mau pijit - pijitan padahal kita loh lagi jagain orang sakit. Lagian mana ada salah tidur yang ada itu salah posisi tidur By "


" hemmm.. Iya sudah apalah itu yang pasti saat ini suamimu ini benar - benar membutuhkan pijitan kamu Yang "


Mahesa pun semakin gencar membuat istrinya salah tingkah entah itu hanya gurauan atau hanya sarkasmenya saja mengingat saat ini mereka tengah berada di Rumahsakit.


" ya sydah sini aku pijitin beneran untuk pijit plus plusnya nanti ya nunggu sampai rumah "


Tiara pu tak mau kalah jahilnya menimpali ucapan suaminya.


🍂🍂🍂


Tepat pukul tujuh lewat lima belas menit Shaka sampai dirumah sakit dan langsung menuju ruang perawatan istrinya kali ini Mahesa dan Tiara sudah bersiap untuk pulang karena Mahesa juga harus pergi ke kantor


" pagi Kak, Tiara .. Maaf ya lama datangnya karna tadi potong rambut dulu tadi malam di complain sama boss kecil katanya Daddy rambutnya panjang mirip tarzan "


Shaka pun menjelaskan perihal kedatanganya yang seharusnya sesuai janjinya jam enam pagi sudah kembali ke rumahsakit namun nyatanya molor satu jam lebih


" it' s ok.. Nggak masalah justru kakak seneng lihat kamu kembali rapi seperti ini, Syaqina juga pasti nggak akan suka dengan penampilan kamu kemaren yang nggak karuan dan nggak terurus pasti kalau dia bisa ngomong dia bakal lakuin hal yang sama seperti yang putri kalian bilang tadi "


Jawab Mahesa.yang diangguki juga oleh Tiara


" Iya Kha.. Bagaimanapun juga kamu harus tetap semangat karena saat ini Syaqina membutuhkan itu dari kita semua "


" makasih ya kalian udah membantuku dan syaqina terimaksih juga sudah menemaninya semalaman, maaf jadi bikin kalian repot "

__ADS_1


" ngomong apa sih Kha kita ini keluarga sudah seharusnya saling membantu dan memberi dukungan sperti ini , kita nggak mungkin membiarkan kalian berjuang sendiri "


" sekali lagi thanks "


" ya sudah kita pulang dulu ya "


Sepeninggal Mahesa dan Tiara kini Shaka pun mendekati istrinya dan mengajak berbicara


" assalamualaikum sayang... kamu masih belum pingin bangun ya? Kamu lihat sayang penampilan baruku kamu suka nggak ?, ini tuh aku kena tegur lo sama anak gadus kita masak iya daddy nya dibilang kayak tarzan, bandel kan dia sayang. Oh iya.. Anak anak kita juga sangat merindukanmu sayang apalagi Satria sekarang dia udah gembul banget kamu nggak pingin lihat anak kita dia tampan mirip banget dengan kamu "


Kali ini Shaka mendapatkan respon jari telunjuk Syaqina bergerak dan menjentik dan air mata kembali merembas menuruni pipi pucatnya


" Sayang... Kamu meresponku ? Sayang.. Aku panggilkan dokter ya "


Ini merukapan keajaiban bagi Shaka setelah hari ke 12 istrinya dapat merespon ketika diajak berbicara. Shaka pun memanggil dokter dan tak berapa lama dokter datang memeriksa keadaan pasienya


" bagaimana istri saya apa sudah mengalami perkembangan yang baik dokter tadi ia merespon pembicaraan saya "


" Pak Shaka alhamdhulillah ini merupakan perkembangan yang cukup bagus, karena itu bapak harus terus menerus merangsang kesadaran pasien agar secepatnya dapat mengembalikan kesadaran itu, terus berusaha mendampingi dan jangan putus Doa ya pak "


Dokter bernama Daniel yang menangani Syaqina pun menjelaskan kondisi Pasien yang mengalami perkembangan


" terimaksih dokter, saya akan terus berusaha sampai istri saya benar - benar kembali sadar "


" baik pak saya permisi dulu, kalau ada apa - apa langsung hubungi kami "


" terimaksih dokter "


Selain mengajaknya berbicara Shaka terus saja memutarkan murotal dari hand phone miliknya sebagai ikhtiar juga bahkan Shaka sendiri juga setiap habis sholat menyempatkan diri membacakan ayat suci alquran.


" cepat kembali Sayang... kita berjuang bersama kamu pasti kuat melewati ujian ini karena kamu wanita terhebat sayang. Kita masih punya tugas membesarkan anak - anak kita berdua sampai mereka dewasa jadi kamu jangan menyerah begitu saja".


Kemudian Shaka mengecup kening Syaqina ddngan perasaan penuh cinta. Harapan itu tetap ada meski hanya secercah namun kita harus tetap berusaha mewujudkanya menjadi nyata.

__ADS_1


__ADS_2