
setelah puas dengan tangisannya kedua wanita itu saling melepaskan pelukannya, kemudian Mama Vina menghapus sisa airmata Syaqina yang sejak tadi telah menganak sungai di wajah ayunya, meski begitupun dengan Mama Vina yang tak jauh berbeda
" sudah... jangan lagi mengis sayang, kita keluar ya kita temui mereka semua sangat merindukan mu dan menghawatirkanmu, terlebih kakak kamu Mahes dan sebentar lagi akan menikah dengan sahabat kamu Mutiara"
"hah.. Mama serius ? "
ketika mendengar nama yang sebenarnya sangat iya rindukan itu rasa bahagia membuncah di hatinya terlebih akan menikah dengan kak Mahes sosok Malaikat pelindungnya semasa kecil dulu
"Iya makanya kita keluar yuk "
" oh iya maaf Ma tapi Syaqina biar kembali dengan temen Syaqina saja, sepertinya sebentar lagi acara inti akan segera dimulai tadi Syaqina dengar MC menyebutkan bahwa acara inti akan dimulai Syaqina tidak mau membuat masalah di acara penting perusahaan ini mah, lagipula Syaqina belum siap bertemu Mas Shaka "
" oh iya, jadi kamu disini karna kamu merupakan Karyawan perusahaan ini juga maksudnya ?"
" iya Mah, Syaqina bekerja di MH propertisindo "
" astaga sayang jadi selama ini kamu tidak pergi jauh dari kami "
"maaf ma Syaqina tidak bermaksud membuat keluarga Mama khawatir "
"sudah lupakan itu nanti kita bahas itu tapi tidak disini sayang, kita kembali ke Ball room ya "
pinta Mama Vina yang akhirnya diikuti oleh Syaqina dan Silvi setelah mereka sepakat untuk kembali ke meja semula
Sementara di luar sana lebih tepatnya di meja VVIP papa Andi tengah bingung menunggu sang istri yang berpamitan ke toilet namun hampir 30 menit belum juga kembali, dan setelah pengawal meberikan informasi bahwa sang istri pergi ke toilet umum bukan ke toilet yang disediakan khusus Papa Andi semakin khawatir karena hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi, mengingat dirinya sebagai seorang pebisnis kondang yang tentu saja memiliki banyak rival dalam permainan bisnisnya
Tak berselang lama perempuan yang tengah dikhawatirkan itupun muncul dengan rona bahagia terpancar begitu jelas di wajahnya, senyumnya mengenang sempurna
" mama kemana saja sih, Papa khawatir nunggunnya lama mama nggak balik balik, mana ke tiketnya toilet umum lagi, bikin papa jantungan saja, terus itu kenapa kembali dari toilet malah senyumnya membahana gitu ? habis jumpa mantan ya ?"
" ih.. papa suka Ngasal , mantan apa ? memang Mama ada mantan wong pacaran saja sekali dah langsung dijadikan bini gitu "
" terus kenapa wajahnya bahagia banget senyumnya juga
" Pah, mama punya berita bagus banget "
__ADS_1
Papa Andi mengernyitkan Dahinya merasa penasaran juga dengan apa yang dibilang sang istri, Mama Vina pun tampak membisikkan sesuatu dan sepersekian detik Papa Andi tampak terbengong
" mama serius ?"
" iya pah, udah buruan dimulai acara pemotongan tumpengnya sekalian sambutan dan perkenalan seluruh keluarga Darmawan Mahantara Mama nggak mau kalau sampai kecolongan menantu Mama kabur lagi, sekarang papa perintahkan pada para pengawal untuk memperketat penjagaan dan menutup semua akses keluar dari ballroom ini"
kali ini Mama Vina lebih mendominasi perannya karena ia tak mau kehilangan menantunya yang dengan susah payah ia ya cari dan sekarang malah bertemu tanpa di duga sebelumnya. Dan benar saja Papa Andi kemudian mengambil handphone dan memerintahkan pada anak buahnya untuk menutup akses keluar ruangan ini sebelum acara selesai.
" Syaqina kamu hutang penjelasan sama aku, soal yang tadi itu"
suara Silvi sambil berjalan kembali menuju meja mereka yang ditinggalkan beberapa menit yang lalu
" iya, kamu tenang nanti bakal aku ceritakan semuanya sama kalian, cuma nggak sekarang. Tuh acara inti baru akan dimulai kita ikuti dulu "
" ok. aku bakal tagih itu "
" kalian ke toilet apa bikin sumur sih lama banget perginya"
ucap Gita dengan wajah yang bersungut,
" yaelah.. kayak nggak tahu saja kalau dalam acara kayak gini mah Toilet dah pasti ngantri neng"
sementara Silvi menyikut lengan Syaqina sambil berbisik
" jadi wanita yang memelukmu dan kamu sebut Mama tadi adalah Nyonya Presdir, itu artinya kamu..
