Cinta Orang Biasa

Cinta Orang Biasa
90. Pertemuan tak terduga


__ADS_3

Baik Shaka ataupun wanita itu sama - sama terkejut ini sungguh pertemuan yang tak disangka sama sekali oleh keduanya


" hubby kalian saling kenal ?"


tanya Syaqina setelah melihat reaksi kedua orang tersebut, belum selesai keterkejutan Shaka dan juga wanita paruh baya itu kini mereka kembali di kejutkan oleh suara seorang wanita yang dulu sangat Shaka kenal


" mommy ngapain dari tadi masih bersama perempuan nggak tahu diri ini ?"


Syaqina dan juga Shaka tampak sangat terkejut dengan suara seseorang yang masih mereka belakangi


" Beauty... kamu jangan bicara seperti itu Nona ini sudah banyak menolong mommy tadi "


Shaka masih ingat betul dengan pemilik suara tersebut, hingga membuatnya meradang tangannya terkepal menahan amarahnya


" jaga ucapan Anda nona jangan berani menghina nyonya muda Darmawan Mahantara dengan kata - kata tidak pantas itu karena Anda tahu akibatnya "


Shaka pun segera membalikkan badanya hingga membuat wanita tersebut terbelalak kedua matanya membulat sempurna mulutnya pun ternganga


" Sha.. Shaka!! hah ini benar kamu ?"


" tante dan Anda nona perkenalkan ini adalah istri saya Syaqina Azzahra Darmawan Mahantara Nyonya muda keluarga Darmawan Mahantara "


mendengar nama tersebut wanita itu seketika melemah hingga tubuhnya limbung nyaris terjatuh beruntung dengan cepat ia menjatuhkan tubuhnya pada kursi yang semula ia duduki


astaga jadi wanita ini kenapa namanya sama persis dengan namanya oh Tuhan jika benar ini adalah dia sempit sekali dunia ini. wanita itu membatin


" ja..jadi benar kamu sudah menikah Shaka ?, nggak mungkin kamu bisa secepat ini melupakan aku melupakan semua kenangan kita, dua tahun kita menjalin hubungan Shaka pasti nggak semudah itu kamu move on dariku. ini pasti hanya sandiwara kamu kan. dan aku tahu perempuan ini sama sekali bukan type kamu aku tahu itu Shaka sayang"


mendengar ucapan perempuan itu Syaqina hanya terdiam tak mengerti namun dari ucapannya dia bisa tahu jika perempuan ini pasti seseorang dimasa lalu suaminya, bahkan dia menyebutkan kata ' sayang ' pada suaminya, hal itu sontak membuat hatinya terasa perih ada semacam rasa tak rela mendengar suaminya disebut sayang oleh wanita lain


" cukup Anda berbicara omongan sampah itu"


" Sayang ayo kita kembali ke tempat kita Mama dan yang lainnya pasti sudah menunggu"


Shaka sangat tahu jika istrinya kini sedang tidak baik - baik saja dia tahu saat ini sangat membutuhkan penjelasannya


" nanti aku jelaskan semuanya sayang "


bisiknya sambil mengecup pucuk kepala istrinya yang berbalut hijab itu sambil mengeratkan pelukanya pada pinggang istrinya mereka pun berlalu dari tempat sang mantan laknat berada.


" auhh... "


Belum lagi sampai pada tempat duduk mereka semula tiba - tiba Syaqina mengaduh sambil memegang perut bagian bawahnya


"Sayang kamu kenapa ?"


Shaka mulai panik


" akh.. by perutku tiba - tiba kaku dan sakit sekali "


jawabnya dengan meringis menahan sakit


" kita ke rumah sakit sekarang "


Shaka tak mau berpikir panjang langsung saja ia pergi membawa istrinya pergi begitu saja dari tempat tersebut tanpa berpamitan dengan anggota keluarganya terlebih dulu karena ia sudah khawatir dengan keadaan Istrinya tanpa banyak kata lagi Shaka pun segera membopong tubuh Syaqina saat sudah hampir sampai di depan pintu keluar Ball room karena Syaqina kembali mengaduh kesakitan


" tahan ya Sayang kita kerumah sakit "

__ADS_1


Shaka pun tergopoh gopoh menuju parkiran dan segera membuka pintu mobil dengan susah payah dan segera melesat menuju rumah sakit setelah terlebih dulu menelpon dokter Clara beruntungnya beberapa saat lalu dokter muda tersebut sudah pulang dari tempat resepsi pernikahan Mahesa dan Mutiara karena keluarga Clara juga masih ada hubungan kerabat dengan keluarga Darmawan Mahantara.


" ikkhhh.. "


Syaqina tampak terus berdesis dengan bibir bawahnya terus digigit pertanda dia sedang menahan sakit satu tanganya memegang perut bawahnya dan satunya lagi merampas ujung Gamisnya


" sabar ya Sayang, sebentar lagi kita samapai tahan ya Sayang"


Shaka terus berusaha menenangkan istrinya meski dia sendiri sangat khawatir dan perasaan yang campur aduk antara takut, cemas , khawatir, kasian dan tidak tega melihat orang yang dia sayangi merintih menahan rasa sakit seperti itu


25 menit mereka pun sudah sampai di pelataran rumah sakit tepatnya di depan IGD dengan sigap Shaka segera turun dari mobilnya dan membuka safety belt yang membelit di tubuh istrinya kemudian membopong tubuh istrinya dan petugas medis rumah sakit pun telah menyambutnya dengan sebuah Bangkar, dengan hati - hati Shaka membaringkan tubuh Syaqina dan segera di dorong menuju ruang tindakan.


Dokter Clara sudah stand bay di depan ruang IGD segera masuk setelah pasien sudah dibawa ke dalam ruangan tersebut


" tunggu saya periksa dulu keadaan pasien, tenang jangan panik seperti itu "


Shaka hanya pasrah melihat istrinya kini dibawa masuk ke dalam ruang IGD ia tahu benar prosedurnya meskipun ia sangat ingin ikut masuk kedalam dan tak tega meninggalkan istrinya tanpa dirinya di dalam sana. Shaka pun akhirnya menghubungi sang Mama dengan mengirimkan chat via WA mengabarkan jika sekarang ia membawa istrinya kerumah sakit.


Sementara didalam ruangan Dokter Clara tengah melakukan pemeriksaan terhadap keadaan Syaqina


" Sabar ya Nona, ini sudah pembukaan 5 masih beberapa waktu lagi anda akan melahirkan bayi Anda, jadi harus semangat dan sabar ya "


" terimakasih Dokter "


Syaqina tampak tak banyak bicara karena keadaanya sekarang ia sedang menahan sakit yang luar biasa


" baiklah suster sekarang kita pindah pasien ke ruang bersalin ya, untuk mempersiapkan semuanya "


seru dokter Clara pada kedua perawat yang kini membantunya, dan Syaqina hanya busa pasrah sambil terus beristiqfar dan menikmati rasa sakitnya


" Shaka.. "


" gimana keadaan istriku ?"


dengan tak sabarnya setelah Clara muncul dari balik pintu yang berbeda dengan pintu yang tadi


" tenang istri dan Baby kalian baik baik saja dan sudah pembukaan 5 dan itu artinya tidak lama lagi istri kamu akan melahirkan, sekarang kamu masuk temani dia, tenangkan dan beri semangat agar dia tidak stress ada dua perawat yang menemani di dalam, kalau ada apa - apa minta perawat panggil saya diruangan okey "


" thanks ya Cla "


" iya "


Shaka pun segera masuk dalam ruangan yang sudah Clara tunjukkan dan dokter Clara pun menuju ruangannya untuk beristirahat sejenak


" Sayang.."