"ssstttt please jangan berisik nanti kamu juga tahu "
jawabnya sambil berbisik, dan hal itu mengundang perhatian Gita dan juga Sonya
" apaan sih kalian berbisik - bisik gitu "
selidik Sonya dengan wajah sedikit cemberut
" bukan apa - apa Sonya cantik, cuma tadi waktu mau ke toilet nggak sengaja Silvi jumpa cowok ganteng banget makanya dia penasaran "
__ADS_1
" Ow.. ow. sejak kapan Silvi tertarik dengan cowok lain bukankah dunianya sudah terkungkung pada mantan suaminya yang masih menduda dan belum juga bisa move on masing - masing "
" ih.. Elo tuh ya kalau ngomong di filter "
Ya.. memang Silvi adalah seorang Janda kembang karena pernikahannya yang baru berumur 1 tahun harus rela berpisah karena orang tua suaminya tidak merestui pernikahan mereka dengan kata lain mereka dulu nekat kawin lari, namun seiring berjalannya waktu suaminya yang anak seorang pejabat dan anggota dewan tidak sanggup hidup susah karena harus hidup tanpa fasilitas dari orangtuanya bahkan iya tak sanggup karena harus bekerja sebagai pegawai kantoran biasa, dan akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah meski sampai 1 tahun ini mereka belum bisa saling move on, bahkan Brian nama suami Silvi masih sering antar jemput Silvi saat pergi dan pulang kerja dan itu sangat unik bukan? mereka memutuskan berpisah dan mengakhiri pernikahan mereka namun mereka masih saling mencintai.
Sementara di layar besar tampak Presdir dari DM corporation tampak menyampaikan pidatonya terkait rasa syukur dan terimaksihnya terhadap para staf dan juga karyawan serta semua pihak yang telah menopang perusahaan ini sehingga dapat berdiri dengan kokohnya dan semakin berkembang di kancah perbisnisan.
" Dan untuk selanjutnya pada kesempatan ini saya akan memperkenalkan terhadap public mengenai profil penerus kerajaan bisnis Darmawan Mahantara, disana ada anak sulung saya bernama Sherena putri Darmawan Mahantara dan disebelah suaminya Bernama David Prasetya mereka sekarang menetap di Paris, putra kedua kami sekaligus sebagai pengganti untuk posisi saya di DM corporation Mahesa Farda Darmawan Mahantara dan yang terakhir putra sulung saya Shaka Ibrani Darmawan Mahantara "
Tubuh Syaqina tampak menegang menyaksikan orang- orang selama beberapa bulan ini sangat ia hindari kini justru mereka semua ada di atas panggung kehormatan itu, sebisa mungkin Syaqina bersikap sewajarnya karena tak ingin mengundang curiga teman - teman semejanya terutama Silvi yang telah sedikit banyak tahu kejadian di toilet tadi
" pada kesempatan malam hari ini disini saya ingin berbicara bukan sebagai pemimpin perusahaan ini, melainkan berbicara sebagai seorang Ayah, saat ini saya tahu seseorang yang sangat berarti pada keluarga kami yang selama hampir enam bulan ini sengaja menghilang dan meninggalkan kami semua karena adanya kesalah pahaman dan tidak mengedepankan sebuah kejujuran dari sebuah hubungan, saya sebagai seorang Ayah memohon dengan segala kerendahan dan ketulusan hati saya pribadi memohon maaf terhadap seorang perempuan yang sangat hebat, dan berpendirian kuat. Syaqina Azzahra Papa tahu saat ini kamu berada diantara kami , Nak ini papa yang memohon maaf tolong pulang nak kembali ke tempatku yang semestinya "
Seketika suasana hening itu menjadi sedikit gaduh karena adanya beberapa orang yang saling berbisik berjarak kusuk, dan beberapa yang telah mengenal nama itu mereka tampak menatap dengan ekspresi yang berbeda mulai dari heran, merasa tak percaya bahkan ada yang memandang sadis
terkecuali teman - teman satu devisi administrasi semua tampak terbengong tak percaya mendengar nama teman mereka disebutkan oleh Presdir mereka, namun tak ada satupun yang berani melontarkan pertanyaan
Syaqina semakin tertunduk diam mematung
" Syaqina Azzahra.. aku mohon muncullah kehadapanku meski mungkin didalam hatimu masih tersimpan berjuta kemarahan dan kecewa percayalah saya Shaka Ibrani Darmawan Mahantara bersedia melakukan apapun untuk menebus kesalahan itu "
tak terkecuali Riyan yang mendengarkan semua itu tampak seperti mimpi, mulutnya tercekat tak bisa berkata - kata ternyata perempuan yang selama ini dekat dengan dia adalah istri sepupunya disaat semua hadirin tampak berdiri justru Syaqina masih terduduk me matung diatas tempat duduknya nyalinya seketika menciut, darahnya seakan membeku seluruh syarafnya seakan lumpuh hingga iya tak mampu menatap pada sisi lain. Hingga sesosok pria tampan itu menghampiri dirinya dan berjongkok di hadapannya seolah hendak bersujud pada wanitanya
" jika aku harus memohon dan bersujud begini kamu belum bisa memaafkanku maka baru tahu aku cara untuk mendapat maafmu jika inginmu korban nyawa harus dibalas dengan nyawa pula maka akan aku lakukan asalkan maafmu ku dapatkan"
" berdiri Mas nggak seharusnya kamu lakukan ini"
sadar saat ini mereka tengah menjadi perhatian semua orang dengan terpaksa Syaqina pun mengulurkan kedua tangannya untuk membantu suami yang telah iya tinggalkan beberapa bulan itu, tak ingin menyiakan kesempatan Shaka pun menerima uluran kedua tangan itu dan spontan langsung membawa tubuh Syaqina dalam pelukannya meski Syaqina masih terdiam tanpa membalas pelukan itu bahkan hanya diam mematung.
Doble.. up ya pembaca setia mohon maaf nih kemaren lagi sakit jadi nggak bisa up ππ»ππ»ππ» sebagai gantinya ini tiga episode sekaligus yaπ€£
Mohon untuk selalu kasih
likeβ€
__ADS_1
komentar
dan juga vote nya