Shaka pun langsung menghujani istrinya dengan ciuman hampir diseluruh wajahnya melihat istrinya terbaring miring ke sebelah kiri dengan jarum infus yang sudah tertanam di tangan kirinya


" hubby... tenang aku baik - baik saja kok"


" sayang kenapa sih kamu tidak operasi cecar saja, aku nggak tega lihat kamu kesakitan seperti ini "


bahkan airmata Shaka sudah mulai berjatuhan


" hey... kenapa kamu yang nagis sih By aku yang kesakitan kok malah kamu yang nangis "


Syaqina tampak tersenyum dan tertawa kecil mencoba menghibur suami cengengnya itu

__ADS_1


" kok kamu malah cengengesan gini sih Yang padahal itukan sakit banget kan?"


" By... ini tuh akan tidak akan terasa sakit kalau kita menikmatinya "


" nikmat itu kalau kita lagi membuatnya sayang kalau sakit itu ya tetep sakit bukanya nikmat , kamu tuh gimana sih Yang "


tiba - tiba Syaqina mengaduh lagi saat kontraksi berlangsung namun ia mensiasati dengan tarik nafas panjang dan membuangnya perlahan dengan terus beristiqfar dalam hati


" sayang aku bener - bener nggak tega lihat kamu seperti ini "


ditatapnya lekat wajah istrinya dengan tatapan sayu, namun lagi - lagi Syaqina membalasnya dengan mengulas senyuman


" kalau kamu nggak tega kamu tunggu di luar saja By biar aku nanti lahiranya sama suster dan dokter cantik saja "


" kok kamu malah ngusir aku sih Yang "


" bukan ngusir tadi kan kamu bilang takut nggak tega lihat akunya "


" tapi bukan berarti aku mau ninggalin kamu keluar dan biarkan kamu berjuang sendirian didalam, kan kita buatnya berdua "


" terus keluarinnya juga berdua gitu ?"


keduanya terkekeh , dan itu membuat kedua perawat yang masih berada di ruangan itu ikut tersenyum mendengar kekonyolan pasangan yang sebentar lagi akan menjadi orang tua itu


" suster..apa ini masih lama lagi istri saya melahirkanya ? "


" biasanya masih sekitar 2 sampai 3 jam lagi Tuan karena ini baru pembukaan 5 "


" oh begitu ya Sus ?"


" iya tuan , kalau begitu kami tinggal dulu 20 menit sekali kami akan chek perkembangannya, kalau sda apa - apa silahkan pencet tombol ya Tuan "


" baik Sus "


Kedua perawat itupun keluar dari ruangan tersebut dan menyisakan sepasang suami istri yang kini dalam tahap menunggu dan memperjuangkan kelahiran baby nya


" sayang... kamu ada ingin makan sesuatu tidak ?"


" nggak aku masih kenyang "


" tapi kamu nanti butuh tenaga ekstra lo buat melahirkan "


" enggak By.. aku nggak ingin makan apa - apa sekarang , karena aku sedang menikmati proses ini "


seketika wajah keduanya menjadi Melow


" By... "


" hemm.. kanapa sayang ?"


" kalau melahirkan saja perjuangannya seperti ini gimana bisa ya seorang ibu dengan teganya meninggalkan anaknya begitu saja "


Shaka yang tahu arah pembicaraan istrinya yang pasti saat seperti ini ia sangat membutuhkan kehadiran ibunya ia butuh mood booster dan juga wejangan bagaimana ia bisa melewati proses ini. entah kenapa saat seperti ini Mama Vina juga tidak bisa mendampinginya padahal Shaka tahu jika Mamanya sudah menganggap menantunya seperti anaknya sendiri tapi karena situasinya yang belum memungkinkan saat ini , tidak mungkin Mama akan meninggalkan pesta begitu saja.


bersambung ya


jangan lupa LIKE❀ komentar, hadiah dan juga vote nya ya pembaca setia, biar AUTHOR semakin semangat nge up nya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2